MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 30 Agustus 2017 14:22
Alhamdulilah.. Kampung Ketupat Bersiap Panen Rezeki

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Bagi sebagian besar masyarakat di Banjarmasin, merayakan Iduladha rasanya kurang lengkap jika tidak menyantap ketupat dan lontong. Ketupat diperlukan sebagai bahan membuat Soto Banjar. Sedangkan lontong biasanya dikolaborasi dengan menu sate dari potongan daging kurban.

Tak heran, jika penjualan ketupat dan lontong khas Banjarmasin laku keras menjelang perayaan hari besar umat Islam ini. Puluhan kios berjejer rapi di pinggir jalan kawasan Kampung Ketupat, Kelurahan Sungai Baru Banjarmasin, Selasa (29/8) siang. Di tiap kios tampak puluhan ketupat dengan beragam ukuran tergantung. Sementara lontong berjejer rapi berada di sebuah wadah di bawah ketupat.

Selain disibukkan melayani para pembeli, sejumlah warga di kawasan tersebut tampak hilir mudik mengangkut bungkus ketupat yang terbuat dari daun nipah. Sementara yang lainnya, ada yang asyik mengisi beras ke dalam bungkus ketupat serta lontong, dan menganyam daun nipah untuk dijadikan bungkus ketupat.

Salah seorang pedagang ketupat dan lontong di Kelurahan Sungai Baru Banjarmasin, Syaukani, mengungkapkan bahwa ia cukup meraih untung menjelang Iduladha tahun ini. Ayah dua anak itu mampu menjual sekitar 100 blek ketupat dan lontong yang menghabiskan 400 liter beras.

"Di hari-hari biasa paling hanya terjual lima blek per hari. Sebiji lontong dijual seharga Rp5 ribu. Sedangkan ketupat dijual tergantung ukurannya dengan harga bervariatif, mulai Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per biji," jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, H Anwar, pedagang yang sudah berdagang lontong dan ketupat sejak tahun 2005 juga mengungkapkan, para pembeli yang biasanya datang tak hanya berasal dari Banjarmasin saja. Tapi, juga luar daerah lainnya. Selain itu, padatnya pembeli mulai terlihat sehari sebelum perayaan Iduladha dan bertepatan dengan Iduladha.

"Kalau menjelang Iduladha warga juga mendirikan kios sampai pinggir jalan raya," ungkapnya. H Anwar juga menambahkan bahwa tak hanya ketupat dan lontong yang sudah masak saja diburu oleh pembeli.

"Anyaman pembungkus ketupat yang dijual di sini juga ramai diserbu warga. Para pedagang di sini pun tentunya jadi panen rezeki," paparnya.

Inayah, salah seorang pembeli asal Kuripan, Banjarmasin, mengaku sudah menjadikan kawasan Kampung Ketupat sebagai tempat langganan. Selain untuk dikonsumsi sendiri, Inayah juga membeli lontong dan ketupat untuk dijual kembali.  “Biasanya memang sering beli di sini. Tentunya untuk keperluan jualan sate dan yang lainnya. Selain itu rasanya juga enak,” pungkasnya.

Warga Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin, memang dikenal memiliki keterampilan membuat hingga berdagang ketupat dan lontong siap santap. Oleh karena itu, kawasan tersebut diberinama Kampung Ketupat.

Ketupat lontong buatan Sungai Baru banyak diminati karena memiliki rasa khas. Konon cita rasa khas itu lantaran beras yang digunakan adalah hasil dari pertanian lahan Gambut. Biasanya, ketupat-lontong terhidang bersama soto Banjar atau sate. (war/tof)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .