MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Rabu, 30 Agustus 2017 14:41
Modus Beli Rumah untuk Investasi, Apa Perlu Subsidinya Dicabut?
Salah satu perumahan subsidi di Banjarbaru

PROKAL.CO, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat telah mengeluarkan regulasi mencabut subsidi rumah bersubsidi yang tak dihuni. Banjarbaru sebagai daerah strategis, banyak rumah dibeli tapi tak ditempati, entah karena developer membangunnya asal-asalan.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin di Banjarbaru Minggu (27/8) tadi, setiap komplek perumahan bersubsidi, tak semua unit rumah dihuni oleh pemiliknya.

Seperti yang terlihat di setiap kompleks perumahan di wilayah Kelurahan Guntung Manggis, banyak unitnya yang kosong. Sebagian besar rumah bahkan terlihat tak pernah dijamah, hal itu dapat dilihat dari tingginya rumput di halaman rumah yang tak berpenghuni tersebut.

Banyaknya rumah bersubsidi yang kosong karena hanya untuk investasi dianggap Sekretaris Disperkim Banjarbaru Iwan Hermawan, sebagai rahasia umum. "Sudah menjadi hal yang biasa orang kaya mengambil rumah bersubsidi untuk investasi, namun kami tidak memiliki kewenangan untuk itu," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menjelaskan, yang mengetahui apakah pembeli rumah bersubsidi termasuk masyarakat yang belum memiliki rumah atau tidak hanya pihak pengembang. "Kalau kami hanya mengawasi dari segi perizinannya saja, seperti IMB-nya," jelasnya.

Mengenai adanya regulasi dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang akan mencabut subsidi rumah bersubsidi jika tak dihuni, dia mengaku sudah mengetahuinya. "Tapi penerapannya di lapangan kami belum tahu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel Royzani Syachril mengaku tak sepakat dengan regulasi pencabutan subsidi tersebut. Sebab, menurutnya tidak semua rumah yang kosong karena untuk investasi. "Kebijakan itu perlu dievaluasi lagi," pintanya.

Dia memaparkan, banyak faktor yang membuat rumah tak dihuni oleh pemiliknya. Salah satunya yaitu, karena pemiliknya sedang tugas keluar kota, atau bagi PNS, sedang dipindahtugaskan ke tempat lain.

Selain, masalah pekerjaan. Persoalan infrastruktur juga mempengaruhi pemilik apakah dapat menghuni rumahnya atau tidak. Selama ini, kendala yang sering dihadapi adalah jaringan listrik. "Tidak mungkin 'kan pemilik menempati rumahnya, sementara jaringan listriknya belum ada," ujar Royzani.

Menurutnya, pemerintah tak perlu terlalu ketat dalam menerapkan kebijakan untuk penyaluran rumah bersubsidi. Karena, apapun kebijakannya akan sulit untuk menyalurkan tepat sasaran 100 persen. "Apalagi yang menilai adalah pihak bank. Mereka pasti mencari aman, dengan mencari nasabah yang memiliki pendapatan jelas," tuturnya.

Kalau memang pemerintah ingin serius menyalurkan rumah bersubsidi tepat sasaran, maka jangan lagi menyerahkan tanggungjawab ke perbankan. "Pemerintah saja yang langsung beli rumah ke pengembang, lalu tentukan sendiri warga seperti apa yang layak untuk membelinya," kata Royzani.

Di Banjarbaru sendiri, masyarakat yang paling banyak membeli rumah bersubsidi ialah yang berprofesi sebagai wiraswasta. Kemudian, disusul oleh karyawan swasta dan PNS. "Sebesar 70 persen pembelinya wiraswasta, seperti pedagang. Lalu, 20 persennya karyawan swasta. Sisanya PNS," tambahnya.

Sedangkan untuk harga rumah bersubdi dengan type 36, Royzani mengungkapkan, jika berada di dekat kota harganya bisa mencapai Rp135 juta. Sedangkan, apabila di pinggiran kota pengembang biasanya mematok harga di bawah Rp130 juta. "Tidak mungkin yang jauh dari kota, harganya sama dengan rumah yang berada di dekat kota," ungkapnya.

Mengenai uang mukanya, developer biasanya mematok sebesar lima persen dari harga rumah. Sementara, bagi PNS hanya satu persen.

Salah seorang owner developer H Busran tak menampik jika banyak kompleks perumahaan bersubsidi di Banjarbaru yang unitnya tak dihuni. Termasuk, perumahan milik dia sendiri. "Padahal setiap ada yang mau beli, sudah kami sarankan agar rumah dihuni. Tapi, karena beberapa alasan ada sebagian yang belum bisa menghuni rumah mereka," katanya.

Dia menuturkan, alasan pemilik rumah pun berbeda-beda. Ada yang mengaku belum mampu membeli perabot rumah tangga. Serta, ada juga yang mengaku masih bekerja jauh dari rumah. "Alasan-alasan itu memang di luar perhitungan, tidak mungkin 'kan mereka dipaksakan untuk menempati rumahnya," ujarnya.

Jika, hanya karena alasan seperti itu subsidi rumah dicabut, maka, dia memastikan pasar rumah akan semakin turun karena orang takut membeli rumah bersubsidi. Lantaran, harus kredit dengan bunga normal. "Kalau pasar rumah turun, bagaimana mau tercapai target pemerintah satu tahun sejuta rumah," ungkap Busran.

Yang perlu digarisbawahi menurutnya, seandainya subsidi dicabut kemungkinan sebagian besar nasabah kreditnya akan macet. Lantaran, tidak terima subsidi rumahnya dicabut. "Kalau nasabah tidak mau bayar, pasti kami sebagai penyalur rumah bersubsidi yang kena komplain habis-habisan," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 12 September 2017 10:05

PLN KalselTeng Kenalkan PLN Mobile

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2017, PLN mengadakan…

Rabu, 06 September 2017 14:32

Tren Kontainer Besar Mulai Naik

BANJARMASIN - Pengangkutan barang dari Jawa menggunakan kontainer berukuran besar mulai mengalami tren…

Selasa, 05 September 2017 14:25

PLN Kunjungi Pondok Pesantren di Astambul

MARTAPURA - Sebagai wujud apresiasi terhadap pelanggan, jajaran Manajemen PLN Wilayah Kalselteng…

Kamis, 31 Agustus 2017 20:00
BREAKING NEWS

Listrik Padam Seharian, Ternyata iniloh Penyebabnya

BANJARBARU - Gangguan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) yang…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:41

Modus Beli Rumah untuk Investasi, Apa Perlu Subsidinya Dicabut?

Kementerian PU dan Perumahan Rakyat telah mengeluarkan regulasi mencabut subsidi rumah bersubsidi yang…

Senin, 28 Agustus 2017 15:02

PLN Aliri Listrik Desa Sialing, Bupati Berharap Masyarakat Semakin Produktif

TANJUNG - Pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang kian membaik membuat…

Minggu, 20 Agustus 2017 13:32

Siap-siap, Pelanggan Leding Bandarmasih Bakal Diambil Alih Intan Banjar

MARTAPURA - Tak adanya jaringan pipa pendistribusian air bersih milik PDAM Intan Banjar ke daerah perbatasan…

Kamis, 17 Agustus 2017 18:36

PLN Merdekakan 17 Desa di Kalimantan Selatan

BANJARBARU - Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis (17/8) hari ini, PLN Wilayah…

Jumat, 11 Agustus 2017 16:00

Kisah Pedagang Musiman Atribut 17 Agustus, Gadai Rumah Demi Dagang Bendera

Datang dari Paris Van Java, 60 orang tiba dan menyebar di Pulau Kalimantan, sebagian singgah di Banjarbaru.…

Selasa, 08 Agustus 2017 14:23

Oleh-oleh Haji Sudah Banjir Permintaan

BANJARMASIN - Meski ibadah haji masih beberapa minggu, namun oleh-oleh haji sudah mulai banjir pesanan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .