MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Rabu, 30 Agustus 2017 14:41
Modus Beli Rumah untuk Investasi, Apa Perlu Subsidinya Dicabut?
Salah satu perumahan subsidi di Banjarbaru

PROKAL.CO, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat telah mengeluarkan regulasi mencabut subsidi rumah bersubsidi yang tak dihuni. Banjarbaru sebagai daerah strategis, banyak rumah dibeli tapi tak ditempati, entah karena developer membangunnya asal-asalan.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin di Banjarbaru Minggu (27/8) tadi, setiap komplek perumahan bersubsidi, tak semua unit rumah dihuni oleh pemiliknya.

Seperti yang terlihat di setiap kompleks perumahan di wilayah Kelurahan Guntung Manggis, banyak unitnya yang kosong. Sebagian besar rumah bahkan terlihat tak pernah dijamah, hal itu dapat dilihat dari tingginya rumput di halaman rumah yang tak berpenghuni tersebut.

Banyaknya rumah bersubsidi yang kosong karena hanya untuk investasi dianggap Sekretaris Disperkim Banjarbaru Iwan Hermawan, sebagai rahasia umum. "Sudah menjadi hal yang biasa orang kaya mengambil rumah bersubsidi untuk investasi, namun kami tidak memiliki kewenangan untuk itu," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menjelaskan, yang mengetahui apakah pembeli rumah bersubsidi termasuk masyarakat yang belum memiliki rumah atau tidak hanya pihak pengembang. "Kalau kami hanya mengawasi dari segi perizinannya saja, seperti IMB-nya," jelasnya.

Mengenai adanya regulasi dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang akan mencabut subsidi rumah bersubsidi jika tak dihuni, dia mengaku sudah mengetahuinya. "Tapi penerapannya di lapangan kami belum tahu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel Royzani Syachril mengaku tak sepakat dengan regulasi pencabutan subsidi tersebut. Sebab, menurutnya tidak semua rumah yang kosong karena untuk investasi. "Kebijakan itu perlu dievaluasi lagi," pintanya.

Dia memaparkan, banyak faktor yang membuat rumah tak dihuni oleh pemiliknya. Salah satunya yaitu, karena pemiliknya sedang tugas keluar kota, atau bagi PNS, sedang dipindahtugaskan ke tempat lain.

Selain, masalah pekerjaan. Persoalan infrastruktur juga mempengaruhi pemilik apakah dapat menghuni rumahnya atau tidak. Selama ini, kendala yang sering dihadapi adalah jaringan listrik. "Tidak mungkin 'kan pemilik menempati rumahnya, sementara jaringan listriknya belum ada," ujar Royzani.

Menurutnya, pemerintah tak perlu terlalu ketat dalam menerapkan kebijakan untuk penyaluran rumah bersubsidi. Karena, apapun kebijakannya akan sulit untuk menyalurkan tepat sasaran 100 persen. "Apalagi yang menilai adalah pihak bank. Mereka pasti mencari aman, dengan mencari nasabah yang memiliki pendapatan jelas," tuturnya.

Kalau memang pemerintah ingin serius menyalurkan rumah bersubsidi tepat sasaran, maka jangan lagi menyerahkan tanggungjawab ke perbankan. "Pemerintah saja yang langsung beli rumah ke pengembang, lalu tentukan sendiri warga seperti apa yang layak untuk membelinya," kata Royzani.

Di Banjarbaru sendiri, masyarakat yang paling banyak membeli rumah bersubsidi ialah yang berprofesi sebagai wiraswasta. Kemudian, disusul oleh karyawan swasta dan PNS. "Sebesar 70 persen pembelinya wiraswasta, seperti pedagang. Lalu, 20 persennya karyawan swasta. Sisanya PNS," tambahnya.

Sedangkan untuk harga rumah bersubdi dengan type 36, Royzani mengungkapkan, jika berada di dekat kota harganya bisa mencapai Rp135 juta. Sedangkan, apabila di pinggiran kota pengembang biasanya mematok harga di bawah Rp130 juta. "Tidak mungkin yang jauh dari kota, harganya sama dengan rumah yang berada di dekat kota," ungkapnya.

Mengenai uang mukanya, developer biasanya mematok sebesar lima persen dari harga rumah. Sementara, bagi PNS hanya satu persen.

Salah seorang owner developer H Busran tak menampik jika banyak kompleks perumahaan bersubsidi di Banjarbaru yang unitnya tak dihuni. Termasuk, perumahan milik dia sendiri. "Padahal setiap ada yang mau beli, sudah kami sarankan agar rumah dihuni. Tapi, karena beberapa alasan ada sebagian yang belum bisa menghuni rumah mereka," katanya.

Dia menuturkan, alasan pemilik rumah pun berbeda-beda. Ada yang mengaku belum mampu membeli perabot rumah tangga. Serta, ada juga yang mengaku masih bekerja jauh dari rumah. "Alasan-alasan itu memang di luar perhitungan, tidak mungkin 'kan mereka dipaksakan untuk menempati rumahnya," ujarnya.

Jika, hanya karena alasan seperti itu subsidi rumah dicabut, maka, dia memastikan pasar rumah akan semakin turun karena orang takut membeli rumah bersubsidi. Lantaran, harus kredit dengan bunga normal. "Kalau pasar rumah turun, bagaimana mau tercapai target pemerintah satu tahun sejuta rumah," ungkap Busran.

Yang perlu digarisbawahi menurutnya, seandainya subsidi dicabut kemungkinan sebagian besar nasabah kreditnya akan macet. Lantaran, tidak terima subsidi rumahnya dicabut. "Kalau nasabah tidak mau bayar, pasti kami sebagai penyalur rumah bersubsidi yang kena komplain habis-habisan," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:52

Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan

BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan…

Kamis, 23 November 2017 11:54
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Lesu, Pajak Hotel dan Restoran Digenjot

BANJARMASIN - Di tengah lesunya ekonomi dalam waktu dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Banjarmasin…

Jumat, 17 November 2017 14:31

Ikan Kalsel Sasar Pasar Uni Eropa

BANJARMASIN – Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) adalah salah satu syarat ekspor produk perikanan…

Kamis, 16 November 2017 08:40

Nasi Rantang Membangkitkan Kenangan Ala Dafam

BANJARBARU - Rantang adalah simbol kenangan masa kecil. Hampir semua orang punya kisah tersendiri…

Jumat, 10 November 2017 11:31

Ssstt.. Kawasan Gambut Sekarang Makin Mahal Loh

BANJARMASIN - Masyarakat Profesii Penilai Indonesia (MAPPI) Kalselteng menilai kawasan Gambut Kabupaten…

Selasa, 07 November 2017 12:03

Walikota Apresiasi Program CSR PLN KalselTeng

BANJARBARU - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng)…

Senin, 06 November 2017 11:15

Dafam Good Sleep Hanya Dibulan November

BANJARBARU -  Menjadi seorang Therapist adalah salah satu bidang yang saat ini banyak di tekuni. Dari…

Sabtu, 04 November 2017 14:17

Bikin Malu Wajib Pajak Nakal

BANJARBARU - Pemko mengirim sinyal keras pada semua wajib pajak. Penunggak pajak atau wajib pajak yang…

Rabu, 01 November 2017 19:41

PLN KalselTeng Sukses Terangi Sebamban Lama Panyiputan

TANAH BUMBU - Penantian panjang warga Desa Sebamban Lama Panyiputan, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten…

Selasa, 31 Oktober 2017 17:09

Promo PLN, Diskon Biaya Sambungan

BANJARBARU -  Melengkapi kemeriahan perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 yang diperingati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .