MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 07 Agustus 2017 11:21
Tak Ada Biaya Lagi, Maulana Terpaksa Dipulangkan
KUNJUNGAN: Ketua Komisi IV mengunjungi Maulana, bayi penderita sakit bengkat pada bagian perut, Sabtu (5/8) sore.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Berawal dari badannya yang berwarna kuning hingga bagian mata, Ahmad Maulana terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Namun karena tidak adanya biaya, akhirnya bayi tersebut dibawa pulang ke rumah neneknya di Jalan Ternate, RT 18 Banjarmasin.

Ibu Maulana, Siti Sarinah, mengatakan sebelumnya anaknya sempat dirawat di rumah sakit Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin selama tiga hari.

Namun, karena tidak punya BPJS karena identitas kependudukan dirinya dan suaminya bukan domisili Banjarmasin akhirnya Siti hanya mampu merawat anaknya selama tiga hari.

Siti terpaksa mengikuti perawatan dengan tipe umum di RSUD Ulin tersebut dan mengeluarkan banyak biaya. “Satu hari di IGD dan dua hari di ruang ICU. Tapi mau tidak mau harus dibawa pulang karena nggak sanggup biaya,” bebernya.

Selama tiga hari dirawat di RSUD Ulin sudah menghabiskan uang Rp7,2 juta. Setelah dibawa pulang ke rumah, kondisi Maulana lebih parah dari sebelumnya.

Perut bayi semakin membengkak. Biru di sejumlah titik bekas suntikan di tangan anaknya juga belum pulih. Kini hanya mengandalkan pengobatan tradisional. Berbagai macam upaya lainnya juga dilakukan perempuan yang berdomisi di Nangabulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah tersebut.

Selama tiga hari terakhir, dikatakan Siti, anaknya sudah tidak mau meminum ASI secara langsung.

Supaya tidak kehausan, Siti memompa ASI miliknya dan diberikan ke Maulana menggunakan sendok. “Kalau malam merintih merasakan sakit yang dialami. Saya sebagai seorang ibu ikut merasakan apa yang dia rasa,” katanya.

Semenjak 17 hari lalu pulang dari rumah sakit, hanya sekali saja Maulana dimandikan. Siti khawatir anaknya kesakitan saat diangkat, karena mandi harus dipegang dan berdiri.

Maulana terpaksa hanya diseka menggunakan handuk basah. Maulana juga terpaksa tidak dipasangi popok karena terjadi pembesaran di bagian kelaminnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Nazwa Adibah, mengatakan Dinkes Kota tidak bisa membantu banyak. Hal itu dikarenakan status domisili orangtua Maulana bukan dari Kalsel, melainkan Kalteng.

Terkecuali apabila rumah sakit sebelumnya memberikan rujukan ke RSUD Ulin, dan RSUD Ulin memberikan rujukan kembali. Menurut Nazwa, hal tersebut mungkin saja dikoordinasikan.

Namun berlandaskan kepedulian, Nazwa mengatakan bahwa pihak Puskesmas S Parman dan kelurahan sempat melakukan pengecekan terhadap kondisi bayi tersebut.

Pihaknya saat ini hanya bisa memberikan penyembuhan atau sentuhan secara mental kepada keluarga si bayi.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih, berkunjung ke rumah nenek si bayi di Jalan Ternate, Banjarmasin, Sabtu (5/8) sore.

Bagi Sri, ini juga merupakan tantangan anggota dewan bagaimana caranya membantu warga yang awalnya berdomisi di Banjarmasin namun cabut berkas dan pindah ke Nangabulik, Lamandau, Kalimantan Tengah satu bulan lalu.

“Dalam konteks ini ketika ada pasien dengan kondisi yang bisa dibilang menderita maka ada keprihatinan yang muncul dari komisi IV. Senin kami akan koordinasi dengan Dinkes dan BPJS menanyakan apakah mereka bisa dibantu,” katanya.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 17:21

Latdas PMR SMK PP N Banjarbaru, Latih Siswa Peduli Sesama

BANJARBARU - SMK PP Negeri Banjarbaru melengkapi keterampilan dasar peserta didiknya dengan membangun…

Senin, 19 Februari 2018 14:37
Berita Tabalong

ASN Tabalong Diingatkan Soal Netralitas Pilkada

TANJUNG - Lagi-lagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tabalong diingatkan…

Senin, 19 Februari 2018 14:34

Tata Kawasan Tambang Kalsel, Dewan Siapkan Perda Tambang

Salah satu pemicu persoalan tambang di Kalimantan Selatan adalah tidak adanya peraturan daerah yang…

Senin, 19 Februari 2018 14:29

Persiapkan Acara Haul, Tim Sound System Kerja Ekstra

MARTAPURA – Pemasangan pengeras suara di Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul ternyata sudah dilaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 13:54

Disbudpar Minta Bantuan Satpol PP Tertibkan Pedagang Siring Tandean

BANJARMASIN - Pukul 15:00 Wita, puluhan pedagang kaki lima (PKL) mulai membuka lapak di Siring Pirre…

Senin, 19 Februari 2018 13:14

Dewan Ingin ada CCTV Online di Pembatuan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mengapresiasi program Pemkot Banjarbaru yang mengaktifkan CCTV secara online…

Senin, 19 Februari 2018 11:14
Pemko Banjarbaru

Wakil Walikota Hadiri Musyawarah KONI Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan bersama perwakilan KONI Kalsel Syarifudin,…

Senin, 19 Februari 2018 10:14

Mardani Serahkan Donasi Warga Banua untuk Palestina

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming menyerahkan donasi warga banua untuk rakyat Palestina hasil…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Rencana DKBP3A Tanah Bumbu Bentuk SRA

BATULICIN - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten…

Senin, 19 Februari 2018 10:11

Anak Ponpes Darul Ijabah Gunung Tinggi Dilatih Kesamaptaan

BATULICIN - Puluhan Santri Pondok Pesantren Darul Ijabah Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin dilatih kesamaptaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .