MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 15 Juli 2017 16:05
Tanbu dan Kotabaru Tawarkan Ibukota Maritim

Peluang Besar Tanbu dan Kotabaru sebagai Ibukota Negara

STRATEGIS: Kota Batulicin yang berada di tepi laut diusulkan sebagai lokasi ibukota negara menggantikan Jakarta.

PROKAL.CO, Wacana perpindahan Ibukota Negara Republik Indonesia, terus berhembus. Ada beberapa provinsi yang disebut-sebut menjadi lokasi alternatifnya, salah satunya di Kalsel.

Kabar itu muncul ketika Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan ke Batulicin, Tanah bumbu, awal Mei tadi. Saat itu, dia meminta kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar mencarikan lahan seluas 300 ribu hektare sebagai lokasi alternatif perpindahan ibukota negara.

Mendengar permintaan itu, Paman Birin langsung bergegas membentuk tim terdiri dari beberapa SOPD yang dipimpin oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel. Tugasnya mencari lokasi ideal untuk dijadikan ibukota.

Di setiap kesempatan, Sahbirin selalu mengatakan dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ada dua titik yang akan diajukan ke pemerintah pusat. "Titik yang kami siapkan ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru," katanya, ketika menghadiri acara pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Selasa (11/7) tadi.

Lalu, kenapa Tanah Bumbu dan Kotabaru yang dipilih? Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira, mengungkapkan bahwa Pemprov Kalsel telah menentukan konsep ibukota yang akan diajukan ke presiden. Tepatnya, ibukota negara maritim. Pusat pemerintahan nantinya akan berada di pinggir laut lepas. "Negara maritim adalah identitas Indonesia, dan ini akan kami angkat. Daerah yang tepat, Tanah Bumbu dan Kotabaru, karena berada di pinggir laut," ungkapnya.

Konsep itu dijelaskan di dalam proposal pengajuan yang sudah mereka buat. Rencananya proposal itu akan diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo pada pekan depan. "Dalam proposal itu, ada juga penjelasan-penjelasan mengenai kondisi Tanah Bumbu dan Kotabaru serta Kalsel pada umumnya. Supaya menjadi bahan pertimbangan presiden untuk memilih kita," ujar Fajar.

Salah satu kelebihan Kalsel yang dipaparkan dalam proposal itu adalah dari letak geografis. Berada di Pulau Kalimantan, Kalsel tepat berada di titik tengah Indonesia. Dengan begitu, Banua berdekatan dengan semua daerah yang ada di Indonesia. "Papua ke tempat kita dekat, Sumatera ke sini juga dekat. Beda dengan ibukota sekarang, Papua kalau mau ke Jakarta membutuhkan banyak biaya karena jauh," jelasnya.

Pertimbangan geografis lainnya, Kalsel dilewati oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Alur ini difungsikan sebagai jalur pelayaran internasional. "Kapal dari Jepang dan Korea, kalau mau ke Australia akan melintasi ALKI II," kata Fajar.
Di dalam proposal tim juga dijelaskan bahwa Kalsel sudah memiliki infrastruktur yang lengkap. Seperti Bandara Syamsudin Noor yang saat ini sedang dibangun menjadi bandara internasional. Ditambah Pelabuhan Trisakti dan tiga pelabuhan lain yang ada di Batulicin dan Kotabaru.

Selain itu, di Kalsel juga nantinya akan ada rel kereta api dan jalan bebas hambatan yang menghubungkan antara Batulicin dan Banjarbaru. Bukan hanya itu, saat ini juga sedang dilakukan pembangunan jembatan penghubung antara Kotabaru dan Batulicin. "Kita juga memiliki kawasan Industri Batulicin, Jorong, dan Banjarmasin," rincinya.

Aspek yang paling terpenting lagi, menurutnya, Kalsel jauh dari jalur tektonik. Sehingga, bebas dari bencana gempa apalagi tsunami. "Kabut asap juga kita lebih banyak mendapatkan kiriman dari Kalteng, yaitu di daerah Barat. Sedangkan, di daerah Timur Kalsel terbebas dari bencana kabut asap," ujarnya.

Sementara untuk hasil Sumber Daya Alam (SDA), Kalsel juga tidak kalah dari provinsi lainnya. Di sektor tambang, ada batubara, bijih besi, emas, dan batu gamping untuk bahan pembuatan semen. "Sedangkan untuk perkebunan, di sini ada karet, sawit dan rotan," ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemko Banjarmasin ini.

Pertimbangan terakhir ibukota negara layak ditempatkan di Kalsel ialah karena Banua memiliki sejarah besar dengan kemerdekaan RI. Tahun 1945, meski RI sudah merdeka namun Kalsel masih dikuasai Belanda. Tapi, lantaran masyarakat Banua setia dengan NKRI maka pada tahun 1949 Divisi IV ALRI melakukan proklamasi. "Orang Kalsel sangat setia dengan RI, jadi silakan jika ibukota negara dipindahkan ke sini. Mudah-mudahan proposal yang kita serahkan nanti, bisa menjadi pertimbangan presiden," kata Fajar.

Usai proposal diserahkan ke presiden, Pemprov Kalsel tinggal menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat untuk melakukan kajian teknis. "Kita serahkan semua ke pusat. Biar mereka yang melakukan kajian," tuntasnya. (ris/ma/dye)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 17:22

Di Banua, Taksi Online Belum Mulus, Taxi Offline Mengadang di Bandara

BANJARBARU - Meski sukses menjadi layanan transportasi idaman di berbagai daerah,  kehadiran taksi…

Jumat, 21 Juli 2017 17:03
Politik

Hanya PKS yang Bisa Usung Sendiri

KANDANGAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Hulu Sungai Selatan (HSS) saat ini sudah menerima…

Jumat, 21 Juli 2017 16:52
Kabar Tanah Bumbu

Tanbu Gelar Tablig Akbar

BATULICIN -Tablig akbar dalam rangka membina mental dan spiritual keagamaan masyarakat Kabupaten Tanah…

Jumat, 21 Juli 2017 16:51
Kabar Tanah Bumbu

156 Kabupaten Ikut Berpartipasi

BATULICIN - Sebanyak 156 kabupaten yang ada seluruh di Indonesia antusias mengikuti APKASI Otonomi Expo…

Kamis, 20 Juli 2017 15:27

Bupati Batola Terpilih Siap Kembalikan Uang Perjalanan Dinas

BANJARMASIN - Setelah sebelumnya Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah yang akan mengembalikan uang…

Kamis, 20 Juli 2017 15:18

Kecewa, Warga Barabai Akan Kembali Turun ke Jalan

BARABAI – Toleransi terakhir yang diberikan Pemerintah Kabupaten HST terhadap angkutan semen selama…

Kamis, 20 Juli 2017 15:06

Lubang Menganga Dibiarkan, Sudah Banyak Pengendara Jadi Korban

BANJARBARU - Lubang di mulut Jalan Peramuan sudah sering makan korban. Apalagi lubang itu posisinya…

Kamis, 20 Juli 2017 14:42

Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat

BATULICIN - Plt Sekda Tanbu H Erno Rudi Handoko melepas peserta jalan sehat antara Pemkab Tanbu bersama…

Kamis, 20 Juli 2017 14:41

Momentum Silaturahmi PKK se-Indonesia

BATULICIN - Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXIV dilaksanakan di Bandar Lampung,…

Kamis, 20 Juli 2017 14:41

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Habib Sholeh

BATULICIN - Ribuan jemaah umat muslim di Kabupaten Tanah Bumbu tumpah ruah mendengarkan tausyiah agama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .