MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 19 Juli 2017 19:29
Undang Investor Cina ke Kalsel, Gubernur Malah Dikritik
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Langkah Gubernur Kalsel mengundang investor Cina untuk berinvestasi di Kalsel mengundang tanggapan beragam dari masyarakat Kalsel. Ada yang mendukung dan menilai kebijakan tersebut sebagai langkah maju untuk mengembangkan perekonomian Kalsel. Namun muncul juga tanggapan sebaliknya.

Tanggapan berbeda ini lebih ke arah mengingatkan kepala daerah agar tidak membuka ruang terlalu leluasa bagi investor. Terutama dari negeri tirai bambu. Mengingat Kalsel memiliki pengalaman yang kurang mengenakkan dan masih terus berpolemik hingga kini.

Seperti yang dilakukan Ketua Parlemen Jalanan Badrul Ain Sanusi Al Afif yang mengkritik Gubernur Sahbirin agar lebih bijak dan tidak asal mengundang dan menerima kehadiran investor di Kalsel. Jangan sampai katanya, bahasa "mempermudah" yang digunakan Gubernur untuk berinvestasi itu malah menjadi pembiaran. "Silakan, siapa pun yang mau berinvestasi atau berusaha di Bumi Antasari ini. Tapi ingat, mereka wajib tunduk pada UU dan aturan yang berlaku di NKRI, terutama adat istiadat urang Banjar," ujarnya, Selasa (18/7) kemarin.

Ibad mengingatkan kepala daerah agar tidak sembarangan, yang ujungnya akan merugikan masyarakat dan lingkungan. "Jangan menjadi pembiaran yang membabi-buta tanpa mengindahkan lagi semua kaidah dan aturan yang berlaku," ujarnya lebih lanjut.

Dia mengingatkan akan persoalan PT Conch yang belum selesai hingga sekarang. Bagaimana warga Barabai bersama bupatinya menutup jalan masuk ke wilayahnya karena kerusakan yang ditimbulkan angkutan semen bertonase melebihi kapasitas jalan kabupaten.

Buntutnya, selama berhari-hari truk-truk berukuran jumbo pengangkut semen itu terlantar di muara Jalan by pass Kampar-Walangsi, karena jalan nasional yang menjadi jalur alternatif satu-satunya yang dapat dilewati angkutan semen pasca penutupan jalan oleh Pemkab HST juga rusak.

Sedangkan pemerintah Kabupaten HST sendiri rupanya sudah patah hati dan bersikeras melarang truk angkutan tersebut menggunakan jalan kabupaten.

Belum lagi kerusakan jalan serupa yang dialami kabupaten lainnya seperti Balangan dan Tabalong yang sempat menyulut kemarahan warga setempat dan memaksa mereka turun ke jalan, berdemo dan sempat pula menutup jalan dari truk-truk over kapasitas tersebut. Bahkan, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani sampai turun ke jalan, malam-malam untuk merazia truk yang kedapatan mengangkut semen berlebih.

"Perusahaan semen milik Cina yang berinvestasi di Tabalong tetap saja langgar UU dan aturan yang berlaku, dari hulu sampai ke hilir tetap dibiarkan oleh sebagian aparatur pemerintah dan aparat terkait. Masyarakat menjerit karena merasa dirugikan. Lingkungan dibiarkan rusak dan ‘dirampok’ tanpa tindakan hukum yang jelas," keras Ibad bicara.

Direktur BLHI ini lantas mengingatkan gubernur agar membangun banua dengan elegan, baik dan benar. “Sehingga masyarakat dapat sejahtera bukan dengan merusak dan menguntungkan segelintir atau sekelompok orang saja," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, mendapat kesempatan  khusus memaparkan kemudahan dan keuntungan berinvestasi di Kalsel, terutama prospektif usaha pengembangan kawasan industri di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut dan Batulicin, Tanah Bumbu, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, di Jalan HM Thamrin Jakarta, Senin (17/7) kemarin dengan investor dari negeri China.

Sahbirin mengatakan, Kalsel terbuka bagi semua investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk melaksanakan usahanya di Banua. Komitmen Pemprov sebutnya jelas dan terukur, yakni menciptakan iklim usaha yang sejuk serta siap memberikan kemudahan–kemudahan.

Turut mendampingi Gubernur, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira dan staf khusus gubernur, Rizal Akbar. Fajar mengatakan, pertemuan tersebut, dimanfaatkan gubernur untuk memaparkan kebijakan strategis daerah dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya pengembangan kawasan industri di Kalsel.

“Gubernur memaparkan beberapa poin penting dukungan Kalsel terhadap kebijakan pengembangan kawasan industri strategis. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur lahan, sumber daya alam serta regulasi daerah dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan industri,” terang Fajar.

Selain itu, poin penting lain yang disampaikan adalah potensi investasi lain bagi upaya percepatan pembangunan daerah seperti pada sektor perkebunan, sumber energi dan mineral dan potensi investasi menguntungkan lainnya.

Sementara, Rizal Akbar, mengungkapkan, pertemuan gubernur dengan pejabat kementerian serta calon investor dari Negeri Tirai Bambu tersebut bernilai strategis bagi pemerintah dan daerah khususnya Kalimantan Selatan. Pasalnya, pada pertemuan tersebut gubernur berhasil meyakinkan kementerian terkait dan investor Cina tentang posisi penting Kalsel dalam pertumbuhan ekonomi secara makro atau nasional. “Bahkan gubernur secara khusus mengundang pihak perusahaan dari Cina untuk berkunjung ke Kalsel melihat secara dekat potensi dan prospektif keuntungan jika berinvestasi di Kalsel,” ungkapnya.

Rapat koordinasi sendiri dihadiri Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri PPN/Bappenas, Kepala BKPM, Gubernur BI, Dirjen Beacukai, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, Gubernur Kaltim, Gubernur Kalimantan Utara dan Gubernur Kalsel. (ram/mof/by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .