MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21
Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan
SISWA TUNGGAL: Ahmad menjadi siswa tunggal di kelas 7. Dia terlihat bersemangat belajar di bawah bimbingan gurunya.

PROKAL.CO, Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus. Seperti itulah yang terlihat dari bangunan sekolah SMPN 2 Tapin Tengah.

 ------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 ------------------------------

Untuk mencapai Sekolah SMPN 2 Tapin Tengah Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning Kecamatan Tapin Tengah, menggunakan kendaraan roda dua, harus ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit, dengan kondisi jalan yang rusak bergelombang.

Bila datang hujan, siswa yang mengenyam pendidikan di sana harus lepas sepatu agar dapat melewati jalan yang tergenang dan becek. "Kalau hujan saya memilih tidak masuk sekolah, karena jalannya rusak," cerita Noor Huda (13), siswa kelas delapan.

Huda harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai ke sekolah yang paling dekat dengan rumahnya di Sungai Bahalang Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin ini. "Walaupun kondisi sekolahnya memprihatinkan, tetapi demi mengenyam pendidikan saya tetap semangat bersekolah," ujarnya.

Hanya ada beberapa siswa saja yang mengikuti belajar mengajar. Di kelas delapan hanya ada lima orang, di kelas tujuh hanya ada satu orang dan di kelas sembilan hanya ada tiga orang. Total hanya ada sembilan siswa yang betah menuntut ilmu di sekolah yang  terletak di tengah-tengah perkebunan sawit tersebut.

Huda duduk di kelas satu. Meskipun hanya berlima di kelasnya, proses belajar mengajar tetap dilakukan seperti biasanya. "Guru-gurunya setiap hari mengajar, tetapi mereka bergantian datang ke sini," terangnya.

Semua serba terbatas. Bukan hanya gedung dan kondisi ruang kelas yang terkesan tidak terawat, fasilitas lainnya pun demikian pula. Seperti buku-buku. Jumlahnya terbatas. Di kelasnya, Huda harus berbagi dengan teman-temannya. "Buku yang digunakan masih yang lama," katanya.

Siswa lainnya, Ahmad (12) mengungkapkan alasannya bersekolah di SMPN 2 Tapin Tengah. Alasannya serupa dengan yang dikemukakan Huda, karena hanya sekolah inilah satu-satunya yang ada dan relatif dekat dengan rumahnya.

Malu-malu Ahmad mengakui dia sering kencing sembarangan saat ditanya kesulitan yang dia rasakan selama bersekolah di sini. Kondisi WC yang sudah tidak layak pakai dan ketiadaan sarana air bersih di sekolah ini, membuatnya memilih semak-semak ketimbang WC.

Barulah kalau urusan buang air besar, dia terpaksa menggunakannya. Kalau masih sempat untuk pulang ke rumah sedapat mungkin Ahmad menahannya, atau meminjam WC guru yang kondisinya sedikit lebih layak.

Saat penulis berkeliling sekolah, SMPN 2 rupanya hanya memiliki dua kelas, satu kelas induk yang ada Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning dan kelas kedua yaitu kelas Paralel yang ada di Jalan Hakim Samad Kecamatan Tapin Tengah.

"Satu kelas induk yang ada di sini dan kelas lain yang ada dekat dengan pemukiman warga," ucap Abrani (55) guru yang mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah.

Abrani mengakui, kelas di sini lumayan jauh dari pemukiman warga. Berbeda dengan kondisi kelas paralel. “Di kelas paralel yang saya tahu kelas tiganya saja muridnya sekitar 40 orang lebih dan kelasnya dekat dengan pemukiman warga," ungkap guru yang baru dua tahun mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah. (al/ram)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .