MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31
Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Pemateri dari Bali, Fotografer Banua Tertantang

AKRAB – Fotografer professional dari Bali, Dewandra Djelantik (di tengah kostum hitam) bersama para fotografer Banua.

PROKAL.CO, Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu didapatkan para fotografer Banua dari Dewandra Djelantik, Sabtu (26/8) lalu.

------------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

------------------------------------------------

Alunan nada merdu terdengar nyaring di ruang meeting Hotel TreePark Banjarmasin. Puluhan fotografer di seluruh Kalsel sedang serius memperhatikan tayangan sejumlah foto di layar berukuran besar terpampang di dinding.

Seluruh foto yang ditampilkan hasil bidikan fotografer profesional asal Bali. Sang fotografer, pagi itu secara sengaja diundang untuk berbagi pengalaman kepada para pegiat fotografi Banua.

Dewandra Djelantik barangkali belum terlalu familiar namanya di telinga orang awam. Namun di mata para pencinta fotografi, model selebritis, hingga pengusaha perhotelan di Bali, lelaki kelahiran 7 Desember 1977 itu adalah salah satu fotografer paling berbakat yang dimiliki Bali.

Dewandra secara khusus berbicara dan berbagi pengalaman terkait fotografi komersial. Contohnya iklan produk, poster, serta yang lainnya. Tentu saja akan mendapatkan bayaran dari perusahaan berkat menyewa jasa sang fotografer.

Dari pemaparan Dewandra, dalam fotografi komersial biasanya fotografer akan dibantu oleh pengarah style dari perusahaan.

Namun, biasanya tidak semua pengarah gaya paham dengan fotografi. Sebagai fotografer dituntut bisa berkomunikasi dengan baik dengannya. Supaya konsep yang dimaksud tercapai dengan baik.

Beberapa contoh foto dipaparkan Dewandra di antaranya fotografi fashion dan glamour. Tapi, lebih menonjolkan produk yang dipasarkan dibanding modelnya sendiri.

Misalnya produk kostum, parfum dan sebagainya. Selain itu, ada pula fotografi makanan (food photography), wedding photography, hingga fotografi arsitektur.

Riuh tepuk tangan senantiasa terdengar usai Dewandra selesai memaparkan materi demi materi yang dibawakan. Selain pemaparannya jelas, para peserta juga diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang tak dipahami. Bahkan juga ada praktiknya.

Dewandra juga memperlihatkan sebuah lensa serta hasil bidikannya yang bakal di-launching di Jepang nanti. "Anda semua adalah orang pertama melihat hasil dari lensa terbaru ini," ungkap Dewandra.

Selain materi fotografi komersial, Dewandra juga bercerita tentang pengalamannya selama memotret, serta tips-tips bagi fotografer Banua apabila ingin terjun dalam fotografi komersial.

Kuncinya menjadikan klien sebagai seorang teman. "Dengan menjadikan klien sebagai teman, tentunya pekerjaan yang kita lakoni pun semakin nyaman.

Bahkan, bisa membuat kesan tersendiri apabila kita selesai memotret," ucap lelaki yang sudah belasan tahun bergelut di bidang fotografi komersial ini. Dewandra juga mengatakan dari hubungan pertemanan yang baik itulah bisa mendapatkan relasi lainnya dan mendapatkan job begitu banyak.

Selain itu, fotografer harus pintar mengkhayal dalam artian kreatif, serta ditambah pula dengan rajin menimba ilmu kepada siapa saja terhadap bidang yang digeluti.

"Meskipun belajar dengan seseorang yang lebih luas ilmunya, bukan berarti harus menirunya. Tapi, buatlah apa yang belum orang lain buat. Asah terus ide serta kreativitas," pesannya.

Proses menjadi seorang fotografer komersial tentu tak gampang. Dewandra menekankan, kepada para peserta hendaknya meluruskan niat terlebih dahulu ketika ingin menekuni bidang tersebut.

Lebih penting harus mengerahkan kemampuan yang dimiliki alias jangan setengah-setengah. "Fotografi itu kreativitas. Manfaatkan sumber serta teknologi yang ada. Kalau orang berusaha sampai seratus persen, kita harus seratus sepuluh persen," ucap pria yang tertarik pada fotografi ketika melihat kakeknya memotret.

Sebagai peserta, Karima Fitriani sangat termotivasi usai mengikuti kegiatan tersebut. "Banyak tips-tips baru yang didapat. Selain itu, sebagai seorang fotografer, kami merasa didukung dengan kedatangan pemateri yang sarat akan pengalaman," ungkap cewek berjilbab warna cream ini.

R Dewi Safitri asal Banjarmasin juga tertantang untuk melangkah ke fotografi komersial. Terlebih selama ini dia rajin memotret acara kesenian, tapi hanya dijadikan sebagai koleksi pribadi. "Saya benar-benar tertantang untuk melakukannya.

Tentunya seperti apa yang dikatakan beliau, jangan lupa untuk selalu bersyukur dan jangan pernah berhenti untuk menjadi orang baik," tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .