MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 13:23
Suhaimi, Pria yang Taklukan Jakarta dengan Soto Kuin

Sempat Kerja Serabutan, Akhirnya Kembali Kembangkan Resep Leluhur

INSPIRATIF: Suhaimi bersama para tokoh Banua di kedai Soto Kuinnya di Jakarta. Pemuda asal Kuin Banjarmasin ini, coba taklukkan Jakarta dengan soto leluhur.

PROKAL.CO, Suhaimi merantau ke Jakarta, hanya berbekal resep leluhur. Doa-doa dan sisa duka masa lalu membawanya ke ibukota. Soto Kuin, dia jual di sana.


ZALYAN SHODIQIN ABDI, Jakarta

Suhai, demikian dia akrab disapa. Pria paruh baya kelahiran Kuin Banjarmasin ini, belum lama tadi membagi kisah hidupnya kepada Radar Banjarmasin.

Dia adalah anak dari pedagang soto di Kampung Kuin Banjarmasin. Ayahnya berjualan soto di Pasar Antasari. Warga dari penjuru pesisir sungai, biasa makan di warung soto pasar tradisional Banjarmasin itu usai berbelanja.

Namun tidak lama, di era tahun 90 an, pemerintah melakukan perombakan pada struktur pasar. Soto Kuin milik ayah Suhai, seperti pada banyak kasus serupa, akhirnya sepi. Perubahan pasar membuat lokasi sotonya tidak lagi strategis.

"Akhirnya habis hujungan (keuntungan)," kenang Suhai. Saat itu dia masih remaja, umuran SMA.

Singkat cerita, Suhai berangkat ke Jakarta. Dia sekolah di sana, numpang di rumah keluarganya. Dia kuliah di Santa Lusia Jakarta, mengambil jurusan manajemen pendidikan informatika dan komputer. Kampus itu dia pilih karena dekat dengan tempat tinggal. Suhai selesai kuliah tahun 1997.

Di Jakarta dia bekerja serabutan. "Tahu sendiri, Jakarta bagaimana. Jangankan diploma, sarjana saja sejibun. Semua pekerjaan saya kerjakan saat itu yang penting halal," akunya.

Pada tahun 2002 dia menikah dengan gadis cantik yang juga kenalannya di Jakarta. Mereka dikaruniai seorang anak tidak lama kemudian. Namun malang, saat tengah asyik membina rumah tangga bersama anak pertama, titipan Tuhan itu diambil ke haribaan. Tak lama kemudian, ayah Suhai juga berpulang. Kehilangan dua orang yang dicintai membuat Suhai memutuskan balik ke Banjarmasin pada 2004 silam.

Di Banjarmasin, dia mencoba bangkit dari duka. Mulai bekerja di HBI Banjarmasin. Setalah beberapa tahun, Suhai kembali dikarunia anak. Hidupnya kembali bergairah. "Waktu itu saya mikir dan ingat orang tua. Saya ingat soto," kenangnya.

Di sanalah titik balik bermula. Usai bekerja, Suhai mencoba meracik soto Kuin yang bercita rasa khas itu. "Keluarga kami memang punya racikan khusus," ujarnya. Setelah dia yakin, dengan uang tabungan dan modal rekan-rekannya, Suhai mulai membuka kedai Soto Kuin di Banjarmasin.

Mungkin karena memang punya garis tangan di bidang kuliner, kedai Suhai berkembang cepat. Sementara koleganya juga semakin banyak. Tidak lama dia mendapat kepercayaan modal dari rekan di Palangkaraya. Di sana dibuka rumah makan besar dengan menu utama Soto Kuin. Tidak berhenti sampai di situ, usahanya juga merambah ke Duta Mall.

"Kami bersyukur, resep leluhur ternyata membawa berkah," ucapnya.

Karena ingin fokus, Suhai pun berhenti kerja di HBI. Dia mulai menggeluti usaha soto secara profesional. "Yang berkesan, dengan makanan saya bisa duduk semeja dengan orang-orang hebat. Di Palangkaraya, Band Gigi juga pernah ke rumah makan, saya duduk semeja dengan mereka," kenang Suhai.

Mungkin karena masih penasaran dengan ibukota, setelah bisnis kuliner jalannya lumayan jalan, Suhaimi pun kembali hijrah ke Jakarta. "Kan banyak orang Banua tinggal di Jakarta, mereka pasti rindu masakan kampung," ucapnya bersemangat.

Awal Juli 2017, dibukalah kedai Soto Kuin di kawasan kuliner, persisnya samping Gedung Bank Syariah Mandiri Jakarta. Suhai mulai gencar mempromosikan makanannya melalui sosial media. Benar saja, tidak lama, dalam waktu hampir bersamaan, datang ke kedainya pengusaha asal Banua, Tajerian Noor dan anggota DPR RI juga dari Banua, Aditya Mufti Ariffin.

Kepada Radar Banjarmasin, Aditya dan Tajerian, senada mengatakan Soto Kuin yang dijual Suhai rasanya sama dengan soto Kuin di Banua. Dua pemuda ini berharap Suhai terus mengembangkan usahanya dengan maksimal. Begitu juga dengan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dia menyatakan rasa bangganya di sebuah percakapan sosial media.

Suhai sendiri mengaku tidak pernah menyangka kalau di bulan awal, kedainya justru didatangi Tajeri dan Aditya. Dan belum lama tadi, mantan Wagub Kalsel Rosehan NB juga datang. "Belum pernah duduk sama-sama. Saya cuma upload foto soto, mereka datang beneran," kata Suhai tak mampu sembunyikan rasa bangganya.

"Jadi itu yang berkesan dari usaha saya, soto ternyata salah satu jalan hidup berkenalan dengan orang-orang hebat. Mereka itu kan supersibuk, dan saya bangga bisa duduk satu meja dan berbincang dengan mereka," tambahnya.

Di Jakarta kini, Suhai bercita bisa membuat rumah makan besar dengan menu utama soto Kuin. Dia percaya, resep leluhurnya, makanan yang disantap raja-raja Banjar dulu kala, bisa diterima baik oleh ibukota. (yn/ran)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .