MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 03 Agustus 2017 15:46
Kisah Ahmad Sofyan, Tukang Urut yang Akhirnya Naik Haji

Kumpulkan Ongkos Haji Selama 35 Tahun

SIAP BERANGKAT HAJI: Ahmad Sofyan berlatih menggunakan kursi rodanya, menyusuri jalan di Desa Parigi Simbar.

PROKAL.CO, Kisah perjuangan yang luar biasa dari orang biasa, untuk pergi berhaji mampu memotivasi siapapun. Seperti Ahmad Sofyan (63) yang selama ini dikenal sebagai tukang urut. Dengan kondisinya yang kini berkursi roda, pria yang pantang menyerah ini bersiap berangkat memenuhi panggilan Baitullah.

 --------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 --------------------------------------

PAMAN Sofyan – sapaannya akrabnya sehari-hari, salah satu calon jemaah haji Tapin yang akan berangkat ke Mekkah 4 Agustus mendatang atau jemaah yang tergabung dalam kloter 5. Warga Jalan Parigi Simbar RT 1 Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin akan berangkat bersama istrinya, Sadariah (63).

Sebagai tukang urut, Paman Sofyan telah merencanakan keberangkatan hajinya sejak lama, dari tahun 2009 lalu. "Waktu itu maunya melalui jalur turis, namun batal karena sudah dihapuskan," jelasnya.

Dia terpaksa harus bersabar dan mendaftar di keberangkatan yang resmi. "Waktu itu katanya lima tahun sudah bisa berangkat, tetapi setelah ditunggu akhirnya jadi delapan tahun baru mendapat kesempatan untuk berangkat," ceritanya kepada penulis.

Untuk uang setoran haji ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya menjadi pemijat. Sebagian penghasilannya ia sisihkan untuk tabungan haji. "Saya bekerja sebagai tukang urut sudah sejak 1982 lalu, 35 tahun lamanya. Sejak itulah sedikit demi sedikit uangnya saya sisihkan untuk mengumpulkan ongkos pergi berhaji," ungkapnya.

Ia juga bercerita semenjak dirinya mendaftarkan untuk berangkat haji penghasilannya sebagai buruh pijat semakin meningkat. Dari yang dulu hanya puluhan ribu, sekarang sudah ratusan ribu atau rata-rata Rp200 ribu sehari.

"Dari penghasilan itu setiap bulan saya sisihkan Rp2 juta untuk menyetor keberangkatan haji dan sisanya untuk keperluan sehari-hari," ucap ayah tiga orang anak ini.

Niatnya untuk berhaji  sempat terancam batal karena penyakit yang dideritanya, yaitu terkena asam urat di kaki. "Kaki saya ini sakit sekitar empat bulan yang lalu," ucapnya.

Akibat sakit yang dideritanya, ia tidak bisa berjalan normal. Kondisi ini sempat membuatnya patah semangat karena takut batal berhaji. "Saya sempat drop, karena keadaan saya yang sekarang ini," ujarnya.

Namun demi untuk bisa beribadah ke tanah suci Mekkah, dirinya pun beberapa kali berperiksa ke dokter, sambil berharap bisa berangkat ke tanah suci Mekkah. "Akhirnya kabar gembira pun datang, meski dengan keadaan saya seperti ini ternyata bisa juga pergi ke tanah suci Mekkah karena tidak ada sakit yang parah," bebernya.

Dokter pernah menyarankan untuk melakukan operasi agar dirinya bisa benar-benar sembuh. "Tapi karena biayanya lumayan mahal sekitar 40 juta, operasi pun urung dilakukan," ujarnya.

Lalu ia disarankan untuk latihan sendiri di rumah untuk menggerakkan kaki dan seluruh badannya agar tidak kaku. "Soalnya kalau terus berdiam diri bisa menyebabkan tubuh kurang fit kata dokter yang memeriksa saya," ceritanya.

Selama sebulan ini Sofyan terus berlatih menggunakan kursi rodanya dan tak jarang ia juga berlatih untuk berjalan di rumahnya ketika subuh. "Kalau pakai kursi roda untuk menggerakkan seluruh badan saya tapi kalau di rumah saya berlatih jalan," katanya.

Ia pun berharap sewaktu di tanah suci Mekkah nanti dirinya bisa menjalankan haji dengan lancar. (by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .