MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 13:31
Mengunjungi Pembuat Gelang Simpai Khas Dayak Pipitak

Gelang Berkhasiat Sebagai Penangkal Ilmu Hitam

MERAUT ROTAN: Rusdiansyah meraut rotan, bahan baku yang akan dibuat gelang simpai.

PROKAL.CO, Bagi suku Dayak Pipitak Jaya, Gelang Simpai bukanlah aksesoris biasa. Gelang ini dipercaya dapat menjaga si pemakainya dari ilmu hitam seperti sihir, gendam, dan lainnya.

------------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

------------------------------------

TERBUAT dari akar kayu jangang, seperti itulah gelang Simpai khas suku Dayak Meratus yang ada di Desa Pipitak Jaya Kacamatan Piani Kabupaten Tapin dibuat.

Menuju Desa Pipitak dari pusat Kota Rantau memerlukan waktu sekitar 60 menit menggunakan sepeda motor. Dengan kondisi jalan yang terus menanjak naik.

Awalnya penulis hanya ingin melihat perkembangan pembangunan bendungan. Tetapi saat memasuki Desa Pipitak Jaya, penulis disambut dengan keramahan masyarakat setempat. Bertemu dengan Kepala Suku atau Damang yang bernama Rusdiansyah dan berbincang-bincang dengan warganya.

Di antara warga di sana ada seorang pria bernama Yandi, berusia kurang lebih 50 tahun. Sehari-hari dia membuat gelang simpai. Damang bercerita kalau kegunaan gelang ini selain untuk aksesoris juga bermanfaat untuk menjaga si pemakai.

"Menurut kepercayaan kami gelang Simpai ini untuk penangkal serangan-serangan ilmu hitam dan sering digunakan untuk anak-anak," jelasnya.

Pembuatannya pun membutuhkan proses waktu yang cukup panjang, karena harus mencari akar jangang dulu yang sekarang makin sulit dicari. Namun Gelang Simpai juga bisa menggunakan rotan, tetapi perlu proses pewarnaan lagi agar bisa menjadi hitam.

Pewarnaan sendiri menggunakan pucuk daun pohon Damar untuk warna hitam sedangkan merah harus menggunakan pucuk daun jengkol. "Pewarnaan pada rotan itu bisa memakan waktu hingga satu minggu, dari proses perebusan hingga perendaman," ceritanya.

Prosesnya yang lama akan membuat kualitas warna yang didapat juga semakin bagus dan permanen.

Yandi sendiri mengungkapkan, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi saat membuat gelang simpai. Tidak boleh sembarangan, karena harus menyesuaikan dengan tangan si pemakai dan membutuhkan waktu sedikitnya setengah jam.

Kenapa harus menyesuaikan dengan tangan si pemakai, menurut Yandi gelang tersebut dibuat hanya pas untuk si pemakai dan tidak bisa dilepas. "Jadi ukuran yang dibuat hanya cocok untuk pemakainya saja, karena bahannya yang keras tidak lentur seperti karet," jelasnya.

Ia juga menuturkan, keahliannya membuat Gelang Simpai didapatnya secara turun-temurun dari keluarga. Mulai dari kecil dia sudah diajari orang tuanya membuat Gelang Simpai. Keahliannya juga sudah dibawanya hingga keluar daerah. "Waktu itu saya diundang ke Jakarta untuk mengikuti pameran budaya, di sana saya disuruh untuk membuat Gelang Simpai," ceritanya bangga. (yn/ram)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .