MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:11
Pemerintah Didesak Bentuk Tim, Selidiki Ambruknya Jembatan

PROKAL.CO, MARABAHAN –  Ambruknya jembatan Mandastana-Tanipah menimbulkan pelbagai spekulasi. Berhembus kecurigaan bahwa jembatan dibangun dengan material yang tidak memenuhi spesifikasi ketahanan bangunan jembatan sehingga berdampak pada kegagalan konstruksi.

 Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Nasional Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) Subhan Syarif mengungkapkan untuk membuktikan hal itu perlu dilakukan penyelidikan oleh tim investigasi.

“Segera bentuk tim investigasi independen, anggotanya tentu yang ahli di bidangnya, tidak bisa sembarangan,” terang Subhan, Jumat (18/8).

Berdasarkan hasil investigasi itulah nantinya dapat diketahui apakah ambruknya disebabkan kegagalan bangunan atau kegagalan kontruksi. Kegagalan bangunan itu tergantung usia bangunan. Sesuai Undang-Undang No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Kontruksi kemudian diganti No 2 tahun 2017 Tentang Jasa Kontruksi batasan usianya adalah 10 tahun.“Sehingga kalau di bawah itu menjadi tanggung jawab pihak yang terkait dengan pelaksana kegiatan,” jelasnya.

Sedangkan jika disebabkan kegagalan kontruksi, kemungkinannya ada dua, pertama karena terjadi kelalaian secara teknis di tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan atau tahapan pengawasan. Dan kedua karena adanya indikasi tindakan rekayasa atau mark up terhadap kualitas dan kuantitas material bangunan.

“Misalnya direncanakan jumlah tiang itu adalah 10 ternyata realisasinya jumlah dan ukurannya di bawah yang telah ditentukan, atau kedalaman yang secara teknis 30-40 meter tapi malah di bawah itu,” terangnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pekerja Tenaga Kontruksi Indonesia (PPTKI), Hasan Husaini, menduga ada kegagalan kontruksi yang terjadi kesalahan pada tiang pancang. Kemungkinan bisa disebabkan karena perencanaan yang salah atau bisa pula perencanaan benar tapi pelaksanaannya yang salah. “Indikasinya kegagalan pada struktur pilar,” kata pria yang ahli dalam bidang kontruksi jembatan ini.

Untuk dapat memastikan itu adalah kegagalan dalam pelaksanaan, terang Hasan, perlu melihat catatan pemancangan (Filing record) dan Calendring (Pemeriksaan berdasarkan desain). “Karena dari situ terlihat jelas dimana terjadinya kesalahan,” tandasnya.

Pemerhati kebijakan publik Kalsel, Husaini mengatakan jika jembatan itu tidak diakibatkan  kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia atau force majeure, maka diduga pembangunan jembatan itu bermasalah dan pihak penyedia pekerjaan atau kontraktor harus bertanggungjawab.  “Apalagi umur jembatan ini baru dua tahun dibangun,” ucapnya.

Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia Kalsel ini mengatakan sebelum dilakukan serah terima hasil pekerjaan biasanya dilakukan pemeriksaan dan pengujian jembatan dari lembaga berkompeten. Termasuk pemeriksaan dari tim Pejabat  Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) atau panitia penerima pekerjaan.

Apalagi, sebelumnya di tempat yang sama informasinya juga pernah ada kejadian amblas saat jembatan  masih berbentuk kayu ulin. “Kalau memang pernah ambruk seharusnya sudah ada perhitungan yang matang dari tim konsultan sebelum membangun jembatan di tempat tersebut,” tegasnya.

Ia menegaskan, kejadian ambruknya jembatan ini harus dilakukan investigasi secara menyeluruh dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar publik bisa tahu kejadian yang sebenarnya. “Kita berharap aparat terkait bisa menindaklanjuti kejadian ini dengan melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Ambruknya jembatan Mandastana-Tanipah yang menjadi penghubung antardesa di Kecamatan Mandastana membuat aktivitas warga dan pelajar terganggu.  

Sejumlah warga dari Desa Tanipah dan Desa Tatah Halayung yang terpaksa menyeberang sungai menggunakan perahu yang disediakan BNPB Batola. 

Begitu juga sebaliknya, warga Desa Bangkit Baru yang ingin menuju Desa Tanipah harus mengantre menaiki perahu menyeberangi sungai yang lebarnya sekitar 100 meter. Selain warga, para pelajar yang ingin bersekolah di SMAN Mandastana juga terpaksa ikut mengantre naik perahu yang hanya disediakan sebanyak 4 buah. Hal ini lebih baik ketimbang harus menempuh jalan alternative jarak sekitar empat kilometer.         

Dari pantauan Radar Banjarmasin, perahu yang digunakan warga dan pelajar menyeberang sungai ini menggunakan seutas tali yang dibentang sepanjang sungai untuk digunakan sebagai pegangan agar perahu yang membawa warga dan pelajar tidak hanyut dibawa arus sungai.

Beberapa orang tim rescue yang diterjunkan untuk membantu menyeberangkan warga ini bekerja tanpa dipungut biaya. Bahkan mereka rela bermalam di sekitar lokasi ambruknya jembatan hanya untuk membantu warga yang sewaktu-waktu ingin  menyeberang. 

Salah seorang tim Rescue asal Batola, Meseno mengatakan, pasca ambruknya jembatan Mandastana-Tanipah ini, timnya langsung turun ke lapangan guna membantu warga yang ingin menyeberang sungai. Bahkan aktivitas tim rescue ini dilakukannya hingga larut malam. “Perahu yang kita siapkan ini akan kita gunakan sampai perahu feri yang disediakan pemerintah daerah tiba di lokasi ambruknya jembatan,” ujarnya.

Kedatangan kapal feri ini memang sudah direncanakan oleh pemerintah daerah untuk membantu warga agar aktivitas keseharian mereka tidak terganggu. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan kapal feri tersebut datang.

 “Mungkin dua tiga atau hari atau bisa lebih perahu ini kami standby-kan sambil menunggu kapal feri datang,” kata Ketua BPK Bintang Muda Mandastana ini.

 Perahu BNPB Batola yang biasa digunakan untuk kegiatan sosial ini hanya bisa menampung 5 sampai 6 orang. Sejak malam tadi hingga hari ini (kemarin), tim rescue telah menyeberangkan ratusan  warga secara bergantian.

Sementara itu, salah seorang pelajar mengatakan tiap hari ia bersekolah dengan menaiki sepeda. Karena jembatan tersebut ambruk maka dirinya terpaksa ikut mengantri naik perahu. Kalau mengunakan jalan alternatif, jaraknya lumayan jauh dan memakan waktu cukup lama sehingga khawatirnya terlambat sekolah. “Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki,” ucapnya.

Lain halnya dengan Hamdanah, ibu rumah tangga ini mengaku terpaksa menemani anaknya sekolah karena khawatir anaknya naik perahu. “Karena jembatan tersebut ambruk maka saya terpaksa mengantarkan anak saya yang masih duduk di SD tersebut menyeberang sungai menggunakan perahu,” bebernya.

Sekadar diketahui, baru dua tahun dibangun, Jembatan Mandastana- Tanipah ambruk, Kamis (17/8) sekitar pukul 11.30 Wita. Untungnya kejadian ambruknya jembatan yang menghubungkan antardesa tersebut tidak memakan korban.

 Jembatan ini dibangun oleh PT. Citra Bakumpai abadi  dengan nilai kontrak sebesar Rp17.444.198.00. Panjang jembatan beton ini kurang lebih 100 meter. Sumber dana pembangunan jembatan tersebut berasal dari DAK Tambahan APBN-P melalui Dinas PUPR Kabupaten Batola.  (gmp/hni/yn/ran)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 14:05

Tiga Bulan, Sudah Dua Korban Meregang Nyawa di PT Conch

BANJARMASIN – Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan perusahaan semen PT Conch South…

Selasa, 21 November 2017 13:53

Tak Kunjung Surut, Warga Tolak Ajakan Mengungsi

AMUNTAI – Sudah sepekan banjir menggenangi wilayah Desa Danau Teratai, Kecamatan Banjang, Hulu…

Selasa, 21 November 2017 13:33

BOSDA untuk Sekolah Keagamaan, Disdik Minta Ditelaah Lagi

BANJARMASIN – Usulan DRPD Kalsel untuk membagikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada…

Selasa, 21 November 2017 13:30

Tak Ada Spanduk Atau Baliho, Pilkada Tabalong Sepi

TANJUNG – Pilkada Tabalong di depan mata, tapi kok sepi-sepi saja. Tidak ada geliat yang menunjukkan…

Selasa, 21 November 2017 13:24

Banjir di HSU, Pemerintah Daerah Segera Cari Solusi

BANJARMASIN – Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini membuat sejumlah kecamatan yang ada…

Selasa, 21 November 2017 12:29

Air Ledeng Seperti Susu, PDAM: Itu Air Masih Layak Digunakan

BANJARBARU - Warga Komplek Guntung Manggis Living Style, Kelurahan Guntung Manggis, dua hari terakhir…

Selasa, 21 November 2017 12:11

FAKTA, Kesadaran Warga Banjarmasin Membuang Sampah Masih Rendah

BANJARMASIN – Slogan Banjarmasin sebagai Kota Baiman (Barasih wan Nyaman) terus digaungkan Pemko…

Selasa, 21 November 2017 09:33

SMPC Batulicin Berlangsung Meriah

BATULICIN - Ratusan peserta ramaikan kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) Batulicin yang dilaksanakan…

Selasa, 21 November 2017 09:32

Wings Air Dukung Peningkatan Pariwisata Tanbu

BATULICIN - Maskapai penerbangan Wings Air kini memasuki satu tahun operasional rute penerbangan…

Selasa, 21 November 2017 09:31

Pertandingan Olahraga Antar SKPD

BATULICIN - Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Tanah Bumbu akan menyelenggarakan pertandingan olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .