MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 07 Agustus 2017 13:23
Suhaimi, Pria yang Taklukan Jakarta dengan Soto Kuin

Sempat Kerja Serabutan, Akhirnya Kembali Kembangkan Resep Leluhur

INSPIRATIF: Suhaimi bersama para tokoh Banua di kedai Soto Kuinnya di Jakarta. Pemuda asal Kuin Banjarmasin ini, coba taklukkan Jakarta dengan soto leluhur.

PROKAL.CO, Suhaimi merantau ke Jakarta, hanya berbekal resep leluhur. Doa-doa dan sisa duka masa lalu membawanya ke ibukota. Soto Kuin, dia jual di sana.


ZALYAN SHODIQIN ABDI, Jakarta

Suhai, demikian dia akrab disapa. Pria paruh baya kelahiran Kuin Banjarmasin ini, belum lama tadi membagi kisah hidupnya kepada Radar Banjarmasin.

Dia adalah anak dari pedagang soto di Kampung Kuin Banjarmasin. Ayahnya berjualan soto di Pasar Antasari. Warga dari penjuru pesisir sungai, biasa makan di warung soto pasar tradisional Banjarmasin itu usai berbelanja.

Namun tidak lama, di era tahun 90 an, pemerintah melakukan perombakan pada struktur pasar. Soto Kuin milik ayah Suhai, seperti pada banyak kasus serupa, akhirnya sepi. Perubahan pasar membuat lokasi sotonya tidak lagi strategis.

"Akhirnya habis hujungan (keuntungan)," kenang Suhai. Saat itu dia masih remaja, umuran SMA.

Singkat cerita, Suhai berangkat ke Jakarta. Dia sekolah di sana, numpang di rumah keluarganya. Dia kuliah di Santa Lusia Jakarta, mengambil jurusan manajemen pendidikan informatika dan komputer. Kampus itu dia pilih karena dekat dengan tempat tinggal. Suhai selesai kuliah tahun 1997.

Di Jakarta dia bekerja serabutan. "Tahu sendiri, Jakarta bagaimana. Jangankan diploma, sarjana saja sejibun. Semua pekerjaan saya kerjakan saat itu yang penting halal," akunya.

Pada tahun 2002 dia menikah dengan gadis cantik yang juga kenalannya di Jakarta. Mereka dikaruniai seorang anak tidak lama kemudian. Namun malang, saat tengah asyik membina rumah tangga bersama anak pertama, titipan Tuhan itu diambil ke haribaan. Tak lama kemudian, ayah Suhai juga berpulang. Kehilangan dua orang yang dicintai membuat Suhai memutuskan balik ke Banjarmasin pada 2004 silam.

Di Banjarmasin, dia mencoba bangkit dari duka. Mulai bekerja di HBI Banjarmasin. Setalah beberapa tahun, Suhai kembali dikarunia anak. Hidupnya kembali bergairah. "Waktu itu saya mikir dan ingat orang tua. Saya ingat soto," kenangnya.

Di sanalah titik balik bermula. Usai bekerja, Suhai mencoba meracik soto Kuin yang bercita rasa khas itu. "Keluarga kami memang punya racikan khusus," ujarnya. Setelah dia yakin, dengan uang tabungan dan modal rekan-rekannya, Suhai mulai membuka kedai Soto Kuin di Banjarmasin.

Mungkin karena memang punya garis tangan di bidang kuliner, kedai Suhai berkembang cepat. Sementara koleganya juga semakin banyak. Tidak lama dia mendapat kepercayaan modal dari rekan di Palangkaraya. Di sana dibuka rumah makan besar dengan menu utama Soto Kuin. Tidak berhenti sampai di situ, usahanya juga merambah ke Duta Mall.

"Kami bersyukur, resep leluhur ternyata membawa berkah," ucapnya.

Karena ingin fokus, Suhai pun berhenti kerja di HBI. Dia mulai menggeluti usaha soto secara profesional. "Yang berkesan, dengan makanan saya bisa duduk semeja dengan orang-orang hebat. Di Palangkaraya, Band Gigi juga pernah ke rumah makan, saya duduk semeja dengan mereka," kenang Suhai.

Mungkin karena masih penasaran dengan ibukota, setelah bisnis kuliner jalannya lumayan jalan, Suhaimi pun kembali hijrah ke Jakarta. "Kan banyak orang Banua tinggal di Jakarta, mereka pasti rindu masakan kampung," ucapnya bersemangat.

Awal Juli 2017, dibukalah kedai Soto Kuin di kawasan kuliner, persisnya samping Gedung Bank Syariah Mandiri Jakarta. Suhai mulai gencar mempromosikan makanannya melalui sosial media. Benar saja, tidak lama, dalam waktu hampir bersamaan, datang ke kedainya pengusaha asal Banua, Tajerian Noor dan anggota DPR RI juga dari Banua, Aditya Mufti Ariffin.

Kepada Radar Banjarmasin, Aditya dan Tajerian, senada mengatakan Soto Kuin yang dijual Suhai rasanya sama dengan soto Kuin di Banua. Dua pemuda ini berharap Suhai terus mengembangkan usahanya dengan maksimal. Begitu juga dengan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dia menyatakan rasa bangganya di sebuah percakapan sosial media.

Suhai sendiri mengaku tidak pernah menyangka kalau di bulan awal, kedainya justru didatangi Tajeri dan Aditya. Dan belum lama tadi, mantan Wagub Kalsel Rosehan NB juga datang. "Belum pernah duduk sama-sama. Saya cuma upload foto soto, mereka datang beneran," kata Suhai tak mampu sembunyikan rasa bangganya.

"Jadi itu yang berkesan dari usaha saya, soto ternyata salah satu jalan hidup berkenalan dengan orang-orang hebat. Mereka itu kan supersibuk, dan saya bangga bisa duduk satu meja dan berbincang dengan mereka," tambahnya.

Di Jakarta kini, Suhai bercita bisa membuat rumah makan besar dengan menu utama soto Kuin. Dia percaya, resep leluhurnya, makanan yang disantap raja-raja Banjar dulu kala, bisa diterima baik oleh ibukota. (yn/ran)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .