MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 10 Agustus 2017 15:00
Pemprov Kalsel Harus Bentuk Tim Ahli Cagar Budaya
Makam Datu Abulung di Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Langkah cepat langsung diambil Pemerintah Provinsi Kalsel setelah tiga makam cagar budaya yang dinyatakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tak masuk cagar budaya nasional. Pemprov tak ingin situs yang sudah menjadi makam bersejarah terhadap peradaban di Kalsel itu tak diakui secara nasional.

Terlebih, salah satu prioritas Gubernur Kalsel dalam pembangunan daerah yang termaktub dalam RPJMD adalah pengembangan sektor pariwisata yang di dalamnya ada unsur kebudayaan.

Nah, peninggalan kebudayaan sebagai warisan peradaban masyarakat di Kalsel pada masa lampau ini perlu dilestarikan, dipelihara dan dijaga serta dikembangkan untuk potensi pariwisata sekaligus tempat pembelajaran budaya. Bahkan, salah satu nawacita Presiden Joko Widodo adalah pembentukan karakter bangsa.

Karena itu, ketika tiga makam yang meliputi makam Datu Abulung di Martapura, makam Datu Sanggul di Tapin, dan makam Datu Tumpang Talu di Kandangan yang dinyatakan hanya diduga sebagai cagar budaya nasional perlu ditangani dengan cepat agar tiga makam ini ditetapkan dengan keputusan undang undang.

Kemendikbud melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Samarinda, Kalimantan Timur menyatakan, agar tiga makam tersebut diakui sebagai cagar budaya nasional yang disahkan dengan undang undang harus ada pengajuan dari tim ahli yang dibentuk oleh pemerintah provinsi atau kabupaten/kota.

Pengajuan itu harus berdasarkan kajian terhadap nilai histori dan keaslian cagar budaya tersebut. Nah, ketika ada hasil kajian dan rekomendasi dari tim tersebut, baru bisa diajukan ke pemerintah pusat.

Atas dasar itu, Pemprov Kalsel melalui staf khusus gubernur Kalsel, Apriansyah menyatakan, sesuai dengan prioritas pariwisata yang sudah menjadi konsen pemprov maka hal ini harus ditindaklanjuti segera.
Yakni dengan melakukan identifikasi dan verifikasi secepatnya beberapa situs sejarah budaya di Kalsel, termasuk tiga makam ini untuk didaftarkan sebagai cagar budaya nasional. "Tim ahli yang diminta sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan secara hukum terhadap situs sejarah di Kalsel, termasuk tiga makam ini akan didorong secepatnya," ujar Apri, Rabu (9/8) kemarin.

Menurutnya, terungkapnya status tiga makam ini yang ternyata tak dianggap sebagai cagar budaya nasional seperti membuka mata masyarakat terhadap situs-situs bersejarah di Kalsel. "Kalau tak ada pemberitaan dan pernyataan dari Kemendikbud bahwa tiga makam tersebut tak masuk cagar budaya, masyarakat dan pemerintah daerah tak tahu," tukasnya.

Karena itu, dengan adanya pernyataan dari Kemendikbud tersebut, membuat masyarakat tahu dan melek terhadap situs sejarah peradaban di Kalsel. "Kita tak tahu selain tiga makam ini apakah statusnya sama?. Makanya tim harus segera dibentuk," cetusnya.
Apri berharap agar pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki situs bersejarah bisa segera melaporkan situs tersebut untuk memudahkan pengajuan ke pemerintah pusat. Hal ini agar memudahkan identifikasi situs bersejarah di Kalsel sebagai syarat pengajuan cagar budaya provinsi maupun nasional.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPCB di Samarinda, Kalimantan Timur menyatakan, makam Datu Abulung di Martapura, makam Datu Sanggul di Tapin, dan makam Datu Tumpang Talu di Kandangan masih berstatus bukan cagar budaya nasional yang dilegalkan dengan kekuatan legalitas hukum yang sah.

Pasalnya, pemprov bersama pemerintah kabupaten di tiga daerah tersebut, tak pernah mengajukan melalui tim ahli. Made Kusuma Jaya, mantan Kepala BPCB Kalimantan yang per tanggal 1 Agustus 2017 tadi purnatugas mengungkapkan, tiga makam tersebut bisa saja akan berstatus cagar budaya nasional.

Dengan catatan, pemerintah provinsi dan kabupaten kota membentuk tim ahli yang hasilnya nanti diajukan ke pemerintah pusat. "Ketika ada tim ahli yang sudah menghasilkan penelitian, maka tinggal pemerintah pusat yang menyatakan situs itu masuk cagar budaya nasional yang memiliki kekuatan hukum sesuai Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya," kata Made. (mof/tof)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 14:54

Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut

KANDANGAN – Jalan empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS); jalan di Kecamatan Kandangan,…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .