MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 24 Agustus 2017 14:52
Tujuh Belas Tahun Mengabdi dengan Status Non PNS

Bertahan karena Cinta

TETAP SEMANGAT: Trias Indriyanti betah bekerja selama belasan tahun dengan status non PNS di Polres Kotabaru.

PROKAL.CO, Jemari lentik Trias Indriyanti lincah menari di keyboard. Tujuh belas tahun mengabdi di kepolisian hanya sebagai pekerja harian lepas. Apa yang membuat dia bertahan dengan gaji harian?

 --------------------------------------------------------

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru

 --------------------------------------------------------

Mbak Iin, demikian perempuan kelahiran Kotabaru 24 Februari 1982 ini akrab disapa. Rabu (23/8) kemarin, dia menyempatkan diri membagi kisah hidupnya dengan Radar Banjarmasin.

Tik tik tik tuk, bunyi keyboard komputer, matanya menatap layar. Sesekali beralih pada lembaran berkas di meja kerja. Busana rapi warna putih dengan kerudung, membalut tubuhnya yang mungil.

Iin membenarkan, dia bekerja di Bagops Polres Kotabaru sejak lulus SMKN 1 Kotabaru tahun 2000 silam. Sembari kerja harian, dia lanjut kuliah di STIT Darul Ulum Kotabaru.

Setiap hari, Iin harus bekerja layaknya PNS di Kotabaru. Masuk setengah delapan pagi, dan pulang jam empat sore. Begitu terus, hampir tidak ada waktu buat diri sendiri.

"Jadi pulang kerja langsung di rumah, tidur, masak atau baca buku, nonton, belajar," kenangnya.

Pacaran seperti gadis seusianya saat itu? Hampir tidak ada waktu. Tugas di kepolisian menumpuk, mendata gangguan kamtibmas, mengirim data ke Polsek dan sebagainya. Bagops memang jantungnya Polres.

Namun manakala ada tes penerimaan PNS, Iin selalu ikut. Sayang nasib belum berpihak. "Sudah lima kali ikut belum pernah lulus. Ikut pertama itu usia saya kemudaan, dan juga tinggi gak sampai, tapi aturan itu sudah gak ada lagi sekarang," ucapnya.

Jujur kata Iin, dengan gaji harian dia keteteran memenuhi biaya hidup. Beruntung, beberapa anggota dan atasannya pada waktu tertentu berbaik hati membagi rezeki. "Kalau dihitung gaji gak mungkin cukup, tapi ternyata memang rezeki asal kita kerja pasti ada saja jalannya," ucap perempuan yang baru saja menikah ini.

Ditanya apa yang membuatnya bertahan belasan tahun? Iin menjawab dia mencintai institusi Polri. Bukan tanpa alasan, ayahnya yang sudah almarhum dulu bekerja di Polres Kotabaru. "Jadi dari kecil memang sudah mengenal dunia kepolisian," katanya tersenyum ramah.

Rasa nyaman itulah yang membuat dia bertahan. Membantu penyusunan data yang baik, katanya, maka akan berdampak pada peningkatan kinerja polisi di lapangan dalam melayani masyarakat.

"Kalau dicerita apa dukanya, ya banyak. Tapi juga banyak sukanya. Teman-teman di sini ramah semua, dan enak, itu yang bikin saya betah," tambahnya.

Perempuan yang hobi masak ini menegaskan, tetap akan bekerja di kepolisian. Dan jika ada pendaftaran PNS lagi, dia akan ikut. "Siapa tahu nanti dapat rezeki. Kita mana tahu kan," harapnya.

Rekan-rekan kerja Iin rata-rata mengaku salut. Mereka menilai Iin bekerja tanpa kenal lelah. Baik dari raut wajah atau bahasa tubuh, Iin terlihat menikmati pekerjaannya.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto melalui Kabag Ops Kompol Arief Prasetya dimintai tanggapannya, mengucapkan terima kasih kepada Iin. "Kami sangat terbantu. Meski beliau masih status non PNS, tapi kerja kerasnya sama dengan PNS. Jujur kami sangat apresiasi," kata Arief.

Arief pun kemudian mengimbau kepada polisi di jajaran Polres Kotabaru agar bekerja dengan hati. "Kalau kita senang dengan pekerjaan dan mencintai pekerjaan itu, memang tidak terasa lelahnya. Jadi niat sangat penting," imbaunya. (by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .