MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 03 September 2017 12:22
Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir
Ilustrasi

PROKAL.CO, Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu diantaranya yaitu ritual kekebalan tubuh. Usai melakukan ritual, si pelaku dipercaya bakal kebal terhadap senjata tajam maupun senjata api.

======================

WAHYU RAMADHAN, Rantau

===============

Ada kepercayaan yang masih mengakar di kalangan masyarakat Banjar, khususnya mereka yang menempati wilayah hulu sungai. Di saat anak laki-laki di kampung beranjak dewasa dan ingin pergi merantau baik bekerja maupun menuntut ilmu ke luar daerah, maka ia akan dibekali sebuah ilmu yang diperuntukan menjaga diri. Baik melalui latihan ilmu bela diri berupa silat, maupun ilmu kekebalan tubuh.

Kepercayaan menjaga diri dengan membentengi diri melalui ilmu kekebalan pun sampai saat ini masih lestari. Salah satunya yang berhasil penulis temui adalah seorang guru silat yang mengajarkan sekaligus memiliki ilmu memberikan kekebalan. Saat penulis datang ke rumahnya jam dinding menunjukan pukul 20.13 Wita.

 

Malam itu, Kamis (31/8), di kediamannya, H Mansyur, 65 tahun, praktisi supranatural yang tinggal di daerah Margasari, Kabupaten Tapin, masih setia menemani penulis untuk mengorek kisah tentang kekebalan tubuh, yang didapatkan melalui berbagai macam ritual.

 

Alkisah, pada zaman dahulu, hidup seorang Datu yang terkenal kebal kulitnya. Sabetan, tikaman senjata tajam, maupun muntahan peluru yang keluar dari senjata api, tak mempan ketika menyentuh kulit sang datu. Dikatakan pula, sang datu, mempunyai kulit sekeras besi. Konon, datu tersebut adalah Datu Karipis. Oleh masyarakat Rantau, Kabupaten Tapin, ia dianggap sebagai ikon dalam ilmu kekebalan tubuh.

 

"Ia berasal dari daerah Muning, Tatakan, Rantau, Kabupaten Tapin. Masyarakat setempat meyakini ia salah seorang murid dari Datu Suban, yang merupakan mahaguru dari para datu-datu terkenal di Kalsel," tutur H Mansyur.

 

Kakek dari tiga cucu tersebut menuturkan bahwa zaman dulu ilmu kebal sudah ada. Namun, dipercaya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu serta hanya didapat dan diwariskan berdasarkan garis keturunan. Mengingat zaman dahulu ilmu kebal termasuk menjadi andalan para pejuang Banjar dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.

 

Seiring berjalannya waktu, H Mansyur menjelaskan bahwa kini ilmu kebal bisa dimiliki oleh siapa saja serta bisa didapatkan melalui berbagai macam cara. Di antaranya, bisa kebal sejak lahir, memakai benda bertuah, proses semedi, menelan minyak tertentu, dan mandi kebal.

 

"Kebal sejak pertama kali dilahirkan, didapat ketika bayi lahir dalam keadaan terbungkus oleh kulit atau yang sering disebut orang Banjar dengan 'Lahir Bakalubut," jelasnya.

Menurut kakek tiga cucu tersebut yang enggan fotonya dipublikasikan ini, bayi yang lahir dalam keadaan terbungkus, hendaknya bungkusan yang menyelimut sang bayi dibuka tanpa menggunakan pisau bedah, gunting atau benda-benda yang mengandung besi. "Alat yang digunakan untuk membuka bungkusnya pun biasanya dirahasiakan. Karena yang bisa melukai sang bayi lahir bungkus hingga ia dewasa, hanya benda yang dipakai pada saat membuka bungkusan saja," ungkapnya.

 

H Mansyur menuturkan, mereka yang memiliki kekebalan tubuh dengan cara melakukan pertapaan atau semedi, biasanya mengamalkan bacaan-bacaan tertentu secara berulang-ulang. Biasanya, masyarakat Banjar menyebutnya dengan sebutan Balampah yang berarti berpantang sesuatu selama waktu tertentu dalam rangka mencapai sesuatu.

 

Sementara yang paling sering dilakukan, H Mansyur mengatakan bahwa ritual yang cukup populer dan yang paling umum adalah ritual mandi yang disebut dengan mandi kebal atau mandi taguh. Biasanya, selain dilakukan bila ada yang ingin bepergian jauh baik dalam rangka untuk menuntut ilmu, bekerja, juga menjadi langganan mereka yang akan melaksanakan tugas berat.  “Misalnya tentara atau polisi yang ditugaskan di daerah-daerah konflik,” ungkapnya.

 

Referensi yang digunakan oleh praktisi supranatural untuk melakukan ritual memandikan, biasanya diambil dari kitab-kitab klasik agama. Selain itu, menurut H Mansyur, mandi menjadi salah satu media penting bagi orang Banjar untuk mendapatkan kekebalan tubuh, mengingat pemahaman masyarakat Banjar, air menjadi sebuah media penting untuk mendapatkan penyembuhan atau suatu kekuatan.

 

"Orang Banjar meyakini, karena manusia berasal dari air, maka air pulalah yang menyebabkan dia menjadi seorang yang memiliki kekuatan tertentu. Air tidak bisa dipatahkan, air tidak bisa ditebas dengan pedang, ditombak, dan seterusnya, air akan tetap kembali ke bentuknya semula," pungkasnya. (tof/ema)

 


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 16:51

Mengenang Kejayaan Bioskop Tua di Banjarmasin

BANJARMASIN - Sejak awal tahun 2000, bioskop-bioskop rakyat mulai tergerus oleh zaman. Keberadaannya…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…

Kamis, 07 September 2017 14:36

Gimana Nasib Mereka? Ibu Meninggal, Ayah Gangguan Jiwa

Usia mereka masih anak-anak, namun tiga bersaudara berinisial Z (11), R (5) dan V (3) tak lagi mendapatkan…

Rabu, 06 September 2017 14:30

Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin

Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang…

Minggu, 03 September 2017 12:22

Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir

Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu…

Rabu, 30 Agustus 2017 14:32

Menengok Tradisi Warga Kandangan Membawa Senjata Tajam

Kandangan dikenal sebagai tanah jawara. Konon dulu di daerah ini ada banyak jagau. Warganya dikenal…

Selasa, 29 Agustus 2017 16:31

Fotografer Banua Menggali Ilmu Fotografi Komersial

Selain dituntut profesional, seorang fotografer komersial juga harus pintar mengkhayal. Pelajaran itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .