MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Selasa, 11 Juli 2017 13:04
TERNYATA, Petani Cabai di Liang Anggang Sudah Biasa Merugi
MEMBUSUK: Sugiyo dari Balai Penyuluh Pertanian Liang Anggang menunjukkan hasil panen cabai yang membusuk karena diserang jamur. Petani terpaksa mengubur atau membakar hasil panen itu untuk menghentikan penyebaran spora.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Maryono terpaksa membakar puluhan kilogram cabai hasil panen terakhirnya. Lantaran cabai jenis caplak itu terserang jamur Antraknosa. Hama yang menyerang cabai akibat anomali cuaca.

"Saya punya delapan ribu pohon cabai caplak. Serangan jamur itu membuat hasil panen saya membusuk. Penularannya cepat sekali," kata petani 36 tahun tersebut.

Lahan Maryono berada di Jalan Kurnia Ujung Kelurahan Landasan Ulin Utara. Masih di kelurahan yang sama, kabarnya petani cabai di Jalan Sukamara juga terserang jamur serupa.

"Sekali panen rata-rata saya berhasil dapat 50 kilogram cabai. Dalam sebulan biasanya empat kali panen," imbuh Maryono. Informasi dari penyuluh pertanian, minimal ia harus membuang tiga kali hasil panennya sampai jamur itu menghilang.

Antraknosa memang tak menyerang akar, batang dan daun. Ia hanya menyerang buah. Maka untuk menghentikan penyebaran spora. Semua cabai, baik yang sudah membusuk atau masih bagus, harus dipetik dan dimusnahkan.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarbaru, BPTPH (Balai Pengawasan Tanaman Pangan dan Holtikultura) dan BPP (Balai Penyulih Pertanian) Liang Anggang pun langsung menyisir titik-titik pertanian cabai di Banjarbaru, kemarin (10/7).

POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) BPTPH Kalsel, Bahriman meminta petani untuk sementara waktu menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi. "Sebab, pupuk organik justru memperparah penyebaran spora. Kalau wabah ini sudah berhenti, silakan kembali pada pupuk organik," jelasnya.

Dijelaskan Bahriman, Antraknosa tidak muncul pada cuaca kering atau hujan terus-menerus. Ia muncul ketika kelembaban melonjak drastis. Gara-gara cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kalau hujan terus aman. Tapi kalau hujan, panas, hujan, lalu panas lagi, akhirnya jamur ini mebawah," imbuhnya.

Ia memberi tips pada petani. Agar spora tak menyebar luas, hasil panen dipetik dengan gunting dan kantong plastik kedap udara. "Dipetik secara hati-hati," pungkasnya.
Sementara Sugiyo dari BPP Liang Anggang menambahkan, Antraknosa sebenarnya bukan hal baru bagi petani cabai. Ia sudah menjadi risiko musiman. Apalagi, wilayah Banjarbaru memang rentan.

"Untuk satu kelurahan saja bisa ada 30 jenis tanaman berbeda yang ditanam petani. Akhirnya jadi wilayah endemis hama," tukasnya.

Ditanya kendala lain, Sugiyo menyebut terbatasnya jumlah pengamat hama. "Dalam satu kecamatan hanya ada satu atau dua pengamat hama. Wilayah pantauannya luas sekali," tandas Sugiyo.

Di sisi lain, petani cabai memang terbiasa menghadapi hama, tapi bukan berarti mereka sudah siap. Petani kesulitan karena minimnya bantuan pemerintah untuk pestisida. Mengingat mahalnya harga obat-obatan hama di pasaran. (fud)


BACA JUGA

Jumat, 11 Agustus 2017 16:00

Kisah Pedagang Musiman Atribut 17 Agustus, Gadai Rumah Demi Dagang Bendera

Datang dari Paris Van Java, 60 orang tiba dan menyebar di Pulau Kalimantan, sebagian singgah di Banjarbaru.…

Rabu, 02 Agustus 2017 10:05

Warga Banua Menunggak Pajak Rp200 Miliar

BANJARMASIN - Lesunya perekonomian saat ini, ternyata berdampak pada menurunnya pembayaran pajak kendaraan…

Senin, 24 Juli 2017 16:11

Bisnis Tas Fashion Mulai Stabil

BANJARMASIN - Setelah sempat turun pasca lebaran lalu, kini bisnis tas fashion mulai stabil lagi. Permintaan…

Sabtu, 22 Juli 2017 17:17

Polda Kalsel Bentuk Satgassus Beras

BANJARMASIN – Kesejahteraan petani masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya mereka tidak…

Jumat, 21 Juli 2017 16:58

Pemko Banjarbaru Terpaksa Nyicil Dua Tahun Anggaran

BANJARBARU - Anggaran pemko menerima pukulan bertubi-tubi. Bukan hanya menghadapi pemangkasan transfer…

Kamis, 20 Juli 2017 15:29

Bisnis Tanah Kaveling di Kalsel Lagi Naik Daun

BANJARMASIN - Mulai membaiknya perekonomian Kalsel, membuat bisnis tanah kaveling makin naik daun. Apalagi…

Selasa, 18 Juli 2017 17:22

Pegawai PLN Turun ke Jalan Promosikan Diskon Tambah Daya

BANJARBARU - Pemandangan tak biasa terlihat beberapa hari terakhir ini, beberapa petugas PLN Wilayah…

Selasa, 18 Juli 2017 14:26

Sahbirin Undang Investor Cina ke Kalsel

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, mendapat kesempatan  khusus memaparkan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:05

Banjarbaru Benahi Infrastruktur Destinasi Wisata

BANJARBARU - Kelurahan Guntung Manggis merilis peta wisata. Memuat petunjuk arah dan deskripsi singkat…

Jumat, 14 Juli 2017 11:32

Pemko Banjarmasin Bakal Kembalikan Pajak Tree Park ke Pemkab Banjar

BANJARBARU - Persoalan perebutan pajak Tree Park Hotel antara Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Banjar hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .