MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 13:01
Kala Perantau Asal Sulawesi Selatan Bertemu

Populasi yang Besar Miliki Nilai Jual Politik

KEAKRABAN: Gubernur Sahbirin menyanyikan lagu andalan saat halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalsel di Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin.

PROKAL.CO, Sejak dulu, orang Sulawesi Selatan terkenal dengan jiwa perantaunya. Mereka tak hanya tersebar di negeri ini. Namun, hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Di Kalsel, jumlah perantau mereka mencapai 800 ribu orang.

 ---------------------------------------------------------

MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

 ---------------------------------------------------------

Lima penari perempuan dengan pakaian tradisional Sulawesi Selatan (Sulsel) tampak luwes membawakan Tari Paduppa di panggung utama Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin saat Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kalsel. Tarian ini seperti pengobat rindu perantau asal Sulsel yang sudah lama menetap di Banua.

Tak hanya disuguhi tarian dan lagu lagu asal Sulawesi Selatan, para tamu undangan juga disajikan makanan khas daerah untuk semakin mengingatkan tempat asal mereka, salah satunya Soto Makkasar.

Wandi, warga Sulsel yang sudah 6 tahun menjadi warga Kalsel mengaku, acara ini sangat ditunggu tunggu dirinya tiap tahun. Maklum, dirinya sejak merantau belum sempat kembali ke kampung halaman. Pasalnya, saat ini orangtuanya di Makassar sudah tak ada. Terlebih dia sudah menyunting gadis asal Banjarmasin.

“Acara ini sebagai pengobat rindu warga perantau seperti saya. Apalagi banyak rekan dari kampung halaman yang sudah lama tak bersua,” tuturnya.

Di Kalsel, perantau asal Sulsel yang terkenal ulet dan punya semangat juang dan semangat hidup besar, tak hanya banyak yang sukses sebagai pedagang dan pengusaha sukses. Namun, banyak pula yang mengabdikan dirinya sebagai birokrat dan lembaga pemerintahan, bahkan tak hanya di eksekutif, perantau asal Sulsel pun ada di legislatif.

Salah satu hal yang membuat orang Sulsel diterima di mana-mana dan cocok dengan warga setempat adalah semboyan kuat mereka, yakni di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung. Terlebih secara emosional dua provinsi ini berdekatan, khususnya di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara, alunan lagu lagu Sulsel membuat undangan semakin terlarut dengan suasana kampung halaman mereka. Maklum, halalbihalal ini, selain sebagai pengobat rindu mereka dengan kampung halaman, juga sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan antar warga Sulsel di Kalsel.

Undangan yang hadir kemarin mencapai lebih dari seribu orang. Bahkan, lahan parkir Mahligai Pancasila tak mampu menampung. Alhasil, parkir pun hingga melebur ke sisi Jalan R Suprapto. Panitia sendiri menyiapkan makanan sebanyak 2 ribu porsi.

Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) KKSS Kalsel, Prof Alim Bachri mengatakan, warga Sulsel yang merantau ke Banua jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Dengan jumlah populasi sebanyak itu, perantau yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu meminta harus berkontribusi secara aktif untuk menyukseskan program pembangunan di daerah dan jangan malah menjadi beban bagi daerah perantauan.

Kehadiran warga Sulsel di Kalsel diharapkannya menjadi kekuatan pembangunan ekonomi di daerah setempat. Baik dari sisi tenaga kerja, produktivitas, bahkan sangat potensial pula dari sisi politis. “Dari sisi politik pun dengan jumlah populasi sebanyak itu, memiliki posisi tawar yang sangat tinggi,” ujarnya. (al/ram)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .