MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 13:02
Niswi, Terpilih Wakili Indonesia Ikuti Program PBB di Malaysia

Terancam Gagal Berangkat

MEMBANGGAKAN: Niswi Ulfini, 23 tahun, dipotret di tempat kerjanya kemarin. Ia lulus seleksi program milik PBB di Kuala Lumpur November nanti.

PROKAL.CO, Dari ribuan peminat, gadis asal Cempaka Banjarbaru ini lulus seleksi. Terpilih mengikuti program bergengsi UN (Persatuan Bangsa-Bangsa, PBB) di Kuala Lumpur. Masalahnya, Niswi Ulfini terganjal ongkos keberangkatan.

-----------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

-----------------------------------------

SEMUA bermula dari iseng. Gadis 23 tahun ini membaca informasi tentang Asia Model International United Nations (AIMUN) 2017 dari sebuah postingan di Instagram. Tanpa beban, Niswi ikut mendaftar.

"Coba-coba saja. Lulus alhamdulillah, tak lulus bukan innalillah," ujarnya, kemarin (25/8) saat ditemui Radar Banjarmasin di tempat kerjanya di Kursus Bahasa Inggris LIA di Jalan Mawar Utara.

Perempuan kurus berkerudung ini alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM. Belum menikah, ia masih tinggal bersama orang tuanya di Jalan Mistar Cokrokusomo Kecamatan Cempaka.

Ada 2.963 muda-mudi yang mendaftar seleksi AIMUN dari seantero Asia. Bersaing untuk mendapatkan jatah 500 kursi. Setahu Niswi, ada 77 pendaftar asal Indonesia yang dinyatakan lulus. Kebanyakan dari kota besar seperti Jakarta dan Bali.

Seleksinya tak ribet. Pendaftar mengirim biodata dan paparan motivasi mengikuti AIMUN. Dengan tiga pilihan isu dari hak asasi manusia, keislaman dan pendidikan budaya. Niswi memilih yang terakhir.

Masalahnya, hingga sekarang Niswi belum berani mendaftar ulang. Ada dua kendala. Pertama izin orang tua. Awalnya orang tua Niswi was-was melihat anaknya seorang diri keluar negeri. AIMUN 2017 akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3-6 November nanti.

"Tapi orang tua akhirnya mengizinkan, setelah tahu ada satu lagi orang Kalsel yang lulus," kisahnya. Dia adalah Anisa Purwanti dari Jurusan Teknik Kimia ULM.

Kendala kedua, soal biaya. Meski berlabel internasional, jangan dikira semua biaya ditanggung panitia. Pembuatan paspor hingga tiket pesawat tetap ditanggung peserta.

Berbeda dengan Niswi, karena status Anisa masih mahasiswi, ia bisa mengajukan bantuan dana ke dekan fakultas. "Sementara saya minta tolong kemana? Cuma mengandalkan gaji guru kursus," tukasnya.

Niswi merasa kesempatan seperti ini tidak bakal datang dua kali. Ia ingin meminta bantuan Pemko Banjarbaru tapi tak mengerti jalur birokrasinya. Apalagi tenggat waktu daftar ulangnya per akhir Agustus ini, waktunya sudah mepet. "Saya penasaran, saya ingin berangkat," jelasnya.

Selain simposium, AIMUN juga menjanjikan simulasi sidang PBB versi anak muda. Masing-masing peserta akan berakting mewakili negara anggota PBB. Mereka akan berdebat, melobi, mengajukan solusi, hingga saling jegal. "Iya, adu lobi dan saling veto," timpalnya bersemangat.

Yang dibahas mencakup isu-isu global yang sedang hangat. Dari terorisme, fundamentalisme agama, hak kaum perempuan, dan lainnya. Tiap peserta nantinya diminta meriset dan menulis paper sesuai bidang yang digeluti.

Soal motivasi, Niswi mengaku ingin membuktikan kepada generasinya. Bahwa media sosial tak melulu memberi dampak buruk. Main IG bisa membawa berkah seperti yang dialaminya.

"Semua anak muda sekarang punya smartphone. Internet juga bukan lagi barang mahal. Sementara tawaran jalan-jalan keluar negeri sambil belajar seperti ini melimpah di dunia maya. Sayang sekali untuk dilewatkan," pungkasnya. (fud)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .