MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 03 Agustus 2017 15:46
Kisah Ahmad Sofyan, Tukang Urut yang Akhirnya Naik Haji

Kumpulkan Ongkos Haji Selama 35 Tahun

SIAP BERANGKAT HAJI: Ahmad Sofyan berlatih menggunakan kursi rodanya, menyusuri jalan di Desa Parigi Simbar.

PROKAL.CO, Kisah perjuangan yang luar biasa dari orang biasa, untuk pergi berhaji mampu memotivasi siapapun. Seperti Ahmad Sofyan (63) yang selama ini dikenal sebagai tukang urut. Dengan kondisinya yang kini berkursi roda, pria yang pantang menyerah ini bersiap berangkat memenuhi panggilan Baitullah.

 --------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 --------------------------------------

PAMAN Sofyan – sapaannya akrabnya sehari-hari, salah satu calon jemaah haji Tapin yang akan berangkat ke Mekkah 4 Agustus mendatang atau jemaah yang tergabung dalam kloter 5. Warga Jalan Parigi Simbar RT 1 Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin akan berangkat bersama istrinya, Sadariah (63).

Sebagai tukang urut, Paman Sofyan telah merencanakan keberangkatan hajinya sejak lama, dari tahun 2009 lalu. "Waktu itu maunya melalui jalur turis, namun batal karena sudah dihapuskan," jelasnya.

Dia terpaksa harus bersabar dan mendaftar di keberangkatan yang resmi. "Waktu itu katanya lima tahun sudah bisa berangkat, tetapi setelah ditunggu akhirnya jadi delapan tahun baru mendapat kesempatan untuk berangkat," ceritanya kepada penulis.

Untuk uang setoran haji ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya menjadi pemijat. Sebagian penghasilannya ia sisihkan untuk tabungan haji. "Saya bekerja sebagai tukang urut sudah sejak 1982 lalu, 35 tahun lamanya. Sejak itulah sedikit demi sedikit uangnya saya sisihkan untuk mengumpulkan ongkos pergi berhaji," ungkapnya.

Ia juga bercerita semenjak dirinya mendaftarkan untuk berangkat haji penghasilannya sebagai buruh pijat semakin meningkat. Dari yang dulu hanya puluhan ribu, sekarang sudah ratusan ribu atau rata-rata Rp200 ribu sehari.

"Dari penghasilan itu setiap bulan saya sisihkan Rp2 juta untuk menyetor keberangkatan haji dan sisanya untuk keperluan sehari-hari," ucap ayah tiga orang anak ini.

Niatnya untuk berhaji  sempat terancam batal karena penyakit yang dideritanya, yaitu terkena asam urat di kaki. "Kaki saya ini sakit sekitar empat bulan yang lalu," ucapnya.

Akibat sakit yang dideritanya, ia tidak bisa berjalan normal. Kondisi ini sempat membuatnya patah semangat karena takut batal berhaji. "Saya sempat drop, karena keadaan saya yang sekarang ini," ujarnya.

Namun demi untuk bisa beribadah ke tanah suci Mekkah, dirinya pun beberapa kali berperiksa ke dokter, sambil berharap bisa berangkat ke tanah suci Mekkah. "Akhirnya kabar gembira pun datang, meski dengan keadaan saya seperti ini ternyata bisa juga pergi ke tanah suci Mekkah karena tidak ada sakit yang parah," bebernya.

Dokter pernah menyarankan untuk melakukan operasi agar dirinya bisa benar-benar sembuh. "Tapi karena biayanya lumayan mahal sekitar 40 juta, operasi pun urung dilakukan," ujarnya.

Lalu ia disarankan untuk latihan sendiri di rumah untuk menggerakkan kaki dan seluruh badannya agar tidak kaku. "Soalnya kalau terus berdiam diri bisa menyebabkan tubuh kurang fit kata dokter yang memeriksa saya," ceritanya.

Selama sebulan ini Sofyan terus berlatih menggunakan kursi rodanya dan tak jarang ia juga berlatih untuk berjalan di rumahnya ketika subuh. "Kalau pakai kursi roda untuk menggerakkan seluruh badan saya tapi kalau di rumah saya berlatih jalan," katanya.

Ia pun berharap sewaktu di tanah suci Mekkah nanti dirinya bisa menjalankan haji dengan lancar. (by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .