MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 13:01
Kala Perantau Asal Sulawesi Selatan Bertemu

Populasi yang Besar Miliki Nilai Jual Politik

KEAKRABAN: Gubernur Sahbirin menyanyikan lagu andalan saat halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalsel di Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin.

PROKAL.CO, Sejak dulu, orang Sulawesi Selatan terkenal dengan jiwa perantaunya. Mereka tak hanya tersebar di negeri ini. Namun, hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Di Kalsel, jumlah perantau mereka mencapai 800 ribu orang.

 ---------------------------------------------------------

MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

 ---------------------------------------------------------

Lima penari perempuan dengan pakaian tradisional Sulawesi Selatan (Sulsel) tampak luwes membawakan Tari Paduppa di panggung utama Mahligai Pancasila, Sabtu (5/8) kemarin saat Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kalsel. Tarian ini seperti pengobat rindu perantau asal Sulsel yang sudah lama menetap di Banua.

Tak hanya disuguhi tarian dan lagu lagu asal Sulawesi Selatan, para tamu undangan juga disajikan makanan khas daerah untuk semakin mengingatkan tempat asal mereka, salah satunya Soto Makkasar.

Wandi, warga Sulsel yang sudah 6 tahun menjadi warga Kalsel mengaku, acara ini sangat ditunggu tunggu dirinya tiap tahun. Maklum, dirinya sejak merantau belum sempat kembali ke kampung halaman. Pasalnya, saat ini orangtuanya di Makassar sudah tak ada. Terlebih dia sudah menyunting gadis asal Banjarmasin.

“Acara ini sebagai pengobat rindu warga perantau seperti saya. Apalagi banyak rekan dari kampung halaman yang sudah lama tak bersua,” tuturnya.

Di Kalsel, perantau asal Sulsel yang terkenal ulet dan punya semangat juang dan semangat hidup besar, tak hanya banyak yang sukses sebagai pedagang dan pengusaha sukses. Namun, banyak pula yang mengabdikan dirinya sebagai birokrat dan lembaga pemerintahan, bahkan tak hanya di eksekutif, perantau asal Sulsel pun ada di legislatif.

Salah satu hal yang membuat orang Sulsel diterima di mana-mana dan cocok dengan warga setempat adalah semboyan kuat mereka, yakni di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung. Terlebih secara emosional dua provinsi ini berdekatan, khususnya di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara, alunan lagu lagu Sulsel membuat undangan semakin terlarut dengan suasana kampung halaman mereka. Maklum, halalbihalal ini, selain sebagai pengobat rindu mereka dengan kampung halaman, juga sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan antar warga Sulsel di Kalsel.

Undangan yang hadir kemarin mencapai lebih dari seribu orang. Bahkan, lahan parkir Mahligai Pancasila tak mampu menampung. Alhasil, parkir pun hingga melebur ke sisi Jalan R Suprapto. Panitia sendiri menyiapkan makanan sebanyak 2 ribu porsi.

Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) KKSS Kalsel, Prof Alim Bachri mengatakan, warga Sulsel yang merantau ke Banua jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Dengan jumlah populasi sebanyak itu, perantau yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu meminta harus berkontribusi secara aktif untuk menyukseskan program pembangunan di daerah dan jangan malah menjadi beban bagi daerah perantauan.

Kehadiran warga Sulsel di Kalsel diharapkannya menjadi kekuatan pembangunan ekonomi di daerah setempat. Baik dari sisi tenaga kerja, produktivitas, bahkan sangat potensial pula dari sisi politis. “Dari sisi politik pun dengan jumlah populasi sebanyak itu, memiliki posisi tawar yang sangat tinggi,” ujarnya. (al/ram)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…

Senin, 05 Februari 2018 10:12
Laporan dari Perayaan Hari Kanker Sedunia 2018

Selundupkan Obat Kanker Demi Bertahan Hidup

Vonis kanker ibarat tenggat waktu menuju kematian. Anggapan itulah yang coba dikikis Chalid dan Humaidi.…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:43

Mengunjungi Taman HR Seribu Bunga di Desa Tanah Bangkang

Bagi penikmat pemandangan pegunungan, silakan coba kawasan yang baru saja dibuka di Kabupaten Hulu Sungai…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:40

Ketika Mereka Melawan Kanker dengan Harapan

Besok (4/2) masyarakat dunia memperingati Hari Kanker. Inilah kisah Aisyah dan Burhanuddin, penderita…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .