MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 24 Agustus 2017 14:52
Tujuh Belas Tahun Mengabdi dengan Status Non PNS

Bertahan karena Cinta

TETAP SEMANGAT: Trias Indriyanti betah bekerja selama belasan tahun dengan status non PNS di Polres Kotabaru.

PROKAL.CO, Jemari lentik Trias Indriyanti lincah menari di keyboard. Tujuh belas tahun mengabdi di kepolisian hanya sebagai pekerja harian lepas. Apa yang membuat dia bertahan dengan gaji harian?

 --------------------------------------------------------

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru

 --------------------------------------------------------

Mbak Iin, demikian perempuan kelahiran Kotabaru 24 Februari 1982 ini akrab disapa. Rabu (23/8) kemarin, dia menyempatkan diri membagi kisah hidupnya dengan Radar Banjarmasin.

Tik tik tik tuk, bunyi keyboard komputer, matanya menatap layar. Sesekali beralih pada lembaran berkas di meja kerja. Busana rapi warna putih dengan kerudung, membalut tubuhnya yang mungil.

Iin membenarkan, dia bekerja di Bagops Polres Kotabaru sejak lulus SMKN 1 Kotabaru tahun 2000 silam. Sembari kerja harian, dia lanjut kuliah di STIT Darul Ulum Kotabaru.

Setiap hari, Iin harus bekerja layaknya PNS di Kotabaru. Masuk setengah delapan pagi, dan pulang jam empat sore. Begitu terus, hampir tidak ada waktu buat diri sendiri.

"Jadi pulang kerja langsung di rumah, tidur, masak atau baca buku, nonton, belajar," kenangnya.

Pacaran seperti gadis seusianya saat itu? Hampir tidak ada waktu. Tugas di kepolisian menumpuk, mendata gangguan kamtibmas, mengirim data ke Polsek dan sebagainya. Bagops memang jantungnya Polres.

Namun manakala ada tes penerimaan PNS, Iin selalu ikut. Sayang nasib belum berpihak. "Sudah lima kali ikut belum pernah lulus. Ikut pertama itu usia saya kemudaan, dan juga tinggi gak sampai, tapi aturan itu sudah gak ada lagi sekarang," ucapnya.

Jujur kata Iin, dengan gaji harian dia keteteran memenuhi biaya hidup. Beruntung, beberapa anggota dan atasannya pada waktu tertentu berbaik hati membagi rezeki. "Kalau dihitung gaji gak mungkin cukup, tapi ternyata memang rezeki asal kita kerja pasti ada saja jalannya," ucap perempuan yang baru saja menikah ini.

Ditanya apa yang membuatnya bertahan belasan tahun? Iin menjawab dia mencintai institusi Polri. Bukan tanpa alasan, ayahnya yang sudah almarhum dulu bekerja di Polres Kotabaru. "Jadi dari kecil memang sudah mengenal dunia kepolisian," katanya tersenyum ramah.

Rasa nyaman itulah yang membuat dia bertahan. Membantu penyusunan data yang baik, katanya, maka akan berdampak pada peningkatan kinerja polisi di lapangan dalam melayani masyarakat.

"Kalau dicerita apa dukanya, ya banyak. Tapi juga banyak sukanya. Teman-teman di sini ramah semua, dan enak, itu yang bikin saya betah," tambahnya.

Perempuan yang hobi masak ini menegaskan, tetap akan bekerja di kepolisian. Dan jika ada pendaftaran PNS lagi, dia akan ikut. "Siapa tahu nanti dapat rezeki. Kita mana tahu kan," harapnya.

Rekan-rekan kerja Iin rata-rata mengaku salut. Mereka menilai Iin bekerja tanpa kenal lelah. Baik dari raut wajah atau bahasa tubuh, Iin terlihat menikmati pekerjaannya.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto melalui Kabag Ops Kompol Arief Prasetya dimintai tanggapannya, mengucapkan terima kasih kepada Iin. "Kami sangat terbantu. Meski beliau masih status non PNS, tapi kerja kerasnya sama dengan PNS. Jujur kami sangat apresiasi," kata Arief.

Arief pun kemudian mengimbau kepada polisi di jajaran Polres Kotabaru agar bekerja dengan hati. "Kalau kita senang dengan pekerjaan dan mencintai pekerjaan itu, memang tidak terasa lelahnya. Jadi niat sangat penting," imbaunya. (by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .