MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 12 Juli 2017 17:09
Waduh! Sopir Truk Demo Kediaman Gubernur
UNJUK RASA: Sopir bersama organisasi massa di Banjarmasin melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Jalan dan Jembatan Wilayah VI Kalsel.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kediaman Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) disambangi ratusan orang. Ada tiga unit truk yang parkir. Mereka mengaku perwakilan sopir truk yang dilarang melintas di Jalan Walangsi-Kapar Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Turun dari atas truk, mereka membawa atribut spanduk dengan berbagai tulisan. Di depan kediaman, mereka berorasi menyampaikan aspirasi mengenai larangan truk melintas di jalan tersebut. Karena akibat ratusan sopir truk tidak dapat melintas itu mereka tidak dapat bekerja membiayai keluarga.

Rombongan unjuk rasa kembali melanjutkan aksinya menuju Kantor Balai Jalan dan Jembatan Wilayah IV Kalimantan di Jalan Haji Hasan Basri, Banjarmasin Utara. Di situ mereka mencoba bertemu dengan Kepala Balai, tapi karena sedang tidak berada di tempat mereka hanya ditemui sejumlah kepala satuan kerja

Wahyudi, salah seorang perwakilan sopir truk mengaku heran kenapa truk tidak boleh melintas. Padahal jalan tersebut mengalami rusak parah, sehingga truk yang dikemudikannya kesulitan melintas. Malah kami disuruh memperbaiki jalan yang rusak. “Kami jadi tidak dapat bekerja, kami cuma ingin mencari nafkah yang halal bagi keluarga,” katanya.

Sementara itu Koordinator Aksi Unjuk Rasa Sutan Makmur Sinambela dalam orasinya menuntut agar pemerintah provinsi dapat menentukan dan memastikan lintas jalan nasional atau provinsi. Kemudian sopir-sopir jangan dipaksa melintasi jalan yang tidak layak yang kondisinya bagai kubangan kerbau.

Hentikan permintaan sumbangan jaminan penggunaan jalan, karena ini adalah bentuk-bentuk pemerasan dan pungli. “Kami minta sikap dan ketegasan pemerintah, dulu jalan Walangsi-Kapar disebut jalan nasional atau provinsi dan konon isunya sudah ditukar guling nah sekarang ketika rusak parah dikatakan jalan lintas pemukiman,” tandasnya.

Sementara Kepala Bagian Tata Usaha Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI, Sugianto, mengatakan Jalan Lingkar Walangsi-Kapar sebelumnya adalah jalan provinsi tapi setelah terbit SK Menteri PUPR kemudian jalan tersebut berubah menjadi jalan nasional. “Terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten HST yang menutup jalan tersebut, itu bukan kewenangan Balai Jalan,” ujarnya.

Ditambahkan Kasatker Balai Jalan dan Jembatan wilayah IV Kalimantan, Muntaal mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan sebagian Jalan Lingkar Walangsi-Kapar. “Saat ini jalan di sana sedang dalam peninggian,” jelasnya.

Di bagian lain, Sekretaris LH dan Dishub HST M Yani menegaskan, Pemkab HST hanya memberikan batas dispensasi dari tanggal 10 sampai 17 Juli atau sepekan setelah kesepakatan dibuat. Itu pun hanya diberikan batas waktu melintas dari pukul 20.30 Wita-05.30 Wita.

“Bila dalam batas waktu itu masih melanggar, kami minta truk itu kembali ke pabrik semen dan membongkar lagi agar sesuai tonase jalan,” ujarnya.

Ia minta pihak asosiasi angkutan lebih berperan aktif untuk merawat jalan dengan balai jalan regional VII. Pasalnya jalan lingkar Walangsi- Kapar sudah rusak parah dan perbaikan itu hanya diberikan waktu sampai 17 Juli. Bila sudah dilewati, tentu truk harus lewat jalan lingkar lagi kendati jalan itu masih rusak parah.

Ia pun heran bila ada yang mau melakukan demo dengan keputusan bersama tersebut. Ia mempersalahkan melaksanakan demo di Barabai jadi ketahuan mana masyarakat Barabai yang menyetujui dan bukan. Pasalnya, kesepakatan itu secara luas mendapat sokongan langsung baik dari masyarakat, ulama, tokoh masyarakat, dan LSM. (gmp/mam/by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 14:39

Palmi Jaya: Ajaran Balian Bukan Hindu Maupun Kaharingan

BANJARBARU – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Palmi Jaya menegaskan…

Jumat, 24 November 2017 13:24

Berikan Kiat Cara Bekerja Dengan Bahagia

BANJARBARU - Program kelas inspirasi yang digelar oleh General Manager Community Plus (GMC+) bekerja…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…

Jumat, 24 November 2017 11:02

Atasi Genangan dan Sampah Kiriman, ini yang Dilakukan Pemko

BANJARMASIN – Hujan sering mengguyur Banjarmasin dalam waktu satu bulan terakhir. Mulai dari intensitas…

Kamis, 23 November 2017 15:08

Meski Sudah Ditutup, Pembatuan Masih Hidup

BANJARBARU - Bisnis esek-esek di Pembatuan nampaknya kembali menggeliat. Satpol PP Banjarbaru, Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .