MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 13:31
Mengunjungi Pembuat Gelang Simpai Khas Dayak Pipitak

Gelang Berkhasiat Sebagai Penangkal Ilmu Hitam

MERAUT ROTAN: Rusdiansyah meraut rotan, bahan baku yang akan dibuat gelang simpai.

PROKAL.CO, Bagi suku Dayak Pipitak Jaya, Gelang Simpai bukanlah aksesoris biasa. Gelang ini dipercaya dapat menjaga si pemakainya dari ilmu hitam seperti sihir, gendam, dan lainnya.

------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

------------------------------------

TERBUAT dari akar kayu jangang, seperti itulah gelang Simpai khas suku Dayak Meratus yang ada di Desa Pipitak Jaya Kacamatan Piani Kabupaten Tapin dibuat.

Menuju Desa Pipitak dari pusat Kota Rantau memerlukan waktu sekitar 60 menit menggunakan sepeda motor. Dengan kondisi jalan yang terus menanjak naik.

Awalnya penulis hanya ingin melihat perkembangan pembangunan bendungan. Tetapi saat memasuki Desa Pipitak Jaya, penulis disambut dengan keramahan masyarakat setempat. Bertemu dengan Kepala Suku atau Damang yang bernama Rusdiansyah dan berbincang-bincang dengan warganya.

Di antara warga di sana ada seorang pria bernama Yandi, berusia kurang lebih 50 tahun. Sehari-hari dia membuat gelang simpai. Damang bercerita kalau kegunaan gelang ini selain untuk aksesoris juga bermanfaat untuk menjaga si pemakai.

"Menurut kepercayaan kami gelang Simpai ini untuk penangkal serangan-serangan ilmu hitam dan sering digunakan untuk anak-anak," jelasnya.

Pembuatannya pun membutuhkan proses waktu yang cukup panjang, karena harus mencari akar jangang dulu yang sekarang makin sulit dicari. Namun Gelang Simpai juga bisa menggunakan rotan, tetapi perlu proses pewarnaan lagi agar bisa menjadi hitam.

Pewarnaan sendiri menggunakan pucuk daun pohon Damar untuk warna hitam sedangkan merah harus menggunakan pucuk daun jengkol. "Pewarnaan pada rotan itu bisa memakan waktu hingga satu minggu, dari proses perebusan hingga perendaman," ceritanya.

Prosesnya yang lama akan membuat kualitas warna yang didapat juga semakin bagus dan permanen.

Yandi sendiri mengungkapkan, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi saat membuat gelang simpai. Tidak boleh sembarangan, karena harus menyesuaikan dengan tangan si pemakai dan membutuhkan waktu sedikitnya setengah jam.

Kenapa harus menyesuaikan dengan tangan si pemakai, menurut Yandi gelang tersebut dibuat hanya pas untuk si pemakai dan tidak bisa dilepas. "Jadi ukuran yang dibuat hanya cocok untuk pemakainya saja, karena bahannya yang keras tidak lentur seperti karet," jelasnya.

Ia juga menuturkan, keahliannya membuat Gelang Simpai didapatnya secara turun-temurun dari keluarga. Mulai dari kecil dia sudah diajari orang tuanya membuat Gelang Simpai. Keahliannya juga sudah dibawanya hingga keluar daerah. "Waktu itu saya diundang ke Jakarta untuk mengikuti pameran budaya, di sana saya disuruh untuk membuat Gelang Simpai," ceritanya bangga. (yn/ram)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Kamis, 12 Juli 2018 16:09

Zainul Kirom, Penjual Cappucino Cincau yang Berhasil Jadi Sarjana

Zainul Kirom. Mahasiswa Fakultas Pertanian. Mengambil Program Studi Agronomi Universitas Lambung Mangkurat…

Kamis, 12 Juli 2018 15:40

Melihat Bisnis Kerajinan Tangan Ibel Toys di Banjarmasin

Usaha kerajinan tangan boneka bukanlah ide bisnis populer. Di Banjarmasin, pengusahanya masih bisa dihitung…

Rabu, 11 Juli 2018 15:05

Cerita Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar di Banjarmasin

Sebelum menjadi yayasan, Rumah Kreatif dan Pintar dulunya komunitas biasa. Dibentuk oleh pemuda asli…

Selasa, 10 Juli 2018 14:13

Kisah Buruh Kasur Kapuk Pasar Ujung Murung

Di sebuah gudang bekas toko tua, Guriyah (55) tampak sibuk. Duduk berselonjor, tangannya meraih tumpukan…

Senin, 09 Juli 2018 11:19

Cake Decorator Asal Banjarmasin, Beri Pelajaran Gratis untuk Konsumen

Menghias kue biasanya dilakukan oleh kaum hawa. Berani tampil beda, Ahmad (42) menekuni profesi cake…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .