MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 07 Agustus 2017 11:21
Tak Ada Biaya Lagi, Maulana Terpaksa Dipulangkan
KUNJUNGAN: Ketua Komisi IV mengunjungi Maulana, bayi penderita sakit bengkat pada bagian perut, Sabtu (5/8) sore.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Berawal dari badannya yang berwarna kuning hingga bagian mata, Ahmad Maulana terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Namun karena tidak adanya biaya, akhirnya bayi tersebut dibawa pulang ke rumah neneknya di Jalan Ternate, RT 18 Banjarmasin.

Ibu Maulana, Siti Sarinah, mengatakan sebelumnya anaknya sempat dirawat di rumah sakit Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin selama tiga hari.

Namun, karena tidak punya BPJS karena identitas kependudukan dirinya dan suaminya bukan domisili Banjarmasin akhirnya Siti hanya mampu merawat anaknya selama tiga hari.

Siti terpaksa mengikuti perawatan dengan tipe umum di RSUD Ulin tersebut dan mengeluarkan banyak biaya. “Satu hari di IGD dan dua hari di ruang ICU. Tapi mau tidak mau harus dibawa pulang karena nggak sanggup biaya,” bebernya.

Selama tiga hari dirawat di RSUD Ulin sudah menghabiskan uang Rp7,2 juta. Setelah dibawa pulang ke rumah, kondisi Maulana lebih parah dari sebelumnya.

Perut bayi semakin membengkak. Biru di sejumlah titik bekas suntikan di tangan anaknya juga belum pulih. Kini hanya mengandalkan pengobatan tradisional. Berbagai macam upaya lainnya juga dilakukan perempuan yang berdomisi di Nangabulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah tersebut.

Selama tiga hari terakhir, dikatakan Siti, anaknya sudah tidak mau meminum ASI secara langsung.

Supaya tidak kehausan, Siti memompa ASI miliknya dan diberikan ke Maulana menggunakan sendok. “Kalau malam merintih merasakan sakit yang dialami. Saya sebagai seorang ibu ikut merasakan apa yang dia rasa,” katanya.

Semenjak 17 hari lalu pulang dari rumah sakit, hanya sekali saja Maulana dimandikan. Siti khawatir anaknya kesakitan saat diangkat, karena mandi harus dipegang dan berdiri.

Maulana terpaksa hanya diseka menggunakan handuk basah. Maulana juga terpaksa tidak dipasangi popok karena terjadi pembesaran di bagian kelaminnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Nazwa Adibah, mengatakan Dinkes Kota tidak bisa membantu banyak. Hal itu dikarenakan status domisili orangtua Maulana bukan dari Kalsel, melainkan Kalteng.

Terkecuali apabila rumah sakit sebelumnya memberikan rujukan ke RSUD Ulin, dan RSUD Ulin memberikan rujukan kembali. Menurut Nazwa, hal tersebut mungkin saja dikoordinasikan.

Namun berlandaskan kepedulian, Nazwa mengatakan bahwa pihak Puskesmas S Parman dan kelurahan sempat melakukan pengecekan terhadap kondisi bayi tersebut.

Pihaknya saat ini hanya bisa memberikan penyembuhan atau sentuhan secara mental kepada keluarga si bayi.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih, berkunjung ke rumah nenek si bayi di Jalan Ternate, Banjarmasin, Sabtu (5/8) sore.

Bagi Sri, ini juga merupakan tantangan anggota dewan bagaimana caranya membantu warga yang awalnya berdomisi di Banjarmasin namun cabut berkas dan pindah ke Nangabulik, Lamandau, Kalimantan Tengah satu bulan lalu.

“Dalam konteks ini ketika ada pasien dengan kondisi yang bisa dibilang menderita maka ada keprihatinan yang muncul dari komisi IV. Senin kami akan koordinasi dengan Dinkes dan BPJS menanyakan apakah mereka bisa dibantu,” katanya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 16:41

Tiba di Madinah, Jemaah Banua Mengeluh Sakit Kepala dan Gatal-gatal

BANJARBARU - Baru tiba di Madinah beberapa hari, jemaah haji asal Banua kloter 01 dan 02 harus berhadapan…

Senin, 23 Juli 2018 16:26

Nasib Rumah Lanting di Banjarmasin Mulai Terlupakan

Di tengah gencarnya pembangunan siring beton, rumah lanting perlahan mulai rontok satu per satu. Lalu,…

Senin, 23 Juli 2018 15:59

Segini Ganti Rugi 15 Rumah di Jalan Taruna Praja Banjarbaru

BANJARBARU - Sebanyak 15 rumah warga Jalan Taruna Praja 1 RT 42, RW 9 rata dengan tanah, Sabtu (21/7)…

Senin, 23 Juli 2018 15:19

Alat Pemenang Proyek Rp12,7 M di Kotabaru Dipertanyakan

KOTABARU - Tidak terima digugurkan pada proyek Rp12,7 Miliar, PT Arta Cipta Permata (ACP) melayangkan…

Senin, 23 Juli 2018 12:59
Parlementaria

Anggaran untuk Kepemudaan Kalah dengan Daerah Lain

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun bidang…

Senin, 23 Juli 2018 12:56
Pemko Banjarbaru

Ketua TP PKK Banjarbaru Hadiri Pelatihan Pembuatan Hantaran

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Koperasi UMKM…

Senin, 23 Juli 2018 11:36

Bebaskan Tanbu dari Campak dan Rubella

BATULICIN – Sebagai upaya meningkatkan kesehatan Anak di Kabupaten Tanah Bumbu, Kecamatan Sungai…

Senin, 23 Juli 2018 11:34

Prestasi Atlet Pelajar Asal Tanbu Membanggakan

BATULICIN - Atlet asal Kabupaten Tanah Bumbu memberikan sebuah persembahan terbaik bagi daerahnya dalam…

Senin, 23 Juli 2018 11:33

Pemkab Tanbu Lelang Jabatan Empat Eselon II

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengumumkan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama…

Minggu, 22 Juli 2018 11:30
Breaking News

Ulama Kharismatik Banjarbaru Berpulang

BANJARBARU - Umat Islam di Kalsel, khususnya warga Kota Banjarbaru kembali kehilangan ulama yang sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .