MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28
Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau
WAYANG: Pementasan wayang kulit banjar memang masih ada. Namun derasnya budaya luar yang masuk, membuat kesenian ini banyak ditinggalkan. Hanya segelintir orang saja yang hingga kini masih menikmati wayang. | Foto: Wahyu Ramadan / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar. Hal tersebut menyiratkan bahwa betapa erat hubungan bahasa Banjar dengan kesenian tradisionalnya.

Sementara cerita atau lakon dalam pertunjukan seni Wayang Kulit Banjar dikenal dengan lakon “carang” atau bukan cerita pakam (pakem). Tapi, memakai sumber cerita dari Mahabharata. Teknis penyajian dengan lakon carangan adalah penyajian Wayang Kulit Banjar yang berfungsi sebagai tontonan.

Taufik Rahman, Dalang Muda asal Desa Panggung, Barikin HST, menuturkan bahwa pementasan Wayang Kulit Banjar pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1970-1990-an. Pada masa itu, juga masa kejayaan bagi ahli pembuat Wayang Kulit, mengingat banyaknya pesanan pembuatan wayang dari para Dalang. Baik di dalam mau pun luar daerah Kalsel.

 

"Dulu, cuma satu hari saja dalam seminggu yang tidak ada pementasan Wayang. Berbeda dengan sekarang, yang dalam seminggu, hanya satu atau dua kali saja ada pementasan," jelasnya.

 

Setelah tahun 1990-an permintaan pementasan wayang mulai turun secara drastis, dan pembuatan Wayang pun juga terhenti. Sepinya permintaan pementasan, menurut lelaki yang akrab disapa Upik itu, generasi sekarang lebih tertarik serta menyukai hiburan yang berbau modern.

"Segala sesuatunya ada. Tapi mencari generasi penerusnya yang cukup sulit," tuturnya.

 

Tak ingin kesenian Wayang Kulit Banjar, hilang begitu saja. Upik juga kerap mengajak anak muda, agar mempelajari kesenian tersebut. Sampai saat ini, di Sanggar Anak Pandawa miliknya, Upik tak hanya mengajarkan Wayang Kulit Banjar saja. Melainkan seluruh kesenian tradisional yang ada di Kalsel.

 

"Saya tak ingin memaksakan mereka yang ingin belajar. Saya bebaskan saja mereka ingin belajar apa. Entah itu dari soal alat serta musik tradisionalnya, hingga kesenian lainnya. Yang penting ada kemauan," ungkap Dalang, yang juga pengrajin alat musik tradisional ini.

 

Terkait hal tersebut, salah seorang seniman muda asal banua, sekaligus pendiri kelompok penggerak seni asal banua, Novyandi Saputra, menambahkan bahwa Wayang Kulit Banjar, hendaknya jangan dipandang sekadar media hiburan. Wayang Kulit Banjar, menurutnya juga punya demensional yang adiluhung sebagai tontonan, tuntunan serta tatanan.

 

"Wayang Kulit Banjar, juga berfungsi menjadi tuntunan agar tercipta tatanan yang baik untuk para penontonnya," jelas Novy.

Ia juga menyayangkan, apabila para pengampu kebijakan 'lalai' akan keberadaan Wayang Kulit Banjar. Wayang Kulit Banjar, seperti hidup segan mati tak mau.

 

"Tentunya, haris segera dipikirkan bersama. Saya rasa organisasi yang terkait dunia Wayang seperti Pepadi juga belum terlihat kerja nyatanya," pungkasnya. (war/ema)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 12:10

Ragam Etnis Bersatu di Pawai Budaya Banjarbaru Creative Expo 2017

BANJARBARU - Banjarbaru Creative Expo 2017, Minggu (22/10) kemarin berlangsung sangat meriah dengan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:22

Gini Nih Jadinya Kalo Bidan Jago Motret Bayi

Bekerja sebagai bidan desa tidak membuat Eka Nurmawaty meninggalkan hobinya bertahun-tahun, fotografi.…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:22

Komunitas Timpakul Menguak Kuburan Leluhur

Komunitas Timpakul dari singkatan Tim Pencari Kuburan Leluhur terbentuk sejak tahun 2014 lalu. Komunitas…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:43

Tidak Diputar di Bioskop, Film Perang Banjar Akan Diputar Ditempat ini

BANJARBARU - Perang Banjar digadang-gadang menjadi film komersil pertama yang mengangkat tema lokal…

Selasa, 17 Oktober 2017 12:44

Bersiap, Banjarbaru Creative Expo 4 Hari Lagi

BANJARBARU - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, Pemkot Banjarbaru kembali menggelar…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:58

Validasi Kartu Akan Diberlakukan, Penikmat Kartu Kouta Resah

BANJARMASIN – Raut muka Indah, siswi SMPN 1 Banjarmasin langsung berubah setelah diberitahu semua…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37

LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan…

Senin, 09 Oktober 2017 14:46

Banjarmasin Bakal Jadi Tuan Rumah Gathnas

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin rencananya akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gathering Nasional…

Senin, 09 Oktober 2017 14:41

Byurr... Jalan Santai Pilkada di Tabalong Diadang Hujan

TANJUNG – Hujan deras adang jalan santai sosialisasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten…

Senin, 02 Oktober 2017 14:00

Sepoi-sepoi Sejuk, Nonton G30S/PKI di Tepi Laut

KOTABARU - Ribuan warga memadati Siring Laut Kotabaru. Mereka nonton bareng film G30S/PKI, Sabtu (30/9)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .