MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 05 Agustus 2017 19:01
Watimin, Pengembara Cinta Pancasila dan Indonesia dari Cilacap

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Disangka Tak Waras

MERAH PUTIH: Watimin (36) jalan kaki berkeliling Indonesia kampanye cinta Pancasila dan Indonesia.

PROKAL.CO, Berbagai macam cara dilakukan sebagai wujud kecintaannya pada tanah air. Bahkan terkadang cukup ekstrem. Seperti dilakukan Watimin (36), warga asal Cilacap, Jawa Tengah. Membawa bendera Merah Putih serta spanduk bertuliskan NKRI Harga Mati, ia berkeliling Indonesia dengan jalan kaki.

WAHYU RAMADHAN, Landasan Ulin

Panas terik matahari serta debu jalanan tak membuat Watimin (36) mengurangi kecepatan langkah kakinya. Beralaskan sendal jepit berwarna biru, tangan kanan memegang batang bambu dengan bendera merah putih di ujungnya. Tas ransel besar disandang yang dihiasi pernak-pernik berupa bendera hingga sepanduk bertuliskan NKRI Harga Mati. Lelaki berpeci hitam itu terlihat mantap menapaki jalanan beraspal.

Watimin sudah berjalan kaki sejak tanggal 17 Agustus, tahun 2016 lalu. Rutenya berkeliling Indonesia. Tujuannya, mengingatkan pentingnya Pancasila kepada masyarakat dan menyatakan bahwa NKRI adalah harga mati.

Jumat (4/8) siang, kali pertama Watimin menginjakkan kakinya ke Banua. Ia mengaku baru saja datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan sebelumnya, juga sudah menjelajahi Pontianak, Aceh dan Makassar.

Duduk santai di depan pagar kompleks makam Syuhada Haji, Landasan Ulin, Banjarbaru, Watimin tampak antusias menceritakan pengalaman serta tujuannya berjalan kaki. Hatinya merasa miris melihat generasi sekarang yang seakan tak peduli dengan keadaan Indonesia. "Saya melihat Indonesia sekarang sedang sakit. Sakit karena perilaku generasinya yang belum bisa menerima perbedaan," tuturnya.

Menurut Watimin, Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pedoman dalam bermasyarakat seakan dilupakan begitu saja. Terlebih pada generasi mudanya yang selalu saja mudah tersulut emosi dalam menyikapi segala permasalahan. "Sedikit-sedikit selalu diarahkan pada adanya perbedaan. Berbeda keyakinan didemo, berbeda pendapat juga didemo," cecarnya.

Semangat keindonesiaan yang dimiliki generasi muda pun menurut Watimin kian terkikis. Bahkan, seakan menjadi bahan olok-olokan saja. Sebagai contoh, Watimin mengibaratkan dengan begitu mudahnya seseorang diberi gelar sebagai Duta Pancasila.

Sementara, hampir semua masyarakat Indonesia tahu apa yang dilakukan bersangkutan. "Menyaksikan hal itu, saya hanya bisa berdoa dan optimis bahwa ke depan Negara ini bisa lebih baik," ungkapnya.

Watimin berharap, dengan berjalan kaki berkeliling Indonesia untuk mengingatkan kepada masyarakat yang ditemui tentang pentingnya Pancasila serta Indonesia. Ia bisa memberikan keyakinan lebih kepada masyarakat agar tak cepat terprovokasi hanya karena persoalan sepele.

"Indonesia, tak boleh tercerai-berai, NKRI Harga Mati," ucapnya, sambil mengepalkan lengan kanannya ke atas, bak Mahasiswa yang dengan lantang berorasi.

Perjalanan Watimin dalam mengkampanyekan Pancasila serta Indonesia, tentu tak mudah. Watimin seringkali menerima caci maki dari orang-orang yang ditemuinya. Bahkan tak jarang disangka orang yang tak waras. "Ya mau bagaimana lagi. Saya hanya berusaha dan menyikapi hal yang kurang berkenan dari orang-orang dengan tersenyum," ungkapnya.

Lantas, bagaimana Watimin bisa bertahan hidup serta menjalani hari-harinya selama di perjalanan? Watimin mengungkapkan bahwa support dari keluarga serta orang-orang di daerahnya membuat ia mampu bertahan.

"Salah satunya, Paguyuban Ngapak Cilacap Jawa Tengah," ungkapnya, sambil menunjukkan tulisan di kaos hitam yang dipakai.

Watimin tak punya target waktu terkait kapan perjalanannya akan selesai. Ia mengatakan hanya akan terus berjalan hingga seluruh wilayah di Indonesia sudah dijajaki. "Semoga dengan cara seperti ini, saya bisa menumbuhkembangkan semangat generasi muda untuk lebih mencintai Indonesia,” tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .