MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

LIFESTYLE

Kamis, 24 Agustus 2017 12:11
Menyelam dengan Ongkos Murah, Mau?

Melihat Keindahan Bawah Air Bersama South Borneo Free Dive

GUNAKAN ALAT SEDERHANA: Tak seperti aktivitas selam jenis lainnya, freediving hanya memerlukan beberapa peralatan yang sederhana dengan ongkos murah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Jika lazimnya para penyelam scuba atau scuba diver menyelam menggunakan alat khusus dan perlu ongkos yang cukup mahal, hal itu tidak berlaku bagi pegiat aktivitas freedive.

Dengan ongkos murah, kamu mereka sudah bisa menyelami keindahan bawah laut hingga puluhan meter.

Jika dilihat dari istilahnya, freedive punya arti aktivitas selam bebas. Ternyata, hal itu tak ada salahnya. Namun, lantaran ada kata 'bebas' bukan, berarti pegiatnya bisa tanpa aturan menjalani kegiatan yang satu ini.

Untuk menaungi dan memfasilitasi orang-orang yang ingin bergelut di dunia freedive agar tetap sesuai batasannya, ada sekumpulan pemuda yang berinisiatif untuk membentuk sebuah wadah. Akhirnya, pada Februari 2016 lalu terbentuklah South Borneo Freedive (SBF).

Kemarin (23/8) Radar Banjarmasin menemui Adi Kusuma. Cowok yang satu ini adalah ketua dari komunitas ini.

Ditekankan Adi, SBF sebenarnya bukan wadah penyelam yang punya tujuan untuk menyiapkan para atlet olahraga air. "Komunitas ini cuma wadah bagi mereka yang ingin having fun dengan aktivitas menyelam, akan tetapi, juga tahu pada aturan," kata dia.

Selain itu, perbedaan freedive dengan jenis aktivitas penyelaman lainnya terletak pada penggunaan peralatan yang tak menguras kantong. "Kalau nyelam, biasanya kita cuma perlu tiga alat: masker, snorkle, serta long fins," ujarnya.

Lantaran tak ada alat khusus seperti tabung oksigen, maka aktivitas penyelaman hanya dilakukan dalam satu tarikan nafas!

Dengan peralatan terbatas, lantas bagaimana anggota SBF bisa menyelam belasan hingga puluhan meter? "Semua bergantung pada fisik yang menyelam," kata Adi. Dalam aktivitas freedive ada teknik-teknik khusus yang harus mereka pelajari sebelum terjun ke lautan yang sesungguhnya. Untuk itu, mereka acap kali mengadakan latihan rutin untuk sharing pengetahuan sekaligus praktik.

"Kami biasanya latihan rutin setiap Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu kami latihan di Kolam Mulawarman Banjarmasin dan Kolam Antasari Banjarbaru untuk hari Minggu," kata dia.

Dalam latihan rutin ini, mereka membahas bagaimana mengatur pernafasan ketika menyelam, melatih ketenangan, dan hal-hal lain seputar teknis aktivitas freedive. "Bisa langsung datang saja untuk belajar, kita sangat terbuka," ujarnya.

Setelah berlatih dengan matang, mereka setiap satu bulan sekali bakal mengadakan kegiatan penyelaman di alam bebas. Mereka sebut aktivitas ini: open water. "Open water ini yang biasanya buat having fun dan menikmati alam bebas," ujar Adi.

Namun, lantaran anggota SBF rata-rata berdomisili di Banjarmasin dan Banjarbaru maka mereka sulit untuk menemukan laut. "Sungai sih banyak," kata Adi terkekeh. Hasilnya, mereka sering memanfaatkan objek wisata Danau Seran Kota Banjarbaru untuk aktivitas open water.

"Kata orang-orang Danau Seran itu mistis dan banyak binatang buas. Nyatanya, tidak," tegas Adi. Selain itu, meskipun danau ini adalah bekas galian tambang, setelah mereka lakukan tes kualitas air malah tampak baik-baik saja. "Tidak ada asam. Bahkan, kami menemukan ikan-ikan yang hidup di danau ini," cerita Adi.

Lantaran ingin merasakan sensasi open water di lautan, mereka sesekali tak berkompromi dengan jarak dan waktu. "Kita acap kali juga pernah melakukan open water di daerah Angsana dan Samber Gelap, pokoknya daerah sana adalah surga bagi freedive kaya kami" tuturnya.

Rasyid, salah satu anggota SBF memaparkan mengikuti aktivitas freediving tentu banyak keuntungannya. "Awalnya aku ada punya phobia terhadap kedalaman laut. Tapi, aku coba memberanikan diri untuk ikut," ungkapnya.

Setelah latihan rutin dan mengikuti open water. Akhirnya ia mulai terbiasa dengan kedalaman air yang punya jarak bermeter-meter. "Selain melawan ketakutan, aku juga mendapatkan rasa fun hingga stress jadi hilang.

Dan, semakin teratur melihat alam, karena freedive sama sekali nggak mengganggu keadaan alam di bawah air," kata dia.

Adanya kemampuan freedive menurut Rasyid juga bakal membantunya untuk berjaga-jaga dalam situasi genting. "Misalnya, nanti ada apa-apa yang membuat kita jatuh ke lautan yang cukup dalam, kita pasti tahu cara menyiasatinya," tuntasnya. (mr-149)


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 13:41

Ucapan Lebaran Lewat Aplikasi Pengolah Pesan

Selain parsel, berburu diskon di pusat perbelanjaan ataupun mudik, pesan mutiara atau ucapan selamat…

Jumat, 25 Mei 2018 15:04

Ngabuburit Dengan Earphone

Setiap orang punya kegemaran dan aktivitasnya masing-masing untuk mengisi waktu. Ada yang berolahraga,…

Jumat, 25 Mei 2018 15:02

Gak Tahan Liat Iklan di TV, Eh Puasa Batal

Bulan Ramadan ibarat menjadi momen bagi produsen makanan atau minuman untuk membuat iklan menarik serta…

Kamis, 24 Mei 2018 13:09

Tak Sekadar Menjaga Pola Makan

Biasanya bagi beberapa orang apalagi yang masih muda, menjalankan ibadah puasa di pekan-pekan pertama…

Rabu, 23 Mei 2018 15:20

Latihan Silat Meski Puasa, Siapa Takut!

Walaupun aktif di dunia model, Anita Maulida Farmawati atau yang akrab disapa Anita ini juga begitu…

Rabu, 23 Mei 2018 15:16

Punya Menu Masakan Favorit

Bagi kaum hawa, kegiatan masak-memasak menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Apalagi memasuki bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 15:12

Bikin Kesal, Tren Upload Foto Makanan di Medsos Saat Lagi Puasa

Bulan Ramadan mengharuskan kita menahan nafsu makan dan minum. Seharian penuh kita mencoba menghindarkan…

Minggu, 20 Mei 2018 12:23

Balerina Hijab Banjarmasin: Doyan Merombak Pakaian Ibu

Selain sibuk belajar balet, Dindawati Khadijah juga seorang model. Tergabung dalam Jihan Hijab Agency,…

Minggu, 20 Mei 2018 12:22

Balerina Hijab Banjarmasin, Terinspirasi dari Film Barbie

Ada kelas biasa digelar tiap Senin sore. Bukan bimbel bahasa Inggris, apalagi Matematika. Tapi kelas…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:38

Tak Pernah Puas untuk Belajar

Smart and Beautiful. Dua kata yang pantas ditujukan kepada Rina Febriana. Dia adalah dosen Politeknik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .