MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 06 September 2017 14:30
Menyaksikan Tradisi Badandang di Desa Andhika: Dengung Menyayat di Atas Langit Tapin
MENGHIAS LANGIT: Layang-layang besar (bedandang) menghiasi langit di atas persawahan warga Desa Andhika, Tapin.

PROKAL.CO, Cuaca terik tidak menyurutkan keinginan ratusan pasang mata warga yang ingin melihat bedandang (layang-layang besar) menghias langit di atas sawah Desa Andhika Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.

=========================

RASIDI FADLI, Rantau

========================= 

WARGA yang sudah menunggu berjam-jam di sekitaran sawah mulai bersorak saat satu dandang bisa mengudara yang dilanjutkan dengan dandang lainnya.

Ditingkahi suara mendengung dari dangung, alat yang terbuat dari bambu yang di pasang di tubuh dandang, dandang mendaki ketinggian, terus mengecil. Suara dangung bersahutan, karena bukan hanya satu dandang yang memasang dangung, tapi hampir semuanya.

Semakin kencang angin bertiup, semakin nyaring dagung berbunyi. Apalagi saat sesekali layang-layang bermanuver ke kiri, ke kanan, atau sedang menukik, lengkingan dangung menjadi-jadi.

Untuk mengudarakan dandang tidak cukup dilakukan satu atau dua orang, mereka harus bekerjasama karena ukurannya yang besar. Kondisi angin pun sangat menentukan, karena kalau angin tidak ada dandang tidak bisa mengudara.

Salah satu warga sekitar yang menonton badandang, Samsudin (46) menceritakan permainan bedandang sudah menjadi tradisi turun temurun. "Jadi, tujuan bedandang adalah untuk mengumpulkan para pencinta dandang yang datang dari berbagai kalangan baik tua maupun muda," jelasnya.

Karena sudah menjadi tradisi, bedandang pun diadakan hampir setiap tahun untuk meramaikan kampung. "Bedandang sendiri biasanya diadakan berbarengan dengan hajatan kawinan, karena selain untuk meramaikan juga karena ingin mengikuti tradisi turun-temurun," cerita warga Desa Andhika Kecamatan Tapin Tengah kepada penulis.

Biasanya, kalau tidak dibarengi dengan hajatan pengantin biasanya yang menonton badandang tidak banyak. Tidak bakal ada pula suara sorak-sorai di pinggir sawah.

Adapun Rais Nahdian (35) warga Mandurian Kecamatan Tapin Tengah, menuturkan bahwa badandang adalah hiburan untuk warga. "Karena bedandang adalah tradisi yang harus terus dilestarikan, jadi setiap tahun selalu diadakan," paparnya.

Warga Desa Pandahan Tapin Tengah ini juga menjelaskan bunyi yang dihasilkan oleh dandang itu berasal dari dangung. "Dangung ini juga warisan dari orang tua dulu dan semakin besar dangung juga berpengaruh terhadap bunyinya," ungkapnya.

Dangung ini juga selalu dijaga oleh pemiliknya karena harganya bisa mencapai jutaan rupiah. "Kalau selesai dipakai, dangung selalu disimpan di kain yang khusus agar bisa awet," katanya.

Para pencinta dandang lainnya yang bernama Sarnadi alias Isar mengungkapkan bahwa dirinya memiliki koleksi sembilan pasang dandang. "Dandang saya ini pernah ditawar Rp8 Juta, tetapi karena ini adalah warisan dari orang tua jadi tidak saya jual," ucapnya.

Untuk ukurannya pun beragam, dari satu meter sampai sepuluh meter panjangnya dan rangka badannya terbuat dari bambu, tetapi ada juga dari kayu ulin. "Untuk sebuah layang-layang besar yang besar sendiri dalam pembuatannya bisa menghabiskan dana sekitar Rp100 ribu sampai Rp800 ribu," ujarnya. (by/ram)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…

Senin, 05 Februari 2018 10:12
Laporan dari Perayaan Hari Kanker Sedunia 2018

Selundupkan Obat Kanker Demi Bertahan Hidup

Vonis kanker ibarat tenggat waktu menuju kematian. Anggapan itulah yang coba dikikis Chalid dan Humaidi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .