MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 06 September 2017 14:30
Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin
MENGHIAS LANGIT: Layang-layang besar (bedandang) menghiasi langit di atas persawahan warga Desa Andhika, Tapin.

PROKAL.CO, Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang besar) menghias langit di atas sawah Desa Andhika Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.

=========================

RASIDI FADLI, Rantau

========================= 

WARGA yang sudah menunggu berjam-jam di sekitaran sawah mulai bersorak saat satu dandang bisa mengudara yang dilanjutkan dengan dandang lainnya.

Ditingkahi suara mendengung dari dangung, alat yang terbuat dari bambu yang di pasang di tubuh dandang, dandang mendaki ketinggian, terus mengecil. Suara dangung bersahutan, karena bukan hanya satu dandang yang memasang dangung, tapi hampir semuanya.

Semakin kencang angin bertiup, semakin nyaring dagung berbunyi. Apalagi saat sesekali layang-layang bermanuver ke kiri, ke kanan, atau sedang menukik, lengkingan dangung menjadi-jadi.

Untuk mengudarakan dandang tidak cukup dilakukan satu atau dua orang, mereka harus bekerjasama karena ukurannya yang besar. Kondisi angin pun sangat menentukan, karena kalau angin tidak ada dandang tidak bisa mengudara.

Salah satu warga sekitar yang menonton badandang, Samsudin (46) menceritakan permainan bedandang sudah menjadi tradisi turun temurun. "Jadi, tujuan bedandang adalah untuk mengumpulkan para pencinta dandang yang datang dari berbagai kalangan baik tua maupun muda," jelasnya.

Karena sudah menjadi tradisi, bedandang pun diadakan hampir setiap tahun untuk meramaikan kampung. "Bedandang sendiri biasanya diadakan berbarengan dengan hajatan kawinan, karena selain untuk meramaikan juga karena ingin mengikuti tradisi turun-temurun," cerita warga Desa Andhika Kecamatan Tapin Tengah kepada penulis.

Biasanya, kalau tidak dibarengi dengan hajatan pengantin biasanya yang menonton badandang tidak banyak. Tidak bakal ada pula suara sorak-sorai di pinggir sawah.

Adapun Rais Nahdian (35) warga Mandurian Kecamatan Tapin Tengah, menuturkan bahwa badandang adalah hiburan untuk warga. "Karena bedandang adalah tradisi yang harus terus dilestarikan, jadi setiap tahun selalu diadakan," paparnya.

Warga Desa Pandahan Tapin Tengah ini juga menjelaskan bunyi yang dihasilkan oleh dandang itu berasal dari dangung. "Dangung ini juga warisan dari orang tua dulu dan semakin besar dangung juga berpengaruh terhadap bunyinya," ungkapnya.

Dangung ini juga selalu dijaga oleh pemiliknya karena harganya bisa mencapai jutaan rupiah. "Kalau selesai dipakai, dangung selalu disimpan di kain yang khusus agar bisa awet," katanya.

Para pencinta dandang lainnya yang bernama Sarnadi alias Isar mengungkapkan bahwa dirinya memiliki koleksi sembilan pasang dandang. "Dandang saya ini pernah ditawar Rp8 Juta, tetapi karena ini adalah warisan dari orang tua jadi tidak saya jual," ucapnya.

Untuk ukurannya pun beragam, dari satu meter sampai sepuluh meter panjangnya dan rangka badannya terbuat dari bambu, tetapi ada juga dari kayu ulin. "Untuk sebuah layang-layang besar yang besar sendiri dalam pembuatannya bisa menghabiskan dana sekitar Rp100 ribu sampai Rp800 ribu," ujarnya. (by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…

Kamis, 16 November 2017 11:52

Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 4 dan 5 Banjarbaru

Kelas Inspirasi Rabu (15/11) kemarin dilaksanakan di dua sekolah sekaligus, yaitu di SMPN 4 Banjarbaru…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .