MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21
Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan
SISWA TUNGGAL: Ahmad menjadi siswa tunggal di kelas 7. Dia terlihat bersemangat belajar di bawah bimbingan gurunya.

PROKAL.CO, Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus. Seperti itulah yang terlihat dari bangunan sekolah SMPN 2 Tapin Tengah.

 ------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 ------------------------------

Untuk mencapai Sekolah SMPN 2 Tapin Tengah Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning Kecamatan Tapin Tengah, menggunakan kendaraan roda dua, harus ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit, dengan kondisi jalan yang rusak bergelombang.

Bila datang hujan, siswa yang mengenyam pendidikan di sana harus lepas sepatu agar dapat melewati jalan yang tergenang dan becek. "Kalau hujan saya memilih tidak masuk sekolah, karena jalannya rusak," cerita Noor Huda (13), siswa kelas delapan.

Huda harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai ke sekolah yang paling dekat dengan rumahnya di Sungai Bahalang Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin ini. "Walaupun kondisi sekolahnya memprihatinkan, tetapi demi mengenyam pendidikan saya tetap semangat bersekolah," ujarnya.

Hanya ada beberapa siswa saja yang mengikuti belajar mengajar. Di kelas delapan hanya ada lima orang, di kelas tujuh hanya ada satu orang dan di kelas sembilan hanya ada tiga orang. Total hanya ada sembilan siswa yang betah menuntut ilmu di sekolah yang  terletak di tengah-tengah perkebunan sawit tersebut.

Huda duduk di kelas satu. Meskipun hanya berlima di kelasnya, proses belajar mengajar tetap dilakukan seperti biasanya. "Guru-gurunya setiap hari mengajar, tetapi mereka bergantian datang ke sini," terangnya.

Semua serba terbatas. Bukan hanya gedung dan kondisi ruang kelas yang terkesan tidak terawat, fasilitas lainnya pun demikian pula. Seperti buku-buku. Jumlahnya terbatas. Di kelasnya, Huda harus berbagi dengan teman-temannya. "Buku yang digunakan masih yang lama," katanya.

Siswa lainnya, Ahmad (12) mengungkapkan alasannya bersekolah di SMPN 2 Tapin Tengah. Alasannya serupa dengan yang dikemukakan Huda, karena hanya sekolah inilah satu-satunya yang ada dan relatif dekat dengan rumahnya.

Malu-malu Ahmad mengakui dia sering kencing sembarangan saat ditanya kesulitan yang dia rasakan selama bersekolah di sini. Kondisi WC yang sudah tidak layak pakai dan ketiadaan sarana air bersih di sekolah ini, membuatnya memilih semak-semak ketimbang WC.

Barulah kalau urusan buang air besar, dia terpaksa menggunakannya. Kalau masih sempat untuk pulang ke rumah sedapat mungkin Ahmad menahannya, atau meminjam WC guru yang kondisinya sedikit lebih layak.

Saat penulis berkeliling sekolah, SMPN 2 rupanya hanya memiliki dua kelas, satu kelas induk yang ada Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning dan kelas kedua yaitu kelas Paralel yang ada di Jalan Hakim Samad Kecamatan Tapin Tengah.

"Satu kelas induk yang ada di sini dan kelas lain yang ada dekat dengan pemukiman warga," ucap Abrani (55) guru yang mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah.

Abrani mengakui, kelas di sini lumayan jauh dari pemukiman warga. Berbeda dengan kondisi kelas paralel. “Di kelas paralel yang saya tahu kelas tiganya saja muridnya sekitar 40 orang lebih dan kelasnya dekat dengan pemukiman warga," ungkap guru yang baru dua tahun mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah. (al/ram)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…

Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.…

Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,…

Jumat, 01 Desember 2017 15:06

Pukulan Telak Bagi Guru Daerah Terpencil

Tiga edisi laporan masyarakat Paminggir sudah diterbitkan. Tulisan ini ibarat catatan kaki. Menyuarakan…

Kamis, 30 November 2017 15:20

ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi

JELANG AZAN ISYA, diawali lampu yang berkedap-kedip, listrik mendadak padam. Tanpa dikomando, para guru…

Rabu, 29 November 2017 13:44

Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur

Bekantan liar hidup bebas di Paminggir. Habitat monyet hidung panjang kebanggaan Kalsel ini bukti bahwa…

Rabu, 29 November 2017 11:12

Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .