MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 09 Agustus 2017 11:53
Udah Listrik Mahal, Sekarang Tarif PDAM Lagi, Hedehh..
NYUCI BAJU: Zainul Muslihin nekat sendirian melakukan aksi protes di depan Kantor PDAM Bandarmasih terkait kebijakan tarif minimum PDAM.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pengguna Jalan A Yani, KM 2,5 Banjarmasin tepat di depan kantor PDAM Bandarmasih sempat dikagetkan dengan aksi pemuda berambut gondrong, kemarin siang. Zainul Muslihin mencuci baju hingga gosok gigi tepat di pinggir jalan raya.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin sekaligus aktivis Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) itu nekat melakukan aksi unjuk rasa sendirian. Zainul resah terhadap kebijakan PDAM Bandarmasih yang menetapkan penggunaan tarif minimum lima sampai sepuluh meter kubik. Ia menilai ini merugikan masyarakat.

Dengan ember dan handuk di tangannya, serta menggunakan kaos putih yang bertuliskan 'PDAM ZALIM MAKAN HAK RAKYAT', Zainul terlebih dahulu long march dari simpang empat fly over menuju kantor PDAM Bandarmasih.

Tepat di depan PDAM Bandarmasih, ia langsung mengisi air di embernya dan digunakan untuk mencuci serta sikat gigi.

Karena air keran di depan Kantor PDAM mengalir sangat kecil, akhirnya Zainul menggunakan air genangan yang terdapat di pinggir jalan untuk digunakan mencuci baju. Tak ayal, aksi tersebut menarik perhatian masyarakat pengguna jalan.

“Listrik mahal, ditambah lagi tarif PDAM yang sangat meresahkan dan merugikan. Masa iya, masyarakat menggunakan air cuma setengah meter kubik tetap harus banyar tarif minimal lima meter kubik. Itu sama saja memakan hak orang,” ujarnya, sambil menyikat pakaiannya di pinggir jalan.

Puas mencuci, aksi pun dilanjutkan audiensi dengan pihak PDAM Bandarmasih. Yang menemui Zainul, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih Yudha Achmady. “Kebijakan tersebut diambil berdasarkan Permendagri Nomor 71 tahun 2016, tentang Perhitungan dan Penetapan Air Minum, untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Revisi tarif minimum sudah sangat rasional, sudah ada aturannya dan berdasarkan survei. Setelah direvisi tarif ini sudah sangat rendah. Jadi kebijakan ini, sudah mendekati keperluan masyarakat,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Zainul tak puas begitu saja. Ia menuding bahwa faktanya kebijakan tersebut masih meresahkan masyarakat hingga kebijakan tersebut menurutnya harus dicabut.

Zainul juga menyampaikan imbauan untuk masyarakat, apabila sampai satu minggu kebijakan tersebut tak berubah, ia berharap pada Senin 14 Agustus mendatang masyarakat turut berpartisipasi untuk mengelar aksi susulan. “Berpartisipasi untuk menyuarakan keadilan dan menuntut pencabutan kebijakan tarif PDAM ini,” pesannya.

Humas PDAM Bandarmasih, Ramadhani Agustin, membeberkan dari hasil kebijakan evaluasi yang dilakukan oleh PDAM Bandarmasih, kebijakan 10 meter kubik pemakaian minimal untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) telah diubah.

Untuk MBR rumah tangga golongan A1-1 dan A1-2 diturunkan hanya pemakaian lima kubik minimal saja. Sedangkan sisanya tetap dengan ketentuan pembayaran minimal 10 meter kubik. Penerapan kebijakan baru ini pun terhitung per 1 Juli dari yang sebelumnya 10 meter kubik. Artinya, masyarakat MBR tidak lagi membayar 10 meter kubik minimal. Tetapi hanya lima kubik minimal saja.

Dengan harga Rp2 ribu sampai Rp2.260 per meter kubik dengan biaya pemeliharaan meter air sebesar Rp9 ribu.

Untuk masyarakat rumahnya kosong dan tidak menggunakan air namun terpasang meter PDAM, bisa menutup sementara meter airnya selama satu tahun. Setelah satu tahun meter wajib dibuka atau diputus sambungannya. Hingga saat ini sudah ada 400 pelanggan PDAM yang menutup sementara meter air.(eka/war/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 16:04

Nasib Sopir Taksi Terminal Pal 6, Bisa Ngantre Sampai 25 Hari

Terminal pal enam kini tampil mentereng. Tentu sayang jika gedung miliaran rupiah itu hanya jadi tempat…

Kamis, 21 September 2017 15:47

Mensos Ngaji ke Guru Danau di Tabalong

TANJUNG – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (19/9) sore kemarin mengunjungi…

Kamis, 21 September 2017 15:43

Proyek Jalan Handil Bakti, Pembebasan Lahan Masih Bermasalah

MARABAHAN – Setelah sempat terhenti beberapa bulan, proyek pelebaran Jalan SP Handil Bakti (SP…

Kamis, 21 September 2017 15:13

Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Sudah 15 Persen

BANJARBARU - Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor terus digenjot, saat ini tahapan yang dilakukan…

Kamis, 21 September 2017 14:27

Konsisten Mendidik Kaum Muda Berkarakter

BATULICIN - Ribuan anggota pramuka se-Provinsi Kalsel mengikuti upacara Hari Pramuka ke-36 Kwartir Daerah…

Kamis, 21 September 2017 14:27

Sungai Loban Juara Turnamen Bola Voli Bupati Tanah Bumbu Cup 2017

BATULICIN - Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Polisi Rachmat Mulyana dan Bupati Tanah Bumbu Mardani…

Kamis, 21 September 2017 14:24

Harus Konsisten dan Semangat

BATULICIN - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Tanbu, menggelar Workshop Pengembangan…

Kamis, 21 September 2017 12:23

Lagi, Rehab Jembatan ini Terkendala Anggaran Pembebasan Lahan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki dua buah jembatan di jalan nasional yang berada…

Rabu, 20 September 2017 16:21

Setahun Muncul Enam Ribu Penderita Gangguan Jiwa di Kalsel

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut 54 korban pasung di Kalsel berhasil dibebaskan sepanjang…

Rabu, 20 September 2017 15:07

Korem 101/Antasari Ajak Nonbar Film G30S/PKI

BANJARMASIN – Penayangan dan rencana nonton bareng film G30S/PKI ramai diperbincangkan akhir-akhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .