MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21
Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan
SISWA TUNGGAL: Ahmad menjadi siswa tunggal di kelas 7. Dia terlihat bersemangat belajar di bawah bimbingan gurunya.

PROKAL.CO, Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus. Seperti itulah yang terlihat dari bangunan sekolah SMPN 2 Tapin Tengah.

 ------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

 ------------------------------

Untuk mencapai Sekolah SMPN 2 Tapin Tengah Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning Kecamatan Tapin Tengah, menggunakan kendaraan roda dua, harus ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit, dengan kondisi jalan yang rusak bergelombang.

Bila datang hujan, siswa yang mengenyam pendidikan di sana harus lepas sepatu agar dapat melewati jalan yang tergenang dan becek. "Kalau hujan saya memilih tidak masuk sekolah, karena jalannya rusak," cerita Noor Huda (13), siswa kelas delapan.

Huda harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai ke sekolah yang paling dekat dengan rumahnya di Sungai Bahalang Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin ini. "Walaupun kondisi sekolahnya memprihatinkan, tetapi demi mengenyam pendidikan saya tetap semangat bersekolah," ujarnya.

Hanya ada beberapa siswa saja yang mengikuti belajar mengajar. Di kelas delapan hanya ada lima orang, di kelas tujuh hanya ada satu orang dan di kelas sembilan hanya ada tiga orang. Total hanya ada sembilan siswa yang betah menuntut ilmu di sekolah yang  terletak di tengah-tengah perkebunan sawit tersebut.

Huda duduk di kelas satu. Meskipun hanya berlima di kelasnya, proses belajar mengajar tetap dilakukan seperti biasanya. "Guru-gurunya setiap hari mengajar, tetapi mereka bergantian datang ke sini," terangnya.

Semua serba terbatas. Bukan hanya gedung dan kondisi ruang kelas yang terkesan tidak terawat, fasilitas lainnya pun demikian pula. Seperti buku-buku. Jumlahnya terbatas. Di kelasnya, Huda harus berbagi dengan teman-temannya. "Buku yang digunakan masih yang lama," katanya.

Siswa lainnya, Ahmad (12) mengungkapkan alasannya bersekolah di SMPN 2 Tapin Tengah. Alasannya serupa dengan yang dikemukakan Huda, karena hanya sekolah inilah satu-satunya yang ada dan relatif dekat dengan rumahnya.

Malu-malu Ahmad mengakui dia sering kencing sembarangan saat ditanya kesulitan yang dia rasakan selama bersekolah di sini. Kondisi WC yang sudah tidak layak pakai dan ketiadaan sarana air bersih di sekolah ini, membuatnya memilih semak-semak ketimbang WC.

Barulah kalau urusan buang air besar, dia terpaksa menggunakannya. Kalau masih sempat untuk pulang ke rumah sedapat mungkin Ahmad menahannya, atau meminjam WC guru yang kondisinya sedikit lebih layak.

Saat penulis berkeliling sekolah, SMPN 2 rupanya hanya memiliki dua kelas, satu kelas induk yang ada Desa Papagan Makmur atau Rawa Muning dan kelas kedua yaitu kelas Paralel yang ada di Jalan Hakim Samad Kecamatan Tapin Tengah.

"Satu kelas induk yang ada di sini dan kelas lain yang ada dekat dengan pemukiman warga," ucap Abrani (55) guru yang mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah.

Abrani mengakui, kelas di sini lumayan jauh dari pemukiman warga. Berbeda dengan kondisi kelas paralel. “Di kelas paralel yang saya tahu kelas tiganya saja muridnya sekitar 40 orang lebih dan kelasnya dekat dengan pemukiman warga," ungkap guru yang baru dua tahun mengajar di SMPN 2 Tapin Tengah. (al/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .