MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Jumat, 11 Agustus 2017 16:00
Kisah Pedagang Musiman Atribut 17 Agustus, Gadai Rumah Demi Dagang Bendera
LAPAK DEAN: Dean di lapaknya di Jalan Ahmad Yani kilometer 23. Ia sudah tiga kali datang ke Banjarbaru untuk berdagang bendera.

PROKAL.CO, Datang dari Paris Van Java, 60 orang tiba dan menyebar di Pulau Kalimantan, sebagian singgah di Banjarbaru. Tujuan mereka satu, mereguk rejeki dari momen 17 Agustusan.

---------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

---------------------------------------------

DEAN sudah tiga tahun rutin bolak-balik ke Banjarbaru. Bersama mertuanya, ia menjadi pedagang musiman bendera dan aksesoris merah putih. Mangkal di sepanjang bahu Jalan Ahmad Yani dari Liang Anggang hingga Landasan Ulin.

Lapak Dean berada di bahu Jalan Ahmad Yani kilometer 22, arah Banjarmasin menuju Banjarbaru. Sementara lapak mertuanya di kilometer 21.

"Setiap tanggal 18 Juli kami berangkat dari Bandung. Tanggal 17 Agustus pulang. Kami datang dalam satu rombongan besar menaiki pesawat," ungkap Dean, akhir pekan tadi kepada Radar Banjarmasin.

Sebab, batas akhir musim berdagang bendera sudah bisa dipastikan pada tanggal 16. Setelah itu, takkan ada lagi pembeli yang datang mencari-cari bendera.

Diceritakannya, berdagang bendera keluar pulau itu sudah menjadi tradisi tahunan. Dan rombongan itu kian menggemuk setiap tahunnya. Bukti bahwa bisnis musiman ini memang menguntungkan. Walaupun Dean enggan membicarakan nominal labanya.

"Ada teman yang bahkan rela menggadaikan rumahnya. Demi modal dagang bendera. Jualan begini modalnya jangan disangka murah," imbuhnya.

Pemuda 23 tahun itu berharap bisa pulang ke Bandung membawa untung besar. Maklum, istrinya sedang hamil dan jelas butuh biaya tak sedikit untuk menyongsong kelahiran anak pertama tersebut.

Untuk bendera berukuran kecil ia bandrol Rp30 ribu dan yang besar Rp50 ribu. Sementara aksesoris berupa gantungan kunci merah putih dan hiasan ketupat merah putih ia bandrol Rp20 ribu.

Pembeli biasanya datang dari instansi pemerintahan, sekolah dan perusahaan swasta. Yang butuh bendera atau umbul-umbul untuk menghiasi kantornya jelang perayaan hari kemerdekaan.

Agar untung penjualan tak habis mengganti uang tiket dan biaya hidup selama di sini, barang dagangan diambil dari Garut. Disitu harganya memang lebih miring lantaran sudah menjadi industri rumah tangga.

"Kami berangkat cuma bawa ransel pakaian. Barang dagangan sudah kami kirim via paket ekspedisi," tukas Dean.

Diakuinya, karena persaingan antar pedagang bendera makin sengit, tak hanya dengan sesama kawan satu rombongan tapi juga dengan pedagang lokal, sangat jarang mereka bisa menghabiskan barang tersebut.

"Tahun lalu hanya satu orang yang barang dagangannya ludes. Saya ada saja terus sisanya. Mudah-mudahan tahun ini tak banyak," tukasnya.

Di luar bulan Agustus, pemuda kurus dengan kulit coklat terbakar itu juga mencari nafkah dengan berdagang aksesoris. Lapak bongkar-pasang ia bawa berkeliling ke sekolah-sekolah. "Sudah rejekinya di sini, mas. Saya tak boleh mengeluh," ujarnya tersenyum. (fud/al/bin)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Senin, 15 Januari 2018 11:16

Dadah Properti.. Ini Investasi 2018 Paling Menjanjikan di Banjarmasin

Banjarmasin tak cuma sekadar ibukota, tapi pusat perekonomian Kalsel. Bahkan provinsi tetangga, Kalteng…

Rabu, 10 Januari 2018 16:02

Ternyata Daging Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi

BANJARBARU - Di bulan Desember 2017 lalu, Kalsel merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Minggu, 17 Desember 2017 13:48

Dua Minggu Jelang Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

KANDANGAN — Dua minggu menjelang natal 2017 dan tahun baru 2018 harga kebutuhan pokok di Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 15:34

HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka

AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya…

Kamis, 14 Desember 2017 12:24

Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Penambahan Tabung Gas

BANJARMASIN - Menggenjot sepeda Federal butut dari rumahnya di Pekapuran, Taufik Rahman mendatangi pangkalan…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Pasokan Elpiji di Kalsel Aman

BANJARMASIN - Pertamina memastikan pasokan elpiji  3 kilogram  di Kalimantan Selatan aman.…

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .