MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 08 Agustus 2017 14:44
Ini Penjelasan Kemendikbud Soal Penghapusan Tiga Cagar Budaya di Kalsel
ADA PLANG CAGAR BUDAYA: Makam Tumpang Talu, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tiga situs di Kalimantan Selatan ternyata belum terdaftar sebagai cagar budaya. Karena itu, Kemendikbud menegaskan informasi yang beredar bahwa pihaknya menghapus status ketiga cagar budaya itu tidak benar. “Bagaimana dihapus.

Wong ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai UU nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya saja juga belum,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harri Widianto kepada Radar Banjarmasin, Senin kemarin (7/8).

Situs-situs yang disebutkan itu adalah Makam Datu Abulung di Martapura, Makam Datu Sanggul di Tapin, dan Makam Datu Tumpang Talu di Kandangan. Dalam beberapa hari terakhir, ketiga situs ini sempat disebutkan akan dihapus sebagai cagar budaya. Lalu apa permasalahan sebenarnya?

Harri Widianto kemudian menjelaskan duduk persoalan yang sedang terjadi. Awalnya, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur mengeluarkan surat pada 20 Februari 2017 lalu.

Surat itu dikirim ke Kadisbudpar Tapin, Kadisdik Hulu Sungai Selatan dan Kadisbudpar Banjar. Isinya adalah menarik para tenaga juru pelihara (jupel) yang selama ini bekerja merawat di ketiga makam itu.

Alasan penarikan para jupel itu adalah karena status ketiga makam itu belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Kemendikbud khawatir jika menempatkan jupel di makam yang belum berstatus cagar budaya, anggaran gajinya bakal jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Setelah jupel ditarik, diharapkan dinas setempat yang menempatkan pegawainya sebagai juru pelihara,” jelasnya.

Harri juga menegaskan penetapan cagar budaya belum sampai di meja menteri. Penetapan cagar budaya justru diambil oleh kepala daerah setempat. “Jadi mohon dibantu klarifikasi dari Kemendikbud ini disampaikan ke publik,”
katanya.

Dia menambahkan, BPCB Kaltim mengakhiri tugas juru pelihara di tiga makam tersebut karena dinilai daerah setempat sudah punya kemampuan sendiri, sementara anggaran dialihkan ke situs lain yang belum punya kemampuan. “Tidak ada hubungan sama sekali dengan pencabutan status cagar budaya, apalagi penghapusan tokoh,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Ahmad Subakti usai rapat kerja bersama di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, Kamis (3/8), menjelaskan tiga dari 42 cagar budaya di Kalsel dihapus oleh Kemendikbud. Menurutnya, penghapusan itu karena rancang bangun makam tersebut sudah diubah dari aslinya.

Subakti ketika dikonfirmasi ulang soal penghapusan cagar budaya ini, Senin (7/8) kemarin mengatakan informasi penghapusan ini didapatnya dari Kepala Seksi Kebudayaan Disdikbud Kalsel.

Informasi tersebut berdasarkan surat yang diterima pihaknya pada bulan Maret lalu dari BPCB Kalimantan Timur.
Dalam surat tersebut terangnya, mengatakan jupel tiga makam tersebut sudah dihapus dan tak lagi dibayar gajinya oleh pemerintah pusat.

Nah, atas dasar itulah, pihaknya berpendapat, tiga makam yang selama ini dinyatakan sebagai cagar budaya sudah tak diakui oleh pemerintah pusat.
Subakti sendiri mengaku, dirinya baru beberapa hari menjabat sebagai Kabid Budaya.

Apalagi terangnya, bidang budaya di Disdik Kalsel belum berjalan maksimal setelah merger dengan Disdik yang sebelumya berada di Dinas Pariwisata Olaharaga dan Kebudayaan Kalsel.

“Ini yang harus saya luruskan termasuk jumlah cagar budaya yang diakui oleh pemerintah pusat melalui undang-undang,” ujarnya. (wan/mof/yn/ran)a


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 17:21

Latdas PMR SMK PP N Banjarbaru, Latih Siswa Peduli Sesama

BANJARBARU - SMK PP Negeri Banjarbaru melengkapi keterampilan dasar peserta didiknya dengan membangun…

Senin, 19 Februari 2018 14:37
Berita Tabalong

ASN Tabalong Diingatkan Soal Netralitas Pilkada

TANJUNG - Lagi-lagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tabalong diingatkan…

Senin, 19 Februari 2018 14:34

Tata Kawasan Tambang Kalsel, Dewan Siapkan Perda Tambang

Salah satu pemicu persoalan tambang di Kalimantan Selatan adalah tidak adanya peraturan daerah yang…

Senin, 19 Februari 2018 14:29

Persiapkan Acara Haul, Tim Sound System Kerja Ekstra

MARTAPURA – Pemasangan pengeras suara di Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul ternyata sudah dilaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 13:54

Disbudpar Minta Bantuan Satpol PP Tertibkan Pedagang Siring Tandean

BANJARMASIN - Pukul 15:00 Wita, puluhan pedagang kaki lima (PKL) mulai membuka lapak di Siring Pirre…

Senin, 19 Februari 2018 13:14

Dewan Ingin ada CCTV Online di Pembatuan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mengapresiasi program Pemkot Banjarbaru yang mengaktifkan CCTV secara online…

Senin, 19 Februari 2018 11:14
Pemko Banjarbaru

Wakil Walikota Hadiri Musyawarah KONI Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan bersama perwakilan KONI Kalsel Syarifudin,…

Senin, 19 Februari 2018 10:14

Mardani Serahkan Donasi Warga Banua untuk Palestina

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming menyerahkan donasi warga banua untuk rakyat Palestina hasil…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Rencana DKBP3A Tanah Bumbu Bentuk SRA

BATULICIN - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten…

Senin, 19 Februari 2018 10:11

Anak Ponpes Darul Ijabah Gunung Tinggi Dilatih Kesamaptaan

BATULICIN - Puluhan Santri Pondok Pesantren Darul Ijabah Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin dilatih kesamaptaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .