MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 26 Agustus 2017 14:01
Pernah Terkepung Api Hingga Dikejar Warga Pakai Parang

Kisah Petugas Manggala Agni Berjibaku Memadamkan Kebakaran Lahan

BERTARUH NYAWA: Budi bersama rekannya bersiaga mengantisipasi kebakaran lahan di Posko Penanggulangan Karhutla Jalan Gubernur Syarkawi.

PROKAL.CO, Memasuki musim kemarau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengancam. Instansi terkait mulai dari BPBD, Manggala Agni, Damkar, pihak kepolisian hingga TNI mulai bekerjasama untuk menanggulanginya. Lalu, bagaimanakah pengalaman mereka saat berjibaku memadamkan api?

------------------------------

SUTRISNO, Gambut

------------------------------

Radar Banjarmasin, Kamis (24/8), sengaja berkunjung ke posko penanggulangan Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Di dalam posko terdapat belasan petugas gabungan, mulai dari BPBD Banjar, Polres Banjar dan Manggala Agni Kalsel. Mereka terlihat sedang beristirahat, sekaligus mendengarkan informasi kondisi di lapangan melalui komunikasi radio yang ditaruh di atas meja.

Di luar posko ada dua unit mobil bak terbuka yang siap untuk meluncur jika ada informasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Peralatan pemadam kebakaran sudah berjejer rapi di dalam bak mobil.

Budi Setiawan, anggota Manggala Agni Kalsel menceritakan kisah pengalamannya ketika berjibaku memadamkan api. Dia terlihat bersemangat untuk menceritakannya, sebab pengalamannya tersebut tak bisa dilupakan hingga saat ini. Kala itu, pada 2011 menjadi tahun pertamanya menjadi anggota Manggala Agni.

Di tahun pertamanya ia sudah menghadapi kejadian besar. "Saat itu saya bersama empat orang lainnya yang tergabung dalam satu regu terjebak api, ketika ingin memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam," kenangnya.

Budi menuturkan, ketika api mengepung semua anggota langsung terkejut. Sebab, awalnya api hanya berada di satu titik. "Mungkin karena angin yang sangat kencang sehingga api merembet ke mana-mana. Seketika asap langsung mengepung kami, hingga membuat jarak pandang terbatas," ujarnya.

Untungnya, ketika itu anggota regunya tidak ada yang panik. Meski saat itu mereka telah dikepung api sekitar satu jam. "Kami mencoba terus berjalan menuju ke mobil. Ketika itu sebagian peralatan kami tinggalkan, karena kami lebih mementingkan nyawa. Alhamdulillah kami semua selamat dan sampai di mobil," ungkap Budi.

Selain pengalaman tersebut, dia mengaku memiliki kisah lain yang juga tidak bisa dilupakan. Yaitu, dikejar oleh pemilik lahan dengan membawa sebilah parang. "Saat itu ada lahan terbakar, lalu kami berusaha untuk memadamkannya. Eh, ternyata pemilik lahannya marah dan melarang kami memadamkan api. Sebab, dia memang sengaja membakar lahan miliknya untuk membersihkan semak belukar," katanya.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2012, ketika aparat TNI dan polisi belum memback-up dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. "Sekarang, karena sudah ada aparat, masyarakat tidak berani lagi melarang. Malahan mereka akan ditangkap kalau terbukti sengaja membakar lahan," ujar Budi.

Menurutnya, pengalaman petugas pemadam kebakaran kalau diceritakan sangat banyak. Sebab, pekerjaan yang mereka lakukan penuh risiko. "Kalau masalah tercebur di lumpur dan di rawa itu soal biasa. Bahkan ada juga yang tertimpa pohon," pungkasnya. (ris/tof)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .