MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Rabu, 02 Agustus 2017 10:05
Warga Banua Menunggak Pajak Rp200 Miliar
TUNGGAK PAJAK: Kendaraan roda dua di sebuah pasar di Banjarmasin. Banyak kendaraan di wilayah padat seperti Banjarmasin yang tidak membayar pajak.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Lesunya perekonomian saat ini, ternyata berdampak pada menurunnya pembayaran pajak kendaraan bermotor. Berdasarkan data Badan Keuangan Derah (Bakeuda) Provinsi Kalsel, hingga memasuki pertengahan tahun 2017 total tunggakan pajak sudah mencapai Rp200 miliar.

Kepala Bakeuda Kalsel Aminudin Latief melalui Kepala Bidang Pajak Rustamaji mengatakan, tunggakan pajak paling banyak ialah kendaraan roda dua. "Volume kendaraan yang paling banyak adalah roda dua, maka jenis itu yang banyak tidak membayar pajak," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menambahkan, sementara lokasi kendaraan yang banyak tidak menaati pembayaran pajak berada di daerah padat, seperti, Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Tanjung dan Batulicin. "Kami menduga, masyarakat sulit membayar pajak dikarenakan perekonomian tidak stabil," tambahnya.

Menurutnya, tak stabilnya perekonomian membuat masyarakat lebih mementingkan menggunakan uang untuk keperluan sehari-sehari. Daripada harus dipergunakan untuk membayar pajak. "Beberapa sektor usaha drop, salah satunya batubara. Ini yang membuat ekonomi kita tidak stabil," ujarnya.

Untuk mengurangi utang pajak masyarakat, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pun meminta supaya Bakeuda Kalsel memberikan keringanan pembayaran pajak kendaraan. "Setelah kami berkoordinasi dengan Biro Hukum, ternyata ada payung hukum untuk mengurangi pajak. Maka dari itu, tahun ini kami telah memberikan potongan pajak bagi yang menunggak," ungkap Rustamaji.

Dia memaparkan, program keringanan pajak kendaraan bermotor telah dimulai sejak Selasa (1/8) kemarin hingga 31 Desember 2017. Ada tiga klasifikasi keringanan yang diberikan oleh wajib pajak, pertama bagi tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) lima tahun ke atas hanya diwajibkan membayar tiga tahun pajak dan bebas sanksi administrasi denda.

Kemudian, klasifikasi kedua bagi tunggakan PKB tiga tahun dan empat tahun hanya wajib membayar dua tahun juga bebas sanksi administrasi. "Lalu, klasifikasi ketiga untuk tunggakan PKB dua tahun hanya wajib membayar satu tahun pajak. Sama, dibebaskan dari denda," papar Rustamaji.

Dia berharap, dengan adanya keringanan pajak tersebut masyarakat yang menunggak dapat segera melunasinya. Supaya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel bisa bertambah. "Program ini sebelumnya sudah dilaksanakan tujuh tahun yang lalu, tapi tidak mungkin dilakukan setiap tahun," katanya.

 

Enggan Bayar karena Pajak Naik

Pengamat kebijakan publik Budi Suryadi mengapresiasi Pemprov Kalsel karena sudah memberikan keringanan PKB. "Kebijakan ini bisa mendorong pendapatan di sektor wajib pajak kendaraan, supaya lebih meningkat. Sekaligus merangsang para minat wajib pajak," ungkapnya.

Namun, dia kurang sependapat jika masyarakat menunggak pajak lantaran perekonomiannya lesu. Sebab, sebelum membeli kendaraan masyarakat pasti sudah menyiapkan dana untuk pajak. "Masyarakat sudah sadar mereka akan membayar pajak, jadi dana itu sudah disiapkan," ujarnya.

Menurutnya, yang menyebabkan masyarakat menunggak ialah karena pemerintah menaikkan iuran pajak sehingga, membuat wajib pajak merasa terbebani. "Jika pajak dinaikkan akan ada masyarakat yang tidak siap, sehingga merasa terbebani karena sulit mencari dana tambahan," pungkasnya. (ris/yn/ran/ema)

 


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 19:24

Warga Resah, Gas 3 Kg di Tanbu Langka

BATULICIN - Sejak beberapa minggu ini, masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, yang sebagian merupakan warga…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:57

Dibanding Tala, Tanbu Lebih Siap Jadi Kawasan Industri

BANJARMASIN – Pemerintah pusat sudah menunjuk Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong, Kabupaten…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:27

Hilirisasi Industri Karet Kalsel Dilirik

BANJARBARU - Fluktuasi harga karet membuat banyak pihak yang menggelutinya jadi menjerit. Kepala Dinas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:51

Eks Pelabuhan Lama Bakal Jadi Kawasan Properti

BANJARMASIN - Beberapa hari terakhir, kawasan Eks Pelabuhan Martapura Lama tampak berbeda. Pasalnya,…

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59

Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:27

Honda Sport Motorshow Sukses di Sampit

BANJARMASIN - Acara Honda Sport Motoshow di Borneo City Mall Sampit yang digelar Sabtu (7-8/10) tadi…

Jumat, 06 Oktober 2017 15:25

HADOH.. Harga Daging Sapi dan Cabai Naik Lagi

KANDANGAN – Curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membuat…

Kamis, 28 September 2017 07:13
Lifestyle

Kerren..! Mahasiswi Hukum ULM Semester 5 ini Launching Bisnis Sasirangan

BANJARBARU - Dunia fashion memang punya magnet yang luar biasa di kalangan anak muda.  Tak heran,…

Senin, 25 September 2017 12:15

Dinas Pertanian Tapin Cek Bantuan Bibit ke Petani Bawang

RANTAU – Tidak ingin penyaluran bantuan bibit bawang salah sasaran, Dinas Pertanian Kabupaten…

Sabtu, 23 September 2017 16:04
Kabar Tabalong

SMP Hasbunallah Juara Pawai Tahun Baru Islam di Tabalong

TANJUNG - Penampilan pelajar SMP Hasbunallah menjadi yang terbaik dalam pawai menyambut Tahun Baru Islam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .