MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 14:36
Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Tinggal Segelintir Perajin yang Menekuninya

MENGAYAM RUMBIA: Depan rumah dipilih menjadi tempat membuat kerajinan atap rumbia oleh Warga Baringin.

PROKAL.CO, Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang. Itu juga yang terjadi pada perajin atap rumbia.

----------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

----------------------------------------

Desa Baringin A Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin menjadi tempat beberapa perajin atap rumbia yang masih bertahan. Mereka mengerjakannya di depan rumahnya saja. Salah satunya Rosita (55) yang sudah puluhan tahun membuat atap rumbia. "Sejak kecil saya membuat kerajinan ini, dulu diajarkan oleh orang tua," ceritanya.

Warga Desa Baringin A RT 5 No 12 Kecamatan CLS Kabupaten Tapin ini juga mengatakan di tengah membanjirnya produksi atap-atap modern berbahan metal, masyarakat mulai meninggalkan rumbia dan beralih menggunakan genteng metal.

Meski begitu tetap ada yang membeli walau jumlahnya tidak sebanyak dulu. Penggunaannya pun tidak semata untuk membangun atap rumah. "Atap rumbia ini tetap ada peminatnya, tetapi sekarang orang-orang banyak memakainya untuk kandang ayam," bebernya.

Atap rumbia ini dijual berbeda-beda, tergantung dari kualitas daun yang digunakan. "Kalau daunnya bagus harga seribu rupiah per lembar, tapi kalau kurang bagus, harganya jatuh, hanya Rp350 saja," katanya kepada penulis.

Rosita menerangkan kalau atap rumbia dari daun yang kurang bagus, ketahanannya pun juga tidak lama, hanya sekitar satu tahun saja. Tapi kalau yang kualitasnya baik bisa awet sampai lima tahun.

Sekarang ini Rosita hanya bisa membuat sekitar 70 atap per harinya. Di samping karena faktor usia, dirinya juga memiliki kesibukan lain seperti memanen padi di sawah. "Kalau dulu saya bisa membuat seratus lebih, tapi sekarang sudah tidak seperti dulu lagi," jelasnya.

Pohon-pohon rumbia di sekitar rumahnya juga tidak banyak seperti dulu, sebagian habis akibat kebakaran hutan. "Bahan bakunya, suami saya yang mencarinya dan sekarang pohon rumbia memang masih ada tetapi tidak banyak seperi dulu," jelasnya.

Fahriani (35) anak dari Rosita yang juga perajin rumbia mengakui pekerjaannya ini hanya untuk mengisi waktu luang. "Hitung-hitung bantu suami dan juga memanfaatkan waktu santai," ucap Fahriani yang mengaku bisa membuat 100 lembar atap rumbia per harinya.

Ia juga menuturkan perajin atap rumbia sudah jarang ditemui, karena rata-rata orang sudah beralih profesi. "Atap ini biasa dijual ke beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai, Pelaihari dan daerah lainnya," tutur Fahriani yang mewarisi keterampilan membuat atap rumbia dari ibunya. (yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 12:04

Kelas Inspirasi di Tiga Sekolah Sekaligus

BANJARBARU - Kelas Inspirasi, Selasa (21/11) kemarin diisi oleh tiga pimpinan perusahaan sekaligus di…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .