MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 15 Juli 2017 16:05
Tanbu dan Kotabaru Tawarkan Ibukota Maritim

Peluang Besar Tanbu dan Kotabaru sebagai Ibukota Negara

STRATEGIS: Kota Batulicin yang berada di tepi laut diusulkan sebagai lokasi ibukota negara menggantikan Jakarta.

PROKAL.CO, Wacana perpindahan Ibukota Negara Republik Indonesia, terus berhembus. Ada beberapa provinsi yang disebut-sebut menjadi lokasi alternatifnya, salah satunya di Kalsel.

Kabar itu muncul ketika Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan ke Batulicin, Tanah bumbu, awal Mei tadi. Saat itu, dia meminta kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar mencarikan lahan seluas 300 ribu hektare sebagai lokasi alternatif perpindahan ibukota negara.

Mendengar permintaan itu, Paman Birin langsung bergegas membentuk tim terdiri dari beberapa SOPD yang dipimpin oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel. Tugasnya mencari lokasi ideal untuk dijadikan ibukota.

Di setiap kesempatan, Sahbirin selalu mengatakan dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ada dua titik yang akan diajukan ke pemerintah pusat. "Titik yang kami siapkan ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru," katanya, ketika menghadiri acara pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Selasa (11/7) tadi.

Lalu, kenapa Tanah Bumbu dan Kotabaru yang dipilih? Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira, mengungkapkan bahwa Pemprov Kalsel telah menentukan konsep ibukota yang akan diajukan ke presiden. Tepatnya, ibukota negara maritim. Pusat pemerintahan nantinya akan berada di pinggir laut lepas. "Negara maritim adalah identitas Indonesia, dan ini akan kami angkat. Daerah yang tepat, Tanah Bumbu dan Kotabaru, karena berada di pinggir laut," ungkapnya.

Konsep itu dijelaskan di dalam proposal pengajuan yang sudah mereka buat. Rencananya proposal itu akan diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo pada pekan depan. "Dalam proposal itu, ada juga penjelasan-penjelasan mengenai kondisi Tanah Bumbu dan Kotabaru serta Kalsel pada umumnya. Supaya menjadi bahan pertimbangan presiden untuk memilih kita," ujar Fajar.

Salah satu kelebihan Kalsel yang dipaparkan dalam proposal itu adalah dari letak geografis. Berada di Pulau Kalimantan, Kalsel tepat berada di titik tengah Indonesia. Dengan begitu, Banua berdekatan dengan semua daerah yang ada di Indonesia. "Papua ke tempat kita dekat, Sumatera ke sini juga dekat. Beda dengan ibukota sekarang, Papua kalau mau ke Jakarta membutuhkan banyak biaya karena jauh," jelasnya.

Pertimbangan geografis lainnya, Kalsel dilewati oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Alur ini difungsikan sebagai jalur pelayaran internasional. "Kapal dari Jepang dan Korea, kalau mau ke Australia akan melintasi ALKI II," kata Fajar.
Di dalam proposal tim juga dijelaskan bahwa Kalsel sudah memiliki infrastruktur yang lengkap. Seperti Bandara Syamsudin Noor yang saat ini sedang dibangun menjadi bandara internasional. Ditambah Pelabuhan Trisakti dan tiga pelabuhan lain yang ada di Batulicin dan Kotabaru.

Selain itu, di Kalsel juga nantinya akan ada rel kereta api dan jalan bebas hambatan yang menghubungkan antara Batulicin dan Banjarbaru. Bukan hanya itu, saat ini juga sedang dilakukan pembangunan jembatan penghubung antara Kotabaru dan Batulicin. "Kita juga memiliki kawasan Industri Batulicin, Jorong, dan Banjarmasin," rincinya.

Aspek yang paling terpenting lagi, menurutnya, Kalsel jauh dari jalur tektonik. Sehingga, bebas dari bencana gempa apalagi tsunami. "Kabut asap juga kita lebih banyak mendapatkan kiriman dari Kalteng, yaitu di daerah Barat. Sedangkan, di daerah Timur Kalsel terbebas dari bencana kabut asap," ujarnya.

Sementara untuk hasil Sumber Daya Alam (SDA), Kalsel juga tidak kalah dari provinsi lainnya. Di sektor tambang, ada batubara, bijih besi, emas, dan batu gamping untuk bahan pembuatan semen. "Sedangkan untuk perkebunan, di sini ada karet, sawit dan rotan," ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemko Banjarmasin ini.

Pertimbangan terakhir ibukota negara layak ditempatkan di Kalsel ialah karena Banua memiliki sejarah besar dengan kemerdekaan RI. Tahun 1945, meski RI sudah merdeka namun Kalsel masih dikuasai Belanda. Tapi, lantaran masyarakat Banua setia dengan NKRI maka pada tahun 1949 Divisi IV ALRI melakukan proklamasi. "Orang Kalsel sangat setia dengan RI, jadi silakan jika ibukota negara dipindahkan ke sini. Mudah-mudahan proposal yang kita serahkan nanti, bisa menjadi pertimbangan presiden," kata Fajar.

Usai proposal diserahkan ke presiden, Pemprov Kalsel tinggal menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat untuk melakukan kajian teknis. "Kita serahkan semua ke pusat. Biar mereka yang melakukan kajian," tuntasnya. (ris/ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 19:53

Resepsi Perkawinan Putri Wabup Meriah

BATULICIN - Silih berganti masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati halaman dan ruang…

Sabtu, 20 Januari 2018 19:52

Tanam Cabai Rawit Pola Tumpang Sari

BATULICIN - Petani di Desa Waringin Tunggal giat berupaya meningkatkan produksi tanam jenis hortikultura.…

Sabtu, 20 Januari 2018 19:52

Intensifkan Pencegahan Paham Radikal

BATULICIN - Walaupun di Kabupaten Tanah Bumbu tidak ditemukan indikasi penyebaran berkembangnya organisasi…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:25

Ancam Kerahkan Massa Lebih Besar Jika Perda Tambang Tak Dibuat

KOTABARU – Aksi penolakan terhadap aktivitas tambang di Pulau Laut, Kotabaru, terus terjadi. Jumat…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:21

Gubernur Sahbirin Noor Kembali Rombak Jajaran Pejabat

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kembali merombak jajaran pejabatnya, Jumat (19/1),…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Bikin Kejuatan, Paman Birin Mendadak Hadir di SMAN 2 Banjarbaru

Di sela kesibukannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyempatkan diri hadir pada acara jalan santai…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:02

Penggunaan Lampara Dasar Mini Diperbolehkan, Begini Aturannya

BANJARBARU - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Syaiful Azhar memastikan…

Jumat, 19 Januari 2018 16:07

Buntut Susi Izinkan Cantrang, Nelayan Kotabaru Minta Kepastian

Walaupun Menteri Susi Pudjiastuti sudah mengizinkan alat tangkap cantrang, tapi nelayan di Banua khususnya…

Jumat, 19 Januari 2018 16:00

Menggiurkan! Pemko Incar Pajak Danau Seran dan Caramin

BANJARBARU - Sejak dibuka pada tahun 2016, destinasi wisata Danau Seran dan Danau Caramin hingga kini…

Jumat, 19 Januari 2018 15:52
Parlementaria

Dewan Minta Pemko Dukung Kegiatan Kepemudaan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun bidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .