MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 13:02
Niswi, Terpilih Wakili Indonesia Ikuti Program PBB di Malaysia

Terancam Gagal Berangkat

MEMBANGGAKAN: Niswi Ulfini, 23 tahun, dipotret di tempat kerjanya kemarin. Ia lulus seleksi program milik PBB di Kuala Lumpur November nanti.

PROKAL.CO, Dari ribuan peminat, gadis asal Cempaka Banjarbaru ini lulus seleksi. Terpilih mengikuti program bergengsi UN (Persatuan Bangsa-Bangsa, PBB) di Kuala Lumpur. Masalahnya, Niswi Ulfini terganjal ongkos keberangkatan.

-----------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

SEMUA bermula dari iseng. Gadis 23 tahun ini membaca informasi tentang Asia Model International United Nations (AIMUN) 2017 dari sebuah postingan di Instagram. Tanpa beban, Niswi ikut mendaftar.

"Coba-coba saja. Lulus alhamdulillah, tak lulus bukan innalillah," ujarnya, kemarin (25/8) saat ditemui Radar Banjarmasin di tempat kerjanya di Kursus Bahasa Inggris LIA di Jalan Mawar Utara.

Perempuan kurus berkerudung ini alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM. Belum menikah, ia masih tinggal bersama orang tuanya di Jalan Mistar Cokrokusomo Kecamatan Cempaka.

Ada 2.963 muda-mudi yang mendaftar seleksi AIMUN dari seantero Asia. Bersaing untuk mendapatkan jatah 500 kursi. Setahu Niswi, ada 77 pendaftar asal Indonesia yang dinyatakan lulus. Kebanyakan dari kota besar seperti Jakarta dan Bali.

Seleksinya tak ribet. Pendaftar mengirim biodata dan paparan motivasi mengikuti AIMUN. Dengan tiga pilihan isu dari hak asasi manusia, keislaman dan pendidikan budaya. Niswi memilih yang terakhir.

Masalahnya, hingga sekarang Niswi belum berani mendaftar ulang. Ada dua kendala. Pertama izin orang tua. Awalnya orang tua Niswi was-was melihat anaknya seorang diri keluar negeri. AIMUN 2017 akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3-6 November nanti.

"Tapi orang tua akhirnya mengizinkan, setelah tahu ada satu lagi orang Kalsel yang lulus," kisahnya. Dia adalah Anisa Purwanti dari Jurusan Teknik Kimia ULM.

Kendala kedua, soal biaya. Meski berlabel internasional, jangan dikira semua biaya ditanggung panitia. Pembuatan paspor hingga tiket pesawat tetap ditanggung peserta.

Berbeda dengan Niswi, karena status Anisa masih mahasiswi, ia bisa mengajukan bantuan dana ke dekan fakultas. "Sementara saya minta tolong kemana? Cuma mengandalkan gaji guru kursus," tukasnya.

Niswi merasa kesempatan seperti ini tidak bakal datang dua kali. Ia ingin meminta bantuan Pemko Banjarbaru tapi tak mengerti jalur birokrasinya. Apalagi tenggat waktu daftar ulangnya per akhir Agustus ini, waktunya sudah mepet. "Saya penasaran, saya ingin berangkat," jelasnya.

Selain simposium, AIMUN juga menjanjikan simulasi sidang PBB versi anak muda. Masing-masing peserta akan berakting mewakili negara anggota PBB. Mereka akan berdebat, melobi, mengajukan solusi, hingga saling jegal. "Iya, adu lobi dan saling veto," timpalnya bersemangat.

Yang dibahas mencakup isu-isu global yang sedang hangat. Dari terorisme, fundamentalisme agama, hak kaum perempuan, dan lainnya. Tiap peserta nantinya diminta meriset dan menulis paper sesuai bidang yang digeluti.

Soal motivasi, Niswi mengaku ingin membuktikan kepada generasinya. Bahwa media sosial tak melulu memberi dampak buruk. Main IG bisa membawa berkah seperti yang dialaminya.

"Semua anak muda sekarang punya smartphone. Internet juga bukan lagi barang mahal. Sementara tawaran jalan-jalan keluar negeri sambil belajar seperti ini melimpah di dunia maya. Sayang sekali untuk dilewatkan," pungkasnya. (fud)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Selasa, 10 Juli 2018 14:13

Kisah Buruh Kasur Kapuk Pasar Ujung Murung

Di sebuah gudang bekas toko tua, Guriyah (55) tampak sibuk. Duduk berselonjor, tangannya meraih tumpukan…

Senin, 09 Juli 2018 11:19

Cake Decorator Asal Banjarmasin, Beri Pelajaran Gratis untuk Konsumen

Menghias kue biasanya dilakukan oleh kaum hawa. Berani tampil beda, Ahmad (42) menekuni profesi cake…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .