MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 03 September 2017 12:22
Mengulik Kisah Ritual Kebal Tubuh di Kalsel: Bisa Kebal Sejak Lahir
Ilustrasi

PROKAL.CO, Masyarakat Banjar kaya dengan berbagai macam fenomena dan ritual budaya yang bersifat khas. Salah satu diantaranya yaitu ritual kekebalan tubuh. Usai melakukan ritual, si pelaku dipercaya bakal kebal terhadap senjata tajam maupun senjata api.

======================

WAHYU RAMADHAN, Rantau

===============

Ada kepercayaan yang masih mengakar di kalangan masyarakat Banjar, khususnya mereka yang menempati wilayah hulu sungai. Di saat anak laki-laki di kampung beranjak dewasa dan ingin pergi merantau baik bekerja maupun menuntut ilmu ke luar daerah, maka ia akan dibekali sebuah ilmu yang diperuntukan menjaga diri. Baik melalui latihan ilmu bela diri berupa silat, maupun ilmu kekebalan tubuh.

Kepercayaan menjaga diri dengan membentengi diri melalui ilmu kekebalan pun sampai saat ini masih lestari. Salah satunya yang berhasil penulis temui adalah seorang guru silat yang mengajarkan sekaligus memiliki ilmu memberikan kekebalan. Saat penulis datang ke rumahnya jam dinding menunjukan pukul 20.13 Wita.

 

Malam itu, Kamis (31/8), di kediamannya, H Mansyur, 65 tahun, praktisi supranatural yang tinggal di daerah Margasari, Kabupaten Tapin, masih setia menemani penulis untuk mengorek kisah tentang kekebalan tubuh, yang didapatkan melalui berbagai macam ritual.

 

Alkisah, pada zaman dahulu, hidup seorang Datu yang terkenal kebal kulitnya. Sabetan, tikaman senjata tajam, maupun muntahan peluru yang keluar dari senjata api, tak mempan ketika menyentuh kulit sang datu. Dikatakan pula, sang datu, mempunyai kulit sekeras besi. Konon, datu tersebut adalah Datu Karipis. Oleh masyarakat Rantau, Kabupaten Tapin, ia dianggap sebagai ikon dalam ilmu kekebalan tubuh.

 

"Ia berasal dari daerah Muning, Tatakan, Rantau, Kabupaten Tapin. Masyarakat setempat meyakini ia salah seorang murid dari Datu Suban, yang merupakan mahaguru dari para datu-datu terkenal di Kalsel," tutur H Mansyur.

 

Kakek dari tiga cucu tersebut menuturkan bahwa zaman dulu ilmu kebal sudah ada. Namun, dipercaya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu serta hanya didapat dan diwariskan berdasarkan garis keturunan. Mengingat zaman dahulu ilmu kebal termasuk menjadi andalan para pejuang Banjar dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.

 

Seiring berjalannya waktu, H Mansyur menjelaskan bahwa kini ilmu kebal bisa dimiliki oleh siapa saja serta bisa didapatkan melalui berbagai macam cara. Di antaranya, bisa kebal sejak lahir, memakai benda bertuah, proses semedi, menelan minyak tertentu, dan mandi kebal.

 

"Kebal sejak pertama kali dilahirkan, didapat ketika bayi lahir dalam keadaan terbungkus oleh kulit atau yang sering disebut orang Banjar dengan 'Lahir Bakalubut," jelasnya.

Menurut kakek tiga cucu tersebut yang enggan fotonya dipublikasikan ini, bayi yang lahir dalam keadaan terbungkus, hendaknya bungkusan yang menyelimut sang bayi dibuka tanpa menggunakan pisau bedah, gunting atau benda-benda yang mengandung besi. "Alat yang digunakan untuk membuka bungkusnya pun biasanya dirahasiakan. Karena yang bisa melukai sang bayi lahir bungkus hingga ia dewasa, hanya benda yang dipakai pada saat membuka bungkusan saja," ungkapnya.

 

H Mansyur menuturkan, mereka yang memiliki kekebalan tubuh dengan cara melakukan pertapaan atau semedi, biasanya mengamalkan bacaan-bacaan tertentu secara berulang-ulang. Biasanya, masyarakat Banjar menyebutnya dengan sebutan Balampah yang berarti berpantang sesuatu selama waktu tertentu dalam rangka mencapai sesuatu.

 

Sementara yang paling sering dilakukan, H Mansyur mengatakan bahwa ritual yang cukup populer dan yang paling umum adalah ritual mandi yang disebut dengan mandi kebal atau mandi taguh. Biasanya, selain dilakukan bila ada yang ingin bepergian jauh baik dalam rangka untuk menuntut ilmu, bekerja, juga menjadi langganan mereka yang akan melaksanakan tugas berat.  “Misalnya tentara atau polisi yang ditugaskan di daerah-daerah konflik,” ungkapnya.

 

Referensi yang digunakan oleh praktisi supranatural untuk melakukan ritual memandikan, biasanya diambil dari kitab-kitab klasik agama. Selain itu, menurut H Mansyur, mandi menjadi salah satu media penting bagi orang Banjar untuk mendapatkan kekebalan tubuh, mengingat pemahaman masyarakat Banjar, air menjadi sebuah media penting untuk mendapatkan penyembuhan atau suatu kekuatan.

 

"Orang Banjar meyakini, karena manusia berasal dari air, maka air pulalah yang menyebabkan dia menjadi seorang yang memiliki kekuatan tertentu. Air tidak bisa dipatahkan, air tidak bisa ditebas dengan pedang, ditombak, dan seterusnya, air akan tetap kembali ke bentuknya semula," pungkasnya. (tof/ema)

 


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…

Kamis, 16 November 2017 11:52

Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 4 dan 5 Banjarbaru

Kelas Inspirasi Rabu (15/11) kemarin dilaksanakan di dua sekolah sekaligus, yaitu di SMPN 4 Banjarbaru…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .