MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 Juli 2017 16:26
KTP Saja Kosong di Kalsel, Gimana Mau Realisasi Kartu Identitas Anak ?
IH LUCU: KTP Anak yang ditunjukan pegawai Disdukcapil Balikpapan, baru-baru tadi.

PROKAL.CO, Program penerbitan Kartu Indentitas Anak (KIA) sudah digaungkan pemerintah sejak tahun lalu. Dua kabupaten di Kalsel bahkan menjadi pilot project program ini. Bagaimana realisasinya?

Sejak mulai diperkenalkan Februari lalu, dDaerah di Kalsel belum terdengar ada yang menerapkannya. Di Tanjung, salah satu kabupaten yang ditunjuk sebagai daerah pilot project penerapan KTP anak, belum bisa merealisasikannya. Pemkab beralasan alat pendukung program ini belum lengkap.

Blangko yang menjadi bahan utama untuk menerbitkan KIA tersebut belum diterima Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabalong dari pemerintah pusat.

Jangankan KTP anak, KTP elektronik untuk warga dewasa saja tak ada, karena blangko untuk mencetak kosong.

Dengan kondisi ini, peralatan pendukung program yang sebelumnya telah datang pun mangkrak. Tidak bisa digunakan sementara waktu. Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Kependudukan pada Disdukcapil Kabupaten Tabalong, Husaini mengatakan, alat yang mangkrak itu adalah printer atau alat cetak, yang datang telah lama.

Karena kondisi ini, ternyata membuat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tempatnya bekerja serba salah dalam merealisasikannya. Mereka enggan mensosialisasikan atau pun membicarakannya di khalayak umum.

"Kita jangan bicara dulu masalah KIA, masalahnya karena blangko yang katanya akan dibantu sampai sekarang belum datang," katanya. Berdasarkan data Disdukcapil Tanjung, jumlah anak yang akan mendapatkan KIA nantinya sebanyak 75.498 orang. Untuk anak yang dicetak menurut akta kelahiran mereka mencapai 22. 807 orang.

Kabupaten yang juga menjadi daerah proyek percontohan adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Berbeda dengan Tanjung, pemerintah HSS bahkan sudah mencetak ribuan KIA.

Kepala Disdukcapil HSS, Suriani melalui Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Penduduknya, Rachmat, mengatakan sampai saat ini mereka telah menginput 16.112 anak dari dari wajib KIA sekitar 79 ribu lebih anak di HSS."Dari total yang sudah di input sudah berhasil di cetak sebanyak 14.045 keping KIA," ujar Rachmat, saat dikonfirmasi, Senin (10/7) siang.

Dijelaskan Rachmat, sama seperti saat awal pencetakan KIA yang dilakukan jajaranya di bulan Agustus 2016 lalu, sehari Disdukcapil HSS bisa mencetak puluhan sampai ratusan lembar."Sehari mulai dari 50 keping sampai 150 keping KIA yang berhasil dicetak," tandasnya.

Dikatakannya, untuk penerapan KIA sendiri di daerah ini jajarannya sudah melakukan beberapa hal seperti di tahun 2016 lalu. Membuat surat edaran (SE) kepada pihak sekolah agar memberlakukan KIA sebagai salah satu syarat untuk masuk sekolah.
"Jadi KIA dapat dijadikan sebagai salah satu syarat untuk masuk sekolah siswa baru," imbuhnya.

Ditambahkannya, ketersediaan blangko pencetakan KIA tidak ada masalah. Sebab dari persediaannya yang diberikan pusat sekitar 27 ribu, masih cukup banyak."Blangko masih banyak, sebab masih banyak persedian yang diberikan pusat," ucapnya.

Lalu bagaimana di Kabupaten lain?

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjar M Azwar mengatakan, mereka belum menerapkan KIA dikarenakan masih harus memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.

"Daerah yang bisa menerapkan, penduduknya yang memiliki usia 0 sampai 17 tahun sebanyak 75 persen harus sudah memiliki akta kelahiran. Sementara kita baru sekitar 51 persen," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menambahkan, sesuai hasil Rakor yang telah diikutinya baru-baru ini pemerintah pusat telah memberikan target kepada daerah supaya dapat segera memenuhi persyaratan tersebut. "Malah tahun ini diminta menyelesaikan 85 persen penduduk harus memiliki akta kelahiran," tambahnya.

Guna memenuhi persyaratan itu, Azwar mengungkapkan Disdukcapil Banjar akan lebih gencar mensosialisasikan pembuatan akta kelahiran ke desa-desa dan sekolah. "Kita juga akan aktif menjemput bola, supaya tahun ini bisa memenuhi target itu," ungkapnya.

Dia menuturkan, jika tahun ini penduduk Kabupaten Banjar yang berusia 0 sampai 17 tahun sebanyak 75 persen sudah memiliki akta kelahiran. Maka, KIA kemungkinan akan diterapkan ada tahun 2018.

Sementara itu, di daerah tetangga yaitu Kota Banjarbaru. Disdukcapil setempat juga belum memberlakukan KIA. Kasubag Disdukcapil Banjarbaru, Selamat, menjelaskan pihaknya belum menerapkan KIA karena belum ada kabar dari pemerintah pusat.

"Katanya ada tiga daerah yang diminta melakukan ujicoba menerapkannya, tapi sampai sekarang belum terdengar," jelasnya.

Dia menduga, kemungkinan program KIA di pusat mulai tenggelam lantaran adanya permasalahan di pengadaan blangko untuk e-KTP. "Mungkin pemerintah pusat masih fokus menyelesaikan permasalahan e-KTP," ujarnya.(ibn/shn/ris/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 16:07

Buntut Susi Izinkan Cantrang, Nelayan Kotabaru Minta Kepastian

Walaupun Menteri Susi Pudjiastuti sudah mengizinkan alat tangkap cantrang, tapi nelayan di Banua khususnya…

Jumat, 19 Januari 2018 16:00

Menggiurkan! Pemko Incar Pajak Danau Seran dan Caramin

BANJARBARU - Sejak dibuka pada tahun 2016, destinasi wisata Danau Seran dan Danau Caramin hingga kini…

Jumat, 19 Januari 2018 15:52
Parlementaria

Dewan Minta Pemko Dukung Kegiatan Kepemudaan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun bidang…

Jumat, 19 Januari 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

Bunda PAUD Hadiri Sosialisasi Permenkes

BANJARBARU - Bunda PAUD Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru…

Jumat, 19 Januari 2018 15:44

Stop Melanggar Lalu Lintas! Anda Diawasi CCTV

BANJARMASIN – Yang terbiasa melanggar mesti buru-buru tobat.  Sebab, ada kamera pengintai…

Jumat, 19 Januari 2018 15:39

WAW..!! Rp30 M Hanya untuk Kunker DPRD Banjarmasin

BANJARMASIN - APBD 2018 sedang defisit. Wajar jika semua SKPD dituntut ngirit. Namun, aturan itu tak…

Jumat, 19 Januari 2018 15:34

Tolak Tambang, Aksi Demo Berlangsung Panas di Kotabaru

KOTABARU - Gelombang penolakan terhadap tambang terjadi di mana-mana. Di Kotabaru, penolakan tambang…

Jumat, 19 Januari 2018 15:14

Aksi Tolak Tambang, Pendemo Kirim Paket Recehan ke Menteri ESDM

BANJARMASIN - Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta bakal dikejutkan paket cantik…

Jumat, 19 Januari 2018 15:04

Ada Parade Jukung Hari Ini di Siring Pierre Tendean

Bagaimana jadinya jika ada parade jukung. Pastinya bakal asyik untuk disaksikan. Pemandangan itulah…

Jumat, 19 Januari 2018 14:53

Soal Meratus, DPRD HST Sepakat Melawan Pusat

BARABAI – Perlawanan terhadap kebijakan pemerintah pusat terus mengalir. Penolakan terhadap pertambangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .