MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 14 Agustus 2017 15:32
Melihat Mereka yang Tertipu Agen Penjual Layanan Haji-Umrah

Kala Tanah Suci Hanya Sekadar Janji

NASIB, NASIB..: Muhammad Yusri, 65 di jendela rumahnya di Desa Lok Buntar, Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Hasil panen yang ditabungnya untuk naik haji amblas gara-gara tertipu janji petugas katering tanah suci.

PROKAL.CO, Dalam setahun, uang yang berputar di bisnis perjalanan umrah Rp 14 triliun. Ratusan biro perjalanan berebut "kue" superbesar itu. Pengawasan Kementerian Agama (Kemenag) yang lemah membuat sebagian biro leluasa untuk mencari kue dengan cara yang tidak benar.

----

Berhaji sudah menjadi impian seumur hidup Muhammad Yusri. Demi mimpi itu, petani di Desa Lok Buntar, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini dengan telaten mengumpulkan hasil panen bertahun-tahun untuk mewujudkan impiannya.

Dia mengaku, sangat ingin sekali naik haji. Namun, dengan usianya yang sudah mencapai 65 tahun, sepertinya mustahil menunggu antrean hingga puluhan tahun.

Karena itu, Yusri pun langsung tergiur saat seseorang datang ke desanya untuk mencari petugas katering.

Pria itu bernama Mursani. Dia mengatakan petugas katering di tanah suci otomatis bisa melakukan prosesi haji. Keberangkatannya pun tidak melalui jalur pemerintah, karena direkrut sebagai pekerja.

Meski sudah berumur senja, Yusri tertarik. Dia kemudian mengajukan diri untuk menjadi petugas katering. Dia satu dari puluhan orang yang tergiur dengan program "katering" ini. Mereka disyaratkan menyetor uang Rp25 juta ke Mursani.

Jumlah ini tentu saja sangat miring dibandingkan dengan ongkos naik haji yang sebesar Rp35 juta dan masih harus mengantre.

"Kami menyetor uang ke Mursan itu, dan berangkat ke Jakarta pada 27 Juli juga dengan dia," ungkapanya.

Dengan hati berbunga-bunga karena mengira akan berangkat ke tanah suci, Yusri bersama rombongan desa lain bertolak.

Tapi, betapa kecewanya Yusri karena sampai di Jakarta, tak ada yang mengurus mereka. Alih-alih diberangkatkan, Mursanikebingungan karena lembaga yang harusnya menyambut rombongan tidak mempedulikan mereka. "Sepertinya di Jakarta ada jaringannya lagi. Tapi, jaringan itu lepas tangan," kata Yusri.

Dasar memang bersangka baik, Yusri tetap mengatakan Mursani kemungkinan tak bermaksud untuk menipu.

Sebab, program perekrutan sudah dia jalankan selama empat tahun. "Mungkin, karena orang di Jakarta lepas tangan jadi kami gagal diberangkatkan. Tapi, alasan dia karena visa belum selesai," ujarnya.

Walhasil, dia bersama rombongan terluntang-lantung di Jakarta selama 15 hari dan kehilangan uang puluhan juta. Belum lagi rasa malu karena tetangga dan keluarga telah mengantar dan mengetahui dia bertolak ke tanah suci. "Saya tergiur karena naik hajinya tidak ikut antrean," kata kakek dua cucu ini.

Kejadian serupa dialami Arbainah, warga Jalan Abumbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk. Hanya saja, orang yang merekrutnya berbeda. "Nama orang yang merekrut saya Syaid. Sama, saya juga sudah di Jakarta tapi pulang lagi," ungkapnya.

Dia menuturkan, di Jakarta mereka dikumpulkan oleh para calon tenaga kerja lainnya yang dibawa oleh masing-masing perekrut. "Kabarnya di Kalsel ini ada empat orang perekrut, dan kami semua bertemu di Jakarta," ujarnya.

Saat ini, para perekrut itu masih berada di Jakarta. Sementara, calon pekerjanya memilih untuk pulang ke Banua. "Uang saku habis, jadi kami memilih pulang," kata Arbainah.

Sama halnya dengan Yusri, dia juga telah membayar Rp25 juta demi bisa berangkat haji sembari bekerja. Namun, ternyata hal itu tak terwujud. "Lupa berapa tahun saya mengumpulkan uang untuk membayar itu. Semua, hasil dari padi," tuturnya.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Banjarbaru, Amanullah mengakui jika masyarakat Kalsel keinginan berhajinya sangat tinggi. Namun, seharusnya jangan sampai terlena dengan tawaran haji yang tak jelas. "Harusnya jangan langsung percaya, apalagi perekrutnya tak memiliki izin dan lembaga," katanya.

Dia menjelaskan, lembaga resmi yang berwenang merekrut dan memberangkatkan petugas haji harus punya izin dari Kementerian Agama dan Kementerian Tenaga Kerja. "Kalau sudah dapat izin, selanjutnya job ordernya harus disahkan oleh perwakilan RI yang ada di Arab Saudi," jelasnya.

Kemudian, sistem perekrutan tenaga kerja juga tak boleh asal-asalan. Apalagi, merekrut calon tenaga dengan usia lanjut. "Tak mungkin lembaga resmi merekrut petugas dengan usia di atas 60 tahun. Biasanya, maksimal 35 tahun," ujar Amanullah.

Bukan hanya itu, jika perekrut mendapatkan tenaga kerja. Biasanya, disepakati dengan adanya surat perjanjian kerja dan nominal gaji. "Dan juga harus digarisbawahi, lembaga resmi hanya mempekerjakan tanpa embel-embel naik haji," pungkasnya.

Ketua Forum Komunikasi Perusahaan Umrah dan Haji Khusus Kalsel, Saridi Salimin menyebutkan sulit untuk membongkar modus haji yang saat ini menimpa pada warga Kalsel.

Menurutnya, agar tak terjadi lagi kasus seperti ini pemangku kepentingan harus tegas dalam menerbitkan dokumen keimigrasian seperti paspor.

"Perlu ketegasan kepada travel yang meminta pembuatan paspor. Kalau lemah, ya seperti ini," ujarnya. Belum lagi terangnya masih lemahnya pengetahuan masyarakat tentang informasi haji. Apalagi diimingi biaya murah.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kalsel, H Noor Fahmi menyayangkan masih ada masyarakat yang tergiur dengan mudahnya berangkat haji. Padahal sebutnya, untuk mendapat penambahan jatah kuota haji saja Indonesia yang memiliki jumlah jemaah besar cukup sulit.

Untuk itu, dia mengimbau ketika ada tawaran yang manis ditambah biaya yang murah, masyarakat patut waspada. "Tanyakan dulu ke kami (Kanwil Kemenag). Kami sangat terbuka. Dengan kejadian seperti ini yang dirugikan mereka sendiri," tutur Fahmi.

Dia menyatakan, dalih dan iming iming untuk dijadikan petugas haji sangat tak masuk akal. Pasalnya, untuk perekrutan petugas haji selalu dilakukan seleksi. Apalagi terangnya di luar negeri yang dipastikan butuh koordinasi dengan negara asal petugas tersebut.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus memonitor travel dan haji di Kalsel. Hal demikian untuk menangkal travel abal abal yang dapat membuat masyarakat tertipu. "Kemenag tegas dengan travel haji khusus dan umrah. Ketika ada persoalan, apalagi terkait penyeludupan, Dirjen haji akan bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku," tandas Fahmi.

Tak dapat dipungkiri, gairah masyarakat Kalsel untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah sangatlah besar. Budayawan Kalsel Iberamsyah Barbary mengatakan minat masyarakat Banua naik haji sudah terjadi sejak dulu.

"Sejak zaman dulu, orang Banjar selalu bekerja keras untuk bisa naik haji. Rela naik kapal layar bertahun-tahun, supaya bisa sampai ke tanah suci," katanya.

Hingga kini, masyarakat Banjar meyakini jika puncak kebahagiaan di dunia ini ialah mampu beribadah haji. "Kalau naik haji menunggu lama, ada yang memilih untuk berumroh. Bahkan, sekarang kegiatan undian banyak memilih hadiahnya umroh," ujar Iberamsyah.

Meski begitu, zaman sekarang mulai berubah. Sebagian masyarakat ada yang mulai berpikir untuk mengutamakan memiliki rumah terlebih dahulu sebelum berhaji. "Kalau zaman dulu, yang penting naik haji dulu," tambahnya.

Walaupun zaman berubah, namun pada dasarnya semua masyarakat tetap sangat berkeinginan untuk berangkat haji. "Dari 100 orang, mungkin hanya satu sampai dua orang saja yang mengaku tak mau berangkat haji," pungkasnya. (ris/mof/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 16:47

Para Tersangka OTT KPK ini Ditahan Terpisah

JAKARTA – Di mana lokasi tahanan para tersangka yang tersandung kasus OTT KPK dalam dugaan suap…

Selasa, 19 September 2017 15:58

Nah Lo.. Status Facebook Kades Sungup Berbuntut Panjang

KOTABARU - Kades Sungup, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Aisyah, diperiksa di Polres…

Selasa, 19 September 2017 15:10

HAYOO NGAPAIN..! Berduaan di Kamar Kos, Eh Satpol PP Nongol

BANJARBARU - Seorang wanita berinisial SM (31) tak bisa berkutik, ketika pintu kamar kosnya diketuk…

Selasa, 19 September 2017 14:51
BREAKING NEWS

Mantan Anggota Dewan HSS Cabul itu Divonis 6 Tahun

KANDANGAN - Majelis hakim pengadilan Negeri (PN) Kandangan, akhirnya memutuskan kasus pencabulan…

Selasa, 19 September 2017 13:33

Kasus Pencabulan Mantan Anggota DPRD HSS Hari Ini Jalani Sidang Putusan

KANDANGAN - Kasus pencabulan yang dilakukan mantan anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Selasa, 19 September 2017 11:37

Jasad Tergantung di Pelabuhan Lama itu Masih Misterius

BANJARMASIN- Kasus penemuan mayat Mr X di kawasan Pelabuhan Lama, Banjarmasin Barat, masih misterius.…

Senin, 18 September 2017 16:17

GEGER.. Granat Aktif Ditemukan Disamping Rumah Wabup, Ternyata..

KOTABARU – Dua buah granat aktif ditemukan di samping rumah dinas wakil bupati Kotabaru. Beruntung…

Minggu, 17 September 2017 16:43

Iwan Rusmali dkk Diperiksa 9 Jam, Ditahan di Rutan Berbeda

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan empat tersangka kasus dugaan suap persetujuan…

Minggu, 17 September 2017 16:39

7 Jam KPK Geledah Ruang Dewan dan PDAM

BANJARMASIN – Pasca-ditetapkannya empat tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat…

Minggu, 17 September 2017 16:30

Menunggu Pembeli, yang Datang Malah Polisi

BANJARMASIN - Niat Salimin (41) untuk mengantar Zenith pesanan pembeli gagal. Ia keburu dicokok anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .