MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28
Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau
WAYANG: Pementasan wayang kulit banjar memang masih ada. Namun derasnya budaya luar yang masuk, membuat kesenian ini banyak ditinggalkan. Hanya segelintir orang saja yang hingga kini masih menikmati wayang. | Foto: Wahyu Ramadan / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar. Hal tersebut menyiratkan bahwa betapa erat hubungan bahasa Banjar dengan kesenian tradisionalnya.

Sementara cerita atau lakon dalam pertunjukan seni Wayang Kulit Banjar dikenal dengan lakon “carang” atau bukan cerita pakam (pakem). Tapi, memakai sumber cerita dari Mahabharata. Teknis penyajian dengan lakon carangan adalah penyajian Wayang Kulit Banjar yang berfungsi sebagai tontonan.

Taufik Rahman, Dalang Muda asal Desa Panggung, Barikin HST, menuturkan bahwa pementasan Wayang Kulit Banjar pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1970-1990-an. Pada masa itu, juga masa kejayaan bagi ahli pembuat Wayang Kulit, mengingat banyaknya pesanan pembuatan wayang dari para Dalang. Baik di dalam mau pun luar daerah Kalsel.

 

"Dulu, cuma satu hari saja dalam seminggu yang tidak ada pementasan Wayang. Berbeda dengan sekarang, yang dalam seminggu, hanya satu atau dua kali saja ada pementasan," jelasnya.

 

Setelah tahun 1990-an permintaan pementasan wayang mulai turun secara drastis, dan pembuatan Wayang pun juga terhenti. Sepinya permintaan pementasan, menurut lelaki yang akrab disapa Upik itu, generasi sekarang lebih tertarik serta menyukai hiburan yang berbau modern.

"Segala sesuatunya ada. Tapi mencari generasi penerusnya yang cukup sulit," tuturnya.

 

Tak ingin kesenian Wayang Kulit Banjar, hilang begitu saja. Upik juga kerap mengajak anak muda, agar mempelajari kesenian tersebut. Sampai saat ini, di Sanggar Anak Pandawa miliknya, Upik tak hanya mengajarkan Wayang Kulit Banjar saja. Melainkan seluruh kesenian tradisional yang ada di Kalsel.

 

"Saya tak ingin memaksakan mereka yang ingin belajar. Saya bebaskan saja mereka ingin belajar apa. Entah itu dari soal alat serta musik tradisionalnya, hingga kesenian lainnya. Yang penting ada kemauan," ungkap Dalang, yang juga pengrajin alat musik tradisional ini.

 

Terkait hal tersebut, salah seorang seniman muda asal banua, sekaligus pendiri kelompok penggerak seni asal banua, Novyandi Saputra, menambahkan bahwa Wayang Kulit Banjar, hendaknya jangan dipandang sekadar media hiburan. Wayang Kulit Banjar, menurutnya juga punya demensional yang adiluhung sebagai tontonan, tuntunan serta tatanan.

 

"Wayang Kulit Banjar, juga berfungsi menjadi tuntunan agar tercipta tatanan yang baik untuk para penontonnya," jelas Novy.

Ia juga menyayangkan, apabila para pengampu kebijakan 'lalai' akan keberadaan Wayang Kulit Banjar. Wayang Kulit Banjar, seperti hidup segan mati tak mau.

 

"Tentunya, haris segera dipikirkan bersama. Saya rasa organisasi yang terkait dunia Wayang seperti Pepadi juga belum terlihat kerja nyatanya," pungkasnya. (war/ema)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 13:00

Dewaruci Bersandar di Pelabuhan Trisakti, Ayo! Siapa Saja Boleh Naik

BANJARMASIN - KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Trisakti, kemarin (21/2) sore. Kapal yang melegenda…

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Tips Tampil Pede Tanpa Make Up ala ASN Cantik

Kata siapa make up adalah kunci utama untuk tampil cantik. Yang pasti tidak bagi Gusti Zahratan. Aparatur…

Senin, 19 Februari 2018 14:18

WOW..! Tak Tanggung-tanggung H Isam Akan Umrohkan 250 Orang

BATULICIN - Puluhan guru di SMPN I Mantewe, lagi bergembira ria. Mereka bakal berangkat umrah tahun…

Senin, 19 Februari 2018 13:45

Ternyata Melukis Bisa Membantuk Rasa Pede, Begini Caranya

BANJARMASIN – Menggambar tentu mengasyikkan. Terumata bagi anak-anak. Manfaatnya luar biasa. Tak…

Senin, 19 Februari 2018 13:25

Meriahnya Acara Jalan Santai di Siring Laut Kotabaru

KOTABARU - Hiburan dan hadiah yang dikemas dalam jalan santai rupanya mampu menyedot warga tumpah ruah…

Rabu, 14 Februari 2018 15:42

Cinta yang Jatuh pada Bukan Lawan Jenis

Dora menjadi transpuan karena pelecehan seksual di masa kecil. Keket tidak, dia memilihnya dengan sadar.…

Senin, 12 Februari 2018 12:55

Maras..!! Ini Nasib Meriam yang Ditemukan di Bawah Jembatan Tatas Dulu

BANJARMASIN - Masih ingatkah dengan meriam yang ditemukan 8 Agustus 2016 lalu? Ya, senjata sepanjang…

Jumat, 09 Februari 2018 13:56

Serunya Bermain RC Car, Beradu Layaknya Mobil Sungguhan

BANJARMASIN - Banyaknya pehobi mobil-mobilan Remote Control (RC) di Banua, membuat para pencintanya…

Rabu, 07 Februari 2018 14:04

Perkenalkan, Komunitas Cari Jodoh Buhan Banjar

Mencari jodoh susah-susah gampang. Jika memang rezeki, mudah ditemukan. Tapi kalau apes, sulitnya minta…

Selasa, 06 Februari 2018 12:28

Membuat Furniture Cantik Dari Kayu Bekas

BANJARMASIN - Seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, segala sesuatu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .