MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 12 Juli 2017 17:09
Waduh! Sopir Truk Demo Kediaman Gubernur
UNJUK RASA: Sopir bersama organisasi massa di Banjarmasin melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Jalan dan Jembatan Wilayah VI Kalsel.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kediaman Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) disambangi ratusan orang. Ada tiga unit truk yang parkir. Mereka mengaku perwakilan sopir truk yang dilarang melintas di Jalan Walangsi-Kapar Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Turun dari atas truk, mereka membawa atribut spanduk dengan berbagai tulisan. Di depan kediaman, mereka berorasi menyampaikan aspirasi mengenai larangan truk melintas di jalan tersebut. Karena akibat ratusan sopir truk tidak dapat melintas itu mereka tidak dapat bekerja membiayai keluarga.

Rombongan unjuk rasa kembali melanjutkan aksinya menuju Kantor Balai Jalan dan Jembatan Wilayah IV Kalimantan di Jalan Haji Hasan Basri, Banjarmasin Utara. Di situ mereka mencoba bertemu dengan Kepala Balai, tapi karena sedang tidak berada di tempat mereka hanya ditemui sejumlah kepala satuan kerja

Wahyudi, salah seorang perwakilan sopir truk mengaku heran kenapa truk tidak boleh melintas. Padahal jalan tersebut mengalami rusak parah, sehingga truk yang dikemudikannya kesulitan melintas. Malah kami disuruh memperbaiki jalan yang rusak. “Kami jadi tidak dapat bekerja, kami cuma ingin mencari nafkah yang halal bagi keluarga,” katanya.

Sementara itu Koordinator Aksi Unjuk Rasa Sutan Makmur Sinambela dalam orasinya menuntut agar pemerintah provinsi dapat menentukan dan memastikan lintas jalan nasional atau provinsi. Kemudian sopir-sopir jangan dipaksa melintasi jalan yang tidak layak yang kondisinya bagai kubangan kerbau.

Hentikan permintaan sumbangan jaminan penggunaan jalan, karena ini adalah bentuk-bentuk pemerasan dan pungli. “Kami minta sikap dan ketegasan pemerintah, dulu jalan Walangsi-Kapar disebut jalan nasional atau provinsi dan konon isunya sudah ditukar guling nah sekarang ketika rusak parah dikatakan jalan lintas pemukiman,” tandasnya.

Sementara Kepala Bagian Tata Usaha Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI, Sugianto, mengatakan Jalan Lingkar Walangsi-Kapar sebelumnya adalah jalan provinsi tapi setelah terbit SK Menteri PUPR kemudian jalan tersebut berubah menjadi jalan nasional. “Terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten HST yang menutup jalan tersebut, itu bukan kewenangan Balai Jalan,” ujarnya.

Ditambahkan Kasatker Balai Jalan dan Jembatan wilayah IV Kalimantan, Muntaal mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan sebagian Jalan Lingkar Walangsi-Kapar. “Saat ini jalan di sana sedang dalam peninggian,” jelasnya.

Di bagian lain, Sekretaris LH dan Dishub HST M Yani menegaskan, Pemkab HST hanya memberikan batas dispensasi dari tanggal 10 sampai 17 Juli atau sepekan setelah kesepakatan dibuat. Itu pun hanya diberikan batas waktu melintas dari pukul 20.30 Wita-05.30 Wita.

“Bila dalam batas waktu itu masih melanggar, kami minta truk itu kembali ke pabrik semen dan membongkar lagi agar sesuai tonase jalan,” ujarnya.

Ia minta pihak asosiasi angkutan lebih berperan aktif untuk merawat jalan dengan balai jalan regional VII. Pasalnya jalan lingkar Walangsi- Kapar sudah rusak parah dan perbaikan itu hanya diberikan waktu sampai 17 Juli. Bila sudah dilewati, tentu truk harus lewat jalan lingkar lagi kendati jalan itu masih rusak parah.

Ia pun heran bila ada yang mau melakukan demo dengan keputusan bersama tersebut. Ia mempersalahkan melaksanakan demo di Barabai jadi ketahuan mana masyarakat Barabai yang menyetujui dan bukan. Pasalnya, kesepakatan itu secara luas mendapat sokongan langsung baik dari masyarakat, ulama, tokoh masyarakat, dan LSM. (gmp/mam/by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .