MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31
Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Pemateri dari Bali, Fotografer Banua Tertantang

AKRAB – Fotografer professional dari Bali, Dewandra Djelantik (di tengah kostum hitam) bersama para fotografer Banua.

PROKAL.CO, Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu didapatkan para fotografer Banua dari Dewandra Djelantik, Sabtu (26/8) lalu.

------------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

------------------------------------------------

Alunan nada merdu terdengar nyaring di ruang meeting Hotel TreePark Banjarmasin. Puluhan fotografer di seluruh Kalsel sedang serius memperhatikan tayangan sejumlah foto di layar berukuran besar terpampang di dinding.

Seluruh foto yang ditampilkan hasil bidikan fotografer profesional asal Bali. Sang fotografer, pagi itu secara sengaja diundang untuk berbagi pengalaman kepada para pegiat fotografi Banua.

Dewandra Djelantik barangkali belum terlalu familiar namanya di telinga orang awam. Namun di mata para pencinta fotografi, model selebritis, hingga pengusaha perhotelan di Bali, lelaki kelahiran 7 Desember 1977 itu adalah salah satu fotografer paling berbakat yang dimiliki Bali.

Dewandra secara khusus berbicara dan berbagi pengalaman terkait fotografi komersial. Contohnya iklan produk, poster, serta yang lainnya. Tentu saja akan mendapatkan bayaran dari perusahaan berkat menyewa jasa sang fotografer.

Dari pemaparan Dewandra, dalam fotografi komersial biasanya fotografer akan dibantu oleh pengarah style dari perusahaan.

Namun, biasanya tidak semua pengarah gaya paham dengan fotografi. Sebagai fotografer dituntut bisa berkomunikasi dengan baik dengannya. Supaya konsep yang dimaksud tercapai dengan baik.

Beberapa contoh foto dipaparkan Dewandra di antaranya fotografi fashion dan glamour. Tapi, lebih menonjolkan produk yang dipasarkan dibanding modelnya sendiri.

Misalnya produk kostum, parfum dan sebagainya. Selain itu, ada pula fotografi makanan (food photography), wedding photography, hingga fotografi arsitektur.

Riuh tepuk tangan senantiasa terdengar usai Dewandra selesai memaparkan materi demi materi yang dibawakan. Selain pemaparannya jelas, para peserta juga diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang tak dipahami. Bahkan juga ada praktiknya.

Dewandra juga memperlihatkan sebuah lensa serta hasil bidikannya yang bakal di-launching di Jepang nanti. "Anda semua adalah orang pertama melihat hasil dari lensa terbaru ini," ungkap Dewandra.

Selain materi fotografi komersial, Dewandra juga bercerita tentang pengalamannya selama memotret, serta tips-tips bagi fotografer Banua apabila ingin terjun dalam fotografi komersial.

Kuncinya menjadikan klien sebagai seorang teman. "Dengan menjadikan klien sebagai teman, tentunya pekerjaan yang kita lakoni pun semakin nyaman.

Bahkan, bisa membuat kesan tersendiri apabila kita selesai memotret," ucap lelaki yang sudah belasan tahun bergelut di bidang fotografi komersial ini. Dewandra juga mengatakan dari hubungan pertemanan yang baik itulah bisa mendapatkan relasi lainnya dan mendapatkan job begitu banyak.

Selain itu, fotografer harus pintar mengkhayal dalam artian kreatif, serta ditambah pula dengan rajin menimba ilmu kepada siapa saja terhadap bidang yang digeluti.

"Meskipun belajar dengan seseorang yang lebih luas ilmunya, bukan berarti harus menirunya. Tapi, buatlah apa yang belum orang lain buat. Asah terus ide serta kreativitas," pesannya.

Proses menjadi seorang fotografer komersial tentu tak gampang. Dewandra menekankan, kepada para peserta hendaknya meluruskan niat terlebih dahulu ketika ingin menekuni bidang tersebut.

Lebih penting harus mengerahkan kemampuan yang dimiliki alias jangan setengah-setengah. "Fotografi itu kreativitas. Manfaatkan sumber serta teknologi yang ada. Kalau orang berusaha sampai seratus persen, kita harus seratus sepuluh persen," ucap pria yang tertarik pada fotografi ketika melihat kakeknya memotret.

Sebagai peserta, Karima Fitriani sangat termotivasi usai mengikuti kegiatan tersebut. "Banyak tips-tips baru yang didapat. Selain itu, sebagai seorang fotografer, kami merasa didukung dengan kedatangan pemateri yang sarat akan pengalaman," ungkap cewek berjilbab warna cream ini.

R Dewi Safitri asal Banjarmasin juga tertantang untuk melangkah ke fotografi komersial. Terlebih selama ini dia rajin memotret acara kesenian, tapi hanya dijadikan sebagai koleksi pribadi. "Saya benar-benar tertantang untuk melakukannya.

Tentunya seperti apa yang dikatakan beliau, jangan lupa untuk selalu bersyukur dan jangan pernah berhenti untuk menjadi orang baik," tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .