MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 11 Agustus 2017 17:28
YA AMPUN.. Tertipu Tawaran Haji, Hasil Panen 3 Tahun Melayang
TERPERDAYA JANJI HAJI: Muhammad Yusri,65, memperlihatkan perlengkapan haji yang diterimanya dari penyelenggara.

PROKAL.CO, SUNGAI TABUK - Muhammad Yusri, 65, warga Desa Lokbuntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (10/8) kemarin terlihat termenung di teras pondok dekat sawahnya. Dia tak menyangka, rencananya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini telah gagal.

Padahal, bulan lalu kakek dua cucu ini sudah membayangkan dirinya saat ini telah berada di Mekkah. Berkumpul bersama jutaan jemaah haji dari seluruh dunia.

Bayangan itu telah sirna, karena pihak penyelenggara yang mengaku akan memberangkatkan dirinya ke tanah suci tak kunjung memberikan kejelasan waktu keberangkatan.

Padahal, Yusri bersama 39 orang lainnya sebelumnya sudah berada di Jakarta. Sebab, pihak sponsor berjanji akan memberangkatkan mereka ke Jeddah melalui Bandara Soekarno Hatta. "Kami berada di Jakarta selama 15 hari. Selasa (8/8) tadi kami memutuskan untuk pulang, karena tak ada kejelasan kapan berangkat," kata Yusri.

Dia menuturkan, selama di Jakarta mereka diinapkan selama tiga hari di hotel. Setelah itu, dipindahkan ke rumah kontrakan. "Setiap kami bertanya kapan akan diberangkatkan, pihak sponsor hanya menjawab menunggu visa selesai. Sampai kesabaran kami habis," ujarnya.

Sementara, ongkos untuk makan mereka menggunakan uang pribadi. Padahal, sebelumnya telah menyetor uang sebesar Rp25 juta ke pihak penyelenggara. "Dengan uang sebesar Rp25 juta, kami telah dijanjikan akan diberangkatkan naik haji. Sambil bekerja sebagai petugas katering yang melayani para jemaah dari Malaysia dan Singapura," ungkap Yusri.

Dengan iming-iming naik haji instan tersebut, dirinya bersama delapan warga lainnya dari Kecamatan Sungai Tabuk langsung tergiur. "Siapa coba yang tidak mau? Naik haji dengan biaya murah tanpa antrean. Sekarang antrean sampai puluhan tahun, sementara kami yang ikut program ini semuanya berusia 60 tahun ke atas," tambahnya.

Di Jakarta, dia hanya membawa uang saku Rp2 juta. Uang tersebut habis untuk makan dan membeli tiket pesawat pulang. "Jadi uang saya habis, sekarang harus kembali menggarap sawah supaya dapat uang," kata Yusri.

Untuk membayar biaya haji, dia menggunakan uang tabungan dari hasil penjualan padi selama tiga kali panen. "Saya mengumpulkannya sekitar tiga tahun. Setiap tahun hasil penjualan padi sekitar Rp7,5 juta," ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui program naik haji itu dari travel atau apa. Karena mereka hanya ditawari oleh seorang pria bernama Nursan yang mengaku orang Pasayangan, Martapura. "Orang itu tugasnya merekrut, sekarang kami tidak tahu di mana dia. Kabarnya, masih di Jakarta," katanya.

Karena janji-janji dari Nursan para warga tergiur untuk naik haji sambil bekerja di Mekkah. "Kata dia kami akan bekerja sebagai petugas katering selama 2,5 bulan. Lalu, diberi libur 10 hari untuk beribadah haji. Setelah itu pulang," ujar Yusri.

Namun, nyatanya hingga sekarang belum ada kabar kapan akan diberangkatkan. "Selain dari Sungai Tabuk, rombongan kami ada juga yang dari Aluh-Aluh, Barabai dan Banjarbaru. Bahkan, kabarnya masih banyak lagi rombongan yang belum diberangkatkan, ada dari Amuntai dan Batola," ungkapnya.

Dia menduga, korban dari penyelenggara haji instan sambil menjadi petugas tersebut mencapai ratusan orang. "Tapi korban lainnya itu belum berangkat ke Jakarta, namun sudah bayar. Bahkan, katanya ada yang sampai Rp30 juta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lokbuntar Kusairi membenarkan jika ada warganya yang gagal naik haji karena diduga kena tipu. "Ada dua di desa kami, satunya sudah betangkat ke Jakarta tanggal 22 Juli tadi. Tapi kembali pulang, karena tak kunjung diberangkatkan ke Jeddah. Kalau satunya, belum berangkat ke Jakarta. Sepertinya batal juga," katanya.

Dia mengaku tak mengetahui keberangkatan mereka melalui travel atau perusahaan lain. "Saya tidak tahu, tapi program mereka menggiurkan, katanya bila bayar bisa naik haji sambil bekerja," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:54

ALAMAK..! Bandar Besar Zenith di Banjarbaru Ternyata Seorang Janda

BANJARBARU - Tanpa ampun, Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi menggeber gas sepeda motor trailnya,…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:47

Pos Jaga Lapas Hanya Hiasan, Kapolres Geledah Sel Napi

BANJARBARU - Menara pos jaga di sudut-sudut tembok Lapas Banjarbaru sebenarnya cuma hiasan. Pos itu…

Minggu, 20 Agustus 2017 12:56

KENA..! Diintai, Tim Bekantan Ringkus Pengedar Zenith

BANJARMASIN - Setelah berhasil melakukan pengintaian terhadap pengedar Zenith, Timsus Bekantan Polresta…

Minggu, 20 Agustus 2017 12:45

GEGER...! Jatuh ke Air, Buruh Bangunan Meregang Nyawa Tersengat ini

BANJARMASIN - Seorang pria ditemukan tak bernyawa setelah terjatuh di lokasi tanah pembangunan rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:05

Gak Terima Disekap Bos Batubara, Ladies ini Lapor Polisi

BANJARMASIN - Seorang perempuan muda mendatangi Direktorat Kriminal Umum Polda Kalsel, Jumat (18/8).…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:57

Mahasiswi ini Jual Zenith Demi Bayar Uang Kuliah

KANDANGAN – Para pengedar Carnophen atau Zenith di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kini tidak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:39

Habis Salat Jumat, Motor Raib Digondol Maling

BANJARMASIN - Abdullah Hasan (45) kaget setelah mengetahui sepeda motor yang telah diparkir untuk salat…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08

Satu Lagi, Pengedar Sabu Kejebak Penyamaran Polisi

BANJARMASIN - Massuri alias Suri (21) terjerat hukum. Ia ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:07

Ternyata ini Penyebab Ambruknya Jembatan di Batola

MARABAHAN – Baru dua tahun dibangun, Jembatan Mandastana- Tanipah ambruk. Peristiwa menghebohkan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:13

Apess..! Ambil Tas Orang Lagi Sholat, Eh Ketangkep Warga

RANTAU - Nasib sial dialami oleh seorang pemuda bernama Sugiharto (26). Ia harus merasakan amukan warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .