MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 03 September 2017 12:22
Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir
Ilustrasi

PROKAL.CO, Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu diantaranya yaitu ritual kekebalan tubuh. Usai melakukan ritual, si pelaku dipercaya bakal kebal terhadap senjata tajam maupun senjata api.

======================

WAHYU RAMADHAN, Rantau

===============

Ada kepercayaan yang masih mengakar di kalangan masyarakat Banjar, khususnya mereka yang menempati wilayah hulu sungai. Di saat anak laki-laki di kampung beranjak dewasa dan ingin pergi merantau baik bekerja maupun menuntut ilmu ke luar daerah, maka ia akan dibekali sebuah ilmu yang diperuntukan menjaga diri. Baik melalui latihan ilmu bela diri berupa silat, maupun ilmu kekebalan tubuh.

Kepercayaan menjaga diri dengan membentengi diri melalui ilmu kekebalan pun sampai saat ini masih lestari. Salah satunya yang berhasil penulis temui adalah seorang guru silat yang mengajarkan sekaligus memiliki ilmu memberikan kekebalan. Saat penulis datang ke rumahnya jam dinding menunjukan pukul 20.13 Wita.

 

Malam itu, Kamis (31/8), di kediamannya, H Mansyur, 65 tahun, praktisi supranatural yang tinggal di daerah Margasari, Kabupaten Tapin, masih setia menemani penulis untuk mengorek kisah tentang kekebalan tubuh, yang didapatkan melalui berbagai macam ritual.

 

Alkisah, pada zaman dahulu, hidup seorang Datu yang terkenal kebal kulitnya. Sabetan, tikaman senjata tajam, maupun muntahan peluru yang keluar dari senjata api, tak mempan ketika menyentuh kulit sang datu. Dikatakan pula, sang datu, mempunyai kulit sekeras besi. Konon, datu tersebut adalah Datu Karipis. Oleh masyarakat Rantau, Kabupaten Tapin, ia dianggap sebagai ikon dalam ilmu kekebalan tubuh.

 

"Ia berasal dari daerah Muning, Tatakan, Rantau, Kabupaten Tapin. Masyarakat setempat meyakini ia salah seorang murid dari Datu Suban, yang merupakan mahaguru dari para datu-datu terkenal di Kalsel," tutur H Mansyur.

 

Kakek dari tiga cucu tersebut menuturkan bahwa zaman dulu ilmu kebal sudah ada. Namun, dipercaya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu serta hanya didapat dan diwariskan berdasarkan garis keturunan. Mengingat zaman dahulu ilmu kebal termasuk menjadi andalan para pejuang Banjar dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.

 

Seiring berjalannya waktu, H Mansyur menjelaskan bahwa kini ilmu kebal bisa dimiliki oleh siapa saja serta bisa didapatkan melalui berbagai macam cara. Di antaranya, bisa kebal sejak lahir, memakai benda bertuah, proses semedi, menelan minyak tertentu, dan mandi kebal.

 

"Kebal sejak pertama kali dilahirkan, didapat ketika bayi lahir dalam keadaan terbungkus oleh kulit atau yang sering disebut orang Banjar dengan 'Lahir Bakalubut," jelasnya.

Menurut kakek tiga cucu tersebut yang enggan fotonya dipublikasikan ini, bayi yang lahir dalam keadaan terbungkus, hendaknya bungkusan yang menyelimut sang bayi dibuka tanpa menggunakan pisau bedah, gunting atau benda-benda yang mengandung besi. "Alat yang digunakan untuk membuka bungkusnya pun biasanya dirahasiakan. Karena yang bisa melukai sang bayi lahir bungkus hingga ia dewasa, hanya benda yang dipakai pada saat membuka bungkusan saja," ungkapnya.

 

H Mansyur menuturkan, mereka yang memiliki kekebalan tubuh dengan cara melakukan pertapaan atau semedi, biasanya mengamalkan bacaan-bacaan tertentu secara berulang-ulang. Biasanya, masyarakat Banjar menyebutnya dengan sebutan Balampah yang berarti berpantang sesuatu selama waktu tertentu dalam rangka mencapai sesuatu.

 

Sementara yang paling sering dilakukan, H Mansyur mengatakan bahwa ritual yang cukup populer dan yang paling umum adalah ritual mandi yang disebut dengan mandi kebal atau mandi taguh. Biasanya, selain dilakukan bila ada yang ingin bepergian jauh baik dalam rangka untuk menuntut ilmu, bekerja, juga menjadi langganan mereka yang akan melaksanakan tugas berat.  “Misalnya tentara atau polisi yang ditugaskan di daerah-daerah konflik,” ungkapnya.

 

Referensi yang digunakan oleh praktisi supranatural untuk melakukan ritual memandikan, biasanya diambil dari kitab-kitab klasik agama. Selain itu, menurut H Mansyur, mandi menjadi salah satu media penting bagi orang Banjar untuk mendapatkan kekebalan tubuh, mengingat pemahaman masyarakat Banjar, air menjadi sebuah media penting untuk mendapatkan penyembuhan atau suatu kekuatan.

 

"Orang Banjar meyakini, karena manusia berasal dari air, maka air pulalah yang menyebabkan dia menjadi seorang yang memiliki kekuatan tertentu. Air tidak bisa dipatahkan, air tidak bisa ditebas dengan pedang, ditombak, dan seterusnya, air akan tetap kembali ke bentuknya semula," pungkasnya. (tof/ema)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…

Selasa, 08 Mei 2018 14:35

Kisah Hidup Mahmud Ropi, Ayah Dua Anak Penyandang Disabilitas

Mahmud Ropi banyak bersyukur dalam hidupnya. Meski mengalami berbagai kesulitan hidup, dia bangkit dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .