MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

SPORT

Selasa, 29 Agustus 2017 10:03
Begini Sensasi Main Catur Diatas Kapal yang Bergerak

Konsentrasi Terganggu Arus Air Sungai, Bidak Catur Berjatuhan

FOKUS: Vera dan Said kala meladeni 60 orang pecatur Kampung Melayu di pertandingan catur simultan yang diadakan di atas kapal wisata miliknya, Sabtu (26/8) malam.

PROKAL.CO, Bermain catur lazimnya di tempat yang tenang dan teduh. Sehingga, bisa lebih konsentrasi dan menikmati melancarkan strategi saling memakan bidak. Namun, apa jadinya bila bermain catur di atas kapal yang sedang bergerak menyusuri sungai? Berikut ceritanya.

-------------------------------------------

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

-------------------------------------------

Dua kakak beradik, Norasya Verdiana dan Said Kamaruzzaman memang sudah tidak asing lagi di kancah olahraga catur Banua. Keduanya punya titel juara catur di tingkat nasional dan internasional. Vera (sapaan Norasya Verdiana), bahkan bertitel master nasional wanita. Di sela-sela jeda kompetisi dan kejuaraan, baik Vera dan Said kerap menyelenggarakan catur simultan. Yakni, bertanding catur melawan banyak pecatur sekaligus secara bergantian.

Sabtu (26/8) tadi, Vera dan Said bahkan kembali menggelar pertandingan catur simultan. Yang bikin beda dan unik, kali ini pertandingan catur simultan diadakan di atas kapal wisata yang sedang bergerak menyusuri sungai Martapura. “Biasanya, kami menyelenggarakan pertandingan catur simultan di ruangan terbuka atau ruangan tertutup. Misalnya, beberapa tahun lalu kami mengadakan pertandingan catur simultan di SMAN 2 Banjarmasin. Kala itu, saya dan Said melawan sekitar 60 orang pecatur,” kata Vera.

Ditambahkan Vera, pertandingan catur simultan di atas kapal wisata miliknya itu memang bukan hal yang biasa dilakukan. “Saya dan Said memikirkan bagaimana konsep pertandingan catur simultan kali ini lebih unik dan menarik. Tercetuslah ide supaya menggunakan sarana kapal wisata, tujuannya supaya hemat dan tidak keluar biaya sewa tempat,” katanya sembari terkekeh.

Ide tersebut ternyata direspon dengan baik. Buktinya, Vera tak kesulitan kala mencari calon lawan sebanyak kurang lebih 50 orang untuk bersedia bertanding catur di atas kapal wisata yang belum diberi nama itu. “Kalau dulu, mencari lawan terbilang sulit. Saya bahkan harus keluar uang supaya orang tertarik bertanding catur simultan dengan saya dan Said. Kali ini, kami bersyukur karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak yang sudah-sudah. Pesertanya adalah dari perkumpulan pecatur Kampung Melayu,” tutur cewek bertitel magister kenotariatan tersebut.

Vera menambahkan pertandingan catur simultan dimulai pada pukul 20.30 malam. Begitu para peserta naik ke geladak, kapalpun berlabuh menyusuri sungai Martapura dan masuk hingga wilayah Kampung Melayu Laut. “Di atas kapal kami sediakan aneka makanan ringan, minuman, dan colokan listrik untuk mengecas ponsel,” ujarnya.

Kapal wisata tersebut awalnya melaju dengan kecepatan sedang. Akibatnya kurang bagus, karena justru menggangu jalannya pertandingan catur simultan tersebut. Bidak-bidak catur sempat berjatuhan karena kapal berguncang kala menerobos sungai. “Beberapa peserta juga ada yang sempat mual dan pusing. Alhasil, pertandingan dengan beberapa peserta terpaksa harus diulang, karena posisi bidak catur sudah tak karuan. Saya minta tukang kemudi supaya pelan saja, baru setelah itu pertandingan lanjut lagi dengan lebih tenang,” ceritanya.

Pertandingan catur simultan tersebut baru usai ketika jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Hasilnya, Vera hanya kalah dari satu peserta, sisanya menang. Sementara Said, kalah dari tiga peserta, selebihnya menang. “Sempat susah juga konsentrasi, soalnya kapal bergerak terus. Sepanjang pertandingan bahkan saya tak pernah duduk. Kalau Said, dia sempat makan kue dan duduk sejenak sembari mempersilakan giliran lawan menjalankan pion,” paparnya.

Di sisi lain, terkait kapal wisata miliknya tersebut, Vera menuturkan kapal itu sebelumnya adalah milik Pemko Banjarmasin. Kemudian dijual dengan cara dilelang. “Saya memenangkan lelang dan berhasil membeli kapal tersebut. Kemudian kami perbaiki dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelistrikan, hiburan, dan toilet. Kapal wisata ini disewakan untuk keperluan wisata sungai, tapi tidak seperti kapal-kapal biasa yang seadanya,” sebutnya.

Sementara itu, Amin, salah satu peserta catur simultan mengaku sangat menikmati naik kapal wisata. “Sembari main catur, ternyata enak juga menyusuri sungai Martapura di malam hari menggunakan kapal wisata ini. Suasananya benar-benar asyik dan pemandangannya indah,” tandasnya.(oza/az/arh)

Bermain catur lazimnya di tempat yang tenang dan teduh. Sehingga, bisa lebih konsentrasi dan menikmati melancarkan strategi saling memakan bidak. Namun, apa jadinya bila bermain catur di atas kapal yang sedang bergerak menyusuri sungai? Berikut ceritanya.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Dua kakak beradik, Norasya Verdiana dan Said Kamaruzzaman memang sudah tidak asing lagi di kancah olahraga catur Banua. Keduanya punya titel juara catur di tingkat nasional dan internasional. Vera (sapaan Norasya Verdiana), bahkan bertitel master nasional wanita. Di sela-sela jeda kompetisi dan kejuaraan, baik Vera dan Said kerap menyelenggarakan catur simultan. Yakni, bertanding catur melawan banyak pecatur sekaligus secara bergantian.

       Sabtu (26/8) tadi, Vera dan Said bahkan kembali menggelar pertandingan catur simultan. Yang bikin beda dan unik, kali ini pertandingan catur simultan diadakan di atas kapal wisata yang sedang bergerak menyusuri sungai Martapura. “Biasanya, kami menyelenggarakan pertandingan catur simultan di ruangan terbuka atau ruangan tertutup. Misalnya, beberapa tahun lalu kami mengadakan pertandingan catur simultan di SMAN 2 Banjarmasin. Kala itu, saya dan Said melawan sekitar 60 orang pecatur,” kata Vera.

       Ditambahkan Vera, pertandingan catur simultan di atas kapal wisata miliknya itu memang bukan hal yang biasa dilakukan. “Saya dan Said memikirkan bagaimana konsep pertandingan catur simultan kali ini lebih unik dan menarik. Tercetuslah ide supaya menggunakan sarana kapal wisata, tujuannya supaya hemat dan tidak keluar biaya sewa tempat,” katanya sembari terkekeh.

       Ide tersebut ternyata direspon dengan baik. Buktinya, Vera tak kesulitan kala mencari calon lawan sebanyak kurang lebih 50 orang untuk bersedia bertanding catur di atas kapal wisata yang belum diberi nama itu. “Kalau dulu, mencari lawan terbilang sulit. Saya bahkan harus keluar uang supaya orang tertarik bertanding catur simultan dengan saya dan Said. Kali ini, kami bersyukur karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak yang sudah-sudah. Pesertanya adalah dari perkumpulan pecatur Kampung Melayu,” tutur cewek bertitel magister kenotariatan tersebut.

       Vera menambahkan pertandingan catur simultan dimulai pada pukul 20.30 malam. Begitu para peserta naik ke geladak, kapalpun berlabuh menyusuri sungai Martapura dan masuk hingga wilayah Kampung Melayu Laut. “Di atas kapal kami sediakan aneka makanan ringan, minuman, dan colokan listrik untuk mengecas ponsel,” ujarnya.

       Kapal wisata tersebut awalnya melaju dengan kecepatan sedang. Akibatnya kurang bagus, karena justru menggangu jalannya pertandingan catur simultan tersebut. Bidak-bidak catur sempat berjatuhan karena kapal berguncang kala menerobos sungai. “Beberapa peserta juga ada yang sempat mual dan pusing. Alhasil, pertandingan dengan beberapa peserta terpaksa harus diulang, karena posisi bidak catur sudah tak karuan. Saya minta tukang kemudi supaya pelan saja, baru setelah itu pertandingan lanjut lagi dengan lebih tenang,” ceritanya.

       Pertandingan catur simultan tersebut baru usai ketika jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Hasilnya, Vera hanya kalah dari satu peserta, sisanya menang. Sementara Said, kalah dari tiga peserta, selebihnya menang. “Sempat susah juga konsentrasi, soalnya kapal bergerak terus. Sepanjang pertandingan bahkan saya tak pernah duduk. Kalau Said, dia sempat makan kue dan duduk sejenak sembari mempersilakan giliran lawan menjalankan pion,” paparnya.

       Di sisi lain, terkait kapal wisata miliknya tersebut, Vera menuturkan kapal itu sebelumnya adalah milik Pemko Banjarmasin. Kemudian dijual dengan cara dilelang. “Saya memenangkan lelang dan berhasil membeli kapal tersebut. Kemudian kami perbaiki dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelistrikan, hiburan, dan toilet. Kapal wisata ini disewakan untuk keperluan wisata sungai, tapi tidak seperti kapal-kapal biasa yang seadanya,” sebutnya.

       Sementara itu, Amin, salah satu peserta catur simultan mengaku sangat menikmati naik kapal wisata. “Sembari main catur, ternyata enak juga menyusuri sungai Martapura di malam hari menggunakan kapal wisata ini. Suasananya benar-benar asyik dan pemandangannya indah,” tandasnya.(oza/az/arh)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 10:12

Dua Lawan Berat Hadang Peseban di Grup B

BANJARMASIN - Dua lawan berat sudah dipastikan bakal menghadang laju Peseban di grup B babak 32 besar…

Kamis, 16 November 2017 10:24

Peseban: Semarang Kami Datang!

BANJARMASIN – Kemarin, PSSI melakukan drawing untuk menentukan grup di Liga 3 babak Nasional.…

Rabu, 15 November 2017 10:32

25 Pemain Peseban Berpeluang Dibawa ke Putaran Nasional

BANJARMASIN – Manajemen serta pelatih Peseban Banjarmasin merilis 25 nama pemain yang disiapkan…

Selasa, 14 November 2017 10:23

Pemain Peseban Rebutan Dibawa ke Liga 3 Nasional

BANJARMASIN – Sempat disatukan sebagi sebuah tim yang solid kala membawa Peseban Banjrmasin jadi…

Selasa, 14 November 2017 10:20

Piala Indonesia Akan Bergulir, JFT: Benahi Dulu Regulasi Liga

BANJARMASIN - Kepastian PSSI akan kembali menggelar ajang Piala Indonesia yang sempat rehat sejak lima…

Senin, 13 November 2017 11:30
PLN Cup Basketball Championship

Hebat, Smansa Kawinkan Gelar Lagi

BANJARBARU - Laga bertajuk "Final Revange" tersaji dalam Final Turnamen PLN Cup Basketball Championship…

Sabtu, 11 November 2017 09:47
PLN CUP 2017

Malam Ini, SMK Telkom Tantang Smansa di Final Putra

BANJARBARU - Laga seru tersaji di final putra PLN Cup 2017, SMK Telkom akan menantang SMA Negeri…

Jumat, 10 November 2017 09:53

Laga Pamungkas Barito, Tiga Pemain Dipastikan Absen

BANJARMASIN – Laga penutup Liga 1 menjamu Persetala Barito Putera tak akan diperkuat tiga pemain…

Kamis, 09 November 2017 09:36

Target Lima Besar Gagal, Kini Posisi Tujuh pun Terancam

BANJARMASIN – Sempat mengusung target meroket dan finish di posisi enam klasemen Liga 1. Barito…

Rabu, 08 November 2017 09:23

Akhirnya Peseban Punya Home Base Sendiri

BANJARMASIN - Peseban yang berdomisili di Banjarmasin mungkin banyak mengira jika stadion 17 Mei Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .