MANAGED BY:
KAMIS
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 11 Juli 2017 16:26
KTP Saja Kosong di Kalsel, Gimana Mau Realisasi Kartu Identitas Anak ?
IH LUCU: KTP Anak yang ditunjukan pegawai Disdukcapil Balikpapan, baru-baru tadi.

PROKAL.CO, Program penerbitan Kartu Indentitas Anak (KIA) sudah digaungkan pemerintah sejak tahun lalu. Dua kabupaten di Kalsel bahkan menjadi pilot project program ini. Bagaimana realisasinya?

Sejak mulai diperkenalkan Februari lalu, dDaerah di Kalsel belum terdengar ada yang menerapkannya. Di Tanjung, salah satu kabupaten yang ditunjuk sebagai daerah pilot project penerapan KTP anak, belum bisa merealisasikannya. Pemkab beralasan alat pendukung program ini belum lengkap.

Blangko yang menjadi bahan utama untuk menerbitkan KIA tersebut belum diterima Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabalong dari pemerintah pusat.

Jangankan KTP anak, KTP elektronik untuk warga dewasa saja tak ada, karena blangko untuk mencetak kosong.

Dengan kondisi ini, peralatan pendukung program yang sebelumnya telah datang pun mangkrak. Tidak bisa digunakan sementara waktu. Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Kependudukan pada Disdukcapil Kabupaten Tabalong, Husaini mengatakan, alat yang mangkrak itu adalah printer atau alat cetak, yang datang telah lama.

Karena kondisi ini, ternyata membuat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tempatnya bekerja serba salah dalam merealisasikannya. Mereka enggan mensosialisasikan atau pun membicarakannya di khalayak umum.

"Kita jangan bicara dulu masalah KIA, masalahnya karena blangko yang katanya akan dibantu sampai sekarang belum datang," katanya. Berdasarkan data Disdukcapil Tanjung, jumlah anak yang akan mendapatkan KIA nantinya sebanyak 75.498 orang. Untuk anak yang dicetak menurut akta kelahiran mereka mencapai 22. 807 orang.

Kabupaten yang juga menjadi daerah proyek percontohan adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Berbeda dengan Tanjung, pemerintah HSS bahkan sudah mencetak ribuan KIA.

Kepala Disdukcapil HSS, Suriani melalui Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Penduduknya, Rachmat, mengatakan sampai saat ini mereka telah menginput 16.112 anak dari dari wajib KIA sekitar 79 ribu lebih anak di HSS."Dari total yang sudah di input sudah berhasil di cetak sebanyak 14.045 keping KIA," ujar Rachmat, saat dikonfirmasi, Senin (10/7) siang.

Dijelaskan Rachmat, sama seperti saat awal pencetakan KIA yang dilakukan jajaranya di bulan Agustus 2016 lalu, sehari Disdukcapil HSS bisa mencetak puluhan sampai ratusan lembar."Sehari mulai dari 50 keping sampai 150 keping KIA yang berhasil dicetak," tandasnya.

Dikatakannya, untuk penerapan KIA sendiri di daerah ini jajarannya sudah melakukan beberapa hal seperti di tahun 2016 lalu. Membuat surat edaran (SE) kepada pihak sekolah agar memberlakukan KIA sebagai salah satu syarat untuk masuk sekolah.
"Jadi KIA dapat dijadikan sebagai salah satu syarat untuk masuk sekolah siswa baru," imbuhnya.

Ditambahkannya, ketersediaan blangko pencetakan KIA tidak ada masalah. Sebab dari persediaannya yang diberikan pusat sekitar 27 ribu, masih cukup banyak."Blangko masih banyak, sebab masih banyak persedian yang diberikan pusat," ucapnya.

Lalu bagaimana di Kabupaten lain?

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjar M Azwar mengatakan, mereka belum menerapkan KIA dikarenakan masih harus memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.

"Daerah yang bisa menerapkan, penduduknya yang memiliki usia 0 sampai 17 tahun sebanyak 75 persen harus sudah memiliki akta kelahiran. Sementara kita baru sekitar 51 persen," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menambahkan, sesuai hasil Rakor yang telah diikutinya baru-baru ini pemerintah pusat telah memberikan target kepada daerah supaya dapat segera memenuhi persyaratan tersebut. "Malah tahun ini diminta menyelesaikan 85 persen penduduk harus memiliki akta kelahiran," tambahnya.

Guna memenuhi persyaratan itu, Azwar mengungkapkan Disdukcapil Banjar akan lebih gencar mensosialisasikan pembuatan akta kelahiran ke desa-desa dan sekolah. "Kita juga akan aktif menjemput bola, supaya tahun ini bisa memenuhi target itu," ungkapnya.

Dia menuturkan, jika tahun ini penduduk Kabupaten Banjar yang berusia 0 sampai 17 tahun sebanyak 75 persen sudah memiliki akta kelahiran. Maka, KIA kemungkinan akan diterapkan ada tahun 2018.

Sementara itu, di daerah tetangga yaitu Kota Banjarbaru. Disdukcapil setempat juga belum memberlakukan KIA. Kasubag Disdukcapil Banjarbaru, Selamat, menjelaskan pihaknya belum menerapkan KIA karena belum ada kabar dari pemerintah pusat.

"Katanya ada tiga daerah yang diminta melakukan ujicoba menerapkannya, tapi sampai sekarang belum terdengar," jelasnya.

Dia menduga, kemungkinan program KIA di pusat mulai tenggelam lantaran adanya permasalahan di pengadaan blangko untuk e-KTP. "Mungkin pemerintah pusat masih fokus menyelesaikan permasalahan e-KTP," ujarnya.(ibn/shn/ris/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 16 Agustus 2017 15:47

PT SILO Mau Nambang? Penuhi Janji Dulu Donk!

KOTABARU - Kabar bakal ditambangnya wilayah konsesi milik PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) grup…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:23

Medsos Ternyata Bermanfaat Bagi Petugas Haji

BANJARMASIN – Media sosial yang selama ini dituding sebagai biang kerok perpecahan bangsa, ternyata…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:31

HUT RI ke-72, 125 Napi HSS Dapat Remisi

KANDANGAN – Momen HUT RI ke 72 tahun ini juga dirasakan para narapidana di rumah tahanan (Rutan)…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:20
Parlementaria Banjarbaru

Polemik Tanah Urug Bandara Jangan Berlarut-larut

BANJARBARU - Sempat ramai di media, masalah tanah urug untuk keperluan proyek pengembangan Bandara Syamsudin…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:17
Kabar Banjarbaru

Walikota Nadjmi Ikuti Rakor Karhutla

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral mengenai penanggulangan…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:06

Musnahkan Barang Kedaluwarsa

BATULICIN - Bagian Perekonomian Setda Tanbu memusnahkan produk barang kedaluwarsa yang disita selama…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:04

Desa Sumber Baru Berasing di Tiga Besar Nasional

BATULICIN - Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana kembali mewakili Provinsi Kalsel pada Lomba Desa Tingkat…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:02

Lestarikan Semangat Pejuang 45

BATULICIN - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wirawati Catur Panca (Wanita Pejuang 45) Kabupaten Tanah Bumbu…

Rabu, 16 Agustus 2017 12:49

Ada Apa? Anggota DPRD Banjarmasin Kembalikan Mobil Dinas

BANJARMASIN – Mobil dinas yang selama ini dinikmati 45 anggota DPRD Banjarmasin sudah dikembalikan…

Selasa, 15 Agustus 2017 17:01

PT Silo Sekarang Mulai Menggeliat, Warga Dibuat Sekarat

Lama tidak terdengar, nama PT SILO Group kembali ramai diperbincangkan. Perusahaan tambang raksasa ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .