MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 31 Agustus 2017 11:43
Kala Kerbau Rawa Penopang Hidup Warga Paminggir Terancam Punah

Anomali Cuaca Ancam Populasi Hadangan

KELAPARAN: Kerbau rawa di Paminggir, Hulu Sungau Utara.

PROKAL.CO, Kerbau rawa atau Hadangan terancam punah. Sejak akhir tahun 2016 lalu, peternak hewan endemik Amuntai ini kesulitan menyediakan sumber makanan. Apa yang terjadi?

Kerbau rawa telah digembalakan masyarakat Paminggir, Hulu Sungai Utara, secara turun-temurun. Tak banyak petunjuk kapan pastinya hewan mamalia tersebut mulai dijadikan hewan ternak oleh warga. Namun satu literatur sejarah mencatat bahwa Hadangan mulai digembalakan di perairan rawa sekitar abad ke 14. Konon hewan bertanduk panjang ini dibawa oleh pekerja cina saat Kerajaan Negara Dipa masih Berjaya.

Seiring perjalanan waktu, kerbau rawa tersebut ternyata cocok dengan keadaan rawa yang ada di HSU. Hewan ini kemudian berkembang dengan cepat, bahkan menjadi ukuran status sosial pemiliknya. Tidak semua masyarakat  Paminggir mampu menjadi pemilik dari hewan tersebut disebabkan harga jual yang sangat tinggi. Harga kerbau kualitas satu bisa mencapai Rp 15 juta perekornya sesuai dengan tingginya permintaan.

Namun masa-masa keemasan kerbau rawa  nampaknya bisa berakhir. Saat ini harga kerbau rawa terjun bebas di sekitaran Rp 6 juta perekornya. Bahkan anakan kerbau usia 4 bulan sampai 12 bulan yang lalu ada di kisaran harga Rp 6 juta, saat ini dihargai Rp 500 ribu. Itu pun jika ada pemilik kerbau lainnya berniat memeliharanya.

Apa yang menjadi penyebabnya? Meski banyak pihak yang menilai hal ini karena ancaman lahan sawit yang makin meluas, tetapi peternak punya opini lain.

 “Jadi seharusnya perairan rawa sejak Juni tadi semestinya sudah kering dan ditumbuhi rumput. Namun kondisi cuaca yang tak menentu membuat kumpai tidak tumbuh karena lahan masih digenangi air sampai saat ini,” kata Sadi,   warga Desa Sapala Kecamatan Paminggir.

Bahkan akibat rumput tak ada, beberapa kerbau menjadi kurus hingga harus dijual murah akibat kesulitan pakan. “Jadi penyebabnya bukan ada (pembukaan) lahan sawit, kalau sawit belum ada beroperasi. Penyebabnya yang nyata saat ini adalah cuaca yang tak menentu,” sebut pemilik puluhan ekor Hadangan itu.

Kabid Produksi Peternakan di Dinas Pertanian Ahmad Rijali mengatakan kekurangan atau krisis rumput kerbau rawa di Paminggir sudah terjadi sejak September 2016 tadi sampai saat ini. “Memang benar, sampai saat ini kami terus melakukan pendampingan dengan pemberian nutrizi pada kerbau dewasa dan anakan kerbau,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Adapun langkah yang dilakukan yakni melakukan pendampingan pada peternak baik pemberian pakan HMT (Hijau Makanan Ternak) dan pemberian susu formula pada anakan kerbau rawa yang mengalami krisis gizi akibat rumput yang tak tumbuh. Selanjutnya bagi peternak yang mampu secara ekonomi kerbau-kerbau miliknya diimigrasikan merumput di kawasan Kecamatan Jinamas Kabupaten Barito Selatan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Paminggir. “Kejadian ini sudah kami sampaikan ke pihak provinsi. Anomali cuaca menjadi ancaman besar kelangsungan hidup kerbau rawa di Paminggir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Ir Rusnaidi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada aktivitas perkebunan sawit di Paminggir. Pemerintah hanya mengeluarkan izin lokasi pada salah satu perusahaan perkebunan. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan. “Jadi tidak ada sama sekali aktivitas perkebunan sawit baik di Kecamatan Paminggir, Danau Panggang dan Babirik. Jadi kawasan tersebut masih tidak terjamah perkebunan,” sampainya. (mar) 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:42
Pemko Banjarbaru

Wawali Banjarbaru Sambut Kedatangan Menteri Perdagangan

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:34

50 Guru Berprestasi di Tanbu Ikuti Diklat OSM

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming kembali memberangkatkan guru berprestasi untuk mengikuti…

Rabu, 21 Februari 2018 09:33

Tanbu Kabupaten Layak Anak

BATULICIN - Dalam rangka mempercepat kepemilikan Akta Kelahiran bagi masyarakat Tanah Bumbu, Dinas Keluarga…

Rabu, 21 Februari 2018 09:32

Mardani: Akta Kelahiran Merupakan Keharusan

BATULICIN - Sementara itu Bupati Tanah Bumbu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan…

Selasa, 20 Februari 2018 19:59
Parlementaria Balangan

Iswan : Guru Berprestasi Harus Diberdayakan di Sekolah

PARINGIN - Pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi visi-misi utama Pemkab Balangan…

Selasa, 20 Februari 2018 15:24

Gusti Syahyar Resmi Penjabat Sementara Bupati Tapin

BANJARMASIN – Masa Jabatan Arifin Arpan sebagai Bupati Tapin resmi berakhir, Senin (19/2) kemarin.…

Selasa, 20 Februari 2018 15:10
Parlementaria

DPRD Banjarbaru Berharap Atlet Berprestasi Lebih Diperhatikan

BANJARBARU - KONI Banjarbaru kini telah memiliki ketua baru. Setelah Sabtu (17/2) tadi dilaksanakan…

Selasa, 20 Februari 2018 15:07

Lensa Foto Pemko Banjarbaru Sepekan

MENTERI PERDAGANGAN: Wakil Walikota banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan saat menyambut Menteri perdagangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .