MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21
Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan
SISWA TUNGGAL: Ahmad menjadi siswa tunggal di kelas 7. Dia terlihat bersemangat belajar di bawah bimbingan gurunya.

PROKAL.CO, Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus. Seperti itulah yang terlihat dari bangunan sekolah SMPN 2 Tapin Tengah.

 ------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 ------------------------------

Untuk mencapai Sekolah SMPN 2 Tapin Tengah Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning Kecamatan Tapin Tengah, menggunakan kendaraan roda dua, harus ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit, dengan kondisi jalan yang rusak bergelombang.

Bila datang hujan, siswa yang mengenyam pendidikan di sana harus lepas sepatu agar dapat melewati jalan yang tergenang dan becek. "Kalau hujan saya memilih tidak masuk sekolah, karena jalannya rusak," cerita Noor Huda (13), siswa kelas delapan.

Huda harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai ke sekolah yang paling dekat dengan rumahnya di Sungai Bahalang Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin ini. "Walaupun kondisi sekolahnya memprihatinkan, tetapi demi mengenyam pendidikan saya tetap semangat bersekolah," ujarnya.

Hanya ada beberapa siswa saja yang mengikuti belajar mengajar. Di kelas delapan hanya ada lima orang, di kelas tujuh hanya ada satu orang dan di kelas sembilan hanya ada tiga orang. Total hanya ada sembilan siswa yang betah menuntut ilmu di sekolah yang  terletak di tengah-tengah perkebunan sawit tersebut.

Huda duduk di kelas satu. Meskipun hanya berlima di kelasnya, proses belajar mengajar tetap dilakukan seperti biasanya. "Guru-gurunya setiap hari mengajar, tetapi mereka bergantian datang ke sini," terangnya.

Semua serba terbatas. Bukan hanya gedung dan kondisi ruang kelas yang terkesan tidak terawat, fasilitas lainnya pun demikian pula. Seperti buku-buku. Jumlahnya terbatas. Di kelasnya, Huda harus berbagi dengan teman-temannya. "Buku yang digunakan masih yang lama," katanya.

Siswa lainnya, Ahmad (12) mengungkapkan alasannya bersekolah di SMPN 2 Tapin Tengah. Alasannya serupa dengan yang dikemukakan Huda, karena hanya sekolah inilah satu-satunya yang ada dan relatif dekat dengan rumahnya.

Malu-malu Ahmad mengakui dia sering kencing sembarangan saat ditanya kesulitan yang dia rasakan selama bersekolah di sini. Kondisi WC yang sudah tidak layak pakai dan ketiadaan sarana air bersih di sekolah ini, membuatnya memilih semak-semak ketimbang WC.

Barulah kalau urusan buang air besar, dia terpaksa menggunakannya. Kalau masih sempat untuk pulang ke rumah sedapat mungkin Ahmad menahannya, atau meminjam WC guru yang kondisinya sedikit lebih layak.

Saat penulis berkeliling sekolah, SMPN 2 rupanya hanya memiliki dua kelas, satu kelas induk yang ada Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning dan kelas kedua yaitu kelas Paralel yang ada di Jalan Hakim Samad Kecamatan Tapin Tengah.

"Satu kelas induk yang ada di sini dan kelas lain yang ada dekat dengan pemukiman warga," ucap Abrani (55) guru yang mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah.

Abrani mengakui, kelas di sini lumayan jauh dari pemukiman warga. Berbeda dengan kondisi kelas paralel. “Di kelas paralel yang saya tahu kelas tiganya saja muridnya sekitar 40 orang lebih dan kelasnya dekat dengan pemukiman warga," ungkap guru yang baru dua tahun mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah. (al/ram)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:19

Sejarah Panjang Kain Sasirangan: Hasil Bertapa Patih Lambung Mangkurat 40 Hari 40 Malam

Seperti kain nusantara umumnya, kain sasirangan punya banyak cerita. Kain khas Kalsel ini dipercaya…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…

Rabu, 09 Agustus 2017 15:02

Rio, Remaja Penderita Leukimia Perlu Pengobatan

Di saat teman-teman sebayanya sedang asik menikmati masa sekolah, M Rio Ramadhan terbaring lemas di…

Sabtu, 05 Agustus 2017 18:10

Kisah Jambret Muda yang Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Baru berumur 18 tahun, LB sudah punya riwayat kejahatan yang panjang. Aksi terakhirnya menjambret di…

Senin, 24 Juli 2017 08:33

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri

Ada yang Ditangkap Saat Makan dengan Anak Istri Seorang ibu rumah tangga tenaga kesehatan Puskesmas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .