MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 14:01
Pernah Terkepung Api Hingga Dikejar Warga Pakai Parang

Kisah Petugas Manggala Agni Berjibaku Memadamkan Kebakaran Lahan

BERTARUH NYAWA: Budi bersama rekannya bersiaga mengantisipasi kebakaran lahan di Posko Penanggulangan Karhutla Jalan Gubernur Syarkawi.

PROKAL.CO, Memasuki musim kemarau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengancam. Instansi terkait mulai dari BPBD, Manggala Agni, Damkar, pihak kepolisian hingga TNI mulai bekerjasama untuk menanggulanginya. Lalu, bagaimanakah pengalaman mereka saat berjibaku memadamkan api?

------------------------------

SUTRISNO, Gambut

------------------------------

Radar Banjarmasin, Kamis (24/8), sengaja berkunjung ke posko penanggulangan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Di dalam posko terdapat belasan petugas gabungan, mulai dari BPBD Banjar, Polres Banjar dan Manggala Agni Kalsel. Mereka terlihat sedang beristirahat, sekaligus mendengarkan informasi kondisi di lapangan melalui komunikasi radio yang ditaruh di atas meja.

Di luar posko ada dua unit mobil bak terbuka yang siap untuk meluncur jika ada informasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Peralatan pemadam kebakaran sudah berjejer rapi di dalam bak mobil.

Budi Setiawan, anggota Manggala Agni Kalsel menceritakan kisah pengalamannya ketika berjibaku memadamkan api. Dia terlihat bersemangat untuk menceritakannya, sebab pengalamannya tersebut tak bisa dilupakan hingga saat ini. Kala itu, pada 2011 menjadi tahun pertamanya menjadi anggota Manggala Agni.

Di tahun pertamanya ia sudah menghadapi kejadian besar. "Saat itu saya bersama empat orang lainnya yang tergabung dalam satu regu terjebak api, ketika ingin memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam," kenangnya.

Budi menuturkan, ketika api mengepung semua anggota langsung terkejut. Sebab, awalnya api hanya berada di satu titik. "Mungkin karena angin yang sangat kencang sehingga api merembet ke mana-mana. Seketika asap langsung mengepung kami, hingga membuat jarak pandang terbatas," ujarnya.

Untungnya, ketika itu anggota regunya tidak ada yang panik. Meski saat itu mereka telah dikepung api sekitar satu jam. "Kami mencoba terus berjalan menuju ke mobil. Ketika itu sebagian peralatan kami tinggalkan, karena kami lebih mementingkan nyawa. Alhamdulillah kami semua selamat dan sampai di mobil," ungkap Budi.

Selain pengalaman tersebut, dia mengaku memiliki kisah lain yang juga tidak bisa dilupakan. Yaitu, dikejar oleh pemilik lahan dengan membawa sebilah parang. "Saat itu ada lahan terbakar, lalu kami berusaha untuk memadamkannya. Eh, ternyata pemilik lahannya marah dan melarang kami memadamkan api. Sebab, dia memang sengaja membakar lahan miliknya untuk membersihkan semak belukar," katanya.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2012, ketika aparat TNI dan polisi belum memback-up dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. "Sekarang, karena sudah ada aparat, masyarakat tidak berani lagi melarang. Malahan mereka akan ditangkap kalau terbukti sengaja membakar lahan," ujar Budi.

Menurutnya, pengalaman petugas pemadam kebakaran kalau diceritakan sangat banyak. Sebab, pekerjaan yang mereka lakukan penuh risiko. "Kalau masalah tercebur di lumpur dan di rawa itu soal biasa. Bahkan ada juga yang tertimpa pohon," pungkasnya. (ris/tof)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .