MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:13
Langka, Tabung Gas 3 Kg Tembus Rp27 Ribu

Rutin Kosong Tiap Agustus

KOSONG: Ian, pengecer di Kelurahan Kemuning memajang pengumuman gas kosong di depan warungnya. Sudah sepekan terakhir ia tak kebagian jatah tabung melon tersebut.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bosan diteror pembeli, Ian memutuskan memajang pengumuman. Karton sisa kardus air mineral ia tulisi 'Gas Kosong' dengan spidol merah. Dipajang di depan warungnya di Jalan Hidayah RT 02 Kelurahan Kemuning.

"Dari bangun tidur hingga siang ini, tak putus-putus orang datang nyari gas. Andai saya punya 50 tabung, pasti sudah ludes," ujarnya, kemarin (4/8) kepada Radar Banjarmasin.

Sudah 10 hari terakhir Ian tak kebagian pasokan tabung gas tiga kilogram. Terakhir kali, ia memperoleh seharga Rp22 ribu per tabung lalu dijual lagi Rp24 ribu.

Mahal karena tabung itu memang sudah berpindah ke beberapa tangan pengecer. Sebab, jika mencari ke pangkalan atau SPBU, Ian terpaksa gigit jari karena begitu di-drop langsung ludes.

Dalam kondisi normal, ia menerima tabung Rp18 ribu per tabung dari pangkalan untuk dijual lagi seharga Rp19 ribu. "Saya sudah lima tahun jualan elpiji. Jadi hafal, tiap bulan delapan pasti langka. Aneh juga," imbuh pria 32 tahun tersebut.

Kondisi serupa juga dialami Faisal, pengecer di Jalan Trikora RT 33 Kelurahan Sungai Besar. Sudah sepekan ia tak kebagian jatah. "Orang pangkalan pas ditanya, katanya memang sedang langka. Tidak ada penjelasan yang memuaskan," ujarnya.

Ia biasanya menjual tabung melon ke warga sekitar yang memang sudah dikenalnya. Dari pertemanan sesama pedagang, dibanding daerah lain di Kalsel, Faisal menyebut Banjarbaru terbilang langganan mengalami kelangkaan elpiji.

"Dalam setengah tahun, bisa dua-tiga kali terjadi kelangkaan seperti ini," tukasnya. Ia berharap pemerintah turun tangan. "Banjarmasin atau Hulu Sungai saja tidak sesering ini mengalami kelangkaan," pungkasnya.

Sementara itu, Dian, warga Sungai Ulin, mengaku harus berputar-putar dari satu warung ke warung lain untuk mencari tabung gas. "Ketemu di simpang empat, tapi harganya sudah mencapai Rp27 ribu. Itu pun tersisa satu tabung," kisahnya.

Meski mahal, ia tak memiliki pilihan, ketimbang dapurnya nganggur ia tetap membelinya. Tembus Rp27 ribu karena pengecer pun mendapatkannya Rp25 ribu. Angka-angka ini jelas sudah melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah bersama Pertamina.

Lalu, bagaimana dengan kondisi di pangkalan? Di pangkalan RT 02 Kelurahan Guntung Paikat, pengiriman tabung gas tiga kilogram tidak mengalami gangguan. Rutin datang setiap Jumat dengan jatah yang sama tanpa pengurangan.

"Jadi masalahnya bukan pada penjatahan atau pengiriman, tapi karena pembelinya yang semakin banyak. Makin cepat ludes," jelas Aida, pemilik pangkalan. Namun, diakuinya beberapa kali sempat terjadi kekosongan. Tapi tak lama, biasanya satu-dua hari menjelang jadwal pengiriman.

Aida mendapat jatah 560 tabung per pekan. Dijual Rp18 ribu per tabung. Biasanya ia jual ke rumah tangga atau kaki lima. Untuk pengecer, ia mengaku menerapkan penjatahan secara ketat. "Karena Pertamina punya aturan main juga, saya tak berani bermain," pungkasnya.

Sementara itu, dalam upaya konfirmasi ke Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru Muhammad Fauzie, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (fud)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…

Selasa, 28 November 2017 10:09

Pertama di Kalsel, Apartemen Eksklusif di Atas Mall dengan Keuntungan Menggiurkan

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan rupanya jadi pasar apartemen potensial. Tidak heran, Mayapada Group…

Sabtu, 25 November 2017 11:20

Tahun ini PAD Perhotelan di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar, mendatangkan keuntungan tersendiri…

Jumat, 24 November 2017 14:52

Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan

BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan…

Kamis, 23 November 2017 11:54
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Lesu, Pajak Hotel dan Restoran Digenjot

BANJARMASIN - Di tengah lesunya ekonomi dalam waktu dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 08:40

Nasi Rantang Membangkitkan Kenangan Ala Dafam

BANJARBARU - Rantang adalah simbol kenangan masa kecil. Hampir semua orang punya kisah tersendiri…

Jumat, 10 November 2017 11:31

Ssstt.. Kawasan Gambut Sekarang Makin Mahal Loh

BANJARMASIN - Masyarakat Profesii Penilai Indonesia (MAPPI) Kalselteng menilai kawasan Gambut Kabupaten…

Selasa, 07 November 2017 12:03

Walikota Apresiasi Program CSR PLN KalselTeng

BANJARBARU - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng)…

Senin, 06 November 2017 11:15

Dafam Good Sleep Hanya Dibulan November

BANJARBARU -  Menjadi seorang Therapist adalah salah satu bidang yang saat ini banyak di tekuni. Dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .