MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 24 Agustus 2017 15:25
Dua Sosok di Balik Pelukisan Menara Taman Van Der Pijl

Melukis Sambil Wall Climbing, Mengadang Sengatan Lebah

DUET MAUT: Fotografer Yulian Manan (kiri) dan perupa Sulisyono Hilda berpose di depan menara Taman Van der Pijl yang menunggu sentuhan seni mereka.

PROKAL.CO, Perupa Sulistyono Hilda dan fotografer Yulian Manan memutuskan berduet. Diadang sengatan lebah dan ketinggian yang membuat kepala pening, keduanya memanggul misi melukis menara Taman Van der Pijl.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

SULISTYONO tak merasa nyaman ketika disapa sebagai pelaksana proyek. Alasannya, logika kontraktor adalah mencari laba. Sementara melukis menara PDAM di Taman Van der Pijl dipastikan tak bakal mendatangkan banyak untung.

"Sebenarnya lagi banyak kesibukan, dananya juga pas-pasan. Tapi karena walikota yang minta dan ini tantangan menarik, akhirnya kami ambil," ujarnya, saat ditemui kemarin (23/8) di bawah menara.

Sulistyono bukanlah nama baru di dunia seniman Banua. Baru-baru ini ia menggelar pameran lukisan di terminal keberangkatan Bandara Syamsudin Noor.

Konsep dalam benaknya, menara itu dicat ulang dengan corak Sasirangan. Memilih warna-warna mencolok agar menara itu tampak dari kejauhan. Ditambah lukisan logo pemko dan PDAM (ongkos pengecatan dari dana CSR PDAM Intan Banjar) di bagian teratas menara.

"Konsepnya tidak saklek, apa saja ide yang muncul belakangan dan bagus bisa kami eksekusi. Yang penting lukisannya harus bercerita dan punya nilai budaya lokal," ujarnya bersemangat.

Menara itu tingginya mencapai 30 meter dengan diameter pondasi delapan meter. Untuk melukisnya, Sulistyono tak punya pilihan selain bergelantungan bak atlet pendaki.

"Perkara safety harus diutamakan. Saya sudah menyiapkan peralatan khusus," tukasnya sembari menunjukkan karbiner, tali panjat, dan rompi safety warna oranye.

Kendalanya tentu tak sedikit. Tahap awal mereka harus membersihkan sarang lebah yang menempel di badan menara. Ada ratusan sarang berukuran kecil dan besar. Sampai-sampai taman itu harus ditutup sementara waktu oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Banjarbaru demi melindungi pengunjung taman dari sengatan lebah.

"Untuk membersihkan sarang lebah saja kami butuh waktu sepekan. Agar tak disengat, kami semprot dulu. Tapi ada saja lebah yang balik lagi. Lebahnya memang kurang ajar," sambung Yulian sembari tertawa.

Beberapa buruh yang dipekerjakan pun sempat keder. Ada saja yang angkat tangan dan menyatakan mundur. Alasannya takut disengat lebah atau tak tahan bekerja di atas ketinggian.

Setelah lebah diusir, barulah pembersihan lumut dan debu yang membuat badan menara kusam dimulai. Kemarin mereka sudah sampai tahap pengecatan dasar. Cat dasar warna putih itu dipilih dari merek dan kualitas terbaik agar lukisan di atasnya tahan lama.

Yulian menargetkan, pada akhir September pengecatan menara itu rampung. Agar bisa lekas dibuka dan dinikmati warga kota. "Saya sudah bisa membayangkan ini bakal bagus untuk wahana selfie," pungkasnya bangga. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 15:20

Menabung Rp10-20 Ribu Sehari, Penjual Nasi Kuning Pergi Haji

Calon jemaah haji (CJH) kloter 02, Jumat (20/7) kemarin telah memasuki Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.…

Sabtu, 21 Juli 2018 15:06

Mengenal Lebih Dekat Syekh Asal bin Yanto, Imam Masjid Birrul Walidain Mekkah

Sudah sepekan ini, Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari, imam  Masjid Birrul Walidain…

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .