MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:57
Penduduk Miskin Kalsel Bertambah 10.000
Ilustrasi Kemiskinan | Foto : Doc / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ironis. Baru saja memperingati momen kemerdekaan, warga Banua harus dikejutkan dengan fakta masih ada ratusan ribu masyarakat Banua yang belum merdeka dari kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, jumlah penduduk miskin di Kalsel dalam beberapa bulan terakhir malah mengalami peningkatan. Pada September 2016, angka penduduk miskin sebesar 184 ribu orang. Sedangkan perhitungan terakhir di bulan Maret 2017, jumlahnya bertambah 10 ribu menjadi 194 ribu orang.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami melalui Kabid Statistik Sosial Agnes Widiastuti mengatakan, peningkatan jumlah penduduk miskin terbanyak berada di daerah perdesaan. Sebelumnya tercatat 123.261 orang, meningkat menjadi 131.323 pada bulan Maret. "Sedangkan untuk diperkotaan, peningkatannya relatif kecil. Yaitu, dari 60.898 menjadi 62.596," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya jumlah warga miskin di perdesaan lantaran menurunnya harga jual gabah dalam beberapa bulan terakhir. "Bertani masih menjadi pekerjaan utama di desa, kalau harga gabah menurun tentu akan mempengaruhi penghasilan mereka," ujarnya.

Selain murahnya harga gabah, faktor lain yang menyebabkan masyarakat di desa masuk dalam garis kemiskinan ialah gagal panen. "Tahun lalu, banyak petani yang gagal panen. Itu juga yang menjadi faktor bertambahnya penduduk miskin," ungkap Agnes.

Sementara, faktor yang mempengaruhi meningkatnya masyarakat miskin di daerah perkotaan. Menurutnya, karena sempat tersendatnya pendistribusian Raskin yang dilakukan oleh Bulog. "Mungkin sekarang Raskin sudah didistribusikan," katanya.

Secara terpisah, Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Nurul Azkar mengungkapkan, penyebab utama meningkatnya angka kemiskinan selama ini ialah minimnya penghasilan. "Kalau di desa, biasanya penghasilan mereka dari pertanian dan perkebunan," ungkapnya.

Dia menuturkan, biasanya kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam berkebun dan bertani adalah menurunnya harga jual. Serta, gagal panen. "Ini harus ada peran dari pemerintah, bagaimana agar harga jual petani tak menurun," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, M Yusri membenarkan jika harga jual gabah tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu. "Sekarang satu blek harganya hanya Rp50 ribu, padahal tahun lalu Rp70 ribu," katanya.

Dia menduga, menurunnya harga karena disebabkan oleh maraknya beras yang masuk dari luar daerah. "Sekarang, pembeli juga berkurang. Mungkin, karena ada beras dari luar yang masuk," pungkasnya. (ris/yn/ran)

 


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42

Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara

BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi…

Minggu, 27 Mei 2018 17:40

Nadjmi Minta Warga Awasi Kos-kosan

BANJARBARU - Kos-kosan di Banjarbaru selama ini sering kali disalahgunakan oleh penghuninya untuk melakukan…

Minggu, 27 Mei 2018 17:37

Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L

BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes…

Minggu, 27 Mei 2018 09:11

Jabatan Walikota Banjarmasin Jadi Taruhan

BANJARMASIN - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyarankan Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 27 Mei 2018 09:03

THR Dahulu Baru Gajian, Kasihan Honorer Belum Dapat Kepastian

BANJARMASIN - Pemko sudah mengalokasikan Rp24,04 miliar dari APBD untuk THR (Tunjangan Hari Raya)…

Minggu, 27 Mei 2018 08:56

Proyek Rusunawa Teluk Kelayan Digenjot Usai Lebaran

BANJARMASIN - Sebelum Ramadan tadi, lahan di Jalan Teluk Kelayan sudah dibongkar Satpol PP. Bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .