MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Rabu, 02 Agustus 2017 10:05
Warga Banua Menunggak Pajak Rp200 Miliar
TUNGGAK PAJAK: Kendaraan roda dua di sebuah pasar di Banjarmasin. Banyak kendaraan di wilayah padat seperti Banjarmasin yang tidak membayar pajak.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Lesunya perekonomian saat ini, ternyata berdampak pada menurunnya pembayaran pajak kendaraan bermotor. Berdasarkan data Badan Keuangan Derah (Bakeuda) Provinsi Kalsel, hingga memasuki pertengahan tahun 2017 total tunggakan pajak sudah mencapai Rp200 miliar.

Kepala Bakeuda Kalsel Aminudin Latief melalui Kepala Bidang Pajak Rustamaji mengatakan, tunggakan pajak paling banyak ialah kendaraan roda dua. "Volume kendaraan yang paling banyak adalah roda dua, maka jenis itu yang banyak tidak membayar pajak," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menambahkan, sementara lokasi kendaraan yang banyak tidak menaati pembayaran pajak berada di daerah padat, seperti, Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Tanjung dan Batulicin. "Kami menduga, masyarakat sulit membayar pajak dikarenakan perekonomian tidak stabil," tambahnya.

Menurutnya, tak stabilnya perekonomian membuat masyarakat lebih mementingkan menggunakan uang untuk keperluan sehari-sehari. Daripada harus dipergunakan untuk membayar pajak. "Beberapa sektor usaha drop, salah satunya batubara. Ini yang membuat ekonomi kita tidak stabil," ujarnya.

Untuk mengurangi utang pajak masyarakat, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pun meminta supaya Bakeuda Kalsel memberikan keringanan pembayaran pajak kendaraan. "Setelah kami berkoordinasi dengan Biro Hukum, ternyata ada payung hukum untuk mengurangi pajak. Maka dari itu, tahun ini kami telah memberikan potongan pajak bagi yang menunggak," ungkap Rustamaji.

Dia memaparkan, program keringanan pajak kendaraan bermotor telah dimulai sejak Selasa (1/8) kemarin hingga 31 Desember 2017. Ada tiga klasifikasi keringanan yang diberikan oleh wajib pajak, pertama bagi tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) lima tahun ke atas hanya diwajibkan membayar tiga tahun pajak dan bebas sanksi administrasi denda.

Kemudian, klasifikasi kedua bagi tunggakan PKB tiga tahun dan empat tahun hanya wajib membayar dua tahun juga bebas sanksi administrasi. "Lalu, klasifikasi ketiga untuk tunggakan PKB dua tahun hanya wajib membayar satu tahun pajak. Sama, dibebaskan dari denda," papar Rustamaji.

Dia berharap, dengan adanya keringanan pajak tersebut masyarakat yang menunggak dapat segera melunasinya. Supaya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel bisa bertambah. "Program ini sebelumnya sudah dilaksanakan tujuh tahun yang lalu, tapi tidak mungkin dilakukan setiap tahun," katanya.

 

Enggan Bayar karena Pajak Naik

Pengamat kebijakan publik Budi Suryadi mengapresiasi Pemprov Kalsel karena sudah memberikan keringanan PKB. "Kebijakan ini bisa mendorong pendapatan di sektor wajib pajak kendaraan, supaya lebih meningkat. Sekaligus merangsang para minat wajib pajak," ungkapnya.

Namun, dia kurang sependapat jika masyarakat menunggak pajak lantaran perekonomiannya lesu. Sebab, sebelum membeli kendaraan masyarakat pasti sudah menyiapkan dana untuk pajak. "Masyarakat sudah sadar mereka akan membayar pajak, jadi dana itu sudah disiapkan," ujarnya.

Menurutnya, yang menyebabkan masyarakat menunggak ialah karena pemerintah menaikkan iuran pajak sehingga, membuat wajib pajak merasa terbebani. "Jika pajak dinaikkan akan ada masyarakat yang tidak siap, sehingga merasa terbebani karena sulit mencari dana tambahan," pungkasnya. (ris/yn/ran/ema)

 


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 15:34

HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka

AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya…

Kamis, 14 Desember 2017 12:24

Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Penambahan Tabung Gas

BANJARMASIN - Menggenjot sepeda Federal butut dari rumahnya di Pekapuran, Taufik Rahman mendatangi pangkalan…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Pasokan Elpiji di Kalsel Aman

BANJARMASIN - Pertamina memastikan pasokan elpiji  3 kilogram  di Kalimantan Selatan aman.…

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…

Selasa, 28 November 2017 10:09

Pertama di Kalsel, Apartemen Eksklusif di Atas Mall dengan Keuntungan Menggiurkan

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan rupanya jadi pasar apartemen potensial. Tidak heran, Mayapada Group…

Minggu, 26 November 2017 06:38

Program Market Day, Satu Siswa Dapat Rp140 Ribu

BANJARBARU - Program Market Day untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai digelar sekolah di Banjarbaru.…

Sabtu, 25 November 2017 11:20

Tahun ini PAD Perhotelan di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar, mendatangkan keuntungan tersendiri…

Jumat, 24 November 2017 14:52

Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan

BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan…

Jumat, 17 November 2017 14:31

Ikan Kalsel Sasar Pasar Uni Eropa

BANJARMASIN – Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) adalah salah satu syarat ekspor produk perikanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .