MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30
Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Satu Perawat Tangani 10 Pecandu

DIRAWAT: Pasien di RSJ Sambang Lihum. RSJ Sambang Lihum juga merehabilitasi pasien ketergantungan psikotropika.

PROKAL.CO, Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan di negeri ini terhadap para gembong narkoba tak digubris pelaku. Bagaimana di Kalsel?

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel, sejak awal tahun tadi sudah ada 21 kasus yang ditangani. Kasus-kasus ini meliputi 5.500 gram sabu, 123 butir ekstasi dan ganja jenis baru gorila 2,5 Kg. Yang juga fenomenal adalah digagalkannya peredaran 4.080.000 butir carnophen.

Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 16 kasus setahun. Sumbangan kasus-kasus Carnophen membuat angka peredaran obat-obatan terlarang semakin naik setiap tahunnya. 

 "Semua kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan, tinggal 4 kasus dari 21 kasus tahun ini yang belum selesai," beber Kepala Seksi Penyidikan BNNP Kalsel, Yatmin, Jumat (11/8) kemarin.

Untuk diketahui, belum lama tadi, BNNP Kalsel juga baru mengungkap peredaran ganja jenis baru yakni gorilla. Psikotropika jenis baru yang diendus sekarang mulai sedang diedarkan di Kalsel adalah pil Happy Five.

Happy Five ini adalah psikotropika yang jika dikonsumsi berpengaruh langsung pada susunan saraf pusat. Namun dalam perkembangannya, obat ini disalahgunakan bukan untuk pengobatan. "Tetap sabu dan ekstasi serta carnophen yang digandrungi di Kalsel. Apalagi carnophen, yang dijual dengan harga murah," kata Yatmin.

Semakin gencar aparat memerangi narkoba, para pengedar barang haram ini juga semakin pintar dalam mengelabui aparat. Diseludupkan melalui pakaian dalam, hingga mengibuli petugas melalui bahan yang sulit dideteksi.

Modus baru penyeludupan narkoba ke Kalsel diungkapkan dia, adalah dengan ditempelkannya narkoba di dinding kardus yang cukup sulit terdeteksi. "Ini yang baru ditemukan, perlu kejelian dari kami," ucapnya.

Cukup mudahnya akses transportasi dari luar pulau menuju Kalsel, menambah tingginya kasus peredaran narkoba di sini. "Kalau dari udara lebih banyak berasal dari Jakarta, sedangkan edaran yang masuk melalui sungai berasal dari Jawa Timur," terangnya.

Selain tingginya angka kasus peredaran narkoba di daerah ini, pengguna pun tinggi. Berdasarkan data rujukan penelitian BNN bersama Universitas Indonesia yang dilakukan pada tahun 2015 lalu, angka pengguna narkoba di Kalsel mencapai 55.000 jiwa. Angka itu diyakini, di tahun 2017 ini terus bertambah seiring meningkatnya kasus peredaran narkoba.

Murahnya harga carnophen atau akrab disebut Zenit membuat pecandunya mendominasi 1.800 pasien narkoba yang saat ini direhabilitasi. "Dari pasien yang direhab selama dua tahun terakhir, 75 persennya adalah pengguna Zenith," terang Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol Marsauli Siregar ketika Hari Anti Narkoba Internasional di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin lalu.

Bahkan jumlah perawat yang ada masih tak sebanding dengan jumlah pasien narkoba.
Saat ini ada 97 orang pasien rehabilitasi narkoba di RSUD Sambang Lihum. Jumlah itu secara bergantian dilakukan perawatan oleh 40 orang perawat yang dibagi 4 shift jaga. Dengan jumlah perawat sebanyak itu, satu perawat menangani 10 orang pasien.

Padahal idealnya khusus pasien biasa saja, satu perawat menangani 7 orang pasien. Belum lagi penempatan ruangan rehabilitasi yang tak terintegrasi. "Meski demikian, kami tetap semangat merehab pengguna narkoba," ucap Direktur RSUD Sambang Lihum, dr Dharma yang mengungkapkan jumlah tempat tidur masih cukup untuk mengakomodasi mereka.

Dari hasil rehabilitasi ini, Dharma menyebut  dalam tiga tahun ini sekitar 400 an orang telah berhasil terbebas dari narkoba.

Diterangkannya, penanganan pasien rehabilitasi dibandingkan dengan pasien umum yang mengalami gangguan kejiwaan sedikit berbeda. Untuk terlepas dari barang haram tersebut ada tiga tahapan pengobatan.

Yang pertama tahap detoksifikasi. Di tahap ini, pasien dibersihkan darahnya dari narkoba. Di tahap kedua adalah rehabilitasi mental. Dan tahap ketiga reentri. Ditahap ini, pasien diberikan kemampuan hidup secara mandiri saat terbebas narkoba. "Setelah dinyatakan terbebas dari narkoba, kami harap pihak keluarga yang melakukan pengawasan ketat," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Pol Marsauli Siregar menyatakan, upaya rehabilitasi  sekarang tengah gencar dilakukan oleh pihaknya. Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat jangan malu atau takut membawa keluargauntuk rehab. Sebab rehabilitasi tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. "Kami menghaturkan terimakasih atas dukungan dari Pemprov terhadap fasilitas rehabilitasi ini," ujar Marsauli. (mof/yn/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .