MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:13
Langka, Tabung Gas 3 Kg Tembus Rp27 Ribu

Rutin Kosong Tiap Agustus

KOSONG: Ian, pengecer di Kelurahan Kemuning memajang pengumuman gas kosong di depan warungnya. Sudah sepekan terakhir ia tak kebagian jatah tabung melon tersebut.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bosan diteror pembeli, Ian memutuskan memajang pengumuman. Karton sisa kardus air mineral ia tulisi 'Gas Kosong' dengan spidol merah. Dipajang di depan warungnya di Jalan Hidayah RT 02 Kelurahan Kemuning.

"Dari bangun tidur hingga siang ini, tak putus-putus orang datang nyari gas. Andai saya punya 50 tabung, pasti sudah ludes," ujarnya, kemarin (4/8) kepada Radar Banjarmasin.

Sudah 10 hari terakhir Ian tak kebagian pasokan tabung gas tiga kilogram. Terakhir kali, ia memperoleh seharga Rp22 ribu per tabung lalu dijual lagi Rp24 ribu.

Mahal karena tabung itu memang sudah berpindah ke beberapa tangan pengecer. Sebab, jika mencari ke pangkalan atau SPBU, Ian terpaksa gigit jari karena begitu di-drop langsung ludes.

Dalam kondisi normal, ia menerima tabung Rp18 ribu per tabung dari pangkalan untuk dijual lagi seharga Rp19 ribu. "Saya sudah lima tahun jualan elpiji. Jadi hafal, tiap bulan delapan pasti langka. Aneh juga," imbuh pria 32 tahun tersebut.

Kondisi serupa juga dialami Faisal, pengecer di Jalan Trikora RT 33 Kelurahan Sungai Besar. Sudah sepekan ia tak kebagian jatah. "Orang pangkalan pas ditanya, katanya memang sedang langka. Tidak ada penjelasan yang memuaskan," ujarnya.

Ia biasanya menjual tabung melon ke warga sekitar yang memang sudah dikenalnya. Dari pertemanan sesama pedagang, dibanding daerah lain di Kalsel, Faisal menyebut Banjarbaru terbilang langganan mengalami kelangkaan elpiji.

"Dalam setengah tahun, bisa dua-tiga kali terjadi kelangkaan seperti ini," tukasnya. Ia berharap pemerintah turun tangan. "Banjarmasin atau Hulu Sungai saja tidak sesering ini mengalami kelangkaan," pungkasnya.

Sementara itu, Dian, warga Sungai Ulin, mengaku harus berputar-putar dari satu warung ke warung lain untuk mencari tabung gas. "Ketemu di simpang empat, tapi harganya sudah mencapai Rp27 ribu. Itu pun tersisa satu tabung," kisahnya.

Meski mahal, ia tak memiliki pilihan, ketimbang dapurnya nganggur ia tetap membelinya. Tembus Rp27 ribu karena pengecer pun mendapatkannya Rp25 ribu. Angka-angka ini jelas sudah melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah bersama Pertamina.

Lalu, bagaimana dengan kondisi di pangkalan? Di pangkalan RT 02 Kelurahan Guntung Paikat, pengiriman tabung gas tiga kilogram tidak mengalami gangguan. Rutin datang setiap Jumat dengan jatah yang sama tanpa pengurangan.

"Jadi masalahnya bukan pada penjatahan atau pengiriman, tapi karena pembelinya yang semakin banyak. Makin cepat ludes," jelas Aida, pemilik pangkalan. Namun, diakuinya beberapa kali sempat terjadi kekosongan. Tapi tak lama, biasanya satu-dua hari menjelang jadwal pengiriman.

Aida mendapat jatah 560 tabung per pekan. Dijual Rp18 ribu per tabung. Biasanya ia jual ke rumah tangga atau kaki lima. Untuk pengecer, ia mengaku menerapkan penjatahan secara ketat. "Karena Pertamina punya aturan main juga, saya tak berani bermain," pungkasnya.

Sementara itu, dalam upaya konfirmasi ke Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru Muhammad Fauzie, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (fud)


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:57

Dibanding Tala, Tanbu Lebih Siap Jadi Kawasan Industri

BANJARMASIN – Pemerintah pusat sudah menunjuk Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong, Kabupaten…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:27

Hilirisasi Industri Karet Kalsel Dilirik

BANJARBARU - Fluktuasi harga karet membuat banyak pihak yang menggelutinya jadi menjerit. Kepala Dinas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:51

Eks Pelabuhan Lama Bakal Jadi Kawasan Properti

BANJARMASIN - Beberapa hari terakhir, kawasan Eks Pelabuhan Martapura Lama tampak berbeda. Pasalnya,…

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59

Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:27

Honda Sport Motorshow Sukses di Sampit

BANJARMASIN - Acara Honda Sport Motoshow di Borneo City Mall Sampit yang digelar Sabtu (7-8/10) tadi…

Kamis, 28 September 2017 07:13
Lifestyle

Kerren..! Mahasiswi Hukum ULM Semester 5 ini Launching Bisnis Sasirangan

BANJARBARU - Dunia fashion memang punya magnet yang luar biasa di kalangan anak muda.  Tak heran,…

Sabtu, 23 September 2017 16:04
Kabar Tabalong

SMP Hasbunallah Juara Pawai Tahun Baru Islam di Tabalong

TANJUNG - Penampilan pelajar SMP Hasbunallah menjadi yang terbaik dalam pawai menyambut Tahun Baru Islam…

Jumat, 22 September 2017 15:54

Dewan: Hati-hati Beli Bibit Kelapa Sawit Palsu

BANJARMASIN – Untuk memperoleh hasil Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit terbaik, tidak hanya…

Selasa, 12 September 2017 10:05

PLN KalselTeng Kenalkan PLN Mobile

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2017, PLN mengadakan…

Rabu, 06 September 2017 14:32

Tren Kontainer Besar Mulai Naik

BANJARMASIN - Pengangkutan barang dari Jawa menggunakan kontainer berukuran besar mulai mengalami tren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .