MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

SPORT

Selasa, 29 Agustus 2017 10:03
Begini Sensasi Main Catur Diatas Kapal yang Bergerak

Konsentrasi Terganggu Arus Air Sungai, Bidak Catur Berjatuhan

FOKUS: Vera dan Said kala meladeni 60 orang pecatur Kampung Melayu di pertandingan catur simultan yang diadakan di atas kapal wisata miliknya, Sabtu (26/8) malam.

PROKAL.CO, Bermain catur lazimnya di tempat yang tenang dan teduh. Sehingga, bisa lebih konsentrasi dan menikmati melancarkan strategi saling memakan bidak. Namun, apa jadinya bila bermain catur di atas kapal yang sedang bergerak menyusuri sungai? Berikut ceritanya.

-------------------------------------------

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

-------------------------------------------

Dua kakak beradik, Norasya Verdiana dan Said Kamaruzzaman memang sudah tidak asing lagi di kancah olahraga catur Banua. Keduanya punya titel juara catur di tingkat nasional dan internasional. Vera (sapaan Norasya Verdiana), bahkan bertitel master nasional wanita. Di sela-sela jeda kompetisi dan kejuaraan, baik Vera dan Said kerap menyelenggarakan catur simultan. Yakni, bertanding catur melawan banyak pecatur sekaligus secara bergantian.

Sabtu (26/8) tadi, Vera dan Said bahkan kembali menggelar pertandingan catur simultan. Yang bikin beda dan unik, kali ini pertandingan catur simultan diadakan di atas kapal wisata yang sedang bergerak menyusuri sungai Martapura. “Biasanya, kami menyelenggarakan pertandingan catur simultan di ruangan terbuka atau ruangan tertutup. Misalnya, beberapa tahun lalu kami mengadakan pertandingan catur simultan di SMAN 2 Banjarmasin. Kala itu, saya dan Said melawan sekitar 60 orang pecatur,” kata Vera.

Ditambahkan Vera, pertandingan catur simultan di atas kapal wisata miliknya itu memang bukan hal yang biasa dilakukan. “Saya dan Said memikirkan bagaimana konsep pertandingan catur simultan kali ini lebih unik dan menarik. Tercetuslah ide supaya menggunakan sarana kapal wisata, tujuannya supaya hemat dan tidak keluar biaya sewa tempat,” katanya sembari terkekeh.

Ide tersebut ternyata direspon dengan baik. Buktinya, Vera tak kesulitan kala mencari calon lawan sebanyak kurang lebih 50 orang untuk bersedia bertanding catur di atas kapal wisata yang belum diberi nama itu. “Kalau dulu, mencari lawan terbilang sulit. Saya bahkan harus keluar uang supaya orang tertarik bertanding catur simultan dengan saya dan Said. Kali ini, kami bersyukur karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak yang sudah-sudah. Pesertanya adalah dari perkumpulan pecatur Kampung Melayu,” tutur cewek bertitel magister kenotariatan tersebut.

Vera menambahkan pertandingan catur simultan dimulai pada pukul 20.30 malam. Begitu para peserta naik ke geladak, kapalpun berlabuh menyusuri sungai Martapura dan masuk hingga wilayah Kampung Melayu Laut. “Di atas kapal kami sediakan aneka makanan ringan, minuman, dan colokan listrik untuk mengecas ponsel,” ujarnya.

Kapal wisata tersebut awalnya melaju dengan kecepatan sedang. Akibatnya kurang bagus, karena justru menggangu jalannya pertandingan catur simultan tersebut. Bidak-bidak catur sempat berjatuhan karena kapal berguncang kala menerobos sungai. “Beberapa peserta juga ada yang sempat mual dan pusing. Alhasil, pertandingan dengan beberapa peserta terpaksa harus diulang, karena posisi bidak catur sudah tak karuan. Saya minta tukang kemudi supaya pelan saja, baru setelah itu pertandingan lanjut lagi dengan lebih tenang,” ceritanya.

Pertandingan catur simultan tersebut baru usai ketika jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Hasilnya, Vera hanya kalah dari satu peserta, sisanya menang. Sementara Said, kalah dari tiga peserta, selebihnya menang. “Sempat susah juga konsentrasi, soalnya kapal bergerak terus. Sepanjang pertandingan bahkan saya tak pernah duduk. Kalau Said, dia sempat makan kue dan duduk sejenak sembari mempersilakan giliran lawan menjalankan pion,” paparnya.

Di sisi lain, terkait kapal wisata miliknya tersebut, Vera menuturkan kapal itu sebelumnya adalah milik Pemko Banjarmasin. Kemudian dijual dengan cara dilelang. “Saya memenangkan lelang dan berhasil membeli kapal tersebut. Kemudian kami perbaiki dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelistrikan, hiburan, dan toilet. Kapal wisata ini disewakan untuk keperluan wisata sungai, tapi tidak seperti kapal-kapal biasa yang seadanya,” sebutnya.

Sementara itu, Amin, salah satu peserta catur simultan mengaku sangat menikmati naik kapal wisata. “Sembari main catur, ternyata enak juga menyusuri sungai Martapura di malam hari menggunakan kapal wisata ini. Suasananya benar-benar asyik dan pemandangannya indah,” tandasnya.(oza/az/arh)

Bermain catur lazimnya di tempat yang tenang dan teduh. Sehingga, bisa lebih konsentrasi dan menikmati melancarkan strategi saling memakan bidak. Namun, apa jadinya bila bermain catur di atas kapal yang sedang bergerak menyusuri sungai? Berikut ceritanya.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Dua kakak beradik, Norasya Verdiana dan Said Kamaruzzaman memang sudah tidak asing lagi di kancah olahraga catur Banua. Keduanya punya titel juara catur di tingkat nasional dan internasional. Vera (sapaan Norasya Verdiana), bahkan bertitel master nasional wanita. Di sela-sela jeda kompetisi dan kejuaraan, baik Vera dan Said kerap menyelenggarakan catur simultan. Yakni, bertanding catur melawan banyak pecatur sekaligus secara bergantian.

       Sabtu (26/8) tadi, Vera dan Said bahkan kembali menggelar pertandingan catur simultan. Yang bikin beda dan unik, kali ini pertandingan catur simultan diadakan di atas kapal wisata yang sedang bergerak menyusuri sungai Martapura. “Biasanya, kami menyelenggarakan pertandingan catur simultan di ruangan terbuka atau ruangan tertutup. Misalnya, beberapa tahun lalu kami mengadakan pertandingan catur simultan di SMAN 2 Banjarmasin. Kala itu, saya dan Said melawan sekitar 60 orang pecatur,” kata Vera.

       Ditambahkan Vera, pertandingan catur simultan di atas kapal wisata miliknya itu memang bukan hal yang biasa dilakukan. “Saya dan Said memikirkan bagaimana konsep pertandingan catur simultan kali ini lebih unik dan menarik. Tercetuslah ide supaya menggunakan sarana kapal wisata, tujuannya supaya hemat dan tidak keluar biaya sewa tempat,” katanya sembari terkekeh.

       Ide tersebut ternyata direspon dengan baik. Buktinya, Vera tak kesulitan kala mencari calon lawan sebanyak kurang lebih 50 orang untuk bersedia bertanding catur di atas kapal wisata yang belum diberi nama itu. “Kalau dulu, mencari lawan terbilang sulit. Saya bahkan harus keluar uang supaya orang tertarik bertanding catur simultan dengan saya dan Said. Kali ini, kami bersyukur karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak yang sudah-sudah. Pesertanya adalah dari perkumpulan pecatur Kampung Melayu,” tutur cewek bertitel magister kenotariatan tersebut.

       Vera menambahkan pertandingan catur simultan dimulai pada pukul 20.30 malam. Begitu para peserta naik ke geladak, kapalpun berlabuh menyusuri sungai Martapura dan masuk hingga wilayah Kampung Melayu Laut. “Di atas kapal kami sediakan aneka makanan ringan, minuman, dan colokan listrik untuk mengecas ponsel,” ujarnya.

       Kapal wisata tersebut awalnya melaju dengan kecepatan sedang. Akibatnya kurang bagus, karena justru menggangu jalannya pertandingan catur simultan tersebut. Bidak-bidak catur sempat berjatuhan karena kapal berguncang kala menerobos sungai. “Beberapa peserta juga ada yang sempat mual dan pusing. Alhasil, pertandingan dengan beberapa peserta terpaksa harus diulang, karena posisi bidak catur sudah tak karuan. Saya minta tukang kemudi supaya pelan saja, baru setelah itu pertandingan lanjut lagi dengan lebih tenang,” ceritanya.

       Pertandingan catur simultan tersebut baru usai ketika jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Hasilnya, Vera hanya kalah dari satu peserta, sisanya menang. Sementara Said, kalah dari tiga peserta, selebihnya menang. “Sempat susah juga konsentrasi, soalnya kapal bergerak terus. Sepanjang pertandingan bahkan saya tak pernah duduk. Kalau Said, dia sempat makan kue dan duduk sejenak sembari mempersilakan giliran lawan menjalankan pion,” paparnya.

       Di sisi lain, terkait kapal wisata miliknya tersebut, Vera menuturkan kapal itu sebelumnya adalah milik Pemko Banjarmasin. Kemudian dijual dengan cara dilelang. “Saya memenangkan lelang dan berhasil membeli kapal tersebut. Kemudian kami perbaiki dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelistrikan, hiburan, dan toilet. Kapal wisata ini disewakan untuk keperluan wisata sungai, tapi tidak seperti kapal-kapal biasa yang seadanya,” sebutnya.

       Sementara itu, Amin, salah satu peserta catur simultan mengaku sangat menikmati naik kapal wisata. “Sembari main catur, ternyata enak juga menyusuri sungai Martapura di malam hari menggunakan kapal wisata ini. Suasananya benar-benar asyik dan pemandangannya indah,” tandasnya.(oza/az/arh)


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 14:20
Sepakbola

Ayo Daftar..! Peseban Buka Seleksi Umum

BANJARMASIN – Peseban Banjarmasin siap menggelar seleksi pemain untuk umum. Semua pemain sepak…

Jumat, 22 September 2017 16:32

Cetak Gol ke Gawang Sendiri, Dandi Minta Maaf

BANJARMASIN - Pemain belakang Barito Putera, Dandi Maulana langsung menyatakan permohonan maafnya usai…

Kamis, 21 September 2017 12:17

Ibnu: Kontingen Banjarmasin Jangan Asal Tampil di Porprov

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina meminta agar kontingen Kota Banjarmasin yang berlaga…

Rabu, 20 September 2017 16:02

Pemprov vs Pemko Banjarbaru, Paman Birin Cetak Dua Gol

BANJARBARU – Turnamen Sepak Bola Antar-Kelurahan se-Kota Banjarbaru, Selasa (19/9) kemarin telah…

Selasa, 19 September 2017 10:38

Pesilat Kalsel Bertolak ke Korsel

BANJARMASIN – Ketua Harian Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kalsel,…

Sabtu, 16 September 2017 17:04

Mantap! Kiper Peseban Pecahkan Rekor

BANJARMASIN - Sukses melibas Persetala Tanah Laut dengan skor 2-0 tanpa balas di Final Liga 3 Zona Kalsel…

Jumat, 15 September 2017 10:14

Target Tercapai, Manajemen Peseban Usahakan Beri Bonus

BANJARMASIN - Prestasi yang ditorehkan Peseban Banjarmasin di tiga kompetisi sepakbola tingak Kalsel…

Rabu, 13 September 2017 03:45

Mantap Peseban! Treble Winner Berhasil Diraih

BANJARMASIN - Sejarah kembali diukir oleh Persatuan Sepak bola Banjarmasin atau Peseban Banjarmasin.…

Selasa, 12 September 2017 12:12

Inilah Sang Raja Liga 3 Kalsel, Hidup Peseban Banjarmasin!

BANJARMASIN - Benteng kokoh Persetala Tanah Laut akhirnya jebol. Ya, Peseban Banjarmasin sukses melibas…

Senin, 11 September 2017 09:50

Laga Final Peseban Melawan Persetala Syarat akan Dendam

BANJARMASIN - Laga hidup mati bakal tersaji di Final Liga 3 Zona Kalsel sore ini di stadion 17 Mei Banjarmasin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .