MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 31 Agustus 2017 09:39
AKP Amelia Afifi Bicara Tentang Polisi Wanita di Masa Kini

“Hanya Kodrat yang Membedakan Kami”

RAMAH: AKP Amelia Afifi dalam sebuah acara. Dia sekarang menjabat Kasat Binmas Polres Banjar.

PROKAL.CO, 1 September menjadi hari yang selalu dikenang kaum perempuan di Indonesia sebagai awal kiprah perempuan dalam dunia kepolisian sejak 1948 lalu. Kini 69 tahun sudah kiprah polisi wanita (polwan), apa saja peran mereka di dunia yang menjadi dominasi para pria ini?

--------------------------------------------

MUHAMMAD AMIN, Martapura

--------------------------------------------

Dahulu polisi wanita (Polwan) hanya pelengkap. Berganti zaman, kehadiran polwan menjadi kebutuhan. Perannya pun tak kalah dengan polki alias polisi laki-laki. Tak ada lagi perbedaan yang mendasar kecuali kodrat bawaan yang jadi pembeda pria dan wanita.

“Tugas 100 persen sama dengan polisi laki-laki (polki) sehingga tidak ada lagi perbedaan gender. Kami memiliki kelebihan dari polki, mereka tidak melahirkan, sedangkan kami bisa,” terang AKP Amelia Afifi, Kasat Binmas Polres Banjar sambil tersenyum memulai cerita saat diajak ngobrol Radar Banjarmasin di sela bakti sosial dalam rangkaian Hari Jadi Polwan ke-69 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-65 Tahun 2017 di Aula Tribarata Mapolres Banjar, Selasa (29/8).

Celetukan ringkas bergaya humor sudah jadi gaya khas AKP Amelia Afifi. Dia adalah perempuan pertama yang menjadi Kapolsek di wilayah hukum Polres Banjar. Tugas baru itu bukan tempat yang mudah karena mendapat amanah di Polsek Martapura Kota selama 2,5 tahun. Menjabat di Polsek Martapura Kota tentu berbeda jika dibanding polsek lain di Kabupaten Banjar. Selain jadi barometer, intensitas serta volume kejadian lebih banyak dan beragam.

Bunda Lia, biasa ia disapa, menjelakan, awal tugas jadi polwan di Biro Personel Polda Kalsel. Kerjanya di Polda mendapat perhatian pimpinan sampai diminta mengikuti seleksi perwira pada 2006. “Mendapat restu pimpinan dan alhamdulillah lulus sehingga saya mengikuti pendidikan ke Sekolah Calon Perwira (Secapa) selama 7 bulan di Sukabumi,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Sukabumi, tugas pertama sebagai perwira langsung ke Polres Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Waktu tugas di kota dodol ini sangat singkat, terhitung 4 bulan. Ia mendapat tugas lanjutan yaitu belajar ke sekolah perwira negosiator ke Sepolwan Jakarta.

”Baru sebulan sekolah kembali dimutasi ke Panit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reskrim Polda Kalsel. Ini tugas terlama sekitar 7,5 tahun,” ucapnya.

Kehadirannya di Polres Banjar pada 2014 silam satu keberuntungan bagi polwan lainnya.  Bunda Lia jadi embrio lahirnya polwan yang memiliki jabatan di jajaran Polres Banjar. Setelah ia bisa membuktikan bisa mengemban amanah pimpinan, di belakangnya kembali lahir kapolsek dan kasat. Sekarang, Kapolsek Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk adalah polwan.

 “Tantangannya tentu berat. Bila polwan pertama tidak bisa membuktikan tentu amanah selanjutnya sulit didapat seorang polwan,” tuturnya. Bunda Lia yang memiliki motto tugas nomor satu dan keluarga nomor satu ini selalu menunggu restu suami bila mendapat amanah.

“Selalu ada halangan bila belum ada restu suami, dan itu sangat berat. Lain hal ketika beliau mendapat kabar saya jadi kapolsek, secara tersirat ia memberikan restu untuk menerima amanah itu,” tuturnya.  Jadi Kapolsek Martapura Kota pun harus dekat dengan masyarakat. Selama 2,5 tahun tugas jadi Kapolsek Martapura Kota, sepanjang  tahun pertama hanya mengenalkan diri ke masyarakat. Syaratnya tidak malas ke lapangan jam berapa pun dibutuhkan masyarakat sehingga kiprah polwan terasa.

Sekarang, mau tugas apapun polwan sudah bisa. Apakah itu operasional, menjaga keamanan, atau pembinaan dengan kapasitas kepercayaan yang diberikan pimpinan. Eksistensinya juga diakui bahkan diperhatikan masyarakat. Ini berdampak positif dengan citra kepolisian.

“Kami selalu siap memberikan perlindungan, pengamanan, dan pengayoman. Polwan tetap sebagai promoter yaitu profesional, modern dan terpercaya,” tegas perempuan kelahiran 13 April 1968 tersebut. Dari penuturan perwira yang sejak 13 April 2017 tadi menjabat Kasat Binmas Polres Banjar, jadi seorang polwan masa kini tidak semudah dahulu.

Sudah banyak wanita yang berniat jadi polisi sehingga persaingan makin ketat. Ia menilai menjadi polwan merupakan bentuk pengabdian dan dedikasi kepada nusa dan bangsa. “Semakin tahun polwan harus profesional karena sama dan sejajar dalam hak dan kewajiban sebagai anggota polisi. Tapi tidak melupakan kodrat, saat pulang tetap jadi istri dan ibu bagi anak-anaknya,” tegas Bunda Lia yang tercatat sudah 26 tahun jadi polwan.

Sewaktu polwan masih jadi pelengkap dan pewarna Polri, tentu lingkup tugas sangat terbatas, makanya identik dengan tegas dan mirip laki-laki. Belakangan kehadiran polwan sangat diharapkan ada di tengah masyarakat. Ruang dan lingkungan tugas meluas, ditambah perkembangan zaman dan teknologi, sehingga polwan lebih humanis namun tak kalah prestasinya dengan kaum pria.

“Banyak lho polwan di Polres Banjar yang punya prestasi, mulai bela diri, public speaking, menembak,  dan MC,” ungkapnya. Sepanjang karir kepolisian, Bunda Lia tidak sekali menetes air mata ketika menemukan kasus atau kejadian yang menyentuh nalurinya sebagai seorang ibu.

Contoh kejadian itu sewaktu tugas di Polsek Martapura Kota. Nalurnya bergetar ketika mendapat kabar bocah perempuan berusia 9 tahun asal Tungkaran hanyut di irigasi sekitar Desa Sungai Paring, Martapura. Momen sedih itu tepat ada hajatan di rumah pribadi. Ia mengaku langsung berdoa agar jasad bocah itu cepat ditemukan. ”Masih mengenakan gaun acara saya langsung ke tempat kejadian. Berikan instruksi ke anggota serta mengerahkan masyarakat untuk  menyisir sepanjang irigasi. Sambil mencari kami terus berdoa,” tuturnya.

Tuhan menjawab doa serta usaha seluruh anggota dan masyarakat. Selang 3 jam jasad anak perempuan itu berhasil ditemukan di sela rumput dan lumut irigasi. Padahal, menyisir sepanjang irigasi dari hulu ke hilir bukan pekerjaan ringan. Di permukaan air sangat tenang namun di dalam arus sangat deras, kebetulan hari itu musim hujan.

“Saat itu yang saya rasa dan pikirkan bagaimana caranya agar si anak dan keluarga korban tidak terlalu lama menderita, sampai saya hajatkan kalau ada yang berhasil menemukan akan diberikan reward,” tukasnya.

Bunda Lia banyak belajar selama bertugas di Polsek Martapura Kota, seperti mudahnya mengakses informasi dari masyarakat. Kepercayaan yang dibangun itu adalah buah selama setahun tanpa henti bergaul dengan masyarakat. Bahkan, informasi pertama selalu didapat sebelum sampai ke anggotanya. “Polsek Martapura Kota mengajarkan saya tentang soliditas bersama anggota dan masyarakat, ini buah kebersamaan yang dibangun selama satu tahun pertama,” pungkasnya. (mam/tof/ay/ran)

 


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…

Jumat, 10 November 2017 11:07

Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .