MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25
Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Menyajikan Pesona Budaya Dayak Meratus

HUNTING: Salah satu momen yang dihadirkan untuk diabadikan oleh para fotografer saat hunting bareng | FOTO WAHYUDI RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta kearifan lokal, menjadi daya tarik para pencinta fotografi untuk mengabadikan setiap momen yang ada di sana melalui lensa kamera.

------------------------------------

WAHYUDI, Balangan.

------------------------------------

SEKITAR 30 fotografer yang berasal dari Balangan dan daerah lain, akhir pekan lalu secara sengaja mengunjungi Desa Wisata Wadian Tambai di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

Kedatangan pelaku dan penikmat seni lukis digital ini disambut oleh penduduk desa yang dihuni oleh suku Dayak Meratus yang terkenal ramah dan hidup harmonis berdampingan dengan alam.

Untuk memanjakan rombongan fotografer yang datang, dipersembahkan tarian Rajaki Pangume atau rezeki bercocok tanam dengan diiringi musik tradisional khas Dayak Meratus. Tidak hanya sekali, namun tiga kali. Agar fotografer tidak kehilangan momen.

“Tarian ini yang biasanya kami bawakan saat aruh adat usai panen raya sebagai rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta atas rezeki yang telah diberikan,” ujar Yansyah, ketua sekaligus pelatih di Sanggar Seni Wadian Tambai Balangan.

Puas memotret gerak gemulai para penari, semua fotografer dipersilakan untuk mengeksplorasi gaya foto masing-masing yang diinginkan dari lima penari yang mengenakan baju adat Dayak.

Selain penari tadi, juga ada lima warga yang menjadi model mengenakan pakaian khas Dayak Meratus lengkap dengan senjata tradisionalnya seperti sumpit dan mandau, yang kemudian oleh para fotografer dijadikan model foto dadakan dengan latar balai adat.

Usai sesi potret, para pengunjung diperkenalkan dengan kegiatan keseharian warga di sana, dari bangun tidur, mencari rezeki, berburu, kearifan lokal suku Dayak Meratus dan lain sebagainya.

Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD), Caci, yang juga asli warga setempat mengungkapkan, salah satu tujuan ditetapkannya desa yang nama aslinya adalah Desa Kapul ini sebagai desa wisata oleh pemerintah setempat, tak terlepas dari upaya untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di sana ke masyarakat luas.

“Karena itu, kami sangat senang kalau ada tamu yang datang ke sini. Asalkan ada pemberitahuan sebelumnya kalau mau datang, pasti kita sambut,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator fotografer, Surya, mengakui ia sangat puas dengan sambutan yang diberikan warga Desa Kapul.

Terlebih dengan dimanjanya lensa kameranya untuk mengabadikan kehidupan masyarakat suku Dayak Meratus. “Ya kita merasa sangat termanjakan dengan sambutan yang diberikan ini,” tuturnya. (yud/tof)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .