MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 14:36
Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Tinggal Segelintir Perajin yang Menekuninya

MENGAYAM RUMBIA: Depan rumah dipilih menjadi tempat membuat kerajinan atap rumbia oleh Warga Baringin.

PROKAL.CO, Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang. Itu juga yang terjadi pada perajin atap rumbia.

----------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

----------------------------------------

Desa Baringin A Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin menjadi tempat beberapa perajin atap rumbia yang masih bertahan. Mereka mengerjakannya di depan rumahnya saja. Salah satunya Rosita (55) yang sudah puluhan tahun membuat atap rumbia. "Sejak kecil saya membuat kerajinan ini, dulu diajarkan oleh orang tua," ceritanya.

Warga Desa Baringin A RT 5 No 12 Kecamatan CLS Kabupaten Tapin ini juga mengatakan di tengah membanjirnya produksi atap-atap modern berbahan metal, masyarakat mulai meninggalkan rumbia dan beralih menggunakan genteng metal.

Meski begitu tetap ada yang membeli walau jumlahnya tidak sebanyak dulu. Penggunaannya pun tidak semata untuk membangun atap rumah. "Atap rumbia ini tetap ada peminatnya, tetapi sekarang orang-orang banyak memakainya untuk kandang ayam," bebernya.

Atap rumbia ini dijual berbeda-beda, tergantung dari kualitas daun yang digunakan. "Kalau daunnya bagus harga seribu rupiah per lembar, tapi kalau kurang bagus, harganya jatuh, hanya Rp350 saja," katanya kepada penulis.

Rosita menerangkan kalau atap rumbia dari daun yang kurang bagus, ketahanannya pun juga tidak lama, hanya sekitar satu tahun saja. Tapi kalau yang kualitasnya baik bisa awet sampai lima tahun.

Sekarang ini Rosita hanya bisa membuat sekitar 70 atap per harinya. Di samping karena faktor usia, dirinya juga memiliki kesibukan lain seperti memanen padi di sawah. "Kalau dulu saya bisa membuat seratus lebih, tapi sekarang sudah tidak seperti dulu lagi," jelasnya.

Pohon-pohon rumbia di sekitar rumahnya juga tidak banyak seperti dulu, sebagian habis akibat kebakaran hutan. "Bahan bakunya, suami saya yang mencarinya dan sekarang pohon rumbia memang masih ada tetapi tidak banyak seperi dulu," jelasnya.

Fahriani (35) anak dari Rosita yang juga perajin rumbia mengakui pekerjaannya ini hanya untuk mengisi waktu luang. "Hitung-hitung bantu suami dan juga memanfaatkan waktu santai," ucap Fahriani yang mengaku bisa membuat 100 lembar atap rumbia per harinya.

Ia juga menuturkan perajin atap rumbia sudah jarang ditemui, karena rata-rata orang sudah beralih profesi. "Atap ini biasa dijual ke beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai, Pelaihari dan daerah lainnya," tutur Fahriani yang mewarisi keterampilan membuat atap rumbia dari ibunya. (yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .