MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Agustus 2017 17:07
Sedih, Bandara Syamsudin Noor Jauh Tertinggal
GENGSI DAERAH: Bandara Syamsuddin Noor bukan semata sebagai pintu gerbang masuk Kalsel lewat udara, tapi juga menyangkut gengsi daerah.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari mendorong agar proyek pengembangan bandara bisa jalan terus. Menurutnya, dibandingkan bandara lain, Bandara Syamsudin Noor sudah jauh tertinggal.

“Coba bandingkan dengan Sepinggan di Balikpapan dan Bandara Ngurah Rai di Bali, kita jauh tertinggal. Padahal sebenarnya proyek pengembangan bandara kita bersamaan dengan dua bandara tersebut pada 2011,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Keterlambatan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor berawal dari masalah molornya pembebasan lahan. Baru pada tahun 2015 mulai ada titik cerah tepatnya pada tanggal 18 Mei 2015, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memimpin ground breaking.

“Setelah itu masyarakat begitu berharap proyek bandara segera dimulai tapi nyatanya juga masih ada kendala dan baru 2017 ini baru bisa bekerja,” cetusnya.

Segala permasalahan-permasalahan tersebut menurut Nurkhalis menjadi perhatian DPRD Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, beberapa pekan lalu, ia bersama anggota Komisi III lainnya mengunjungi PT AP I dan PT NKE selaku kontraktor pengembangan bandara.

“Kita dorong mereka untuk terus maju melaksanakan proyek ini agar sesuai target tentunya dengan menyelesaikan segala bentuk masalah yang ada, memang sempat ada kendala soal tanah uruk tapi kami terus mendorong agar proyek bisa jalan karena ini sudah terlambat sekali,” harapnya.

Ditambahkan Nurkhalis, proyek pengembangan sendiri telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Dasar hukumnya tertuang dalam bentuk Perpres Nomor 58 Tahun 2017. Ditargetkan pekerjaan akan selesai pada September 2018 dan bisa dioperasikan pada 2019.

Sementara itu, mengenai polemik tanah uruk bandara yang sempat mencuat, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjarbaru Muhammad Ikhsan menjelaskan saat ini izin pengelolaan penambangan bahan galian golongan C menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu yang berlaku di Banjarbaru saat ini adalah Perwali Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perwali Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pedoman Pemberian Izin Pemanfaatan Material Pematangan Lahan.

Lahan yang digunakan untuk tanah uruk bandara sendiri berasal dari tanah milik H Arkani yang bernaung di bawah PT Kota Citra di Kecamatan Cempaka. Menurut Ikhsan, tidak tepat apabila ada yang menyebut tanah tersebut ilegal karena hal tersebut telah diatur dalam Perwali Nomor 17 Tahun 2016.

“Pada pasal 1 nomor 7 disebutkan bahwa pematangan lahan adalah kegiatan penataan suatu lahan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan perumahan, industri, perdagangan jasa dan penyediaan infrastruktur perkotaan sarana prasarana pendukung, dengan cara memotong dan mengambil atau menimbun, artinya aktivitas tanah uruk tidak melanggar aturan. Apalagi diperkuat dengan adanya LO dari TP4D,” pungkasnya. (ris/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 15:52

Banyaknya Korban Berjatuhan, Saatnya Benahi Keamanan Objek Wisata

Gairah masyarakat Kalsel untuk berwisata begitu tinggi di musim libur. Sayangnya, hal ini tidak diiringi…

Kamis, 21 Juni 2018 15:40

PARAH..!! Banjir Lumpuhkan Transportasi di Angsana

BATULICIN - Antrean kendaraan mengular hingga 2 kilometer di jalan raya provinsi Desa Angsana Kecamatan…

Kamis, 21 Juni 2018 15:27

Banyak Jemaah Haul Datu Kelampayan Datang dari Tempat Jauh

Hujan tidak menyurutkan semangat jemaah untuk menghadiri agenda tahunan Haul Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari…

Kamis, 21 Juni 2018 14:36

Cara ini Dijamin Ampuh Cegah Wisatawan Duduk Diatas Kelotok

BANJARMASIN - Pada sejumlah objek wisata milik kabupaten tetangga, korban mulai berjatuhan. Liburan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:34

Pemko Mengaku Dilema Atur Pasar Sentra Antasari yang Semrawut

BANJARMASIN - Sederet keluhan terus disampaikan warga. Terkait kondisi kawasan Sentra Antasari yang…

Kamis, 21 Juni 2018 14:28

Puncak Arus Balik, Pelabuhan Trisakti Malah Sepi

BANJARMASIN - H+5 Idulfitri, kemarin (20/6) disebut-sebut sebagai puncaknya arus balik. Pada kenyataannya,…

Kamis, 21 Juni 2018 13:25
BREAKING NEWS

Danlanud Syamsudin Noor Pamitan, Mengaku Berkesan di Kalsel

BANJARBARU - Setelah lebih kurang setahun dua bulan bertugas di Kalsel, Komandan Landasan Udara (Danlanud)…

Kamis, 21 Juni 2018 10:51

Saban Hari Bus Wisata Pemko Banjarbaru Layani Ratusan Orang

BANJARBARU - Libur Lebaran dimanfaatkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, untuk kembali mengoperasionalkan…

Kamis, 21 Juni 2018 10:35
Parlementaria

Dewan Minta Pemko Banjarbaru Awasi TPS di Dekat Permukiman

BANJARBARU - Ketua komisi II DPRD Banjarbaru Syamsuri meminta, agar Pemko Banjarbaru melalui dinas terkaitnya…

Kamis, 21 Juni 2018 10:33
Pemko Banjarbaru

Bentuk Dewan dan Tim Pelaksana Smart City

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, baru-baru tadi menghadiri sosialisasi gerakan menuju…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .