MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 20 Agustus 2017 13:57
Penduduk Miskin Kalsel Bertambah 10.000
Ilustrasi Kemiskinan | Foto : Doc / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ironis. Baru saja memperingati momen kemerdekaan, warga Banua harus dikejutkan dengan fakta masih ada ratusan ribu masyarakat Banua yang belum merdeka dari kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, jumlah penduduk miskin di Kalsel dalam beberapa bulan terakhir malah mengalami peningkatan. Pada September 2016, angka penduduk miskin sebesar 184 ribu orang. Sedangkan perhitungan terakhir di bulan Maret 2017, jumlahnya bertambah 10 ribu menjadi 194 ribu orang.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami melalui Kabid Statistik Sosial Agnes Widiastuti mengatakan, peningkatan jumlah penduduk miskin terbanyak berada di daerah perdesaan. Sebelumnya tercatat 123.261 orang, meningkat menjadi 131.323 pada bulan Maret. "Sedangkan untuk diperkotaan, peningkatannya relatif kecil. Yaitu, dari 60.898 menjadi 62.596," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya jumlah warga miskin di perdesaan lantaran menurunnya harga jual gabah dalam beberapa bulan terakhir. "Bertani masih menjadi pekerjaan utama di desa, kalau harga gabah menurun tentu akan mempengaruhi penghasilan mereka," ujarnya.

Selain murahnya harga gabah, faktor lain yang menyebabkan masyarakat di desa masuk dalam garis kemiskinan ialah gagal panen. "Tahun lalu, banyak petani yang gagal panen. Itu juga yang menjadi faktor bertambahnya penduduk miskin," ungkap Agnes.

Sementara, faktor yang mempengaruhi meningkatnya masyarakat miskin di daerah perkotaan. Menurutnya, karena sempat tersendatnya pendistribusian Raskin yang dilakukan oleh Bulog. "Mungkin sekarang Raskin sudah didistribusikan," katanya.

Secara terpisah, Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Nurul Azkar mengungkapkan, penyebab utama meningkatnya angka kemiskinan selama ini ialah minimnya penghasilan. "Kalau di desa, biasanya penghasilan mereka dari pertanian dan perkebunan," ungkapnya.

Dia menuturkan, biasanya kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam berkebun dan bertani adalah menurunnya harga jual. Serta, gagal panen. "Ini harus ada peran dari pemerintah, bagaimana agar harga jual petani tak menurun," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, M Yusri membenarkan jika harga jual gabah tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu. "Sekarang satu blek harganya hanya Rp50 ribu, padahal tahun lalu Rp70 ribu," katanya.

Dia menduga, menurunnya harga karena disebabkan oleh maraknya beras yang masuk dari luar daerah. "Sekarang, pembeli juga berkurang. Mungkin, karena ada beras dari luar yang masuk," pungkasnya. (ris/yn/ran)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 10:15
Pemkab Tanah Bumbu

ASN Sebagai Pelayan Masyarakat

BATULICIN - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VIII Kalimantan…

Jumat, 22 Maret 2019 10:13
Pemkab Tanah Bumbu

Pawai Taaruf Karang Bintang: Tingkatkan Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah

BATULICIN - Pawai Taaruf Kafilah mengawali pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran…

Jumat, 22 Maret 2019 10:11
Pemkab Tanah Bumbu

Camat Sungai Loban: TPA Butuh Sarana Belajar Memadai

BATULICIN - Camat Sungai Loban Samsir meresmikan pembangunan satu lokal…

Jumat, 22 Maret 2019 10:09

Peraturan Baru Ojol Belum Sampai Dishub Banjarbaru

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu. Aturan ojek online (Ojol) sudah…

Jumat, 22 Maret 2019 10:05
Parlementaria

Galakkan Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Pelajar di Banjarbaru

BANJARBARU - Kenakalan remaja jadi salah satu momok yang masih…

Jumat, 22 Maret 2019 10:01
Pemko Banjarbaru

Banjarbaru Jadi Tuan Rumah Raker Apeksi Regional Kalimantan

BANJARBARU - Kota Banjarbaru berkesempatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan…

Jumat, 22 Maret 2019 09:52

4.449 Personil Gabungan TNI/Polri Siap Amankan Pemilu 2019

BANJARMASIN - Menghadapi pesta demokrasi ini, Polda Kalsel gelar Apel…

Jumat, 22 Maret 2019 09:42

UIN Antasari Bjm: Akreditasi B pun Alhamdulillah

BANJARMASIN - Akhir tahun nanti, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari…

Kamis, 21 Maret 2019 14:28

Ormas Kalsel Tuntut Usut Tuntas Kasus Korupsi

BANJARMASIN - Puluhan massa berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:59

Tiga Jabatan Kadis Dilelang Pemko

BANJARMASIN – Tiga jabatan kepala dinas dilelang secara terbuka oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*