MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28
Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau
WAYANG: Pementasan wayang kulit banjar memang masih ada. Namun derasnya budaya luar yang masuk, membuat kesenian ini banyak ditinggalkan. Hanya segelintir orang saja yang hingga kini masih menikmati wayang. | Foto: Wahyu Ramadan / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar. Hal tersebut menyiratkan bahwa betapa erat hubungan bahasa Banjar dengan kesenian tradisionalnya.

Sementara cerita atau lakon dalam pertunjukan seni Wayang Kulit Banjar dikenal dengan lakon “carang” atau bukan cerita pakam (pakem). Tapi, memakai sumber cerita dari Mahabharata. Teknis penyajian dengan lakon carangan adalah penyajian Wayang Kulit Banjar yang berfungsi sebagai tontonan.

Taufik Rahman, Dalang Muda asal Desa Panggung, Barikin HST, menuturkan bahwa pementasan Wayang Kulit Banjar pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1970-1990-an. Pada masa itu, juga masa kejayaan bagi ahli pembuat Wayang Kulit, mengingat banyaknya pesanan pembuatan wayang dari para Dalang. Baik di dalam mau pun luar daerah Kalsel.

 

"Dulu, cuma satu hari saja dalam seminggu yang tidak ada pementasan Wayang. Berbeda dengan sekarang, yang dalam seminggu, hanya satu atau dua kali saja ada pementasan," jelasnya.

 

Setelah tahun 1990-an permintaan pementasan wayang mulai turun secara drastis, dan pembuatan Wayang pun juga terhenti. Sepinya permintaan pementasan, menurut lelaki yang akrab disapa Upik itu, generasi sekarang lebih tertarik serta menyukai hiburan yang berbau modern.

"Segala sesuatunya ada. Tapi mencari generasi penerusnya yang cukup sulit," tuturnya.

 

Tak ingin kesenian Wayang Kulit Banjar, hilang begitu saja. Upik juga kerap mengajak anak muda, agar mempelajari kesenian tersebut. Sampai saat ini, di Sanggar Anak Pandawa miliknya, Upik tak hanya mengajarkan Wayang Kulit Banjar saja. Melainkan seluruh kesenian tradisional yang ada di Kalsel.

 

"Saya tak ingin memaksakan mereka yang ingin belajar. Saya bebaskan saja mereka ingin belajar apa. Entah itu dari soal alat serta musik tradisionalnya, hingga kesenian lainnya. Yang penting ada kemauan," ungkap Dalang, yang juga pengrajin alat musik tradisional ini.

 

Terkait hal tersebut, salah seorang seniman muda asal banua, sekaligus pendiri kelompok penggerak seni asal banua, Novyandi Saputra, menambahkan bahwa Wayang Kulit Banjar, hendaknya jangan dipandang sekadar media hiburan. Wayang Kulit Banjar, menurutnya juga punya demensional yang adiluhung sebagai tontonan, tuntunan serta tatanan.

 

"Wayang Kulit Banjar, juga berfungsi menjadi tuntunan agar tercipta tatanan yang baik untuk para penontonnya," jelas Novy.

Ia juga menyayangkan, apabila para pengampu kebijakan 'lalai' akan keberadaan Wayang Kulit Banjar. Wayang Kulit Banjar, seperti hidup segan mati tak mau.

 

"Tentunya, haris segera dipikirkan bersama. Saya rasa organisasi yang terkait dunia Wayang seperti Pepadi juga belum terlihat kerja nyatanya," pungkasnya. (war/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:51

Borneo Jeep Community Balikpapan Kunjungi Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Rombongan Borneo Jeep Community Balikpapan, Kalimantan Timur mengunjungi Gedung Biru Radar…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:48

Jemaah Membeludak di Haul Abah Anang

MARTAPURA - Haul ke-6 KH Muhammad Djazouly Seman atau Abah Anang dipadati jemaah Jumat (17/8) malam.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 13:35

Lihat Tuh, Ekspresi Pak Nadjmi Saat Lomba Tarik Tambang

Dalam membangun dan menjaga kota, Polres Banjarbaru dan Pemko Banjarbaru boleh kompak. Tapi dalam lomba…

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:33

Dimulai Hari ini, Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin

BANJARMASIN - Meningkatkan peran generasi muda agar peduli terhadap lingkungan hidup bisa melalui berbagai…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:05

Unik dan Seru..! Balap Jukung Pakai Helm di Jalan Veteran

BANJARMASIN - Ada yang unik dari perhelatan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:30

Ada yang Seru Nih di Halaman Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN – Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI di Pemko Banjarmasin terlihat lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 13:29

Malam ini Haul Abah Anang Djazouly, ini Persiapannya

MARTAPURA - Persiapan Haul ke-6 Ayah Anang di Komplek Perumahan Antasari Martapura mulai terlihat.…

Kamis, 17 Agustus 2017 10:42

Seruu..!! Lomba 17 Agustus Ditempat ini

BANJARMASIN – Momen hari Kemerdekaan RI selalu diisi dengan penuh semangat. Tua muda, pria maupun…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:57

Bagandut Lumpuhkan Penjajah Belanda

BANJARMASIN - Meski sempat ditentang sang ayah. Melalui Tarian Bagandut, sosok Bariyah yang diperankan…

Selasa, 15 Agustus 2017 14:57

Seru dan Kreatif, Lomba Layang-layang Berbahan 3R di Tapin

Angin memang sedang bagus hari itu. Satu persatu layang-layang mengangkasa, menghias langit Hutan Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .