MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 28 Agustus 2017 17:09
Sebulan Pasokan Gas Melon di HSS Berkurang
DIKURANGI: Salah satu pangkalan gas Kabupaten HSS yang pasokan gas 3 Kg dikurangi.

PROKAL.CO, KANDANGAN – Sudah sekitar satu bulan terakhir, pasokan gas elpiji 3 kilogram, ke sejumlah pangkalan dan agen di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berkurang.

Untungnya akibat pengurangan pasokan gas melon ke sejumlah pangkalan ini tidak berdampak pada kenaikan harga dan kelangkaan di pasaran.

Sholihin (32) salah satu pemilik pangkalan gas LPG di Jalan Pemuda Kandangan membenarkan sudah sekitar sebulan terakhir ini memang terjadi pengurangan pasokan dari agen atau pertamina untuk LPG 3 Kg. Sedangkan gas ukuran lainnya masih normal.

Pangkalannya dalam seminggu sebelumnya bisa mendapatkan pasokan sekitar ratusan tabung gas LPG 3 Kg. sekarang tinggal puluhan tabung saja. “Sebelumnya seminggu bisa mencapai sekitar 200 tabung seminggu. Sekarang paling antara 80 sampai 50 tabung saja lagi,” ujarnya, Minggu (27/8).

Akibat pengurangan pasokan LPG 3 Kg ini, dijelaskannya, sedikit banyak mempengaruhi ketersediaan gas di pangkalannya. “Kalau dulu seminggu baru habis, sekarang paling beberapa hari saja sudah habis. Karena stoknya sedikit,” tuturnya.

Namun menurutnya, meski pasokan berkurang harga gas melon tiga kilogram tersebut saat ini masih stabil. “Harganya tetap saja saya jual antara Rp 17, 5 ribu sampai Rp 18 ribu bagi mengambil di pangkalan. Kalau diantar, maka ongkosnya ditambah,” ucapnya.

Dikatakan Sholihin, pengurangan pasokan gas LPG 3 Kg ini dari agen atau pertamina ini disebabkan adanya wacana gas melon akan diganti dengan bright gas 5 kilogram oleh pemerintah. “Informasinya mau diganti dengan gas 5 Kg, jadi pasokan sekarang di kurangi,” katanya.

Bahkan dari informasi dihimpun, agar gas LPG 3 Kg di Kabupaten HSS, tidak terjadi kelangkaan, beberapa pangkalan yang memiliki stok gas yang cukup melakukan operasi pasar atas permintaan Pertamina secara bergantian dan waktunya tidak berbarengan antar pangkalan.

Sementara, Ani (36) salah satu warga Kandangan yang biasa menggunakan gas LPG 3 Kg mengatakan, memang masih cukup mudah mendapatkan gas melon tersebut. “Ya kalau bisa jangan di kurangi pasokannya. Biar tidak terjadi kelangkaan. Seandainya diganti dengan gas 5 Kg, itu buat yang mampu, warga tidak mampu masih diperbolehkan membelinya,” ujarnya.

Sebelumnya, guna mengantisipasi kenaikan jumlah konsumsi LPG 3 Kg di bulan Agustus 2017, khususnya jelang Hari Raya Idul Adha, Pertamina tambah alokasi bahan bakar yang merupakan jenis produk subsidi ini hingga empat persen di wilayah Kalimantan Selatan.

Area Manager Communication dan Relations Pertamina Kalimantan Alicia Irzanova mengatakan, belajar dari tren yang terjadi pada tahun sebelumnya, konsumsi LPG di wilayah Kalimantan Selatan jelang Hari Raya Idul Adha memang mengalami peningkatan dari angka konsumsi normal.

"Kenaikan konsumsi telah diantisipasi jauh-jauh hari oleh Pertamina dengan menyalurkan alokasi tambahan hingga empat persen. Tim di lapangan juga terus memantau angka tersebut sehingga masyarakat yang berhak menggunakan produk LPG subsidi dapat leluasa membeli produk," terang Alicia dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di kantin Kampus Poltek ULM, Selasa (22/8) kemarin.

Lebih detil Alicia menjelaskan, alokasi tambahan yang diberikan di wilayah Kalimantan Selatan ini didistribusikan melalui kegiatan operasi pasar. Tidak kurang dari 14 ribu tabung per hari disebar ke 250 titik di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan mulai Rabu (23/08) hari ini.

"Secara total, Pertamina menyiapkan 85.680 tabung untuk seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir apalagi sampai panic buying yang justru dapat mengganggu ketersediaan stok di lapangan," tambah Alicia. (shn/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 01 Februari 2018 15:45

Pengusaha Batubara Dominan Tunggak Pajak di Banua

BANJARMASIN – Meski menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar, ternyata…

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Senin, 15 Januari 2018 11:16

Dadah Properti.. Ini Investasi 2018 Paling Menjanjikan di Banjarmasin

Banjarmasin tak cuma sekadar ibukota, tapi pusat perekonomian Kalsel. Bahkan provinsi tetangga, Kalteng…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Pasokan Elpiji di Kalsel Aman

BANJARMASIN - Pertamina memastikan pasokan elpiji  3 kilogram  di Kalimantan Selatan aman.…

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…

Selasa, 28 November 2017 10:09

Pertama di Kalsel, Apartemen Eksklusif di Atas Mall dengan Keuntungan Menggiurkan

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan rupanya jadi pasar apartemen potensial. Tidak heran, Mayapada Group…

Minggu, 26 November 2017 06:38

Program Market Day, Satu Siswa Dapat Rp140 Ribu

BANJARBARU - Program Market Day untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai digelar sekolah di Banjarbaru.…

Sabtu, 25 November 2017 11:20

Tahun ini PAD Perhotelan di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar, mendatangkan keuntungan tersendiri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .