MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 09 Agustus 2017 11:53
Udah Listrik Mahal, Sekarang Tarif PDAM Lagi, Hedehh..
NYUCI BAJU: Zainul Muslihin nekat sendirian melakukan aksi protes di depan Kantor PDAM Bandarmasih terkait kebijakan tarif minimum PDAM.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pengguna Jalan A Yani, KM 2,5 Banjarmasin tepat di depan kantor PDAM Bandarmasih sempat dikagetkan dengan aksi pemuda berambut gondrong, kemarin siang. Zainul Muslihin mencuci baju hingga gosok gigi tepat di pinggir jalan raya.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin sekaligus aktivis Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) itu nekat melakukan aksi unjuk rasa sendirian. Zainul resah terhadap kebijakan PDAM Bandarmasih yang menetapkan penggunaan tarif minimum lima sampai sepuluh meter kubik. Ia menilai ini merugikan masyarakat.

Dengan ember dan handuk di tangannya, serta menggunakan kaos putih yang bertuliskan 'PDAM ZALIM MAKAN HAK RAKYAT', Zainul terlebih dahulu long march dari simpang empat fly over menuju kantor PDAM Bandarmasih.

Tepat di depan PDAM Bandarmasih, ia langsung mengisi air di embernya dan digunakan untuk mencuci serta sikat gigi.

Karena air keran di depan Kantor PDAM mengalir sangat kecil, akhirnya Zainul menggunakan air genangan yang terdapat di pinggir jalan untuk digunakan mencuci baju. Tak ayal, aksi tersebut menarik perhatian masyarakat pengguna jalan.

“Listrik mahal, ditambah lagi tarif PDAM yang sangat meresahkan dan merugikan. Masa iya, masyarakat menggunakan air cuma setengah meter kubik tetap harus banyar tarif minimal lima meter kubik. Itu sama saja memakan hak orang,” ujarnya, sambil menyikat pakaiannya di pinggir jalan.

Puas mencuci, aksi pun dilanjutkan audiensi dengan pihak PDAM Bandarmasih. Yang menemui Zainul, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih Yudha Achmady. “Kebijakan tersebut diambil berdasarkan Permendagri Nomor 71 tahun 2016, tentang Perhitungan dan Penetapan Air Minum, untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Revisi tarif minimum sudah sangat rasional, sudah ada aturannya dan berdasarkan survei. Setelah direvisi tarif ini sudah sangat rendah. Jadi kebijakan ini, sudah mendekati keperluan masyarakat,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Zainul tak puas begitu saja. Ia menuding bahwa faktanya kebijakan tersebut masih meresahkan masyarakat hingga kebijakan tersebut menurutnya harus dicabut.

Zainul juga menyampaikan imbauan untuk masyarakat, apabila sampai satu minggu kebijakan tersebut tak berubah, ia berharap pada Senin 14 Agustus mendatang masyarakat turut berpartisipasi untuk mengelar aksi susulan. “Berpartisipasi untuk menyuarakan keadilan dan menuntut pencabutan kebijakan tarif PDAM ini,” pesannya.

Humas PDAM Bandarmasih, Ramadhani Agustin, membeberkan dari hasil kebijakan evaluasi yang dilakukan oleh PDAM Bandarmasih, kebijakan 10 meter kubik pemakaian minimal untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) telah diubah.

Untuk MBR rumah tangga golongan A1-1 dan A1-2 diturunkan hanya pemakaian lima kubik minimal saja. Sedangkan sisanya tetap dengan ketentuan pembayaran minimal 10 meter kubik. Penerapan kebijakan baru ini pun terhitung per 1 Juli dari yang sebelumnya 10 meter kubik. Artinya, masyarakat MBR tidak lagi membayar 10 meter kubik minimal. Tetapi hanya lima kubik minimal saja.

Dengan harga Rp2 ribu sampai Rp2.260 per meter kubik dengan biaya pemeliharaan meter air sebesar Rp9 ribu.

Untuk masyarakat rumahnya kosong dan tidak menggunakan air namun terpasang meter PDAM, bisa menutup sementara meter airnya selama satu tahun. Setelah satu tahun meter wajib dibuka atau diputus sambungannya. Hingga saat ini sudah ada 400 pelanggan PDAM yang menutup sementara meter air.(eka/war/az/dye)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 12:20
Parlementaria Balangan

Dewan Balangan Imbau Masyarakat Beralih Dari Karet

PARINGIN – Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan masih ketergantungan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:35

Harga Elpiji 3 Kg di Banua Makin Sulit Dikendalikan

Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram bikin rakyat kecil Banua menjerit. Dalam beberapa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30
BREAKING NEWS

HMI Demo, Minta Kasus Penganiayaan Usman Diusut Tuntas

KOTABARU - Mahasiswa yang tergabung dalam naungan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kotabaru berunjuk rasa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:07

Warga Kelayan Selatan Rela Antri Demi Satu Tabung Gas

BANJARMASIN - Puluhan warga di Laksana Intan, Kelayan Selatan, terpaksa antre di depan Pangkalan gas…

Rabu, 21 Februari 2018 11:04

Berkat Kapal Sapu-sapu, Invasi Eceng Gondok Digagalkan

BANJARMASIN - Eceng gondok kembali menyerang kota. Kemarin (20/2), tanaman yang tumbuh di permukaan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Dirut Baru PDAM Nanti Bakal Ditunggu Utang

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama PDAM Bandarmasih sebentar lagi dilelang. Siapapun nanti yang terpilih,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:42
Pemko Banjarbaru

Wawali Banjarbaru Sambut Kedatangan Menteri Perdagangan

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:34

50 Guru Berprestasi di Tanbu Ikuti Diklat OSM

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming kembali memberangkatkan guru berprestasi untuk mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .