MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 04 September 2017 11:28
AKBP Suhasto, Kapolres Jago Mancing dan Suka Bertani

Panen di Keindahan Alam Pulau Laut

TURUN KE BAWAH: Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto bersama petani di Desa Berangas Kecamatan Pulau Laut Timur.

PROKAL.CO, Bukan cuma jago taklukkan ikan di laut, AKBP Suhasto juga rupanya pandai memainkan arit di sawah. Sreet..., aritnya menebas batang padi, di latar belakang indah panorama Pulau Laut.

----------------------------------------------------

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Pulau Laut

----------------------------------------------------

MINGGU (3/9) siang kemarin, langit lumayan cerah. Meski hari libur, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto berpakaian resmi lengkap. Agendanya, hari itu berjalan ke bagian timur Pulau Laut.

Dia tidak sendiri, ikut Wakapolres Kompol Yusriandi Yusrin, Kabag Ops Kompol Arief Prasetya dan beberapa Kapolsek. Mereka kemudian mengendarai roda empat dari Mapolres ke Desa Berangas.

Jarak Mapolres ke Berangas sekitar 35 kilometer. Perjalanan ke sana melewati pesisir. Aspal sempit, berliku, naik turun gunung.

Sepanjang jalan, tersaji panorama memesona. Di sebelah kiri biru laut dengan para nelayannya, karang-karang dan teluk kecil indah di beberapa spot. Sementara sisi kanan, hijau pegunungan Sebatung menjulang teduh.

Semakin ke timur semakin banyak pepohonan besar. Mendekati pusat kota kecamatan, sebuah muara terlihat. "Sepertinya banyak kakap muaranya di sini. Bisa kapan-kapan saya coba casting ini," ujar Kapolres kepada rekan-rekannya. "Tapi katanya ada buaya di sini ya," tanyanya kemudian disambut tawa. "Bahaya juga kalau gitu."

Sudah bukan rahasia umum di Pulau Laut, jika Suhasto gemar memancing. Begitu gemarnya dengan olahraga satu ini, dia biasa bermalam di laut semalaman hanya untuk merasakan sensasi strike ikan GT di laut lepas meski dengan kapal nelayan kecil.

Lepas Zuhur sampai mereka ke Desa Berangas, hamparan padi menguning, di kaki Sebatung. Para petani sibuk berkelompok memanen padi. Kedatangan polisi berpakaian lengkap menarik perhatian mereka.

Mobil pun diparkir di tepi jalan. "Ayo kita ke sawah," kata Suhasto, dengan langkah panjang menghampiri para petani. Saat itu Suhasto mengenakan caping yang memang sudah disiapkan.

Kapolres kemudian menanyakan bagaimana kondisi panen tahun ini. Petani mengatakan, panen kali ini sama dengan tahun kemarin. Karena lokasi sawah di tengah desa, tidak lama tokoh masyarakat pun berdatangan.

"Kami cuma meninjau saja. Ya sekalian silaturahmi," jelas Suhasto. Dia kemudian mengisahkan bagaimana semua pihak berusaha mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Jerami padi di beberapa wilayah biasa dibakar, ada yang memang sengaja agar jerami jadi abu. Ada juga membakar jerami untuk keperluan lain, seperti anggapan abu jerami dapat menyuburkan tanah.

"Kalau kami di sini, jerami disimpan, tidak dibakar. Soalnya kami pakai lagi jadi pupuk," ujar seorang petani menjelaskan.

"Bolehkah kami ikut panen," tanya Suhasto kemudian. "Jangan Ndan, nanti kotor," sahut Slamet, petani asal Jawa yang merantau ke Pulau Laut puluhan tahun silam.

"Ah sudah biasa, anggota saya dulu masa kecil juga suka main ke sawah, sampai sekarang bahkan," katanya disambut tawa.

Maka kemudian, para petinggi Polres Kotabaru itu diberikan arit satu-satu. Mereka kemudian meraup segenggam batang padi dan memotongnya. "Biasa lihat berkas di meja, sekarang ke lapangan potong padi, rasanya segar. Pulau Laut memang indah," kata Kabag Ops Kompol Arief Prasetya tidak mampu menyembunyikan riangnya.

Setelah panen, mereka pun foto bersama dengan para petani. Seorang wartawan lokal mengatakan, ekspresi polisi di sawah lepas tanpa beban. "Kalau saya lihat mereka benar-benar gembira di sini. Sepertinya ini yang namanya aura atau pesona desa, makanya banyak orang rindu dengan desa," kata Duki wartawan di Kotabaru.

Puas bercengkerama dengan aparat desa dan para petani, rombongan pun pamit. Kepada Radar Banjarmasin, Suhasto menjelaskan, kegiatannya itu hanya bentuk silaturahmi dengan masyarakat. "Ya sekalian kita sosialisasi masalah Karhutla. Ini udah kemarau musimnya kan? Ya meski ada hujan, kita harus antisipasi lah," jelasnya.

Ditanya mana lebih asyik mancing atau panen padi, sejenak dia tertawa. "Enaknya itu habis mancing, makan ikan bakar di sawah dengan padi hasil panen sendiri," jawabnya. (by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .