MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 13:31
Mengunjungi Pembuat Gelang Simpai Khas Dayak Pipitak

Gelang Berkhasiat Sebagai Penangkal Ilmu Hitam

MERAUT ROTAN: Rusdiansyah meraut rotan, bahan baku yang akan dibuat gelang simpai.

PROKAL.CO, Bagi suku Dayak Pipitak Jaya, Gelang Simpai bukanlah aksesoris biasa. Gelang ini dipercaya dapat menjaga si pemakainya dari ilmu hitam seperti sihir, gendam, dan lainnya.

------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

------------------------------------

TERBUAT dari akar kayu jangang, seperti itulah gelang Simpai khas suku Dayak Meratus yang ada di Desa Pipitak Jaya Kacamatan Piani Kabupaten Tapin dibuat.

Menuju Desa Pipitak dari pusat Kota Rantau memerlukan waktu sekitar 60 menit menggunakan sepeda motor. Dengan kondisi jalan yang terus menanjak naik.

Awalnya penulis hanya ingin melihat perkembangan pembangunan bendungan. Tetapi saat memasuki Desa Pipitak Jaya, penulis disambut dengan keramahan masyarakat setempat. Bertemu dengan Kepala Suku atau Damang yang bernama Rusdiansyah dan berbincang-bincang dengan warganya.

Di antara warga di sana ada seorang pria bernama Yandi, berusia kurang lebih 50 tahun. Sehari-hari dia membuat gelang simpai. Damang bercerita kalau kegunaan gelang ini selain untuk aksesoris juga bermanfaat untuk menjaga si pemakai.

"Menurut kepercayaan kami gelang Simpai ini untuk penangkal serangan-serangan ilmu hitam dan sering digunakan untuk anak-anak," jelasnya.

Pembuatannya pun membutuhkan proses waktu yang cukup panjang, karena harus mencari akar jangang dulu yang sekarang makin sulit dicari. Namun Gelang Simpai juga bisa menggunakan rotan, tetapi perlu proses pewarnaan lagi agar bisa menjadi hitam.

Pewarnaan sendiri menggunakan pucuk daun pohon Damar untuk warna hitam sedangkan merah harus menggunakan pucuk daun jengkol. "Pewarnaan pada rotan itu bisa memakan waktu hingga satu minggu, dari proses perebusan hingga perendaman," ceritanya.

Prosesnya yang lama akan membuat kualitas warna yang didapat juga semakin bagus dan permanen.

Yandi sendiri mengungkapkan, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi saat membuat gelang simpai. Tidak boleh sembarangan, karena harus menyesuaikan dengan tangan si pemakai dan membutuhkan waktu sedikitnya setengah jam.

Kenapa harus menyesuaikan dengan tangan si pemakai, menurut Yandi gelang tersebut dibuat hanya pas untuk si pemakai dan tidak bisa dilepas. "Jadi ukuran yang dibuat hanya cocok untuk pemakainya saja, karena bahannya yang keras tidak lentur seperti karet," jelasnya.

Ia juga menuturkan, keahliannya membuat Gelang Simpai didapatnya secara turun-temurun dari keluarga. Mulai dari kecil dia sudah diajari orang tuanya membuat Gelang Simpai. Keahliannya juga sudah dibawanya hingga keluar daerah. "Waktu itu saya diundang ke Jakarta untuk mengikuti pameran budaya, di sana saya disuruh untuk membuat Gelang Simpai," ceritanya bangga. (yn/ram)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .