MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 14:01
Pernah Terkepung Api Hingga Dikejar Warga Pakai Parang

Kisah Petugas Manggala Agni Berjibaku Memadamkan Kebakaran Lahan

BERTARUH NYAWA: Budi bersama rekannya bersiaga mengantisipasi kebakaran lahan di Posko Penanggulangan Karhutla Jalan Gubernur Syarkawi.

PROKAL.CO, Memasuki musim kemarau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengancam. Instansi terkait mulai dari BPBD, Manggala Agni, Damkar, pihak kepolisian hingga TNI mulai bekerjasama untuk menanggulanginya. Lalu, bagaimanakah pengalaman mereka saat berjibaku memadamkan api?

------------------------------

SUTRISNO, Gambut

------------------------------

Radar Banjarmasin, Kamis (24/8), sengaja berkunjung ke posko penanggulangan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Di dalam posko terdapat belasan petugas gabungan, mulai dari BPBD Banjar, Polres Banjar dan Manggala Agni Kalsel. Mereka terlihat sedang beristirahat, sekaligus mendengarkan informasi kondisi di lapangan melalui komunikasi radio yang ditaruh di atas meja.

Di luar posko ada dua unit mobil bak terbuka yang siap untuk meluncur jika ada informasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Peralatan pemadam kebakaran sudah berjejer rapi di dalam bak mobil.

Budi Setiawan, anggota Manggala Agni Kalsel menceritakan kisah pengalamannya ketika berjibaku memadamkan api. Dia terlihat bersemangat untuk menceritakannya, sebab pengalamannya tersebut tak bisa dilupakan hingga saat ini. Kala itu, pada 2011 menjadi tahun pertamanya menjadi anggota Manggala Agni.

Di tahun pertamanya ia sudah menghadapi kejadian besar. "Saat itu saya bersama empat orang lainnya yang tergabung dalam satu regu terjebak api, ketika ingin memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam," kenangnya.

Budi menuturkan, ketika api mengepung semua anggota langsung terkejut. Sebab, awalnya api hanya berada di satu titik. "Mungkin karena angin yang sangat kencang sehingga api merembet ke mana-mana. Seketika asap langsung mengepung kami, hingga membuat jarak pandang terbatas," ujarnya.

Untungnya, ketika itu anggota regunya tidak ada yang panik. Meski saat itu mereka telah dikepung api sekitar satu jam. "Kami mencoba terus berjalan menuju ke mobil. Ketika itu sebagian peralatan kami tinggalkan, karena kami lebih mementingkan nyawa. Alhamdulillah kami semua selamat dan sampai di mobil," ungkap Budi.

Selain pengalaman tersebut, dia mengaku memiliki kisah lain yang juga tidak bisa dilupakan. Yaitu, dikejar oleh pemilik lahan dengan membawa sebilah parang. "Saat itu ada lahan terbakar, lalu kami berusaha untuk memadamkannya. Eh, ternyata pemilik lahannya marah dan melarang kami memadamkan api. Sebab, dia memang sengaja membakar lahan miliknya untuk membersihkan semak belukar," katanya.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2012, ketika aparat TNI dan polisi belum memback-up dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. "Sekarang, karena sudah ada aparat, masyarakat tidak berani lagi melarang. Malahan mereka akan ditangkap kalau terbukti sengaja membakar lahan," ujar Budi.

Menurutnya, pengalaman petugas pemadam kebakaran kalau diceritakan sangat banyak. Sebab, pekerjaan yang mereka lakukan penuh risiko. "Kalau masalah tercebur di lumpur dan di rawa itu soal biasa. Bahkan ada juga yang tertimpa pohon," pungkasnya. (ris/tof)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .