MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 10 Juli 2017 16:14
Mungkinkah Miliaran Uang Arisan Bisa Dikembalikan?
RUGI BANYAK: Para korban arisan online saat mendatangi kantor Satreskrim Polres Banjar, Rabu (5/7) lalu. Mereka memburu Iray untuk mengembalikan uang investasi.

PROKAL.CO, Seminggu terakhir, Banua dihebohkan dengan dugaan investasi bodong bermodus arisan online. Tak tanggung-tanggung, miliaran rupiah beredar dalam bisnis yang digerakkan oleh para ibu-ibu ini.

Pasca bisnis ini scam (bangkrut) dan sang bandar menghilang, para peserta arisan mulai cemas akan nasib investasi mereka. Apakah uang ini masih bisa dikembalikan?


6 Miliar. Bukan jumlah yang sedikit untuk sebuah investasi dalam bentuk arisan. Jumlah itu pun baru dihitung dari 120 peserta yang ikut arisan, belum peserta arisan lainnya yang menginvestasikan uangnya kepada Siti Raihanah. Wajar saja, jika bandar diburu untuk mendapatkan kembali uang itu.

Salah seorang reseller arisan, Nana, mengaku sudah mencari keberadaan Iray ke sana-ke mari. Kepanikannya beralasan. pasalnya, dia sudah menyetor uang sebesar Rp270 juta ke Iray.

Dia bersama dua temannya dijanjikan uang akan cair dua kali lipat pada tanggal 11 Juli, namun ternyata tinggal beberapa pekan waktu pencairan, Iray menghilang. "Saya bingung, saya sebagai reseller mengumpulkan uang orang-orang yang mau beli arisan. Kalau nanti tidak cair, ke mana saya carikan uangnya," katanya.

Warga Banjarmasin ini menjelaskan rencananya uang yang dijanjikan bandar nantinya dibagikan ke customer atau pembeli arisan. Di mana rata-rata pembeli akan mendapatkan hasil dua kali lipat. "Misal ada yang beli arisan Rp1 juta, nanti di tanggal pencairan akan mendapatkan Rp1,5 juta," jelasnya.

Sebagai reseller, mereka dijanjikan emas oleh bandar arisan, juga uang bonus jika mampu mencari banyak pembeli. "Kalau ada costumer membeli Rp1 juta, saya akan mendapatkan Rp100 ribu dari pembeli dan Rp50 ribu dari bandar," kata Hani salah seorang reseller lainnya.
Hani mengaku memiliki 10 customer saat ini, jumlah uang yang dia dapatkan dari para pembeli arisan tersebut sekitar Rp78 juta. "Uang sudah saya kirim ke Iray, tapi sekarang dia tidak ada kabar," ujarnya.

Dia mengaku sudah menjadi reseller sejak Januari 2017, awalnya uang arisan yang dijanjikan bandar selalu cair sesuai kesepakatan. Namun, pada bulan Juni sudah mulai tersendat. "Kami membelinya perbulan, karena slotnya hanya ada perbulan," katanya.

Lebih lanjut, warga Martapura ini mengungkapkan reseller dan pembeli arisan online bukan hanya masyarakat dari Martapura saja. Melainkan tersebar di beberapa daerah, seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan Pelaihari. "Pembelinya tersebar karena para reseller menyebar info penjualannya dengan dibroadcast di BBM," ungkapnya.

Sementara itu, Rizal, salah seorang pembeli arisan mengaku tergiur ikut membeli arisan karena mendengar informasi dari temannya. "Padahal saya sudah menyerahkan uang Rp7 juta," kata Rizal yang ingin uangnya dikembalikan.

Keberadaan Iray hingga kini belum diketahui. Polisi mengaku masih mencari, demikian juga para korban arisan online ini. Sementara rumah yang dia tempati bersama suaminya, Edo beralamat di Jalan Irigasi, Gang Mujahidin III, Tanjung Rema Darat, Martapura saat ini hanya ditempati oleh pamannya bernama Yasir.

Putu Kastu, Kuasa Hukum para korban mengatakan dana milik peserta arisan kemungkinan dapat kembali jika nanti para penyidik dari Polres Banjar melalukan penyitaan aset milik Iray. "Biasanya penyitaan dilakukan usai penyidik memanggil terlapor," katanya.

Aset Iray sendiri bisa dibagikan jika sudah ada putusan pidana dari hakim, kemudian aset dilelang. "Kalau penyidik bisa mencari dan mengembangkan ke mana saja dana milik peserta arisan mengalir, maka kemungkinan seluruh kerugian korban akan tertutupi," tambah Putu.

Mandeknya pencairan uang arisan online yang digerakan Iray, ternyata membuat masalah bisnis senilai miliaran rupiah ini berbuntut panjang. Dan terungkap, selain Iray ternyata masih ada lagi bandar lain yang mengumpulkan uang para pembeli arisan.

Para bandar saat ini juga dikejar-kejar para peserta dan reseller masing-masing yang ingin mendapatkan uang mereka kembali. Alhasil, para bandar ternyata mengikuti jejak Iray. Yaitu memilih untuk melarikan diri.

Salah seorang bandar lain yang turut dikejar-kejar para reseller dan pembeli ialah seorang wanita berinisial AB. Puluhan warga, Selasa (4/7) sejak pagi mendatangi rumah AB yang berada di kawasan Jalan A Yani Km 7, Banjarmasin. Namun, tak ada seorang pun yang bisa ditemui.

Nana, yang juga reseller dari AB, mengatakan rumah AB sudah kosong. Dia menduga AB telah kabur karena merasa tidak bisa mencairkan uang arisan. "Dia kabur, rumah kosong. Berturut-turut masalah yang saya hadapi," katanya.

Dia merasa syok karena kedua bandar arisan online yang mereka ikuti ternyata melarikan diri. "Di AB saya hanya menyetor Rp21 juta, tapi kalau di Iray uang yang saya setor bersama kedua teman saya mencapai Rp270 juta," ujarnya.

Tak ingin kehilangan jejak, Nana bersama para reseller dan pembeli arisan lainnya kemudian mencari AB di kediaman mertuanya di kawasan Trikora, Banjarbaru. Namun, tak menemui hasil karena mereka tak mendapatkan alamat rumahnya.

Selain AB dan Iray, ada satu bandar lagi yang juga sedang dicari oleh para peserta arisan. Dia juga wanita, berinisial IM. Nana, salah satu reseller arisan mengungkapkan, sama dengan bandar lainnya IM juga membawa banyak uang. "Banyak yang membeli arisan ke dia, termasuk saya," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, IM sekarang kabarnya telah diamankan oleh pihak Polres Tanah Laut. "Kalau tidak besok (hari ini), kemungkinan Selasa (11/7) kami akan mendatangi dia di polres," kata Nana.

Meski ada beberapa bandar yang memilih melarikan diri, ternyata ada satu bandar yang memilih menyerahkan diri. Dia adalah Anti, salah seorang bandar arisan online wilayah Tapin itu datang ke Mapolres Tapin, Kamis (6/7) tadi. Wanita bernama Marianti Hafiz Rizqiah ini datang dan diiringi para reseller arisan yang memburunya.

Mereka datang berombongan menuju ke ruang Reskrim Polres Tapin untuk bertemu dengan Anti. Belasan wanita ini langsung dikumpulkan oleh anggota Sat Reskrim.
Salah satu reseller yang bernama Imah, warga Tatakan Tapin Selatan, mengaku sangat senang melihat Anti yang menyerahkan diri ke Mapolres Tapin. "Yang jelas senang dulu, karena Anti tidak hilang lagi," bebernya yang ingin uangnya bisa kembali.

Imah mengaku bahwa dirinya dikejar-kejar oleh para pembeli arisan untuk mengembalikan uang mereka. "Sampai-sampai ada peserta yang mengancam untuk membunuh," akunya.

Sementara itu, orang tua Anti yang bernama Salamat Fiddin saat diwawancarai mengungkapkan, dirinya akan berusaha mengembalikan uang para reseller. "Saya minta waktu dulu untuk mengembalikan uang tersebut, paling tidak satu bulan. Karena saya berencana untuk menjual rumah yang ada di Bataratat," janjinya.
(ris/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 15:37

Razia Lagi di Eks Pembatuan, Dikira PSK, Ternyata Pelajar

BANJARBARU - Gadis 15 tahun hampir saja dibawa Satpol PP. Andai sang nenek, Sutirah tidak mati-matian…

Jumat, 17 November 2017 15:30

ASTAGFIRULLAH..!! Ayah Haus Seks, Anak Kandung Ditiduri, Kini Hamil 2 Bulan

KOTABARU - Jika sampai Melati akhirnya mengadukan ayahnya, artinya habis sudah kesabarannya. Selama…

Jumat, 17 November 2017 13:49

Digelar Dua Pekan, Operasi Zebra di Banjarbaru Jaring Ribuan Pengendara

BANJARBARU - Digelar selama dua pekan, operasi Zebra Intan 2017 Selasa (14/11) tadi telah berakhir.…

Jumat, 17 November 2017 11:40

Resahkan Warga Jalan Simpang Anem, Penjual Sabu Diringkus

BANJARMASIN - Ardian Noor (31) tak bisa berkutik saat tertangkap tangan membawa sabu oleh anggota Polsekta…

Jumat, 17 November 2017 11:27

Kaca Mobil Dipalu, Uang Pak Kades Rp100 Juta Raib

RANTAU - Warga desa Pematang Karangan Hulu,  kecamatan Tapin Tengah,  dikagetkan peristiwa…

Kamis, 16 November 2017 11:14

Haduh..!! Pelajar SMP Ketangkep Curi Motor

BANJARMASIN - Miris,  dua orang pelajar sekolah  menengah pertama yang ada di Banjarmasin,…

Kamis, 16 November 2017 11:09

Dipukul, Pelaku Balas Menikam dan Selanjutnya Innalillah

BANJARMASIN - Robiansyah alias Oby (27) dan Junaidi alias Junai (25) terlihat santai dan tenang saat…

Kamis, 16 November 2017 10:43

Lima Bulan Jualan Sabu, Ogi Akhirnya Tertangkap

BANJARMASIN - Personel  Buser  Polsek Banjarmasin Barat berhasil meringkus Sugiarto alias…

Rabu, 15 November 2017 16:12

Kapal Terbalik, Akhirnya Berenang 2 Jam di Tengah Laut

KOTABARU - Sore 12 November, Adi Saputra melihat semacam penampakan melintas di atas kamar mesin kapal…

Rabu, 15 November 2017 10:49

Motor Disenggol, Pekerja Show Room Dikeroyok

BANJARMASIN - Empat  lelaki menyerang seorang pekerja show room di jalan P Hidayatullah, …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .