MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 04 September 2017 11:28
AKBP Suhasto, Kapolres Jago Mancing dan Suka Bertani

Panen di Keindahan Alam Pulau Laut

TURUN KE BAWAH: Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto bersama petani di Desa Berangas Kecamatan Pulau Laut Timur.

PROKAL.CO, Bukan cuma jago taklukkan ikan di laut, AKBP Suhasto juga rupanya pandai memainkan arit di sawah. Sreet..., aritnya menebas batang padi, di latar belakang indah panorama Pulau Laut.

----------------------------------------------------

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Pulau Laut

----------------------------------------------------

MINGGU (3/9) siang kemarin, langit lumayan cerah. Meski hari libur, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto berpakaian resmi lengkap. Agendanya, hari itu berjalan ke bagian timur Pulau Laut.

Dia tidak sendiri, ikut Wakapolres Kompol Yusriandi Yusrin, Kabag Ops Kompol Arief Prasetya dan beberapa Kapolsek. Mereka kemudian mengendarai roda empat dari Mapolres ke Desa Berangas.

Jarak Mapolres ke Berangas sekitar 35 kilometer. Perjalanan ke sana melewati pesisir. Aspal sempit, berliku, naik turun gunung.

Sepanjang jalan, tersaji panorama memesona. Di sebelah kiri biru laut dengan para nelayannya, karang-karang dan teluk kecil indah di beberapa spot. Sementara sisi kanan, hijau pegunungan Sebatung menjulang teduh.

Semakin ke timur semakin banyak pepohonan besar. Mendekati pusat kota kecamatan, sebuah muara terlihat. "Sepertinya banyak kakap muaranya di sini. Bisa kapan-kapan saya coba casting ini," ujar Kapolres kepada rekan-rekannya. "Tapi katanya ada buaya di sini ya," tanyanya kemudian disambut tawa. "Bahaya juga kalau gitu."

Sudah bukan rahasia umum di Pulau Laut, jika Suhasto gemar memancing. Begitu gemarnya dengan olahraga satu ini, dia biasa bermalam di laut semalaman hanya untuk merasakan sensasi strike ikan GT di laut lepas meski dengan kapal nelayan kecil.

Lepas Zuhur sampai mereka ke Desa Berangas, hamparan padi menguning, di kaki Sebatung. Para petani sibuk berkelompok memanen padi. Kedatangan polisi berpakaian lengkap menarik perhatian mereka.

Mobil pun diparkir di tepi jalan. "Ayo kita ke sawah," kata Suhasto, dengan langkah panjang menghampiri para petani. Saat itu Suhasto mengenakan caping yang memang sudah disiapkan.

Kapolres kemudian menanyakan bagaimana kondisi panen tahun ini. Petani mengatakan, panen kali ini sama dengan tahun kemarin. Karena lokasi sawah di tengah desa, tidak lama tokoh masyarakat pun berdatangan.

"Kami cuma meninjau saja. Ya sekalian silaturahmi," jelas Suhasto. Dia kemudian mengisahkan bagaimana semua pihak berusaha mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Jerami padi di beberapa wilayah biasa dibakar, ada yang memang sengaja agar jerami jadi abu. Ada juga membakar jerami untuk keperluan lain, seperti anggapan abu jerami dapat menyuburkan tanah.

"Kalau kami di sini, jerami disimpan, tidak dibakar. Soalnya kami pakai lagi jadi pupuk," ujar seorang petani menjelaskan.

"Bolehkah kami ikut panen," tanya Suhasto kemudian. "Jangan Ndan, nanti kotor," sahut Slamet, petani asal Jawa yang merantau ke Pulau Laut puluhan tahun silam.

"Ah sudah biasa, anggota saya dulu masa kecil juga suka main ke sawah, sampai sekarang bahkan," katanya disambut tawa.

Maka kemudian, para petinggi Polres Kotabaru itu diberikan arit satu-satu. Mereka kemudian meraup segenggam batang padi dan memotongnya. "Biasa lihat berkas di meja, sekarang ke lapangan potong padi, rasanya segar. Pulau Laut memang indah," kata Kabag Ops Kompol Arief Prasetya tidak mampu menyembunyikan riangnya.

Setelah panen, mereka pun foto bersama dengan para petani. Seorang wartawan lokal mengatakan, ekspresi polisi di sawah lepas tanpa beban. "Kalau saya lihat mereka benar-benar gembira di sini. Sepertinya ini yang namanya aura atau pesona desa, makanya banyak orang rindu dengan desa," kata Duki wartawan di Kotabaru.

Puas bercengkerama dengan aparat desa dan para petani, rombongan pun pamit. Kepada Radar Banjarmasin, Suhasto menjelaskan, kegiatannya itu hanya bentuk silaturahmi dengan masyarakat. "Ya sekalian kita sosialisasi masalah Karhutla. Ini udah kemarau musimnya kan? Ya meski ada hujan, kita harus antisipasi lah," jelasnya.

Ditanya mana lebih asyik mancing atau panen padi, sejenak dia tertawa. "Enaknya itu habis mancing, makan ikan bakar di sawah dengan padi hasil panen sendiri," jawabnya. (by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 15:48

Ngobrol Santai Bareng GM PLN Kalsel-Teng yang Baru

General Manager PLN Kalsel-Teng yang baru, Rustamadji buka-bukaan kepada Radar Banjarmasin. Dari masalah…

Senin, 18 September 2017 15:59

Seminar Nasional Dies Natalis ULM ke-59

Tahun ini, usia Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sudah memasuki ke-59. Menyambut bertambahnya usia…

Sabtu, 16 September 2017 17:32

Menengok Kehidupan Pekerja Sosial di Panti Budi Luhur Banjarbaru

Bagi banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) hari Jumat berarti waktunya pulang lebih cepat. Namun, hal tersebut…

Jumat, 15 September 2017 13:47

Mengenal Peserta Duta Damai Dunia Maya Kalsel

Propaganda dan provokasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa melalui dunia maya, saat…

Senin, 11 September 2017 15:22

Penyair Joko Pinurbo Bicara Pajak Penulis di Banjarbaru

Komunitas Penulis Banjarbaru menghadirkan Penyair Joko Pinurbo ke Banjarbaru. Banyak hal yang dibincangkan…

Senin, 11 September 2017 12:06

Perjuangan Suratman dan Rusmi, Suami Istri Transmigran Batu Ampar

Andai mereka menyerahkan dan balik kembali ke daerah asalnya di Tuban, tentulah Tanah Laut tidak mengenal…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .