MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Kamis, 31 Agustus 2017 11:31
Memanusiakan Jiwa, Mencapai Kesalehan Sosial

Catatan Brigadir Jenderal Pol Rachmat Mulyana

Brigadir Jenderal Pol Rachmat Mulyana

PROKAL.CO, Maswi dan Fatimah, dua kakak beradik asal Balangan yang kisah hidupnya menjadi viral, tiba-tiba menghenyak publik dan menggugah empati semua orang. Hidup dan dibesarkan orang tua yang memiliki kekurangan, membuat mereka tegar dan menjadi sosok anak yang mandiri.

Apa yang dialami Maswi dan Fatimah ini sepertinya telah menampar kesadaran kita sebagai makhluk sosial. Seberapa pedulikah kita dengan lingkungan sekitar kita? Apakah kita masih memiliki kepekaan sosial dalam kehidupan dunia yang semakin individualistik?

Seringkali kita terlupa dan mengeluh, seolah hidup kita yang diberi banyak kenikmatan tak pernah tercukupi. Tapi cobalah kita melihat kisah hidup dua kakak beradik ini, mungkin seandainya kita yang mengalami, bisa jadi kita tak setegar Maswi dan Fatimah.

Apa yang terjadi pada Maswi dan Siti Fatimah tak hanya membuat hati saya tersentuh dan terenyuh, tapi juga menyadarkan diri saya. Saya tersadar bahwa kita semua, tak memandang status sosial dan jabatan, sejatinya adalah manusia-manusia yang memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Kalau selama ini kekurangan kita tak diketahui banyak orang, itu karena Tuhan begitu baik menutupi semua kekurangan kita.

Saya tersadar bahwa kekurangan terbesar kita adalah kita sering lupa, bahwa kita semua adalah makhluk sosial yang terikat satu sama lain untuk saling membantu, saling meringankan, saling menjaga, saling mengasihi dan saling mengingatkan. Karena semua manusia adalah individu yang terikat dan terkait dalam satu ikatan agama, ikatan sosial, ikatan kebangsaan dan ikatan historis.

Inilah yang sering kita lupakan, bahwa kita semua adalah saudara, kita semua adalah anak bangsa yang terikat oleh satu ikatan nasionalisme yang menghapus sekat-sekat sosial dan perbedaan lainnya. Maswi dan Fatimah, telah mengajarkan pada kita bahwa ikatan persaudaran yang kuat sejatinya bisa menyatukan kita semua tanpa memandang lagi status sosial, suku, agama atau pangkat dan jabatan.

Inilah momentum bagi kita untuk berkontemplasi dengan menjadikan kesalehan sosial sebagai jembatan membangun harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan Iduladha besok, momentum terbesar umat Islam di seluruh dunia, kembali mengingatkan kita untuk merenungi makna pengorbanan.

Pengorbanan yang disimbolkan dengan penyembelihan hewan kurban harusnya bisa mengingatkan kita, bahwa pengorbanan menuntut kita merelakan berbagi dan memberi tanpa pamrih, tanpa harap, dan tanpa imbalan. Dan pengorbanan sosial terbesar kita dalam hidup ini adalah menjadikan diri kita ikhlas, sesuai dengan bidang tugas dan pekerjaan kita, untuk bersungguh-sungguh bekerja memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan semua orang.

Dokter bekerja dengan hati menyembuhkan orang sakit, petugas kebersihan bekerja dengan ikhlas untuk menjaga agar lingkungan warga menjadi bersih dan sehat, penjaga malam bekerja dengan sepenuh jiwa untuk menjaga keamanan di saat warga terlelap, dan polisi pun dengan segenap hati memberikan pelayanan dan perlindungan bagi warga.

Dan apapun pekerjaan kita, bila bekerja dengan tulus dan ikhlas, maka tak hanya mendapatkan kebaikan dan keberkahan, tapi juga telah menanamkan nilai-nilai kebaikan itu sendiri dalam jiwa kita. Dan kebaikan itu akan terus berpendar dalam diri kita hingga bertebaran pada orang-orang di sekitar kita.

Mari tanamkan nilai-nilai kebaikan itu dalam diri agar Tuhan berbaik hati untuk menutupi aib dan kekurangan kita. Semoga semua kebaikan yang kita perbuat menjadi amal yang akan melindungi kita dari keburukan di dunia. ()


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 11:37

Manfaat Salat Tarawih Setara Dengan Berolahraga Ringan

Salat Tarawih. Salat sunah yang digelar usai Salat Isya di bulan Ramadan ini tak hanya menambah pahala…

Rabu, 23 Mei 2018 15:27

Waspada Puasa Tanpa Olahraga Picu Berat Badan Bertambah

Berolahraga saat menjalankan ibadah puasa hanya dilakukan beberapa orang saja. Kebanyakan memilih tidak…

Rabu, 23 Mei 2018 15:23

Kolak, Hidangan Berbuka Kaya Nutrisi

Kolak. Makanan manis yang satu ini selalu tak pernah absen dari bulan Ramadan. Biasanya kolak selalu…

Selasa, 22 Mei 2018 12:27

Bahaya Puasa Tanpa Makan Sahur, Penyakit ini Bakal Mengintai

Sering kali bagi beberapa orang malas bangun untuk sahur. Dari ketiduran hingga berasumsi jika tanpa…

Senin, 21 Mei 2018 12:20

Pasar Wadai Jadi Pilihan Ngabuburit Warga Banjarmasin

BANJARMASIN - Ngabuburit dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka. Di Banjarmasin, banyak warga…

Senin, 21 Mei 2018 10:23

Tidur Puasa hingga Siang Hari, Waspada Efeknya!

Banyak yang memilih begadang hingga sahur tiba. Lalu lanjut tidur dan bangun hingga siang hari. Dari…

Jumat, 18 Mei 2018 11:02

Tak Baik Gunakan Earphone Terlalu Lama, Rentan Jadi "Budek"

Mendengarkan musik menenangkan. Apalagi dibantu alat seperti earphone. Suara musik yang dihasilkan jadi…

Kamis, 17 Mei 2018 10:59

Berbuka "Kesetanan", Awas Gangguan Pencernaan

Memasuki hari pertama bulan Ramadan, kegiatan berbuka puasa menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu.…

Rabu, 16 Mei 2018 11:27
Medika

Pengaruh Minum Es Saat Cuaca Terik

BANJARMASIN - Cuaca terik begitu terasa akhir-akhir ini. Keadaan ini membuat kita berpikir bagaimana…

Senin, 14 Mei 2018 15:04

Jijik...! Kuku Sarang Kuman

Dokter Dinda Aulya menyebut kuku adalah tempat bersarangnya kuman-kuman yang bisa menimbulkan penyakit.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .