MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 13:01
Kala Perantau Asal Sulawesi Selatan Bertemu

Populasi yang Besar Miliki Nilai Jual Politik

KEAKRABAN: Gubernur Sahbirin menyanyikan lagu andalan saat halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalsel di Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin.

PROKAL.CO, Sejak dulu, orang Sulawesi Selatan terkenal dengan jiwa perantaunya. Mereka tak hanya tersebar di negeri ini. Namun, hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Di Kalsel, jumlah perantau mereka mencapai 800 ribu orang.

 ---------------------------------------------------------

MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

 ---------------------------------------------------------

Lima penari perempuan dengan pakaian tradisional Sulawesi Selatan (Sulsel) tampak luwes membawakan Tari Paduppa di panggung utama Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin saat Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kalsel. Tarian ini seperti pengobat rindu perantau asal Sulsel yang sudah lama menetap di Banua.

Tak hanya disuguhi tarian dan lagu lagu asal Sulawesi Selatan, para tamu undangan juga disajikan makanan khas daerah untuk semakin mengingatkan tempat asal mereka, salah satunya Soto Makkasar.

Wandi, warga Sulsel yang sudah 6 tahun menjadi warga Kalsel mengaku, acara ini sangat ditunggu tunggu dirinya tiap tahun. Maklum, dirinya sejak merantau belum sempat kembali ke kampung halaman. Pasalnya, saat ini orangtuanya di Makassar sudah tak ada. Terlebih dia sudah menyunting gadis asal Banjarmasin.

“Acara ini sebagai pengobat rindu warga perantau seperti saya. Apalagi banyak rekan dari kampung halaman yang sudah lama tak bersua,” tuturnya.

Di Kalsel, perantau asal Sulsel yang terkenal ulet dan punya semangat juang dan semangat hidup besar, tak hanya banyak yang sukses sebagai pedagang dan pengusaha sukses. Namun, banyak pula yang mengabdikan dirinya sebagai birokrat dan lembaga pemerintahan, bahkan tak hanya di eksekutif, perantau asal Sulsel pun ada di legislatif.

Salah satu hal yang membuat orang Sulsel diterima di mana-mana dan cocok dengan warga setempat adalah semboyan kuat mereka, yakni di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung. Terlebih secara emosional dua provinsi ini berdekatan, khususnya di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara, alunan lagu lagu Sulsel membuat undangan semakin terlarut dengan suasana kampung halaman mereka. Maklum, halalbihalal ini, selain sebagai pengobat rindu mereka dengan kampung halaman, juga sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan antar warga Sulsel di Kalsel.

Undangan yang hadir kemarin mencapai lebih dari seribu orang. Bahkan, lahan parkir Mahligai Pancasila tak mampu menampung. Alhasil, parkir pun hingga melebur ke sisi Jalan R Suprapto. Panitia sendiri menyiapkan makanan sebanyak 2 ribu porsi.

Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) KKSS Kalsel, Prof Alim Bachri mengatakan, warga Sulsel yang merantau ke Banua jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Dengan jumlah populasi sebanyak itu, perantau yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu meminta harus berkontribusi secara aktif untuk menyukseskan program pembangunan di daerah dan jangan malah menjadi beban bagi daerah perantauan.

Kehadiran warga Sulsel di Kalsel diharapkannya menjadi kekuatan pembangunan ekonomi di daerah setempat. Baik dari sisi tenaga kerja, produktivitas, bahkan sangat potensial pula dari sisi politis. “Dari sisi politik pun dengan jumlah populasi sebanyak itu, memiliki posisi tawar yang sangat tinggi,” ujarnya. (al/ram)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .