MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 30 Agustus 2017 14:41
Modus Beli Rumah untuk Investasi, Apa Perlu Subsidinya Dicabut?
Salah satu perumahan subsidi di Banjarbaru

PROKAL.CO, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat telah mengeluarkan regulasi mencabut subsidi rumah bersubsidi yang tak dihuni. Banjarbaru sebagai daerah strategis, banyak rumah dibeli tapi tak ditempati, entah karena developer membangunnya asal-asalan.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin di Banjarbaru Minggu (27/8) tadi, setiap komplek perumahan bersubsidi, tak semua unit rumah dihuni oleh pemiliknya.

Seperti yang terlihat di setiap kompleks perumahan di wilayah Kelurahan Guntung Manggis, banyak unitnya yang kosong. Sebagian besar rumah bahkan terlihat tak pernah dijamah, hal itu dapat dilihat dari tingginya rumput di halaman rumah yang tak berpenghuni tersebut.

Banyaknya rumah bersubsidi yang kosong karena hanya untuk investasi dianggap Sekretaris Disperkim Banjarbaru Iwan Hermawan, sebagai rahasia umum. "Sudah menjadi hal yang biasa orang kaya mengambil rumah bersubsidi untuk investasi, namun kami tidak memiliki kewenangan untuk itu," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menjelaskan, yang mengetahui apakah pembeli rumah bersubsidi termasuk masyarakat yang belum memiliki rumah atau tidak hanya pihak pengembang. "Kalau kami hanya mengawasi dari segi perizinannya saja, seperti IMB-nya," jelasnya.

Mengenai adanya regulasi dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang akan mencabut subsidi rumah bersubsidi jika tak dihuni, dia mengaku sudah mengetahuinya. "Tapi penerapannya di lapangan kami belum tahu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel Royzani Syachril mengaku tak sepakat dengan regulasi pencabutan subsidi tersebut. Sebab, menurutnya tidak semua rumah yang kosong karena untuk investasi. "Kebijakan itu perlu dievaluasi lagi," pintanya.

Dia memaparkan, banyak faktor yang membuat rumah tak dihuni oleh pemiliknya. Salah satunya yaitu, karena pemiliknya sedang tugas keluar kota, atau bagi PNS, sedang dipindahtugaskan ke tempat lain.

Selain, masalah pekerjaan. Persoalan infrastruktur juga mempengaruhi pemilik apakah dapat menghuni rumahnya atau tidak. Selama ini, kendala yang sering dihadapi adalah jaringan listrik. "Tidak mungkin 'kan pemilik menempati rumahnya, sementara jaringan listriknya belum ada," ujar Royzani.

Menurutnya, pemerintah tak perlu terlalu ketat dalam menerapkan kebijakan untuk penyaluran rumah bersubsidi. Karena, apapun kebijakannya akan sulit untuk menyalurkan tepat sasaran 100 persen. "Apalagi yang menilai adalah pihak bank. Mereka pasti mencari aman, dengan mencari nasabah yang memiliki pendapatan jelas," tuturnya.

Kalau memang pemerintah ingin serius menyalurkan rumah bersubsidi tepat sasaran, maka jangan lagi menyerahkan tanggungjawab ke perbankan. "Pemerintah saja yang langsung beli rumah ke pengembang, lalu tentukan sendiri warga seperti apa yang layak untuk membelinya," kata Royzani.

Di Banjarbaru sendiri, masyarakat yang paling banyak membeli rumah bersubsidi ialah yang berprofesi sebagai wiraswasta. Kemudian, disusul oleh karyawan swasta dan PNS. "Sebesar 70 persen pembelinya wiraswasta, seperti pedagang. Lalu, 20 persennya karyawan swasta. Sisanya PNS," tambahnya.

Sedangkan untuk harga rumah bersubdi dengan type 36, Royzani mengungkapkan, jika berada di dekat kota harganya bisa mencapai Rp135 juta. Sedangkan, apabila di pinggiran kota pengembang biasanya mematok harga di bawah Rp130 juta. "Tidak mungkin yang jauh dari kota, harganya sama dengan rumah yang berada di dekat kota," ungkapnya.

Mengenai uang mukanya, developer biasanya mematok sebesar lima persen dari harga rumah. Sementara, bagi PNS hanya satu persen.

Salah seorang owner developer H Busran tak menampik jika banyak kompleks perumahaan bersubsidi di Banjarbaru yang unitnya tak dihuni. Termasuk, perumahan milik dia sendiri. "Padahal setiap ada yang mau beli, sudah kami sarankan agar rumah dihuni. Tapi, karena beberapa alasan ada sebagian yang belum bisa menghuni rumah mereka," katanya.

Dia menuturkan, alasan pemilik rumah pun berbeda-beda. Ada yang mengaku belum mampu membeli perabot rumah tangga. Serta, ada juga yang mengaku masih bekerja jauh dari rumah. "Alasan-alasan itu memang di luar perhitungan, tidak mungkin 'kan mereka dipaksakan untuk menempati rumahnya," ujarnya.

Jika, hanya karena alasan seperti itu subsidi rumah dicabut, maka, dia memastikan pasar rumah akan semakin turun karena orang takut membeli rumah bersubsidi. Lantaran, harus kredit dengan bunga normal. "Kalau pasar rumah turun, bagaimana mau tercapai target pemerintah satu tahun sejuta rumah," ungkap Busran.

Yang perlu digarisbawahi menurutnya, seandainya subsidi dicabut kemungkinan sebagian besar nasabah kreditnya akan macet. Lantaran, tidak terima subsidi rumahnya dicabut. "Kalau nasabah tidak mau bayar, pasti kami sebagai penyalur rumah bersubsidi yang kena komplain habis-habisan," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Ternyata Karena ini Harga Ayam Meroket Sampai Dua Kali Lipat

BANJARBARU - Harga ayam potong di Pasar Bauntung Banjarbaru mengalami kenaikan cukup signifikan dalam…

Selasa, 19 Juni 2018 14:13

KOK BISA..? Pasca Lebaran Harga Ayam Malah Tinggi

BANJARMASIN - Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel melakukan pemantauan harga bahan pokok di tiga pasar…

Rabu, 13 Juni 2018 13:12

Berkah Zakat Fitrah, Penjualan Beras Meningkat Dua Kali Lipat

BANJARMASIN - Bulan suci Ramadan memang penuh berkah. Tak terkecuali bagi pedagang di sentra penjualan…

Senin, 11 Juni 2018 12:37

Pedagang Kue Diserbu Pembeli, Sampai Untung Lima Kali Lipat

Lebaran tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan pun dilakukan. Yang tak pernah ketinggalan, menyiapkan…

Sabtu, 09 Juni 2018 12:33

90% Karyawan Transmart Banjarmasin Adalah Tenaga Kerja Lokal

Keberadaan Transmart di Banjarmasin juga menjadi berkah tersendiri. Dengan menciptakan banyak lapangan…

Jumat, 08 Juni 2018 10:52

Menjelang Hari Raya, Harga Daging dan Telur Malah Turun

BANJARBARU - Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri, bahan pokok di pasaran masih stabil. Tidak ada yang…

Kamis, 07 Juni 2018 13:38

Sepekan Jelang Lebaran Pesanan Ketupat Mulai Meningkat

H-7 jelang lebaran, Kampung Ketupat, Sungai Baru mulai disibukkan dengan rentetan pesanan. Itulah yang…

Rabu, 06 Juni 2018 13:57

Gunakan Kantong Plastik Berbahan Singkong, Walikota Apresiasi Komitmen Transmart

BANJARMASIN-Penggunaan kantong plastik ramah lingkungan berbahan dasar singkong yang digunakan Transmart…

Rabu, 06 Juni 2018 13:30

Curhatan Driver Taksi Online: Ramadan Sepi Orderan, Pilih Jalan di Malam Hari

Selama Ramadan, berbagai usaha di bidang barang dan jasa banyak yang mengalami pe ningkatan. Namun,…

Selasa, 05 Juni 2018 15:59

Khusus di Banjarmasin, Transmart Siapkan Kantong Plastik Ramah Lingkungan

BANJARMASIN - Transmart menjadi pelopor pertama penggunaan kantong plastik ramah lingkungan di Banjarmasin. …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .