MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 08 Agustus 2017 14:44
Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Penghapusan Tiga Cagar Budaya di Kalsel
ADA PLANG CAGAR BUDAYA: Makam Tumpang Talu, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tiga situs di Kalimantan Selatan ternyata belum terdaftar sebagai cagar budaya. Karena itu, Kemendikbud menegaskan informasi yang beredar bahwa pihaknya menghapus status ketiga cagar budaya itu tidak benar. “Bagaimana dihapus.

Wong ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai UU nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya saja juga belum,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harri Widianto kepada Radar Banjarmasin, Senin kemarin (7/8).

Situs-situs yang disebutkan itu adalah Makam Datu Abulung di Martapura, Makam Datu Sanggul di Tapin, dan Makam Datu Tumpang Talu di Kandangan. Dalam beberapa hari terakhir, ketiga situs ini sempat disebutkan akan dihapus sebagai cagar budaya. Lalu apa permasalahan sebenarnya?

Harri Widianto kemudian menjelaskan duduk persoalan yang sedang terjadi. Awalnya, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur mengeluarkan surat pada 20 Februari 2017 lalu.

Surat itu dikirim ke Kadisbudpar Tapin, Kadisdik Hulu Sungai Selatan dan Kadisbudpar Banjar. Isinya adalah menarik para tenaga juru pelihara (jupel) yang selama ini bekerja merawat di ketiga makam itu.

Alasan penarikan para jupel itu adalah karena status ketiga makam itu belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Kemendikbud khawatir jika menempatkan jupel di makam yang belum berstatus cagar budaya, anggaran gajinya bakal jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Setelah jupel ditarik, diharapkan dinas setempat yang menempatkan pegawainya sebagai juru pelihara,” jelasnya.

Harri juga menegaskan penetapan cagar budaya belum sampai di meja menteri. Penetapan cagar budaya justru diambil oleh kepala daerah setempat. “Jadi mohon dibantu klarifikasi dari Kemendikbud ini disampaikan ke publik,”
katanya.

Dia menambahkan, BPCB Kaltim mengakhiri tugas juru pelihara di tiga makam tersebut karena dinilai daerah setempat sudah punya kemampuan sendiri, sementara anggaran dialihkan ke situs lain yang belum punya kemampuan. “Tidak ada hubungan sama sekali dengan pencabutan status cagar budaya, apalagi penghapusan tokoh,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Ahmad Subakti usai rapat kerja bersama di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, Kamis (3/8), menjelaskan tiga dari 42 cagar budaya di Kalsel dihapus oleh Kemendikbud. Menurutnya, penghapusan itu karena rancang bangun makam tersebut sudah diubah dari aslinya.

Subakti ketika dikonfirmasi ulang soal penghapusan cagar budaya ini, Senin (7/8) kemarin mengatakan informasi penghapusan ini didapatnya dari Kepala Seksi Kebudayaan Disdikbud Kalsel.

Informasi tersebut berdasarkan surat yang diterima pihaknya pada bulan Maret lalu dari BPCB Kalimantan Timur.
Dalam surat tersebut terangnya, mengatakan jupel tiga makam tersebut sudah dihapus dan tak lagi dibayar gajinya oleh pemerintah pusat.

Nah, atas dasar itulah, pihaknya berpendapat, tiga makam yang selama ini dinyatakan sebagai cagar budaya sudah tak diakui oleh pemerintah pusat.
Subakti sendiri mengaku, dirinya baru beberapa hari menjabat sebagai Kabid Budaya.

Apalagi terangnya, bidang budaya di Disdik Kalsel belum berjalan maksimal setelah merger dengan Disdik yang sebelumya berada di Dinas Pariwisata Olaharaga dan Kebudayaan Kalsel.

“Ini yang harus saya luruskan termasuk jumlah cagar budaya yang diakui oleh pemerintah pusat melalui undang-undang,” ujarnya. (wan/mof/yn/ran)a


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 13:24

Berikan Kiat Cara Bekerja Dengan Bahagia

BANJARBARU - Program kelas inspirasi yang digelar oleh General Manager Community Plus (GMC+) bekerja…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…

Jumat, 24 November 2017 11:02

Atasi Genangan dan Sampah Kiriman, ini yang Dilakukan Pemko

BANJARMASIN – Hujan sering mengguyur Banjarmasin dalam waktu satu bulan terakhir. Mulai dari intensitas…

Kamis, 23 November 2017 15:08

Meski Sudah Ditutup, Pembatuan Masih Hidup

BANJARBARU - Bisnis esek-esek di Pembatuan nampaknya kembali menggeliat. Satpol PP Banjarbaru, Rabu…

Kamis, 23 November 2017 14:58

KRITIS..! 31 Daerah Aliran Sungai di Kalsel Harus Dipulihkan

BANJARMASIN – Kondisi alam rusak karena ulah manusia. Ini pula yang dialami Daerah Aliran Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .