MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Jumat, 18 Agustus 2017 16:42
PT SILO Beberkan Izin, Walhi: IUP Produksinya Janggal
INI IZIN KAMI: Yohan Gessong memperlihatkan bukti izin IUP Produksi Pulau Laut yang ditandatangani Bupati HM Sjachrani Mataja.

PROKAL.CO, KOTABARU - PT SILO Group (Sebuku Group) akhirnya membuka data dan memperlihatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Produksi tiga perusahaan batubara di Pulau Laut yang ditandatangani mantan Bupati Kotabaru Sjahcrani Mataja pada 7 Juli 2010.

"Kami tidak mau menyerang. Ini kami hanya mau meluruskan. Kalau izin kami memang sudah ada, dikeluarkan bupati waktu itu Pak Sjachrani (Mataja)," ujar Manajer PT Sebuku Tanjung Coal (SILO Group), Yohan Gessong kepada Radar Banjarmasin, Kamis (17/8) kemarin.

Dia memperlihatkan IUP Produksi PT Sebuku Tanjung Coal, PT Sebuku Sejaka Coal, dan PT Sebuku Batubai Coal. Ia juga menyebut ada satu IUP Produksi milik PT Banjar Asri, namun bukan komoditas batubara tapi bijih besi, juga dikeluarkan Sjachrani pada tanggal yang sama.

Dari data itu, PT Sebuku Batubai Coal mendapat izin seluas 5.140 hektar di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Tengah.

PT Sebuku Tanjung Coal seluas 8.990 hektar Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Tengah. PT Sebuku Sejaka Coal seluas 8.140 hektar di Kecamatan Pulau Laut Timur.

Dan PT Banjar Asri seluas 1.395 hektar di Pulau Laut Timur. Semua izin berlaku sampai 7 Juli 2030. "Nggak mungkin kami berani nambang kalau izin tak lengkap," kata Yohan.
Dikonfirmasi kemudian, Sjachrani mengaku tidak terlalu ingat.

"Tapi rasanya cuma empat ribu hektar," ujarnya seraya meminta wartawan mengontak Kepala Dinas Pertambangan di eranya, Akhmad Rivai yang hingga berita ini diturunkan belum menjawab telepon wartawan Radar Banjarmasin.

Sjachrani menegaskan, jika pun demikian, karena SILO Group sudah mengubah MoU yang dikeluarkan di masa pemerintahannya, maka IUP Produksi pada tiga perusahaan batubara itu menjadi tidak sah.

Karena dalam hal ini, PT SILO tidak melakukan persyaratan yang telah dijanjikan sebelumnya (wanprestasi), diantaranya membuat jembatan Pulau Laut ke Pulau Kalimantan, tidak menjual batubara ke luar, dan lainnya.

"Oke, katanya udah diubah di zaman (Bupati Kotabaru) Irhami, tapi perjanjian itu melekat. Siapa yang bisa mencabut perjanjian itu? Ayo aku tanya, siapa yang bisa?" ujarnya.

Apalagi, ucapnya, Dirut PT SILO Hendry Yulianto sebelumnya berencana menjual batubara kalori tinggi di Pulau Laut ke Jepang. Dengan alasan, kebutuhan power plant di Pulau Sebuku atau Pulau Laut cukup kalori menengah. "Itu juga jelas sudah melanggar perjanjian," tegasnya.

Dirut PT SILO Hendry Yulianto sendiri mengatakan, perjanjian yang diubah di zaman bupati Irhami Ridjani sah saja, karena kepala daerah yang membuat perjanjian mewakili pemerintah daerah. "Kan bukan dengan pribadi Pak Sjachrani, tapi kepada pemerintah daerah," tandasnya.

Sementara Direktur Walhi Kisworo Dwicahyono mengatakan, jika perjanjian diubah, maka IUP Produksi perusahaan di Pulau Laut itu batal. Namun tegasnya, perjanjian itu sebenarnya janggal, karena untuk mendapatkan IUP Produksi harus melalui banyak tahapan, bukan hanya perjanjian semata. "Ini juga ada indikasi pelanggaran di sana," ujarnya.

Dia pun meminta pihak berwenang dalam hal ini Dinas ESDM Kalsel bersikap tegas. "Jangan karena ini awalnya dikeluarkan daerah, maka lempar sana, lempar sini. Sudah jelas, IUP Produksi itu patut ditinjau ulang," tambahnya.

Bahkan, dia pun meragukan status CnC pada IUP Sebuku Group tersebut. "Karena buktinya banyak masalah ditimbulkan. Kan bukti kalau itu belum clear n clean. Kenapa bisa mendapatkan CnC? Ini juga menjadi tanda tanya," katanya.

Kis juga meminta semua pihak mengawasi tambang Pulau Laut. "Bahkan saya berharap KPK juga turun terkait masalah ini. Karena ada banyak kejanggalan dalam proses perizinannya," tegasnya. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 25 September 2017 15:39

Transformasi Universitas Lambung Mangkurat Menjadi Universitas Unggulan Nasional

Di awal-awal, memimpin Universitas Lambung Mangkurat, yang pertama dilakukan Sutarto Hadi adalah mengubah…

Senin, 25 September 2017 12:28

Subhanallah.. Ribuan Jemaah di Batulicin Berselawat

BATULICIN - Ribuan jemaah mengikuti acara Tanah Bumbu Berselawat yang dilaksanakan di Alkah H Maming…

Senin, 25 September 2017 11:55

Peringati Hari Olahraga Nasional, Pemkab Batola Gelar Senam Bersama

MARABAHAN - Memperingati Hari Olahraga Nasional ( Haornas ) ke-34 Tahun 2017, Dinas Pemuda Olahraga,…

Senin, 25 September 2017 11:49

Wadah Penyaluran Aspirasi Seniman dan Budayawan

BATULICIN - Ketua Dewan Kesenian Kabupaten (DKK) Tanah Bumbu I Wayan Sudarma menjelaskan, DKK adalah…

Senin, 25 September 2017 11:48

I Wayan Sudarma Pimpin DKK Tanbu

BATULICIN - Pemkab Tanbu menggelar Seminar 1 sekaligus pembentukan Dewan Kesenian Kabupaten (DKK) Tanah…

Senin, 25 September 2017 11:44

Bupati Lantik Pengurus Ikma Tanbu Indonesia

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming melantik Pengurus Ikatan Mahasiswa (IKMA) Tanbu Indonesia…

Senin, 25 September 2017 11:43

Upacara Hari Pramuka ke-36 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalsel

TENUN PAGATAN: Bupati Tanbu Mardani H Maming dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel H Rosehan…

Minggu, 24 September 2017 15:50

Pancing Patin Dapat Hadiah

BANJARMASIN – Sabtu (23/9) pagi, ruang terbuka di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin…

Minggu, 24 September 2017 15:39

BANYAK BANAR..! Masih Ada 90.000 Warga Miskin di Kabupaten Banjar

MARTAPURA - Kemiskinan masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Banjar. Berdasarkan data dari Bappelitbang…

Minggu, 24 September 2017 15:38

Model Baru, PJU di Banjarbaru Menyala Zig-zag

BANJARBARU - Penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Guntung Manggis, tak berfungsi dengan baik.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .