MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 11 Agustus 2017 17:28
YA AMPUN.. Tertipu Tawaran Haji, Hasil Panen 3 Tahun Melayang
TERPERDAYA JANJI HAJI: Muhammad Yusri,65, memperlihatkan perlengkapan haji yang diterimanya dari penyelenggara.

PROKAL.CO, SUNGAI TABUK - Muhammad Yusri, 65, warga Desa Lokbuntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (10/8) kemarin terlihat termenung di teras pondok dekat sawahnya. Dia tak menyangka, rencananya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini telah gagal.

Padahal, bulan lalu kakek dua cucu ini sudah membayangkan dirinya saat ini telah berada di Mekkah. Berkumpul bersama jutaan jemaah haji dari seluruh dunia.

Bayangan itu telah sirna, karena pihak penyelenggara yang mengaku akan memberangkatkan dirinya ke tanah suci tak kunjung memberikan kejelasan waktu keberangkatan.

Padahal, Yusri bersama 39 orang lainnya sebelumnya sudah berada di Jakarta. Sebab, pihak sponsor berjanji akan memberangkatkan mereka ke Jeddah melalui Bandara Soekarno Hatta. "Kami berada di Jakarta selama 15 hari. Selasa (8/8) tadi kami memutuskan untuk pulang, karena tak ada kejelasan kapan berangkat," kata Yusri.

Dia menuturkan, selama di Jakarta mereka diinapkan selama tiga hari di hotel. Setelah itu, dipindahkan ke rumah kontrakan. "Setiap kami bertanya kapan akan diberangkatkan, pihak sponsor hanya menjawab menunggu visa selesai. Sampai kesabaran kami habis," ujarnya.

Sementara, ongkos untuk makan mereka menggunakan uang pribadi. Padahal, sebelumnya telah menyetor uang sebesar Rp25 juta ke pihak penyelenggara. "Dengan uang sebesar Rp25 juta, kami telah dijanjikan akan diberangkatkan naik haji. Sambil bekerja sebagai petugas katering yang melayani para jemaah dari Malaysia dan Singapura," ungkap Yusri.

Dengan iming-iming naik haji instan tersebut, dirinya bersama delapan warga lainnya dari Kecamatan Sungai Tabuk langsung tergiur. "Siapa coba yang tidak mau? Naik haji dengan biaya murah tanpa antrean. Sekarang antrean sampai puluhan tahun, sementara kami yang ikut program ini semuanya berusia 60 tahun ke atas," tambahnya.

Di Jakarta, dia hanya membawa uang saku Rp2 juta. Uang tersebut habis untuk makan dan membeli tiket pesawat pulang. "Jadi uang saya habis, sekarang harus kembali menggarap sawah supaya dapat uang," kata Yusri.

Untuk membayar biaya haji, dia menggunakan uang tabungan dari hasil penjualan padi selama tiga kali panen. "Saya mengumpulkannya sekitar tiga tahun. Setiap tahun hasil penjualan padi sekitar Rp7,5 juta," ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui program naik haji itu dari travel atau apa. Karena mereka hanya ditawari oleh seorang pria bernama Nursan yang mengaku orang Pasayangan, Martapura. "Orang itu tugasnya merekrut, sekarang kami tidak tahu di mana dia. Kabarnya, masih di Jakarta," katanya.

Karena janji-janji dari Nursan para warga tergiur untuk naik haji sambil bekerja di Mekkah. "Kata dia kami akan bekerja sebagai petugas katering selama 2,5 bulan. Lalu, diberi libur 10 hari untuk beribadah haji. Setelah itu pulang," ujar Yusri.

Namun, nyatanya hingga sekarang belum ada kabar kapan akan diberangkatkan. "Selain dari Sungai Tabuk, rombongan kami ada juga yang dari Aluh-Aluh, Barabai dan Banjarbaru. Bahkan, kabarnya masih banyak lagi rombongan yang belum diberangkatkan, ada dari Amuntai dan Batola," ungkapnya.

Dia menduga, korban dari penyelenggara haji instan sambil menjadi petugas tersebut mencapai ratusan orang. "Tapi korban lainnya itu belum berangkat ke Jakarta, namun sudah bayar. Bahkan, katanya ada yang sampai Rp30 juta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lokbuntar Kusairi membenarkan jika ada warganya yang gagal naik haji karena diduga kena tipu. "Ada dua di desa kami, satunya sudah betangkat ke Jakarta tanggal 22 Juli tadi. Tapi kembali pulang, karena tak kunjung diberangkatkan ke Jeddah. Kalau satunya, belum berangkat ke Jakarta. Sepertinya batal juga," katanya.

Dia mengaku tak mengetahui keberangkatan mereka melalui travel atau perusahaan lain. "Saya tidak tahu, tapi program mereka menggiurkan, katanya bila bayar bisa naik haji sambil bekerja," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 22 Juli 2018 13:38

Rumah Ustad Pondok Pesantren Kambitin Kebakaran

TANJUNG - Terjadi kebakaran di Komplek Pondok Pesantren Al Islam Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten…

Sabtu, 21 Juli 2018 17:09

Kapolres Kotabaru: Kalau Kami Diam, Akan Terjadi Perang Antar Massa di Pulau Laut

KOTABARU - Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto menghela nafas panjang. Dia menyayangkan…

Sabtu, 21 Juli 2018 07:45

Kebakaran di Belitung Darat Gg Menara, Api Diduga Berasal dari Rumah Budiman

BANJARMASIN - Dalam sekejap delapan rumah di  Jalan Belitung Darat Gang Menara RT 19 Rw 2 Kelurahan…

Sabtu, 21 Juli 2018 06:49

Modus Tukang Salon, Ternyata Jadi Pengedar Sabu

BANJARMASIN – Nasib Abdul  Hakim alias Hakim (51) berakhir di tangan personel Satresnarkoba…

Jumat, 20 Juli 2018 15:18
BREAKING NEWS

Habis Jumatan, Jago Merah Ngamuk di Palampitan

AMUNTAI - Kurang lebih Pukul 13:39 Wita, terjadi kebakaran di Desa Palampitan atau Jalan Palampitan…

Jumat, 20 Juli 2018 14:24

Ratusan Wakar Penunggu Lahan Sengketa Diamankan

KOTABARU - Lahan di kaki Pegunungan Sebatung perbatasan Desa Sungup dan Desa Selaru Kecamatan Pulau…

Jumat, 20 Juli 2018 10:19

Maling Greget..!! Motor Milik Petugas Dishub Diembat, Pelaku Diduga Wanita

BANJARMASIN - Curanmor tak pandang siapa calon korban dan di mana tempat beraksinya. Ada kesempatan,…

Jumat, 20 Juli 2018 10:06

Dewan Setuju Pemilik 20 Kilogram Sabu Dihukum Mati

BANJARMASIN - Ditemukannya 20 kilogram sabu dari tangan dua pelaku yang ditangkap Direktorat Serse Narkoba…

Jumat, 20 Juli 2018 09:50

Belasan Koli Rokok Ilegal Disita Polsek KPL

BANJARMASIN - Sebanyak 14 koli rokok tanpa pita cukai disita aparat  Polsek Kawasan Pelabuhan Laut…

Jumat, 20 Juli 2018 09:46

Maling Komputer di Kantor Bupati HSU Diciduk

AMUNTAI - Entah apa yang terbenak dipikiran MI (21),  warga Desa Jaran Kuantan Rt 04 Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .