MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 08 Agustus 2017 14:44
Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Penghapusan Tiga Cagar Budaya di Kalsel
ADA PLANG CAGAR BUDAYA: Makam Tumpang Talu, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tiga situs di Kalimantan Selatan ternyata belum terdaftar sebagai cagar budaya. Karena itu, Kemendikbud menegaskan informasi yang beredar bahwa pihaknya menghapus status ketiga cagar budaya itu tidak benar. “Bagaimana dihapus.

Wong ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai UU nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya saja juga belum,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harri Widianto kepada Radar Banjarmasin, Senin kemarin (7/8).

Situs-situs yang disebutkan itu adalah Makam Datu Abulung di Martapura, Makam Datu Sanggul di Tapin, dan Makam Datu Tumpang Talu di Kandangan. Dalam beberapa hari terakhir, ketiga situs ini sempat disebutkan akan dihapus sebagai cagar budaya. Lalu apa permasalahan sebenarnya?

Harri Widianto kemudian menjelaskan duduk persoalan yang sedang terjadi. Awalnya, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur mengeluarkan surat pada 20 Februari 2017 lalu.

Surat itu dikirim ke Kadisbudpar Tapin, Kadisdik Hulu Sungai Selatan dan Kadisbudpar Banjar. Isinya adalah menarik para tenaga juru pelihara (jupel) yang selama ini bekerja merawat di ketiga makam itu.

Alasan penarikan para jupel itu adalah karena status ketiga makam itu belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Kemendikbud khawatir jika menempatkan jupel di makam yang belum berstatus cagar budaya, anggaran gajinya bakal jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Setelah jupel ditarik, diharapkan dinas setempat yang menempatkan pegawainya sebagai juru pelihara,” jelasnya.

Harri juga menegaskan penetapan cagar budaya belum sampai di meja menteri. Penetapan cagar budaya justru diambil oleh kepala daerah setempat. “Jadi mohon dibantu klarifikasi dari Kemendikbud ini disampaikan ke publik,”
katanya.

Dia menambahkan, BPCB Kaltim mengakhiri tugas juru pelihara di tiga makam tersebut karena dinilai daerah setempat sudah punya kemampuan sendiri, sementara anggaran dialihkan ke situs lain yang belum punya kemampuan. “Tidak ada hubungan sama sekali dengan pencabutan status cagar budaya, apalagi penghapusan tokoh,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Ahmad Subakti usai rapat kerja bersama di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, Kamis (3/8), menjelaskan tiga dari 42 cagar budaya di Kalsel dihapus oleh Kemendikbud. Menurutnya, penghapusan itu karena rancang bangun makam tersebut sudah diubah dari aslinya.

Subakti ketika dikonfirmasi ulang soal penghapusan cagar budaya ini, Senin (7/8) kemarin mengatakan informasi penghapusan ini didapatnya dari Kepala Seksi Kebudayaan Disdikbud Kalsel.

Informasi tersebut berdasarkan surat yang diterima pihaknya pada bulan Maret lalu dari BPCB Kalimantan Timur.
Dalam surat tersebut terangnya, mengatakan jupel tiga makam tersebut sudah dihapus dan tak lagi dibayar gajinya oleh pemerintah pusat.

Nah, atas dasar itulah, pihaknya berpendapat, tiga makam yang selama ini dinyatakan sebagai cagar budaya sudah tak diakui oleh pemerintah pusat.
Subakti sendiri mengaku, dirinya baru beberapa hari menjabat sebagai Kabid Budaya.

Apalagi terangnya, bidang budaya di Disdik Kalsel belum berjalan maksimal setelah merger dengan Disdik yang sebelumya berada di Dinas Pariwisata Olaharaga dan Kebudayaan Kalsel.

“Ini yang harus saya luruskan termasuk jumlah cagar budaya yang diakui oleh pemerintah pusat melalui undang-undang,” ujarnya. (wan/mof/yn/ran)a


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 16:04

Nasib Sopir Taksi Terminal Pal 6, Bisa Ngantre Sampai 25 Hari

Terminal pal enam kini tampil mentereng. Tentu sayang jika gedung miliaran rupiah itu hanya jadi tempat…

Kamis, 21 September 2017 15:47

Mensos Ngaji ke Guru Danau di Tabalong

TANJUNG – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (19/9) sore kemarin mengunjungi…

Kamis, 21 September 2017 15:43

Proyek Jalan Handil Bakti, Pembebasan Lahan Masih Bermasalah

MARABAHAN – Setelah sempat terhenti beberapa bulan, proyek pelebaran Jalan SP Handil Bakti (SP…

Kamis, 21 September 2017 15:13

Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Sudah 15 Persen

BANJARBARU - Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor terus digenjot, saat ini tahapan yang dilakukan…

Kamis, 21 September 2017 14:27

Konsisten Mendidik Kaum Muda Berkarakter

BATULICIN - Ribuan anggota pramuka se-Provinsi Kalsel mengikuti upacara Hari Pramuka ke-36 Kwartir Daerah…

Kamis, 21 September 2017 14:27

Sungai Loban Juara Turnamen Bola Voli Bupati Tanah Bumbu Cup 2017

BATULICIN - Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Polisi Rachmat Mulyana dan Bupati Tanah Bumbu Mardani…

Kamis, 21 September 2017 14:24

Harus Konsisten dan Semangat

BATULICIN - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Tanbu, menggelar Workshop Pengembangan…

Kamis, 21 September 2017 12:23

Lagi, Rehab Jembatan ini Terkendala Anggaran Pembebasan Lahan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki dua buah jembatan di jalan nasional yang berada…

Rabu, 20 September 2017 16:21

Setahun Muncul Enam Ribu Penderita Gangguan Jiwa di Kalsel

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut 54 korban pasung di Kalsel berhasil dibebaskan sepanjang…

Rabu, 20 September 2017 15:07

Korem 101/Antasari Ajak Nonbar Film G30S/PKI

BANJARMASIN – Penayangan dan rencana nonton bareng film G30S/PKI ramai diperbincangkan akhir-akhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .