MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Selasa, 11 Juli 2017 13:04
TERNYATA, Petani Cabai di Liang Anggang Sudah Biasa Merugi
MEMBUSUK: Sugiyo dari Balai Penyuluh Pertanian Liang Anggang menunjukkan hasil panen cabai yang membusuk karena diserang jamur. Petani terpaksa mengubur atau membakar hasil panen itu untuk menghentikan penyebaran spora.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Maryono terpaksa membakar puluhan kilogram cabai hasil panen terakhirnya. Lantaran cabai jenis caplak itu terserang jamur Antraknosa. Hama yang menyerang cabai akibat anomali cuaca.

"Saya punya delapan ribu pohon cabai caplak. Serangan jamur itu membuat hasil panen saya membusuk. Penularannya cepat sekali," kata petani 36 tahun tersebut.

Lahan Maryono berada di Jalan Kurnia Ujung Kelurahan Landasan Ulin Utara. Masih di kelurahan yang sama, kabarnya petani cabai di Jalan Sukamara juga terserang jamur serupa.

"Sekali panen rata-rata saya berhasil dapat 50 kilogram cabai. Dalam sebulan biasanya empat kali panen," imbuh Maryono. Informasi dari penyuluh pertanian, minimal ia harus membuang tiga kali hasil panennya sampai jamur itu menghilang.

Antraknosa memang tak menyerang akar, batang dan daun. Ia hanya menyerang buah. Maka untuk menghentikan penyebaran spora. Semua cabai, baik yang sudah membusuk atau masih bagus, harus dipetik dan dimusnahkan.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarbaru, BPTPH (Balai Pengawasan Tanaman Pangan dan Holtikultura) dan BPP (Balai Penyulih Pertanian) Liang Anggang pun langsung menyisir titik-titik pertanian cabai di Banjarbaru, kemarin (10/7).

POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) BPTPH Kalsel, Bahriman meminta petani untuk sementara waktu menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi. "Sebab, pupuk organik justru memperparah penyebaran spora. Kalau wabah ini sudah berhenti, silakan kembali pada pupuk organik," jelasnya.

Dijelaskan Bahriman, Antraknosa tidak muncul pada cuaca kering atau hujan terus-menerus. Ia muncul ketika kelembaban melonjak drastis. Gara-gara cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kalau hujan terus aman. Tapi kalau hujan, panas, hujan, lalu panas lagi, akhirnya jamur ini mebawah," imbuhnya.

Ia memberi tips pada petani. Agar spora tak menyebar luas, hasil panen dipetik dengan gunting dan kantong plastik kedap udara. "Dipetik secara hati-hati," pungkasnya.
Sementara Sugiyo dari BPP Liang Anggang menambahkan, Antraknosa sebenarnya bukan hal baru bagi petani cabai. Ia sudah menjadi risiko musiman. Apalagi, wilayah Banjarbaru memang rentan.

"Untuk satu kelurahan saja bisa ada 30 jenis tanaman berbeda yang ditanam petani. Akhirnya jadi wilayah endemis hama," tukasnya.

Ditanya kendala lain, Sugiyo menyebut terbatasnya jumlah pengamat hama. "Dalam satu kecamatan hanya ada satu atau dua pengamat hama. Wilayah pantauannya luas sekali," tandas Sugiyo.

Di sisi lain, petani cabai memang terbiasa menghadapi hama, tapi bukan berarti mereka sudah siap. Petani kesulitan karena minimnya bantuan pemerintah untuk pestisida. Mengingat mahalnya harga obat-obatan hama di pasaran. (fud)


BACA JUGA

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…

Selasa, 28 November 2017 10:09

Pertama di Kalsel, Apartemen Eksklusif di Atas Mall dengan Keuntungan Menggiurkan

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan rupanya jadi pasar apartemen potensial. Tidak heran, Mayapada Group…

Sabtu, 25 November 2017 11:20

Tahun ini PAD Perhotelan di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar, mendatangkan keuntungan tersendiri…

Jumat, 24 November 2017 14:52

Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan

BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan…

Kamis, 23 November 2017 11:54
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Lesu, Pajak Hotel dan Restoran Digenjot

BANJARMASIN - Di tengah lesunya ekonomi dalam waktu dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 08:40

Nasi Rantang Membangkitkan Kenangan Ala Dafam

BANJARBARU - Rantang adalah simbol kenangan masa kecil. Hampir semua orang punya kisah tersendiri…

Jumat, 10 November 2017 11:31

Ssstt.. Kawasan Gambut Sekarang Makin Mahal Loh

BANJARMASIN - Masyarakat Profesii Penilai Indonesia (MAPPI) Kalselteng menilai kawasan Gambut Kabupaten…

Selasa, 07 November 2017 12:03

Walikota Apresiasi Program CSR PLN KalselTeng

BANJARBARU - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng)…

Senin, 06 November 2017 11:15

Dafam Good Sleep Hanya Dibulan November

BANJARBARU -  Menjadi seorang Therapist adalah salah satu bidang yang saat ini banyak di tekuni. Dari…

Sabtu, 04 November 2017 14:17

Bikin Malu Wajib Pajak Nakal

BANJARBARU - Pemko mengirim sinyal keras pada semua wajib pajak. Penunggak pajak atau wajib pajak yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .