MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 13:01
Kala Perantau Asal Sulawesi Selatan Bertemu

Populasi yang Besar Miliki Nilai Jual Politik

KEAKRABAN: Gubernur Sahbirin menyanyikan lagu andalan saat halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalsel di Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin.

PROKAL.CO, Sejak dulu, orang Sulawesi Selatan terkenal dengan jiwa perantaunya. Mereka tak hanya tersebar di negeri ini. Namun, hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Di Kalsel, jumlah perantau mereka mencapai 800 ribu orang.

 ---------------------------------------------------------

MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

 ---------------------------------------------------------

Lima penari perempuan dengan pakaian tradisional Sulawesi Selatan (Sulsel) tampak luwes membawakan Tari Paduppa di panggung utama Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin saat Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kalsel. Tarian ini seperti pengobat rindu perantau asal Sulsel yang sudah lama menetap di Banua.

Tak hanya disuguhi tarian dan lagu lagu asal Sulawesi Selatan, para tamu undangan juga disajikan makanan khas daerah untuk semakin mengingatkan tempat asal mereka, salah satunya Soto Makkasar.

Wandi, warga Sulsel yang sudah 6 tahun menjadi warga Kalsel mengaku, acara ini sangat ditunggu tunggu dirinya tiap tahun. Maklum, dirinya sejak merantau belum sempat kembali ke kampung halaman. Pasalnya, saat ini orangtuanya di Makassar sudah tak ada. Terlebih dia sudah menyunting gadis asal Banjarmasin.

“Acara ini sebagai pengobat rindu warga perantau seperti saya. Apalagi banyak rekan dari kampung halaman yang sudah lama tak bersua,” tuturnya.

Di Kalsel, perantau asal Sulsel yang terkenal ulet dan punya semangat juang dan semangat hidup besar, tak hanya banyak yang sukses sebagai pedagang dan pengusaha sukses. Namun, banyak pula yang mengabdikan dirinya sebagai birokrat dan lembaga pemerintahan, bahkan tak hanya di eksekutif, perantau asal Sulsel pun ada di legislatif.

Salah satu hal yang membuat orang Sulsel diterima di mana-mana dan cocok dengan warga setempat adalah semboyan kuat mereka, yakni di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung. Terlebih secara emosional dua provinsi ini berdekatan, khususnya di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara, alunan lagu lagu Sulsel membuat undangan semakin terlarut dengan suasana kampung halaman mereka. Maklum, halalbihalal ini, selain sebagai pengobat rindu mereka dengan kampung halaman, juga sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan antar warga Sulsel di Kalsel.

Undangan yang hadir kemarin mencapai lebih dari seribu orang. Bahkan, lahan parkir Mahligai Pancasila tak mampu menampung. Alhasil, parkir pun hingga melebur ke sisi Jalan R Suprapto. Panitia sendiri menyiapkan makanan sebanyak 2 ribu porsi.

Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) KKSS Kalsel, Prof Alim Bachri mengatakan, warga Sulsel yang merantau ke Banua jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Dengan jumlah populasi sebanyak itu, perantau yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu meminta harus berkontribusi secara aktif untuk menyukseskan program pembangunan di daerah dan jangan malah menjadi beban bagi daerah perantauan.

Kehadiran warga Sulsel di Kalsel diharapkannya menjadi kekuatan pembangunan ekonomi di daerah setempat. Baik dari sisi tenaga kerja, produktivitas, bahkan sangat potensial pula dari sisi politis. “Dari sisi politik pun dengan jumlah populasi sebanyak itu, memiliki posisi tawar yang sangat tinggi,” ujarnya. (al/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .