MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Selasa, 11 Juli 2017 13:04
TERNYATA, Petani Cabai di Liang Anggang Sudah Biasa Merugi
MEMBUSUK: Sugiyo dari Balai Penyuluh Pertanian Liang Anggang menunjukkan hasil panen cabai yang membusuk karena diserang jamur. Petani terpaksa mengubur atau membakar hasil panen itu untuk menghentikan penyebaran spora.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Maryono terpaksa membakar puluhan kilogram cabai hasil panen terakhirnya. Lantaran cabai jenis caplak itu terserang jamur Antraknosa. Hama yang menyerang cabai akibat anomali cuaca.

"Saya punya delapan ribu pohon cabai caplak. Serangan jamur itu membuat hasil panen saya membusuk. Penularannya cepat sekali," kata petani 36 tahun tersebut.

Lahan Maryono berada di Jalan Kurnia Ujung Kelurahan Landasan Ulin Utara. Masih di kelurahan yang sama, kabarnya petani cabai di Jalan Sukamara juga terserang jamur serupa.

"Sekali panen rata-rata saya berhasil dapat 50 kilogram cabai. Dalam sebulan biasanya empat kali panen," imbuh Maryono. Informasi dari penyuluh pertanian, minimal ia harus membuang tiga kali hasil panennya sampai jamur itu menghilang.

Antraknosa memang tak menyerang akar, batang dan daun. Ia hanya menyerang buah. Maka untuk menghentikan penyebaran spora. Semua cabai, baik yang sudah membusuk atau masih bagus, harus dipetik dan dimusnahkan.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarbaru, BPTPH (Balai Pengawasan Tanaman Pangan dan Holtikultura) dan BPP (Balai Penyulih Pertanian) Liang Anggang pun langsung menyisir titik-titik pertanian cabai di Banjarbaru, kemarin (10/7).

POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) BPTPH Kalsel, Bahriman meminta petani untuk sementara waktu menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi. "Sebab, pupuk organik justru memperparah penyebaran spora. Kalau wabah ini sudah berhenti, silakan kembali pada pupuk organik," jelasnya.

Dijelaskan Bahriman, Antraknosa tidak muncul pada cuaca kering atau hujan terus-menerus. Ia muncul ketika kelembaban melonjak drastis. Gara-gara cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kalau hujan terus aman. Tapi kalau hujan, panas, hujan, lalu panas lagi, akhirnya jamur ini mebawah," imbuhnya.

Ia memberi tips pada petani. Agar spora tak menyebar luas, hasil panen dipetik dengan gunting dan kantong plastik kedap udara. "Dipetik secara hati-hati," pungkasnya.
Sementara Sugiyo dari BPP Liang Anggang menambahkan, Antraknosa sebenarnya bukan hal baru bagi petani cabai. Ia sudah menjadi risiko musiman. Apalagi, wilayah Banjarbaru memang rentan.

"Untuk satu kelurahan saja bisa ada 30 jenis tanaman berbeda yang ditanam petani. Akhirnya jadi wilayah endemis hama," tukasnya.

Ditanya kendala lain, Sugiyo menyebut terbatasnya jumlah pengamat hama. "Dalam satu kecamatan hanya ada satu atau dua pengamat hama. Wilayah pantauannya luas sekali," tandas Sugiyo.

Di sisi lain, petani cabai memang terbiasa menghadapi hama, tapi bukan berarti mereka sudah siap. Petani kesulitan karena minimnya bantuan pemerintah untuk pestisida. Mengingat mahalnya harga obat-obatan hama di pasaran. (fud)


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:57

Dibanding Tala, Tanbu Lebih Siap Jadi Kawasan Industri

BANJARMASIN – Pemerintah pusat sudah menunjuk Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong, Kabupaten…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:27

Hilirisasi Industri Karet Kalsel Dilirik

BANJARBARU - Fluktuasi harga karet membuat banyak pihak yang menggelutinya jadi menjerit. Kepala Dinas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:51

Eks Pelabuhan Lama Bakal Jadi Kawasan Properti

BANJARMASIN - Beberapa hari terakhir, kawasan Eks Pelabuhan Martapura Lama tampak berbeda. Pasalnya,…

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59

Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:27

Honda Sport Motorshow Sukses di Sampit

BANJARMASIN - Acara Honda Sport Motoshow di Borneo City Mall Sampit yang digelar Sabtu (7-8/10) tadi…

Kamis, 28 September 2017 07:13
Lifestyle

Kerren..! Mahasiswi Hukum ULM Semester 5 ini Launching Bisnis Sasirangan

BANJARBARU - Dunia fashion memang punya magnet yang luar biasa di kalangan anak muda.  Tak heran,…

Sabtu, 23 September 2017 16:04
Kabar Tabalong

SMP Hasbunallah Juara Pawai Tahun Baru Islam di Tabalong

TANJUNG - Penampilan pelajar SMP Hasbunallah menjadi yang terbaik dalam pawai menyambut Tahun Baru Islam…

Jumat, 22 September 2017 15:54

Dewan: Hati-hati Beli Bibit Kelapa Sawit Palsu

BANJARMASIN – Untuk memperoleh hasil Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit terbaik, tidak hanya…

Selasa, 12 September 2017 10:05

PLN KalselTeng Kenalkan PLN Mobile

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2017, PLN mengadakan…

Rabu, 06 September 2017 14:32

Tren Kontainer Besar Mulai Naik

BANJARMASIN - Pengangkutan barang dari Jawa menggunakan kontainer berukuran besar mulai mengalami tren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .