MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 24 Agustus 2017 15:25
Dua Sosok di Balik Pelukisan Menara Taman Van Der Pijl

Melukis Sambil Wall Climbing, Mengadang Sengatan Lebah

DUET MAUT: Fotografer Yulian Manan (kiri) dan perupa Sulisyono Hilda berpose di depan menara Taman Van der Pijl yang menunggu sentuhan seni mereka.

PROKAL.CO, Perupa Sulistyono Hilda dan fotografer Yulian Manan memutuskan berduet. Diadang sengatan lebah dan ketinggian yang membuat kepala pening, keduanya memanggul misi melukis menara Taman Van der Pijl.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

SULISTYONO tak merasa nyaman ketika disapa sebagai pelaksana proyek. Alasannya, logika kontraktor adalah mencari laba. Sementara melukis menara PDAM di Taman Van der Pijl dipastikan tak bakal mendatangkan banyak untung.

"Sebenarnya lagi banyak kesibukan, dananya juga pas-pasan. Tapi karena walikota yang minta dan ini tantangan menarik, akhirnya kami ambil," ujarnya, saat ditemui kemarin (23/8) di bawah menara.

Sulistyono bukanlah nama baru di dunia seniman Banua. Baru-baru ini ia menggelar pameran lukisan di terminal keberangkatan Bandara Syamsudin Noor.

Konsep dalam benaknya, menara itu dicat ulang dengan corak Sasirangan. Memilih warna-warna mencolok agar menara itu tampak dari kejauhan. Ditambah lukisan logo pemko dan PDAM (ongkos pengecatan dari dana CSR PDAM Intan Banjar) di bagian teratas menara.

"Konsepnya tidak saklek, apa saja ide yang muncul belakangan dan bagus bisa kami eksekusi. Yang penting lukisannya harus bercerita dan punya nilai budaya lokal," ujarnya bersemangat.

Menara itu tingginya mencapai 30 meter dengan diameter pondasi delapan meter. Untuk melukisnya, Sulistyono tak punya pilihan selain bergelantungan bak atlet pendaki.

"Perkara safety harus diutamakan. Saya sudah menyiapkan peralatan khusus," tukasnya sembari menunjukkan karbiner, tali panjat, dan rompi safety warna oranye.

Kendalanya tentu tak sedikit. Tahap awal mereka harus membersihkan sarang lebah yang menempel di badan menara. Ada ratusan sarang berukuran kecil dan besar. Sampai-sampai taman itu harus ditutup sementara waktu oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Banjarbaru demi melindungi pengunjung taman dari sengatan lebah.

"Untuk membersihkan sarang lebah saja kami butuh waktu sepekan. Agar tak disengat, kami semprot dulu. Tapi ada saja lebah yang balik lagi. Lebahnya memang kurang ajar," sambung Yulian sembari tertawa.

Beberapa buruh yang dipekerjakan pun sempat keder. Ada saja yang angkat tangan dan menyatakan mundur. Alasannya takut disengat lebah atau tak tahan bekerja di atas ketinggian.

Setelah lebah diusir, barulah pembersihan lumut dan debu yang membuat badan menara kusam dimulai. Kemarin mereka sudah sampai tahap pengecatan dasar. Cat dasar warna putih itu dipilih dari merek dan kualitas terbaik agar lukisan di atasnya tahan lama.

Yulian menargetkan, pada akhir September pengecatan menara itu rampung. Agar bisa lekas dibuka dan dinikmati warga kota. "Saya sudah bisa membayangkan ini bakal bagus untuk wahana selfie," pungkasnya bangga. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .