MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 14:36
Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Tinggal Segelintir Perajin yang Menekuninya

MENGAYAM RUMBIA: Depan rumah dipilih menjadi tempat membuat kerajinan atap rumbia oleh Warga Baringin.

PROKAL.CO, Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang. Itu juga yang terjadi pada perajin atap rumbia.

----------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

----------------------------------------

Desa Baringin A Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin menjadi tempat beberapa perajin atap rumbia yang masih bertahan. Mereka mengerjakannya di depan rumahnya saja. Salah satunya Rosita (55) yang sudah puluhan tahun membuat atap rumbia. "Sejak kecil saya membuat kerajinan ini, dulu diajarkan oleh orang tua," ceritanya.

Warga Desa Baringin A RT 5 No 12 Kecamatan CLS Kabupaten Tapin ini juga mengatakan di tengah membanjirnya produksi atap-atap modern berbahan metal, masyarakat mulai meninggalkan rumbia dan beralih menggunakan genteng metal.

Meski begitu tetap ada yang membeli walau jumlahnya tidak sebanyak dulu. Penggunaannya pun tidak semata untuk membangun atap rumah. "Atap rumbia ini tetap ada peminatnya, tetapi sekarang orang-orang banyak memakainya untuk kandang ayam," bebernya.

Atap rumbia ini dijual berbeda-beda, tergantung dari kualitas daun yang digunakan. "Kalau daunnya bagus harga seribu rupiah per lembar, tapi kalau kurang bagus, harganya jatuh, hanya Rp350 saja," katanya kepada penulis.

Rosita menerangkan kalau atap rumbia dari daun yang kurang bagus, ketahanannya pun juga tidak lama, hanya sekitar satu tahun saja. Tapi kalau yang kualitasnya baik bisa awet sampai lima tahun.

Sekarang ini Rosita hanya bisa membuat sekitar 70 atap per harinya. Di samping karena faktor usia, dirinya juga memiliki kesibukan lain seperti memanen padi di sawah. "Kalau dulu saya bisa membuat seratus lebih, tapi sekarang sudah tidak seperti dulu lagi," jelasnya.

Pohon-pohon rumbia di sekitar rumahnya juga tidak banyak seperti dulu, sebagian habis akibat kebakaran hutan. "Bahan bakunya, suami saya yang mencarinya dan sekarang pohon rumbia memang masih ada tetapi tidak banyak seperi dulu," jelasnya.

Fahriani (35) anak dari Rosita yang juga perajin rumbia mengakui pekerjaannya ini hanya untuk mengisi waktu luang. "Hitung-hitung bantu suami dan juga memanfaatkan waktu santai," ucap Fahriani yang mengaku bisa membuat 100 lembar atap rumbia per harinya.

Ia juga menuturkan perajin atap rumbia sudah jarang ditemui, karena rata-rata orang sudah beralih profesi. "Atap ini biasa dijual ke beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai, Pelaihari dan daerah lainnya," tutur Fahriani yang mewarisi keterampilan membuat atap rumbia dari ibunya. (yn/ram)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .