MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 10 Juli 2017 16:14
Mungkinkah Miliaran Uang Arisan Bisa Dikembalikan?
RUGI BANYAK: Para korban arisan online saat mendatangi kantor Satreskrim Polres Banjar, Rabu (5/7) lalu. Mereka memburu Iray untuk mengembalikan uang investasi.

PROKAL.CO, Seminggu terakhir, Banua dihebohkan dengan dugaan investasi bodong bermodus arisan online. Tak tanggung-tanggung, miliaran rupiah beredar dalam bisnis yang digerakkan oleh para ibu-ibu ini.

Pasca bisnis ini scam (bangkrut) dan sang bandar menghilang, para peserta arisan mulai cemas akan nasib investasi mereka. Apakah uang ini masih bisa dikembalikan?


6 Miliar. Bukan jumlah yang sedikit untuk sebuah investasi dalam bentuk arisan. Jumlah itu pun baru dihitung dari 120 peserta yang ikut arisan, belum peserta arisan lainnya yang menginvestasikan uangnya kepada Siti Raihanah. Wajar saja, jika bandar diburu untuk mendapatkan kembali uang itu.

Salah seorang reseller arisan, Nana, mengaku sudah mencari keberadaan Iray ke sana-ke mari. Kepanikannya beralasan. pasalnya, dia sudah menyetor uang sebesar Rp270 juta ke Iray.

Dia bersama dua temannya dijanjikan uang akan cair dua kali lipat pada tanggal 11 Juli, namun ternyata tinggal beberapa pekan waktu pencairan, Iray menghilang. "Saya bingung, saya sebagai reseller mengumpulkan uang orang-orang yang mau beli arisan. Kalau nanti tidak cair, ke mana saya carikan uangnya," katanya.

Warga Banjarmasin ini menjelaskan rencananya uang yang dijanjikan bandar nantinya dibagikan ke customer atau pembeli arisan. Di mana rata-rata pembeli akan mendapatkan hasil dua kali lipat. "Misal ada yang beli arisan Rp1 juta, nanti di tanggal pencairan akan mendapatkan Rp1,5 juta," jelasnya.

Sebagai reseller, mereka dijanjikan emas oleh bandar arisan, juga uang bonus jika mampu mencari banyak pembeli. "Kalau ada costumer membeli Rp1 juta, saya akan mendapatkan Rp100 ribu dari pembeli dan Rp50 ribu dari bandar," kata Hani salah seorang reseller lainnya.
Hani mengaku memiliki 10 customer saat ini, jumlah uang yang dia dapatkan dari para pembeli arisan tersebut sekitar Rp78 juta. "Uang sudah saya kirim ke Iray, tapi sekarang dia tidak ada kabar," ujarnya.

Dia mengaku sudah menjadi reseller sejak Januari 2017, awalnya uang arisan yang dijanjikan bandar selalu cair sesuai kesepakatan. Namun, pada bulan Juni sudah mulai tersendat. "Kami membelinya perbulan, karena slotnya hanya ada perbulan," katanya.

Lebih lanjut, warga Martapura ini mengungkapkan reseller dan pembeli arisan online bukan hanya masyarakat dari Martapura saja. Melainkan tersebar di beberapa daerah, seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan Pelaihari. "Pembelinya tersebar karena para reseller menyebar info penjualannya dengan dibroadcast di BBM," ungkapnya.

Sementara itu, Rizal, salah seorang pembeli arisan mengaku tergiur ikut membeli arisan karena mendengar informasi dari temannya. "Padahal saya sudah menyerahkan uang Rp7 juta," kata Rizal yang ingin uangnya dikembalikan.

Keberadaan Iray hingga kini belum diketahui. Polisi mengaku masih mencari, demikian juga para korban arisan online ini. Sementara rumah yang dia tempati bersama suaminya, Edo beralamat di Jalan Irigasi, Gang Mujahidin III, Tanjung Rema Darat, Martapura saat ini hanya ditempati oleh pamannya bernama Yasir.

Putu Kastu, Kuasa Hukum para korban mengatakan dana milik peserta arisan kemungkinan dapat kembali jika nanti para penyidik dari Polres Banjar melalukan penyitaan aset milik Iray. "Biasanya penyitaan dilakukan usai penyidik memanggil terlapor," katanya.

Aset Iray sendiri bisa dibagikan jika sudah ada putusan pidana dari hakim, kemudian aset dilelang. "Kalau penyidik bisa mencari dan mengembangkan ke mana saja dana milik peserta arisan mengalir, maka kemungkinan seluruh kerugian korban akan tertutupi," tambah Putu.

Mandeknya pencairan uang arisan online yang digerakan Iray, ternyata membuat masalah bisnis senilai miliaran rupiah ini berbuntut panjang. Dan terungkap, selain Iray ternyata masih ada lagi bandar lain yang mengumpulkan uang para pembeli arisan.

Para bandar saat ini juga dikejar-kejar para peserta dan reseller masing-masing yang ingin mendapatkan uang mereka kembali. Alhasil, para bandar ternyata mengikuti jejak Iray. Yaitu memilih untuk melarikan diri.

Salah seorang bandar lain yang turut dikejar-kejar para reseller dan pembeli ialah seorang wanita berinisial AB. Puluhan warga, Selasa (4/7) sejak pagi mendatangi rumah AB yang berada di kawasan Jalan A Yani Km 7, Banjarmasin. Namun, tak ada seorang pun yang bisa ditemui.

Nana, yang juga reseller dari AB, mengatakan rumah AB sudah kosong. Dia menduga AB telah kabur karena merasa tidak bisa mencairkan uang arisan. "Dia kabur, rumah kosong. Berturut-turut masalah yang saya hadapi," katanya.

Dia merasa syok karena kedua bandar arisan online yang mereka ikuti ternyata melarikan diri. "Di AB saya hanya menyetor Rp21 juta, tapi kalau di Iray uang yang saya setor bersama kedua teman saya mencapai Rp270 juta," ujarnya.

Tak ingin kehilangan jejak, Nana bersama para reseller dan pembeli arisan lainnya kemudian mencari AB di kediaman mertuanya di kawasan Trikora, Banjarbaru. Namun, tak menemui hasil karena mereka tak mendapatkan alamat rumahnya.

Selain AB dan Iray, ada satu bandar lagi yang juga sedang dicari oleh para peserta arisan. Dia juga wanita, berinisial IM. Nana, salah satu reseller arisan mengungkapkan, sama dengan bandar lainnya IM juga membawa banyak uang. "Banyak yang membeli arisan ke dia, termasuk saya," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, IM sekarang kabarnya telah diamankan oleh pihak Polres Tanah Laut. "Kalau tidak besok (hari ini), kemungkinan Selasa (11/7) kami akan mendatangi dia di polres," kata Nana.

Meski ada beberapa bandar yang memilih melarikan diri, ternyata ada satu bandar yang memilih menyerahkan diri. Dia adalah Anti, salah seorang bandar arisan online wilayah Tapin itu datang ke Mapolres Tapin, Kamis (6/7) tadi. Wanita bernama Marianti Hafiz Rizqiah ini datang dan diiringi para reseller arisan yang memburunya.

Mereka datang berombongan menuju ke ruang Reskrim Polres Tapin untuk bertemu dengan Anti. Belasan wanita ini langsung dikumpulkan oleh anggota Sat Reskrim.
Salah satu reseller yang bernama Imah, warga Tatakan Tapin Selatan, mengaku sangat senang melihat Anti yang menyerahkan diri ke Mapolres Tapin. "Yang jelas senang dulu, karena Anti tidak hilang lagi," bebernya yang ingin uangnya bisa kembali.

Imah mengaku bahwa dirinya dikejar-kejar oleh para pembeli arisan untuk mengembalikan uang mereka. "Sampai-sampai ada peserta yang mengancam untuk membunuh," akunya.

Sementara itu, orang tua Anti yang bernama Salamat Fiddin saat diwawancarai mengungkapkan, dirinya akan berusaha mengembalikan uang para reseller. "Saya minta waktu dulu untuk mengembalikan uang tersebut, paling tidak satu bulan. Karena saya berencana untuk menjual rumah yang ada di Bataratat," janjinya.
(ris/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 10:36

ASTAGA.. 11 Remaja Pesta Lem di Hotel, Diciduk saat Bangun Tidur

BANJARMASIN - Sebelas muda-mudi digerebek Satpol PP seusai pesta lem dari kamar hotel, kemarin (18/1).…

Sabtu, 20 Januari 2018 09:43

Dicari! Pemuda ini Sudah 4 Hari Menghilang

BANJARMASIN - Keluarga besar Ahmad Fauzi dirundung kecemasan. Betapa tidak,  putranya bernama …

Sabtu, 20 Januari 2018 09:24

Kurir dan Pengedar Sabu Diciduk

BANJARMASIN - Gunawan Saputra alias Gunawan (33) dan Muhrian alias Imuh (37), Kamis (18/1), diringkus…

Jumat, 19 Januari 2018 15:17

KOK BISA? Angka Pelanggaran Lalu lintas Menurun, Tapi Kematian Bertambah

BANJARMASIN - Mengatur lalu lintas, sama halnya membersihkan sampah di sungai. Sulit, imposible! Tak…

Jumat, 19 Januari 2018 14:45

Nafsu Memuncak, Pria ini Gerayangi Tubuh Gadis Belia

BANJARMASIN - Entah setan apa yang merasuki Idris (31). Dia nekat memasuki kamar seorang pelajar SMA…

Jumat, 19 Januari 2018 14:37

Pencuri Besi di Proyek ULM Dibekuk

BANJARMASIN - Proyek pembangunan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Jalan Hasan…

Kamis, 18 Januari 2018 19:17

Kejati Tak Jadi tetapkan Tersangka Kasus Perjalanan Fiktif DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel tak jadi menetapkan tersangka dalam kasus perjalanan…

Rabu, 17 Januari 2018 15:30

Muslih Minta Ditahan di Banjarbaru

BANJARMASIN - Suara Muslih terbata-bata. Dia bahkan meneteskan air mata ketika membacakan nota pembelaan…

Rabu, 17 Januari 2018 15:11

NEKAT..!! Rumah Mantan Majikan Sendiri Dibobol

BANJARBARU – Kehilangan pekerjaan, uang tak punya, sementara suami juga telah pergi, membuat J,…

Rabu, 17 Januari 2018 11:22

Brakkk!! Tabrak Tiang Listrik, Nyawa Pemuda Melayang

BANJARMASIN - Satu nyawa remaja melayang sia-sia, Selasa (16/1) pagi. Korban bernama Ahmad Faizur Rahman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .