MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28
Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau
WAYANG: Pementasan wayang kulit banjar memang masih ada. Namun derasnya budaya luar yang masuk, membuat kesenian ini banyak ditinggalkan. Hanya segelintir orang saja yang hingga kini masih menikmati wayang. | Foto: Wahyu Ramadan / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar. Hal tersebut menyiratkan bahwa betapa erat hubungan bahasa Banjar dengan kesenian tradisionalnya.

Sementara cerita atau lakon dalam pertunjukan seni Wayang Kulit Banjar dikenal dengan lakon “carang” atau bukan cerita pakam (pakem). Tapi, memakai sumber cerita dari Mahabharata. Teknis penyajian dengan lakon carangan adalah penyajian Wayang Kulit Banjar yang berfungsi sebagai tontonan.

Taufik Rahman, Dalang Muda asal Desa Panggung, Barikin HST, menuturkan bahwa pementasan Wayang Kulit Banjar pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1970-1990-an. Pada masa itu, juga masa kejayaan bagi ahli pembuat Wayang Kulit, mengingat banyaknya pesanan pembuatan wayang dari para Dalang. Baik di dalam mau pun luar daerah Kalsel.

 

"Dulu, cuma satu hari saja dalam seminggu yang tidak ada pementasan Wayang. Berbeda dengan sekarang, yang dalam seminggu, hanya satu atau dua kali saja ada pementasan," jelasnya.

 

Setelah tahun 1990-an permintaan pementasan wayang mulai turun secara drastis, dan pembuatan Wayang pun juga terhenti. Sepinya permintaan pementasan, menurut lelaki yang akrab disapa Upik itu, generasi sekarang lebih tertarik serta menyukai hiburan yang berbau modern.

"Segala sesuatunya ada. Tapi mencari generasi penerusnya yang cukup sulit," tuturnya.

 

Tak ingin kesenian Wayang Kulit Banjar, hilang begitu saja. Upik juga kerap mengajak anak muda, agar mempelajari kesenian tersebut. Sampai saat ini, di Sanggar Anak Pandawa miliknya, Upik tak hanya mengajarkan Wayang Kulit Banjar saja. Melainkan seluruh kesenian tradisional yang ada di Kalsel.

 

"Saya tak ingin memaksakan mereka yang ingin belajar. Saya bebaskan saja mereka ingin belajar apa. Entah itu dari soal alat serta musik tradisionalnya, hingga kesenian lainnya. Yang penting ada kemauan," ungkap Dalang, yang juga pengrajin alat musik tradisional ini.

 

Terkait hal tersebut, salah seorang seniman muda asal banua, sekaligus pendiri kelompok penggerak seni asal banua, Novyandi Saputra, menambahkan bahwa Wayang Kulit Banjar, hendaknya jangan dipandang sekadar media hiburan. Wayang Kulit Banjar, menurutnya juga punya demensional yang adiluhung sebagai tontonan, tuntunan serta tatanan.

 

"Wayang Kulit Banjar, juga berfungsi menjadi tuntunan agar tercipta tatanan yang baik untuk para penontonnya," jelas Novy.

Ia juga menyayangkan, apabila para pengampu kebijakan 'lalai' akan keberadaan Wayang Kulit Banjar. Wayang Kulit Banjar, seperti hidup segan mati tak mau.

 

"Tentunya, haris segera dipikirkan bersama. Saya rasa organisasi yang terkait dunia Wayang seperti Pepadi juga belum terlihat kerja nyatanya," pungkasnya. (war/ema)


BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 15:15

Ratusan Peserta Meriahkan Baayun Maulid di Banjarbaru

BANJARBARU - Tradisi Baayun Maulid Kamis (7/12) kemarin digelar di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.…

Senin, 04 Desember 2017 15:43

Banjarbaru Bikin Nasi Kabuli Terpanjang di Indonesia

BANJARBARU - Kota Banjarbaru, Minggu (3/12) kemarin memecahkan rekor pembuatan nasi kabuli terpanjang…

Jumat, 01 Desember 2017 15:29

Makam Tua Telok Selong yang Masih Misterius

MARTAPURA - Sejak heboh ditemukan awal November lalu, belum diketahui makam siapa di kompleks makam…

Selasa, 28 November 2017 14:51

Kunjungi Auckland University of Technology, Jajal Virtual Reality

Hari ketiga Zetizen Fun Adventure Trip nggak kalah seru dari hari-hari sebelumnya. Yup, seluruh Alpha…

Senin, 27 November 2017 11:46

Pawai Budaya Meriahkan Siring

BANJARMASIN – Suasana sepanjang Siring Sudirman, Siring Tendean, serta Menara Pandang terlihat…

Senin, 27 November 2017 11:33

Tower Sasirangan di Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU - Setelah hampir tiga bulan dilukis oleh perupa Sulistyono Hilda, tower PDAM di Taman Van…

Senin, 27 November 2017 10:09

Cantiknya Warna-Warni di Gang Kalimantan I

BANJARMASIN – Jika Banjarbaru memiliki Kampung Pelangi, kini Banjarmasin memiliki Kampung Warna-warni.…

Sabtu, 25 November 2017 16:46

Naik Truk Militer, Anak TK Kunjungi Gedung Biru

BANJARBARU - Pagi-pagi, Jumat (24/11) kemarin, dua truk militer tiba-tiba memasuki halaman gedung Biru…

Rabu, 22 November 2017 12:25

Liat Nih.. Demam Tiang Listrik Rambah Banua

BANJARMASIN – Demam tiang listrik yang terjadi sejak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .