MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 31 Agustus 2017 11:43
Kala Kerbau Rawa Penopang Hidup Warga Paminggir Terancam Punah

Anomali Cuaca Ancam Populasi Hadangan

KELAPARAN: Kerbau rawa di Paminggir, Hulu Sungau Utara.

PROKAL.CO, Kerbau rawa atau Hadangan terancam punah. Sejak akhir tahun 2016 lalu, peternak hewan endemik Amuntai ini kesulitan menyediakan sumber makanan. Apa yang terjadi?

Kerbau rawa telah digembalakan masyarakat Paminggir, Hulu Sungai Utara, secara turun-temurun. Tak banyak petunjuk kapan pastinya hewan mamalia tersebut mulai dijadikan hewan ternak oleh warga. Namun satu literatur sejarah mencatat bahwa Hadangan mulai digembalakan di perairan rawa sekitar abad ke 14. Konon hewan bertanduk panjang ini dibawa oleh pekerja cina saat Kerajaan Negara Dipa masih Berjaya.

Seiring perjalanan waktu, kerbau rawa tersebut ternyata cocok dengan keadaan rawa yang ada di HSU. Hewan ini kemudian berkembang dengan cepat, bahkan menjadi ukuran status sosial pemiliknya. Tidak semua masyarakat  Paminggir mampu menjadi pemilik dari hewan tersebut disebabkan harga jual yang sangat tinggi. Harga kerbau kualitas satu bisa mencapai Rp 15 juta perekornya sesuai dengan tingginya permintaan.

Namun masa-masa keemasan kerbau rawa  nampaknya bisa berakhir. Saat ini harga kerbau rawa terjun bebas di sekitaran Rp 6 juta perekornya. Bahkan anakan kerbau usia 4 bulan sampai 12 bulan yang lalu ada di kisaran harga Rp 6 juta, saat ini dihargai Rp 500 ribu. Itu pun jika ada pemilik kerbau lainnya berniat memeliharanya.

Apa yang menjadi penyebabnya? Meski banyak pihak yang menilai hal ini karena ancaman lahan sawit yang makin meluas, tetapi peternak punya opini lain.

 “Jadi seharusnya perairan rawa sejak Juni tadi semestinya sudah kering dan ditumbuhi rumput. Namun kondisi cuaca yang tak menentu membuat kumpai tidak tumbuh karena lahan masih digenangi air sampai saat ini,” kata Sadi,   warga Desa Sapala Kecamatan Paminggir.

Bahkan akibat rumput tak ada, beberapa kerbau menjadi kurus hingga harus dijual murah akibat kesulitan pakan. “Jadi penyebabnya bukan ada (pembukaan) lahan sawit, kalau sawit belum ada beroperasi. Penyebabnya yang nyata saat ini adalah cuaca yang tak menentu,” sebut pemilik puluhan ekor Hadangan itu.

Kabid Produksi Peternakan di Dinas Pertanian Ahmad Rijali mengatakan kekurangan atau krisis rumput kerbau rawa di Paminggir sudah terjadi sejak September 2016 tadi sampai saat ini. “Memang benar, sampai saat ini kami terus melakukan pendampingan dengan pemberian nutrizi pada kerbau dewasa dan anakan kerbau,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Adapun langkah yang dilakukan yakni melakukan pendampingan pada peternak baik pemberian pakan HMT (Hijau Makanan Ternak) dan pemberian susu formula pada anakan kerbau rawa yang mengalami krisis gizi akibat rumput yang tak tumbuh. Selanjutnya bagi peternak yang mampu secara ekonomi kerbau-kerbau miliknya diimigrasikan merumput di kawasan Kecamatan Jinamas Kabupaten Barito Selatan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Paminggir. “Kejadian ini sudah kami sampaikan ke pihak provinsi. Anomali cuaca menjadi ancaman besar kelangsungan hidup kerbau rawa di Paminggir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Ir Rusnaidi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada aktivitas perkebunan sawit di Paminggir. Pemerintah hanya mengeluarkan izin lokasi pada salah satu perusahaan perkebunan. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan. “Jadi tidak ada sama sekali aktivitas perkebunan sawit baik di Kecamatan Paminggir, Danau Panggang dan Babirik. Jadi kawasan tersebut masih tidak terjamah perkebunan,” sampainya. (mar) 


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 19:58
Berita Tabalong

Bupati Anang Syakhfiani Wisuda 1.781 Santri TKA

TANJUNG - Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani beserta istri Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani,…

Rabu, 22 November 2017 13:06

Ini Poin-poin Kesepakatan Taksi Online-Konvensional di Kalsel

BANJARMASIN – Babak baru perselisihan moda transportasi di Banua menemui titik terang. Dalam rapat…

Rabu, 22 November 2017 12:42

AKHIRNYAA.. Angkutan Semen Conch Dilarang Melintas Jalan Tabalong

TANJUNG - Angkutan perusahaan semen dari perusahaan Conch akhirnya dilarang melintasi jalanan Tabalong.…

Rabu, 22 November 2017 12:32

Jalan Nasional Angkinang Longsor

KANDANGAN – Intensitas hujan yang terus menerus mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Rabu, 22 November 2017 12:22

Warga Dibuat Susah, Harga Gas Melebihi HET

BANJARMASIN – Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram di eceran masih sering terjadi di Banjarmasin.…

Rabu, 22 November 2017 12:17

Dinas PUTR Benahi Jalan Alternatif Banjarmasin-Martapura

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Kalimantan Selatan tengah melakukan…

Rabu, 22 November 2017 12:13

Pilkades di Tala Disinyalir Ada Kecurangan

PELAIHARI – Buntut protes yang dilakukan Calon Kepala Desa Salaman Kecamatan Kintap Kabupaten…

Rabu, 22 November 2017 11:22

BPKP Kalsel Dukung SIMDA Perencanaan

BATULICIN - Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalsel mendorong Pemkab Tanbu yang…

Rabu, 22 November 2017 11:20

Mardani Inginkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menyambut baik dengan dilaksanakannya launching SIMDA…

Rabu, 22 November 2017 11:17

HEBAT! Larang Kresek, Pemko Banjarmasin Diapresiasi Dunia

BANJARMASIN – Keberanian Pemko Banjarmasin melarang penyediaan kantong plastik atau kresek di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .