MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 14:36
Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Tinggal Segelintir Perajin yang Menekuninya

MENGAYAM RUMBIA: Depan rumah dipilih menjadi tempat membuat kerajinan atap rumbia oleh Warga Baringin.

PROKAL.CO, Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang. Itu juga yang terjadi pada perajin atap rumbia.

----------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

----------------------------------------

Desa Baringin A Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin menjadi tempat beberapa perajin atap rumbia yang masih bertahan. Mereka mengerjakannya di depan rumahnya saja. Salah satunya Rosita (55) yang sudah puluhan tahun membuat atap rumbia. "Sejak kecil saya membuat kerajinan ini, dulu diajarkan oleh orang tua," ceritanya.

Warga Desa Baringin A RT 5 No 12 Kecamatan CLS Kabupaten Tapin ini juga mengatakan di tengah membanjirnya produksi atap-atap modern berbahan metal, masyarakat mulai meninggalkan rumbia dan beralih menggunakan genteng metal.

Meski begitu tetap ada yang membeli walau jumlahnya tidak sebanyak dulu. Penggunaannya pun tidak semata untuk membangun atap rumah. "Atap rumbia ini tetap ada peminatnya, tetapi sekarang orang-orang banyak memakainya untuk kandang ayam," bebernya.

Atap rumbia ini dijual berbeda-beda, tergantung dari kualitas daun yang digunakan. "Kalau daunnya bagus harga seribu rupiah per lembar, tapi kalau kurang bagus, harganya jatuh, hanya Rp350 saja," katanya kepada penulis.

Rosita menerangkan kalau atap rumbia dari daun yang kurang bagus, ketahanannya pun juga tidak lama, hanya sekitar satu tahun saja. Tapi kalau yang kualitasnya baik bisa awet sampai lima tahun.

Sekarang ini Rosita hanya bisa membuat sekitar 70 atap per harinya. Di samping karena faktor usia, dirinya juga memiliki kesibukan lain seperti memanen padi di sawah. "Kalau dulu saya bisa membuat seratus lebih, tapi sekarang sudah tidak seperti dulu lagi," jelasnya.

Pohon-pohon rumbia di sekitar rumahnya juga tidak banyak seperti dulu, sebagian habis akibat kebakaran hutan. "Bahan bakunya, suami saya yang mencarinya dan sekarang pohon rumbia memang masih ada tetapi tidak banyak seperi dulu," jelasnya.

Fahriani (35) anak dari Rosita yang juga perajin rumbia mengakui pekerjaannya ini hanya untuk mengisi waktu luang. "Hitung-hitung bantu suami dan juga memanfaatkan waktu santai," ucap Fahriani yang mengaku bisa membuat 100 lembar atap rumbia per harinya.

Ia juga menuturkan perajin atap rumbia sudah jarang ditemui, karena rata-rata orang sudah beralih profesi. "Atap ini biasa dijual ke beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai, Pelaihari dan daerah lainnya," tutur Fahriani yang mewarisi keterampilan membuat atap rumbia dari ibunya. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…

Kamis, 12 April 2018 14:45

Mantan Gubernur Kalsel Terpesona Keindahan Desa Kiram

MANTAN Gubernur Kalimantan Selatan, HM Said, terpesona ketika berkunjung ke Desa Kiram, Kecamatan Karang…

Selasa, 10 April 2018 20:30

Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter

Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK. ==========================…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .