MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 09 Agustus 2017 11:53
Udah Listrik Mahal, Sekarang Tarif PDAM Lagi, Hedehh..
NYUCI BAJU: Zainul Muslihin nekat sendirian melakukan aksi protes di depan Kantor PDAM Bandarmasih terkait kebijakan tarif minimum PDAM.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pengguna Jalan A Yani, KM 2,5 Banjarmasin tepat di depan kantor PDAM Bandarmasih sempat dikagetkan dengan aksi pemuda berambut gondrong, kemarin siang. Zainul Muslihin mencuci baju hingga gosok gigi tepat di pinggir jalan raya.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin sekaligus aktivis Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) itu nekat melakukan aksi unjuk rasa sendirian. Zainul resah terhadap kebijakan PDAM Bandarmasih yang menetapkan penggunaan tarif minimum lima sampai sepuluh meter kubik. Ia menilai ini merugikan masyarakat.

Dengan ember dan handuk di tangannya, serta menggunakan kaos putih yang bertuliskan 'PDAM ZALIM MAKAN HAK RAKYAT', Zainul terlebih dahulu long march dari simpang empat fly over menuju kantor PDAM Bandarmasih.

Tepat di depan PDAM Bandarmasih, ia langsung mengisi air di embernya dan digunakan untuk mencuci serta sikat gigi.

Karena air keran di depan Kantor PDAM mengalir sangat kecil, akhirnya Zainul menggunakan air genangan yang terdapat di pinggir jalan untuk digunakan mencuci baju. Tak ayal, aksi tersebut menarik perhatian masyarakat pengguna jalan.

“Listrik mahal, ditambah lagi tarif PDAM yang sangat meresahkan dan merugikan. Masa iya, masyarakat menggunakan air cuma setengah meter kubik tetap harus banyar tarif minimal lima meter kubik. Itu sama saja memakan hak orang,” ujarnya, sambil menyikat pakaiannya di pinggir jalan.

Puas mencuci, aksi pun dilanjutkan audiensi dengan pihak PDAM Bandarmasih. Yang menemui Zainul, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih Yudha Achmady. “Kebijakan tersebut diambil berdasarkan Permendagri Nomor 71 tahun 2016, tentang Perhitungan dan Penetapan Air Minum, untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Revisi tarif minimum sudah sangat rasional, sudah ada aturannya dan berdasarkan survei. Setelah direvisi tarif ini sudah sangat rendah. Jadi kebijakan ini, sudah mendekati keperluan masyarakat,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Zainul tak puas begitu saja. Ia menuding bahwa faktanya kebijakan tersebut masih meresahkan masyarakat hingga kebijakan tersebut menurutnya harus dicabut.

Zainul juga menyampaikan imbauan untuk masyarakat, apabila sampai satu minggu kebijakan tersebut tak berubah, ia berharap pada Senin 14 Agustus mendatang masyarakat turut berpartisipasi untuk mengelar aksi susulan. “Berpartisipasi untuk menyuarakan keadilan dan menuntut pencabutan kebijakan tarif PDAM ini,” pesannya.

Humas PDAM Bandarmasih, Ramadhani Agustin, membeberkan dari hasil kebijakan evaluasi yang dilakukan oleh PDAM Bandarmasih, kebijakan 10 meter kubik pemakaian minimal untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) telah diubah.

Untuk MBR rumah tangga golongan A1-1 dan A1-2 diturunkan hanya pemakaian lima kubik minimal saja. Sedangkan sisanya tetap dengan ketentuan pembayaran minimal 10 meter kubik. Penerapan kebijakan baru ini pun terhitung per 1 Juli dari yang sebelumnya 10 meter kubik. Artinya, masyarakat MBR tidak lagi membayar 10 meter kubik minimal. Tetapi hanya lima kubik minimal saja.

Dengan harga Rp2 ribu sampai Rp2.260 per meter kubik dengan biaya pemeliharaan meter air sebesar Rp9 ribu.

Untuk masyarakat rumahnya kosong dan tidak menggunakan air namun terpasang meter PDAM, bisa menutup sementara meter airnya selama satu tahun. Setelah satu tahun meter wajib dibuka atau diputus sambungannya. Hingga saat ini sudah ada 400 pelanggan PDAM yang menutup sementara meter air.(eka/war/az/dye)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 14:39

Palmi Jaya: Ajaran Balian Bukan Hindu Maupun Kaharingan

BANJARBARU – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Palmi Jaya menegaskan…

Jumat, 24 November 2017 13:24

Berikan Kiat Cara Bekerja Dengan Bahagia

BANJARBARU - Program kelas inspirasi yang digelar oleh General Manager Community Plus (GMC+) bekerja…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…

Jumat, 24 November 2017 11:02

Atasi Genangan dan Sampah Kiriman, ini yang Dilakukan Pemko

BANJARMASIN – Hujan sering mengguyur Banjarmasin dalam waktu satu bulan terakhir. Mulai dari intensitas…

Kamis, 23 November 2017 15:08

Meski Sudah Ditutup, Pembatuan Masih Hidup

BANJARBARU - Bisnis esek-esek di Pembatuan nampaknya kembali menggeliat. Satpol PP Banjarbaru, Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .