MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 05 Agustus 2017 19:01
Watimin, Pengembara Cinta Pancasila dan Indonesia dari Cilacap

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Disangka Tak Waras

MERAH PUTIH: Watimin (36) jalan kaki berkeliling Indonesia kampanye cinta Pancasila dan Indonesia.

PROKAL.CO, Berbagai macam cara dilakukan sebagai wujud kecintaannya pada tanah air. Bahkan terkadang cukup ekstrem. Seperti dilakukan Watimin (36), warga asal Cilacap, Jawa Tengah. Membawa bendera Merah Putih serta spanduk bertuliskan NKRI Harga Mati, ia berkeliling Indonesia dengan jalan kaki.

WAHYU RAMADHAN, Landasan Ulin

Panas terik matahari serta debu jalanan tak membuat Watimin (36) mengurangi kecepatan langkah kakinya. Beralaskan sendal jepit berwarna biru, tangan kanan memegang batang bambu dengan bendera merah putih di ujungnya. Tas ransel besar disandang yang dihiasi pernak-pernik berupa bendera hingga sepanduk bertuliskan NKRI Harga Mati. Lelaki berpeci hitam itu terlihat mantap menapaki jalanan beraspal.

Watimin sudah berjalan kaki sejak tanggal 17 Agustus, tahun 2016 lalu. Rutenya berkeliling Indonesia. Tujuannya, mengingatkan pentingnya Pancasila kepada masyarakat dan menyatakan bahwa NKRI adalah harga mati.

Jumat (4/8) siang, kali pertama Watimin menginjakkan kakinya ke Banua. Ia mengaku baru saja datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan sebelumnya, juga sudah menjelajahi Pontianak, Aceh dan Makassar.

Duduk santai di depan pagar kompleks makam Syuhada Haji, Landasan Ulin, Banjarbaru, Watimin tampak antusias menceritakan pengalaman serta tujuannya berjalan kaki. Hatinya merasa miris melihat generasi sekarang yang seakan tak peduli dengan keadaan Indonesia. "Saya melihat Indonesia sekarang sedang sakit. Sakit karena perilaku generasinya yang belum bisa menerima perbedaan," tuturnya.

Menurut Watimin, Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pedoman dalam bermasyarakat seakan dilupakan begitu saja. Terlebih pada generasi mudanya yang selalu saja mudah tersulut emosi dalam menyikapi segala permasalahan. "Sedikit-sedikit selalu diarahkan pada adanya perbedaan. Berbeda keyakinan didemo, berbeda pendapat juga didemo," cecarnya.

Semangat keindonesiaan yang dimiliki generasi muda pun menurut Watimin kian terkikis. Bahkan, seakan menjadi bahan olok-olokan saja. Sebagai contoh, Watimin mengibaratkan dengan begitu mudahnya seseorang diberi gelar sebagai Duta Pancasila.

Sementara, hampir semua masyarakat Indonesia tahu apa yang dilakukan bersangkutan. "Menyaksikan hal itu, saya hanya bisa berdoa dan optimis bahwa ke depan Negara ini bisa lebih baik," ungkapnya.

Watimin berharap, dengan berjalan kaki berkeliling Indonesia untuk mengingatkan kepada masyarakat yang ditemui tentang pentingnya Pancasila serta Indonesia. Ia bisa memberikan keyakinan lebih kepada masyarakat agar tak cepat terprovokasi hanya karena persoalan sepele.

"Indonesia, tak boleh tercerai-berai, NKRI Harga Mati," ucapnya, sambil mengepalkan lengan kanannya ke atas, bak Mahasiswa yang dengan lantang berorasi.

Perjalanan Watimin dalam mengkampanyekan Pancasila serta Indonesia, tentu tak mudah. Watimin seringkali menerima caci maki dari orang-orang yang ditemuinya. Bahkan tak jarang disangka orang yang tak waras. "Ya mau bagaimana lagi. Saya hanya berusaha dan menyikapi hal yang kurang berkenan dari orang-orang dengan tersenyum," ungkapnya.

Lantas, bagaimana Watimin bisa bertahan hidup serta menjalani hari-harinya selama di perjalanan? Watimin mengungkapkan bahwa support dari keluarga serta orang-orang di daerahnya membuat ia mampu bertahan.

"Salah satunya, Paguyuban Ngapak Cilacap Jawa Tengah," ungkapnya, sambil menunjukkan tulisan di kaos hitam yang dipakai.

Watimin tak punya target waktu terkait kapan perjalanannya akan selesai. Ia mengatakan hanya akan terus berjalan hingga seluruh wilayah di Indonesia sudah dijajaki. "Semoga dengan cara seperti ini, saya bisa menumbuhkembangkan semangat generasi muda untuk lebih mencintai Indonesia,” tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .