MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 11 Agustus 2017 17:28
YA AMPUN.. Tertipu Tawaran Haji, Hasil Panen 3 Tahun Melayang
TERPERDAYA JANJI HAJI: Muhammad Yusri,65, memperlihatkan perlengkapan haji yang diterimanya dari penyelenggara.

PROKAL.CO, SUNGAI TABUK - Muhammad Yusri, 65, warga Desa Lokbuntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (10/8) kemarin terlihat termenung di teras pondok dekat sawahnya. Dia tak menyangka, rencananya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini telah gagal.

Padahal, bulan lalu kakek dua cucu ini sudah membayangkan dirinya saat ini telah berada di Mekkah. Berkumpul bersama jutaan jemaah haji dari seluruh dunia.

Bayangan itu telah sirna, karena pihak penyelenggara yang mengaku akan memberangkatkan dirinya ke tanah suci tak kunjung memberikan kejelasan waktu keberangkatan.

Padahal, Yusri bersama 39 orang lainnya sebelumnya sudah berada di Jakarta. Sebab, pihak sponsor berjanji akan memberangkatkan mereka ke Jeddah melalui Bandara Soekarno Hatta. "Kami berada di Jakarta selama 15 hari. Selasa (8/8) tadi kami memutuskan untuk pulang, karena tak ada kejelasan kapan berangkat," kata Yusri.

Dia menuturkan, selama di Jakarta mereka diinapkan selama tiga hari di hotel. Setelah itu, dipindahkan ke rumah kontrakan. "Setiap kami bertanya kapan akan diberangkatkan, pihak sponsor hanya menjawab menunggu visa selesai. Sampai kesabaran kami habis," ujarnya.

Sementara, ongkos untuk makan mereka menggunakan uang pribadi. Padahal, sebelumnya telah menyetor uang sebesar Rp25 juta ke pihak penyelenggara. "Dengan uang sebesar Rp25 juta, kami telah dijanjikan akan diberangkatkan naik haji. Sambil bekerja sebagai petugas katering yang melayani para jemaah dari Malaysia dan Singapura," ungkap Yusri.

Dengan iming-iming naik haji instan tersebut, dirinya bersama delapan warga lainnya dari Kecamatan Sungai Tabuk langsung tergiur. "Siapa coba yang tidak mau? Naik haji dengan biaya murah tanpa antrean. Sekarang antrean sampai puluhan tahun, sementara kami yang ikut program ini semuanya berusia 60 tahun ke atas," tambahnya.

Di Jakarta, dia hanya membawa uang saku Rp2 juta. Uang tersebut habis untuk makan dan membeli tiket pesawat pulang. "Jadi uang saya habis, sekarang harus kembali menggarap sawah supaya dapat uang," kata Yusri.

Untuk membayar biaya haji, dia menggunakan uang tabungan dari hasil penjualan padi selama tiga kali panen. "Saya mengumpulkannya sekitar tiga tahun. Setiap tahun hasil penjualan padi sekitar Rp7,5 juta," ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui program naik haji itu dari travel atau apa. Karena mereka hanya ditawari oleh seorang pria bernama Nursan yang mengaku orang Pasayangan, Martapura. "Orang itu tugasnya merekrut, sekarang kami tidak tahu di mana dia. Kabarnya, masih di Jakarta," katanya.

Karena janji-janji dari Nursan para warga tergiur untuk naik haji sambil bekerja di Mekkah. "Kata dia kami akan bekerja sebagai petugas katering selama 2,5 bulan. Lalu, diberi libur 10 hari untuk beribadah haji. Setelah itu pulang," ujar Yusri.

Namun, nyatanya hingga sekarang belum ada kabar kapan akan diberangkatkan. "Selain dari Sungai Tabuk, rombongan kami ada juga yang dari Aluh-Aluh, Barabai dan Banjarbaru. Bahkan, kabarnya masih banyak lagi rombongan yang belum diberangkatkan, ada dari Amuntai dan Batola," ungkapnya.

Dia menduga, korban dari penyelenggara haji instan sambil menjadi petugas tersebut mencapai ratusan orang. "Tapi korban lainnya itu belum berangkat ke Jakarta, namun sudah bayar. Bahkan, katanya ada yang sampai Rp30 juta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lokbuntar Kusairi membenarkan jika ada warganya yang gagal naik haji karena diduga kena tipu. "Ada dua di desa kami, satunya sudah betangkat ke Jakarta tanggal 22 Juli tadi. Tapi kembali pulang, karena tak kunjung diberangkatkan ke Jeddah. Kalau satunya, belum berangkat ke Jakarta. Sepertinya batal juga," katanya.

Dia mengaku tak mengetahui keberangkatan mereka melalui travel atau perusahaan lain. "Saya tidak tahu, tapi program mereka menggiurkan, katanya bila bayar bisa naik haji sambil bekerja," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:53

Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai

BARABAI – Warga Barabai Darat Hulu Sungai Tengah Rabu (13/12) malam kemarin sempat dibuat heboh…

Jumat, 15 Desember 2017 15:50

Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka…

Jumat, 15 Desember 2017 15:32

ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS

KANDANGAN –  Merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten…

Jumat, 15 Desember 2017 15:05

Banjarmasin Bakal Miliki Perda untuk Pil Teler

BANJARMASIN - Sebentar lagi Banjarmasin memiliki perda larangan pil untuk teler. Patut dicatat, pasal…

Jumat, 15 Desember 2017 14:56

Sengketa, Rumah Mewah di Kayutangi Dieksekusi

BANJARMASIN - Sebuah rumah dan lahan kosong yang berlokasi di jalan Hasan Basri Banjarmasin,  Rt…

Kamis, 14 Desember 2017 16:05

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

BARABAI - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST Dia Udini akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri…

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit  Tubercolosis…

Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar…

Rabu, 13 Desember 2017 15:11

Polisi Razia Knalpot Blong ke Sekolah

BANJARBARU - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang masih adanya balapan liar dan penggunaan knalpot…

Rabu, 13 Desember 2017 14:32

KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .