MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 31 Agustus 2017 11:43
Kala Kerbau Rawa Penopang Hidup Warga Paminggir Terancam Punah

Anomali Cuaca Ancam Populasi Hadangan

KELAPARAN: Kerbau rawa di Paminggir, Hulu Sungau Utara.

PROKAL.CO, Kerbau rawa atau Hadangan terancam punah. Sejak akhir tahun 2016 lalu, peternak hewan endemik Amuntai ini kesulitan menyediakan sumber makanan. Apa yang terjadi?

Kerbau rawa telah digembalakan masyarakat Paminggir, Hulu Sungai Utara, secara turun-temurun. Tak banyak petunjuk kapan pastinya hewan mamalia tersebut mulai dijadikan hewan ternak oleh warga. Namun satu literatur sejarah mencatat bahwa Hadangan mulai digembalakan di perairan rawa sekitar abad ke 14. Konon hewan bertanduk panjang ini dibawa oleh pekerja cina saat Kerajaan Negara Dipa masih Berjaya.

Seiring perjalanan waktu, kerbau rawa tersebut ternyata cocok dengan keadaan rawa yang ada di HSU. Hewan ini kemudian berkembang dengan cepat, bahkan menjadi ukuran status sosial pemiliknya. Tidak semua masyarakat  Paminggir mampu menjadi pemilik dari hewan tersebut disebabkan harga jual yang sangat tinggi. Harga kerbau kualitas satu bisa mencapai Rp 15 juta perekornya sesuai dengan tingginya permintaan.

Namun masa-masa keemasan kerbau rawa  nampaknya bisa berakhir. Saat ini harga kerbau rawa terjun bebas di sekitaran Rp 6 juta perekornya. Bahkan anakan kerbau usia 4 bulan sampai 12 bulan yang lalu ada di kisaran harga Rp 6 juta, saat ini dihargai Rp 500 ribu. Itu pun jika ada pemilik kerbau lainnya berniat memeliharanya.

Apa yang menjadi penyebabnya? Meski banyak pihak yang menilai hal ini karena ancaman lahan sawit yang makin meluas, tetapi peternak punya opini lain.

 “Jadi seharusnya perairan rawa sejak Juni tadi semestinya sudah kering dan ditumbuhi rumput. Namun kondisi cuaca yang tak menentu membuat kumpai tidak tumbuh karena lahan masih digenangi air sampai saat ini,” kata Sadi,   warga Desa Sapala Kecamatan Paminggir.

Bahkan akibat rumput tak ada, beberapa kerbau menjadi kurus hingga harus dijual murah akibat kesulitan pakan. “Jadi penyebabnya bukan ada (pembukaan) lahan sawit, kalau sawit belum ada beroperasi. Penyebabnya yang nyata saat ini adalah cuaca yang tak menentu,” sebut pemilik puluhan ekor Hadangan itu.

Kabid Produksi Peternakan di Dinas Pertanian Ahmad Rijali mengatakan kekurangan atau krisis rumput kerbau rawa di Paminggir sudah terjadi sejak September 2016 tadi sampai saat ini. “Memang benar, sampai saat ini kami terus melakukan pendampingan dengan pemberian nutrizi pada kerbau dewasa dan anakan kerbau,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Adapun langkah yang dilakukan yakni melakukan pendampingan pada peternak baik pemberian pakan HMT (Hijau Makanan Ternak) dan pemberian susu formula pada anakan kerbau rawa yang mengalami krisis gizi akibat rumput yang tak tumbuh. Selanjutnya bagi peternak yang mampu secara ekonomi kerbau-kerbau miliknya diimigrasikan merumput di kawasan Kecamatan Jinamas Kabupaten Barito Selatan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Paminggir. “Kejadian ini sudah kami sampaikan ke pihak provinsi. Anomali cuaca menjadi ancaman besar kelangsungan hidup kerbau rawa di Paminggir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Ir Rusnaidi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada aktivitas perkebunan sawit di Paminggir. Pemerintah hanya mengeluarkan izin lokasi pada salah satu perusahaan perkebunan. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan. “Jadi tidak ada sama sekali aktivitas perkebunan sawit baik di Kecamatan Paminggir, Danau Panggang dan Babirik. Jadi kawasan tersebut masih tidak terjamah perkebunan,” sampainya. (mar) 


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 15:52

Banyaknya Korban Berjatuhan, Saatnya Benahi Keamanan Objek Wisata

Gairah masyarakat Kalsel untuk berwisata begitu tinggi di musim libur. Sayangnya, hal ini tidak diiringi…

Kamis, 21 Juni 2018 15:40

PARAH..!! Banjir Lumpuhkan Transportasi di Angsana

BATULICIN - Antrean kendaraan mengular hingga 2 kilometer di jalan raya provinsi Desa Angsana Kecamatan…

Kamis, 21 Juni 2018 15:27

Banyak Jemaah Haul Datu Kelampayan Datang dari Tempat Jauh

Hujan tidak menyurutkan semangat jemaah untuk menghadiri agenda tahunan Haul Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari…

Kamis, 21 Juni 2018 14:36

Cara ini Dijamin Ampuh Cegah Wisatawan Duduk Diatas Kelotok

BANJARMASIN - Pada sejumlah objek wisata milik kabupaten tetangga, korban mulai berjatuhan. Liburan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:34

Pemko Mengaku Dilema Atur Pasar Sentra Antasari yang Semrawut

BANJARMASIN - Sederet keluhan terus disampaikan warga. Terkait kondisi kawasan Sentra Antasari yang…

Kamis, 21 Juni 2018 14:28

Puncak Arus Balik, Pelabuhan Trisakti Malah Sepi

BANJARMASIN - H+5 Idulfitri, kemarin (20/6) disebut-sebut sebagai puncaknya arus balik. Pada kenyataannya,…

Kamis, 21 Juni 2018 13:25
BREAKING NEWS

Danlanud Syamsudin Noor Pamitan, Mengaku Berkesan di Kalsel

BANJARBARU - Setelah lebih kurang setahun dua bulan bertugas di Kalsel, Komandan Landasan Udara (Danlanud)…

Kamis, 21 Juni 2018 10:51

Saban Hari Bus Wisata Pemko Banjarbaru Layani Ratusan Orang

BANJARBARU - Libur Lebaran dimanfaatkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, untuk kembali mengoperasionalkan…

Kamis, 21 Juni 2018 10:35
Parlementaria

Dewan Minta Pemko Banjarbaru Awasi TPS di Dekat Permukiman

BANJARBARU - Ketua komisi II DPRD Banjarbaru Syamsuri meminta, agar Pemko Banjarbaru melalui dinas terkaitnya…

Kamis, 21 Juni 2018 10:33
Pemko Banjarbaru

Bentuk Dewan dan Tim Pelaksana Smart City

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, baru-baru tadi menghadiri sosialisasi gerakan menuju…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .