MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02
Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Terbaring Selama 1,5 Tahun dengan Mata Tertutup

LEMAH: M Rio Ramadhan, 16, saat terbaring di RSUD Idaman Banjarbaru didampingi ibunya, Liana Witasari.

PROKAL.CO, Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di atas kasur. Remaja berusia 16 tahun ini, tak mampu lagi berjalan karena menderita kanker sel darah atau leukimia.

-------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

------------------------------------

Karena kondisinya yang semakin memburuk, beberapa hari yang lalu Rio dirujuk ke RSUD Idaman Banjarbaru untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Hingga Selasa (8/8) kemarin, dirinya masih dirawat dan mendapatkan pendampingan dari Radar Banjar Peduli.

Saat wartawan berkunjung ke ruangan tempat dia dirawat, Rio terlihat terbaring di atas ranjang dengan mata yang selalu tertutup. Sementara ibunya, Liana Witasari tak pernah beranjak dari tempat tidur Rio. "Beginilah kondisinya, dia tidak tidur. Hanya saja matanya tidak bisa lagi dibuka," kata Liana.

Dia menceritakan, anak semata wayangnya tersebut sudah terbaring sakit selama 1,5 tahun. Sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit, namun tidak ada hasil. "Pernah dibawa ke rumah sakit Balangan, Rantau dan Martapura tapi tidak sembuh-sembuh," ujarnya.

Anehnya, diagnosis rumah sakit dan dokter berbeda-beda. Ada yang menyebut Rio terkena tipus, liver hingga infeksi pencernaan. "Sementara diagnosis leukimia baru saya dapat dari laboratorium di RSUD Idaman," ungkap warga Gang Petai, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru ini.

Dia menuturkan, pertama kali Rio merasakan sakit pada tahun 2015 lalu. Dirinya menyangka, anaknya hanya menderita sakit biasa. "Saat itu dia sekolah di SMPN 13 Banjarbaru. Ketika olahraga dia tiba-tiba jatuh, karena badannya lemas. Lalu disuruh pulang oleh gurunya. Di hari berikutnya dia kembali bersekolah lagi," ujarnya.

Namun, pada akhir semester I kondisi Rio semakin drop. Hingga harus dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. "Jadi ketika itu dia mengerjakan soal ujian semester di rumah sakit," kata Liana.

Lanjutnya, setelah ujian semester I usai Rio tak mampu lagi bersekolah. Sebab, tak sanggup lagi berdiri dan matanya pun tak bisa dibuka. "Jadi selama 1,5 tahun ini dia hanya bisa berbaring dengan mata tertutup," ujarnya.

Dia mengaku, tak memiliki uang yang cukup untuk terus membiayai pengobatan Rio. Pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. "Sementara ayahnya sudah meninggal, saya sebenarnya sudah menikah lagi tapi suami tidak mau membiayai Rio. Malah menyuruh saya menyerahkan Rio ke neneknya," katanya.

Akan tetapi, Liana tak menuruti apa kata suaminya. Dia ingin, anaknya tetap bersama dirinya. "Pokoknya sampai mati, saya akan tetap bersama Rio. Saya sangat menyayanginya," ungkap Liana.

Dia berharap, anaknya bisa disembuhkan. Dan dapat kembali bersekolah, seperti anak yang lainnya. "Mudah-mudahan banyak yang membantu Rio, agar dapat disembuhkan dari penyakitnya," pungkasnya. (ris/yn/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .