MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Selasa, 11 Juli 2017 13:04
TERNYATA, Petani Cabai di Liang Anggang Sudah Biasa Merugi
MEMBUSUK: Sugiyo dari Balai Penyuluh Pertanian Liang Anggang menunjukkan hasil panen cabai yang membusuk karena diserang jamur. Petani terpaksa mengubur atau membakar hasil panen itu untuk menghentikan penyebaran spora.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Maryono terpaksa membakar puluhan kilogram cabai hasil panen terakhirnya. Lantaran cabai jenis caplak itu terserang jamur Antraknosa. Hama yang menyerang cabai akibat anomali cuaca.

"Saya punya delapan ribu pohon cabai caplak. Serangan jamur itu membuat hasil panen saya membusuk. Penularannya cepat sekali," kata petani 36 tahun tersebut.

Lahan Maryono berada di Jalan Kurnia Ujung Kelurahan Landasan Ulin Utara. Masih di kelurahan yang sama, kabarnya petani cabai di Jalan Sukamara juga terserang jamur serupa.

"Sekali panen rata-rata saya berhasil dapat 50 kilogram cabai. Dalam sebulan biasanya empat kali panen," imbuh Maryono. Informasi dari penyuluh pertanian, minimal ia harus membuang tiga kali hasil panennya sampai jamur itu menghilang.

Antraknosa memang tak menyerang akar, batang dan daun. Ia hanya menyerang buah. Maka untuk menghentikan penyebaran spora. Semua cabai, baik yang sudah membusuk atau masih bagus, harus dipetik dan dimusnahkan.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarbaru, BPTPH (Balai Pengawasan Tanaman Pangan dan Holtikultura) dan BPP (Balai Penyulih Pertanian) Liang Anggang pun langsung menyisir titik-titik pertanian cabai di Banjarbaru, kemarin (10/7).

POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) BPTPH Kalsel, Bahriman meminta petani untuk sementara waktu menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi. "Sebab, pupuk organik justru memperparah penyebaran spora. Kalau wabah ini sudah berhenti, silakan kembali pada pupuk organik," jelasnya.

Dijelaskan Bahriman, Antraknosa tidak muncul pada cuaca kering atau hujan terus-menerus. Ia muncul ketika kelembaban melonjak drastis. Gara-gara cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kalau hujan terus aman. Tapi kalau hujan, panas, hujan, lalu panas lagi, akhirnya jamur ini mebawah," imbuhnya.

Ia memberi tips pada petani. Agar spora tak menyebar luas, hasil panen dipetik dengan gunting dan kantong plastik kedap udara. "Dipetik secara hati-hati," pungkasnya.
Sementara Sugiyo dari BPP Liang Anggang menambahkan, Antraknosa sebenarnya bukan hal baru bagi petani cabai. Ia sudah menjadi risiko musiman. Apalagi, wilayah Banjarbaru memang rentan.

"Untuk satu kelurahan saja bisa ada 30 jenis tanaman berbeda yang ditanam petani. Akhirnya jadi wilayah endemis hama," tukasnya.

Ditanya kendala lain, Sugiyo menyebut terbatasnya jumlah pengamat hama. "Dalam satu kecamatan hanya ada satu atau dua pengamat hama. Wilayah pantauannya luas sekali," tandas Sugiyo.

Di sisi lain, petani cabai memang terbiasa menghadapi hama, tapi bukan berarti mereka sudah siap. Petani kesulitan karena minimnya bantuan pemerintah untuk pestisida. Mengingat mahalnya harga obat-obatan hama di pasaran. (fud)


BACA JUGA

Selasa, 10 April 2018 20:12

Alamak...! 2.000 Tabung Gas Melon ini Diduga Palsu

BANJARMASIN - Direktorat Intelkam dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalsel menggerebek sebuah gudang.…

Senin, 02 April 2018 17:50

Sejak Cinemaxx Q Mall Dibuka, XXI di Duta Mall Nampak Sepi

Jika dulu, hanya ada XXI Duta Mall Banjarmasin, kini bioskop Cinemaxx juga hadir di Banjarbaru. Bagaimana…

Rabu, 28 Maret 2018 10:34

14 Tahun Ambapers, Siap Go Nasional dan Internasional

BANJARMASIN -  PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) menggelar acara puncak ulang tahun ke-14…

Selasa, 27 Maret 2018 12:12
Bisnis

Datascrip Kunjungi Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Datascrip Jakarta mengunjungi kantor pusat gedung biru Radar Banjarmasin di Landasan Ulin…

Selasa, 13 Maret 2018 09:34

Pasang Baru Listrik Hanya Dalam Hitungan Hari

BANJARMASIN - Sejalan dengan membaiknya ketersediaan pasokan listrik, Pasang Baru (PB) listrik…

Selasa, 13 Maret 2018 05:58

Promo..! Memanjakan Lidah di Grand Dafam Syariah

BANJARBARU - Para pecinta kuliner jangan lewatkan Promo Maret 2018 di Grand Dafam Q Hotel Syariah…

Rabu, 21 Februari 2018 10:55

Pembangunan Kawasan Industri Batulicin Terus Digenjot

BATULICIN - Pembangunan Kawasan Industri (KI) Batulicin, Tanah Bumbu terus didorong pemerintah. Denyut…

Kamis, 01 Februari 2018 15:45

Pengusaha Batubara Dominan Tunggak Pajak di Banua

BANJARMASIN – Meski menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar, ternyata…

Senin, 29 Januari 2018 10:17

Harga Cabai Kembali Meroket

KANDANGAN – Harga cabai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sepanjang bulan Januari 2018 ini,…

Sabtu, 27 Januari 2018 14:46

Geliat Bisnis MUA di Banjarmasin Kini Kian Menjanjikan

Make up artist (MUA). Siapa yang tak tahu dengan sebutan itu. Apalagi di kalangan perempuan masa kini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .