MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02
Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Terbaring Selama 1,5 Tahun dengan Mata Tertutup

LEMAH: M Rio Ramadhan, 16, saat terbaring di RSUD Idaman Banjarbaru didampingi ibunya, Liana Witasari.

PROKAL.CO, Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di atas kasur. Remaja berusia 16 tahun ini, tak mampu lagi berjalan karena menderita kanker sel darah atau leukimia.

-------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

------------------------------------

Karena kondisinya yang semakin memburuk, beberapa hari yang lalu Rio dirujuk ke RSUD Idaman Banjarbaru untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Hingga Selasa (8/8) kemarin, dirinya masih dirawat dan mendapatkan pendampingan dari Radar Banjar Peduli.

Saat wartawan berkunjung ke ruangan tempat dia dirawat, Rio terlihat terbaring di atas ranjang dengan mata yang selalu tertutup. Sementara ibunya, Liana Witasari tak pernah beranjak dari tempat tidur Rio. "Beginilah kondisinya, dia tidak tidur. Hanya saja matanya tidak bisa lagi dibuka," kata Liana.

Dia menceritakan, anak semata wayangnya tersebut sudah terbaring sakit selama 1,5 tahun. Sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit, namun tidak ada hasil. "Pernah dibawa ke rumah sakit Balangan, Rantau dan Martapura tapi tidak sembuh-sembuh," ujarnya.

Anehnya, diagnosis rumah sakit dan dokter berbeda-beda. Ada yang menyebut Rio terkena tipus, liver hingga infeksi pencernaan. "Sementara diagnosis leukimia baru saya dapat dari laboratorium di RSUD Idaman," ungkap warga Gang Petai, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru ini.

Dia menuturkan, pertama kali Rio merasakan sakit pada tahun 2015 lalu. Dirinya menyangka, anaknya hanya menderita sakit biasa. "Saat itu dia sekolah di SMPN 13 Banjarbaru. Ketika olahraga dia tiba-tiba jatuh, karena badannya lemas. Lalu disuruh pulang oleh gurunya. Di hari berikutnya dia kembali bersekolah lagi," ujarnya.

Namun, pada akhir semester I kondisi Rio semakin drop. Hingga harus dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. "Jadi ketika itu dia mengerjakan soal ujian semester di rumah sakit," kata Liana.

Lanjutnya, setelah ujian semester I usai Rio tak mampu lagi bersekolah. Sebab, tak sanggup lagi berdiri dan matanya pun tak bisa dibuka. "Jadi selama 1,5 tahun ini dia hanya bisa berbaring dengan mata tertutup," ujarnya.

Dia mengaku, tak memiliki uang yang cukup untuk terus membiayai pengobatan Rio. Pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. "Sementara ayahnya sudah meninggal, saya sebenarnya sudah menikah lagi tapi suami tidak mau membiayai Rio. Malah menyuruh saya menyerahkan Rio ke neneknya," katanya.

Akan tetapi, Liana tak menuruti apa kata suaminya. Dia ingin, anaknya tetap bersama dirinya. "Pokoknya sampai mati, saya akan tetap bersama Rio. Saya sangat menyayanginya," ungkap Liana.

Dia berharap, anaknya bisa disembuhkan. Dan dapat kembali bersekolah, seperti anak yang lainnya. "Mudah-mudahan banyak yang membantu Rio, agar dapat disembuhkan dari penyakitnya," pungkasnya. (ris/yn/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .