MANAGED BY:
SENIN
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 13 Juli 2017 14:36
Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Tinggal Segelintir Perajin yang Menekuninya

MENGAYAM RUMBIA: Depan rumah dipilih menjadi tempat membuat kerajinan atap rumbia oleh Warga Baringin.

PROKAL.CO, Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang. Itu juga yang terjadi pada perajin atap rumbia.

----------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

----------------------------------------

Desa Baringin A Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin menjadi tempat beberapa perajin atap rumbia yang masih bertahan. Mereka mengerjakannya di depan rumahnya saja. Salah satunya Rosita (55) yang sudah puluhan tahun membuat atap rumbia. "Sejak kecil saya membuat kerajinan ini, dulu diajarkan oleh orang tua," ceritanya.

Warga Desa Baringin A RT 5 No 12 Kecamatan CLS Kabupaten Tapin ini juga mengatakan di tengah membanjirnya produksi atap-atap modern berbahan metal, masyarakat mulai meninggalkan rumbia dan beralih menggunakan genteng metal.

Meski begitu tetap ada yang membeli walau jumlahnya tidak sebanyak dulu. Penggunaannya pun tidak semata untuk membangun atap rumah. "Atap rumbia ini tetap ada peminatnya, tetapi sekarang orang-orang banyak memakainya untuk kandang ayam," bebernya.

Atap rumbia ini dijual berbeda-beda, tergantung dari kualitas daun yang digunakan. "Kalau daunnya bagus harga seribu rupiah per lembar, tapi kalau kurang bagus, harganya jatuh, hanya Rp350 saja," katanya kepada penulis.

Rosita menerangkan kalau atap rumbia dari daun yang kurang bagus, ketahanannya pun juga tidak lama, hanya sekitar satu tahun saja. Tapi kalau yang kualitasnya baik bisa awet sampai lima tahun.

Sekarang ini Rosita hanya bisa membuat sekitar 70 atap per harinya. Di samping karena faktor usia, dirinya juga memiliki kesibukan lain seperti memanen padi di sawah. "Kalau dulu saya bisa membuat seratus lebih, tapi sekarang sudah tidak seperti dulu lagi," jelasnya.

Pohon-pohon rumbia di sekitar rumahnya juga tidak banyak seperti dulu, sebagian habis akibat kebakaran hutan. "Bahan bakunya, suami saya yang mencarinya dan sekarang pohon rumbia memang masih ada tetapi tidak banyak seperi dulu," jelasnya.

Fahriani (35) anak dari Rosita yang juga perajin rumbia mengakui pekerjaannya ini hanya untuk mengisi waktu luang. "Hitung-hitung bantu suami dan juga memanfaatkan waktu santai," ucap Fahriani yang mengaku bisa membuat 100 lembar atap rumbia per harinya.

Ia juga menuturkan perajin atap rumbia sudah jarang ditemui, karena rata-rata orang sudah beralih profesi. "Atap ini biasa dijual ke beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai, Pelaihari dan daerah lainnya," tutur Fahriani yang mewarisi keterampilan membuat atap rumbia dari ibunya. (yn/ram)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:12

Ini Alasan Mengapa Orang Banua Susah Menjadi Pramugari

Pramugari masih menjadi profesi idaman. Gaji besar dan bisa terbang ke mana-mana membuat pendaftar sekolah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:52

Melihat Aktivitas Belajar di SDN Jawa 5 Pasca Kebakaran

Mengalami musibah kebakaran beberapa hari sebelum masa liburan berakhir, membuat pihak SDN Jawa 5 kelabakan.…

Kamis, 20 Juli 2017 15:12

Menengok Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Balangan

Kabupaten Balangan menjadi pilot project penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa…

Rabu, 19 Juli 2017 19:37

Pasar Loak Mess Kalteng, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Penjual Onderdil Baru

Saat ini penjual onderdil sepeda motor tersebar di pinggir pinggir jalan raya. Bahkan, ada yang berjualan…

Selasa, 18 Juli 2017 14:02

Di Pelosok Masih Ada Pasar Keliling, Bukan Semata untuk Jual Beli

Minggu (16/7) kemarin, sejuk kaki pegunungan di sebelah timur Pulau Laut. Tepatnya di Desa Seratak Kecamatan…

Minggu, 16 Juli 2017 19:23

Melihat Antusiasme Siswa Mengikuti FLS2N SMA/SMK se-Kalsel: Ingin Harumkan Banua ke Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu…

Sabtu, 15 Juli 2017 15:59

Kiprah Pebasket Banjarmasin Trisna Gama Putri di PT DBL Indonesia

Trisna Gama Putri sukses menembus Honda DBL Indonesia All Star dan dikirim ke Australia pada tahun 2008…

Jumat, 14 Juli 2017 11:21

Kisah Sukses Habib Zaid Shabab Merintis Bisnis Konter Handphone Syihab

Meski baru berusia 28 tahun, namun Habib Zaid Shahab telah sukses mengelola bisnis konter ponsel. Sekarang…

Kamis, 13 Juli 2017 14:36

Mengunjungi Sentra Perajin Atap Rumbia di Baringin A

Zaman yang sudah berubah membuat kerajinan tradisional tinggal ditekuni hanya oleh segelintir orang.…

Selasa, 11 Juli 2017 14:27

Begini Kiprah Mahasiswa ULM Melestarikan Budaya Banjar

Permainan tradisonal Banjar kian tergerus dengan perkembangan zaman. Di era teknologi sekarang ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .