MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 28 Agustus 2017 17:07
Sedih, Bandara Syamsudin Noor Jauh Tertinggal
GENGSI DAERAH: Bandara Syamsuddin Noor bukan semata sebagai pintu gerbang masuk Kalsel lewat udara, tapi juga menyangkut gengsi daerah.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari mendorong agar proyek pengembangan bandara bisa jalan terus. Menurutnya, dibandingkan bandara lain, Bandara Syamsudin Noor sudah jauh tertinggal.

“Coba bandingkan dengan Sepinggan di Balikpapan dan Bandara Ngurah Rai di Bali, kita jauh tertinggal. Padahal sebenarnya proyek pengembangan bandara kita bersamaan dengan dua bandara tersebut pada 2011,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Keterlambatan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor berawal dari masalah molornya pembebasan lahan. Baru pada tahun 2015 mulai ada titik cerah tepatnya pada tanggal 18 Mei 2015, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memimpin ground breaking.

“Setelah itu masyarakat begitu berharap proyek bandara segera dimulai tapi nyatanya juga masih ada kendala dan baru 2017 ini baru bisa bekerja,” cetusnya.

Segala permasalahan-permasalahan tersebut menurut Nurkhalis menjadi perhatian DPRD Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, beberapa pekan lalu, ia bersama anggota Komisi III lainnya mengunjungi PT AP I dan PT NKE selaku kontraktor pengembangan bandara.

“Kita dorong mereka untuk terus maju melaksanakan proyek ini agar sesuai target tentunya dengan menyelesaikan segala bentuk masalah yang ada, memang sempat ada kendala soal tanah uruk tapi kami terus mendorong agar proyek bisa jalan karena ini sudah terlambat sekali,” harapnya.

Ditambahkan Nurkhalis, proyek pengembangan sendiri telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Dasar hukumnya tertuang dalam bentuk Perpres Nomor 58 Tahun 2017. Ditargetkan pekerjaan akan selesai pada September 2018 dan bisa dioperasikan pada 2019.

Sementara itu, mengenai polemik tanah uruk bandara yang sempat mencuat, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjarbaru Muhammad Ikhsan menjelaskan saat ini izin pengelolaan penambangan bahan galian golongan C menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu yang berlaku di Banjarbaru saat ini adalah Perwali Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perwali Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pedoman Pemberian Izin Pemanfaatan Material Pematangan Lahan.

Lahan yang digunakan untuk tanah uruk bandara sendiri berasal dari tanah milik H Arkani yang bernaung di bawah PT Kota Citra di Kecamatan Cempaka. Menurut Ikhsan, tidak tepat apabila ada yang menyebut tanah tersebut ilegal karena hal tersebut telah diatur dalam Perwali Nomor 17 Tahun 2016.

“Pada pasal 1 nomor 7 disebutkan bahwa pematangan lahan adalah kegiatan penataan suatu lahan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan perumahan, industri, perdagangan jasa dan penyediaan infrastruktur perkotaan sarana prasarana pendukung, dengan cara memotong dan mengambil atau menimbun, artinya aktivitas tanah uruk tidak melanggar aturan. Apalagi diperkuat dengan adanya LO dari TP4D,” pungkasnya. (ris/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 12:20
Parlementaria Balangan

Dewan Balangan Imbau Masyarakat Beralih Dari Karet

PARINGIN – Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan masih ketergantungan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:35

Harga Elpiji 3 Kg di Banua Makin Sulit Dikendalikan

Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram bikin rakyat kecil Banua menjerit. Dalam beberapa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30
BREAKING NEWS

HMI Demo, Minta Kasus Penganiayaan Usman Diusut Tuntas

KOTABARU - Mahasiswa yang tergabung dalam naungan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kotabaru berunjuk rasa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:07

Warga Kelayan Selatan Rela Antri Demi Satu Tabung Gas

BANJARMASIN - Puluhan warga di Laksana Intan, Kelayan Selatan, terpaksa antre di depan Pangkalan gas…

Rabu, 21 Februari 2018 11:04

Berkat Kapal Sapu-sapu, Invasi Eceng Gondok Digagalkan

BANJARMASIN - Eceng gondok kembali menyerang kota. Kemarin (20/2), tanaman yang tumbuh di permukaan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Dirut Baru PDAM Nanti Bakal Ditunggu Utang

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama PDAM Bandarmasih sebentar lagi dilelang. Siapapun nanti yang terpilih,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:42
Pemko Banjarbaru

Wawali Banjarbaru Sambut Kedatangan Menteri Perdagangan

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:34

50 Guru Berprestasi di Tanbu Ikuti Diklat OSM

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming kembali memberangkatkan guru berprestasi untuk mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .